Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Belanja Bersama


__ADS_3

"Udah?",


"Udah mas.., ayok..",


"Untung aja perginya sama mas, kalo kamu perginya sendirian mending nggak usah pergi..",


"Kenapa?",


"Kamu terlalu cantik..",


"Gombal.., tapi makasih udah dipuji. Tadi malem, pagi tadi, barusan nggak tau udah berapa kali mas bilang kalo Na cantik.., nggak keitung..",


"Emang istri mas cantik kok..", ucapnya memegang dagu Kinara, lalu mendekat wajahnya. Javas mengecup bibir Kinara sekilas.


Cup..


Kinara mengengeh, ketika Javas langsung meninggalkannya begitu berhasil mencuri ciuman dari dirinya.


Javas berjalan meninggalkan Kinara yang tak lupa mengunci pintu terlebih dahulu ketika mereka pergi.


"Barusan muji istrinya cantik, tapi ditinggal gitu aja..", gumamnya.


Javas tersenyum ketika mendengarkan keluhan istrinya yang sebenarnya diucapkan dengan sangat pelan. Javas menghentikan langkahnya, menunggu istrinya.


"Sini sayang.., mas tunggu kok..", ucap Javas membuka telapak tangannya, bersiap menyambut tangan Kinara.


Kinara tersenyum lalu memberikan tangannya untuk digenggam oleh suaminya. Mereka turun ke basement dengan bergandengan tangan.


Belanja , sesuatu yang pertama kali mereka lakukan bersama. Mungkin Javas adalah satu dari jutaan laki-laki yang paling malas jika disuruh menemani perempuan pergi berbelanja. Namun, untungnya Javas lumayan sering diminta oleh mommynya untuk menemani.


"Kok ambilnya keranjang mas, nggak troly aja?",


"Emangnya kamu mau belanja apa? kan paling cuma gula, teh, kopi, minuman, mau apalagi?",


"Sayur.., bumbu, semuanya abis mas..",


"Nggak usah.., kita jajan aja diluar..",


"Buah..., ?",


"Hmmmm oke..kalo itu boleh. Belanjanya cukupin buat tiga hari kedepan aja ya.., nggak usah stok di Apartement..",


"Iya mas.., tetep pake troly aja deh. Kasian mas nanti bawanya keberatan..",


"Perhatian banget sama suami. Makasih cantik..",


Membiarkan dan mempercayakan sepenuhnya pada Kinara. Javas hanya mengikuti kemana tujuan Kinara.


"Sayang.., nggak usah diliat harganya, kalo kamu pengen, masukin aja ke troly nya...", bisik Javas ketika melihat Kinara yang tampak membolak-balikkan jus kemasan yang dipegangnya.


"Nggak.., Kina kan liat tgl exp nya mas.., bukan cari harganya. Kina kan bawa suami, mas kan yang bayar? Suami Kina kan kaya raya..", jawabnya sombong. Kina memang hanya sarkas pada Javas yang biasa menyombongkan dirinya.


"Nah iya, itu tau..tumben bener..",


"Perempuan kan selalu bener..",


Memasukkan satu persatu makanan dan minuman yang akan menjadi teman "isolasi", untuk mereka berdua. Memang, selama berada di Apartement, mereka sangat jarang untuk keluar. Sebagian besar waktu mereka habiskan di Apartement.

__ADS_1


"Mas.., boleh nggak sekalian beli keperluannya Kinara?",


"Boleh, beli apapun yang kamu butuhkan..",


"Mas nggak sekalian..",


"Yang mas butuhin kan cuma kamu..",


"Heleh...",


Mendapatkan persetujuan dari Javas, Kinara akhirnya membawa suaminya ke rak perlengkapan perempuan. Javas langsung tersenyum sumringah begitu Kinara memegang satu buah botol kecil dan menaruhnya ke dalam troly.


"Yang banyak sayang, biar wangi...",


"Emang biasanya nggak wangi..?",


"Wangi..keset pula. Itu yang biasanya kamu pakai, bukan..?",


Kinara mengangguk malu.


"Mas suka wanginya..Kenapa cuma beli satu doang..?",


"Ngapain juga beli banyak-banyak.., kalo habis kan bisa beli lagi..",


"Iya-iya.., shamponya nggak sekalian beli?",


"Hmmm.., nggak deh.., masih mas..."


"Udah..? mau beli perlengkapan kamu, cuma ini aja..?",


"Nggak mas.., sini sebelah sini kayaknya..",


"Kamu mau beli ini?", pegangnya pada sebuah pembalut kemasan besar yang baru dimasukkan Kinara ke dalam troly.


"Iya mas.., kenapa?",


"Sayang.., kamu dapet? jadi nanti malem, nggak jadi dong..",


Kina menggeleng.


"Nggak.., Kina nggak dapet mas..",


"Terus kenapa kamu beli ini?"


"Buat persediaan aja, kayaknya 3harian lagi Kina haid..",


"Biasanya berapa lama? kita nggak bisa proses Javas junior dong..",


"Tahan mas.., paling cuma 5-7 hari..",


"Lama banget..",


"Bentar doang.., cuma beberapa hari..",


"Berarti 3 hari ini, mas harus manfaatin waktu sebaik-baiknya. Pagi, siang malem.., pokoknya tancap gas terus..",


"Terserah mas aja..",

__ADS_1


"Kalo ternyata 3 harian nanti kamu nggak haid, gimana?",


"Berarti kina hamil mas..",


"Hamil...?",


"Iya..",


"Berarti mas punya anak gitu?",


"Iya gitu, kita punya anak..",


"Kalo kamu hamil, masih boleh gituan nggak?",


"Bercinta?",


"Hmmmm...",


"Nggak boleh..",


"Astaga Na.., mas harus nunggu sampe 9 bulan? karatan punya mas Na..",


"Nggak boleh terlalu sering.."


"Iya 2 hari sekali udah cukup..",


"Itu sering mas namanya..",


"Terus gimana?",


"Iya nanti Konsul dulu sama dokter..",


"Kamu kan dokter..",


"Sama dokter obgyn mas..",


"Yang penting masih boleh kan?",


"Kalo nunggu sampe lahiran sampe masa nifas selesai, yang ada mas pasti punya istri muda..",


"Astaga sayang, kamu kok gitu ngomongnya.., gini-gini mas setia..",


"Aamiin...",


Saat mengantri untuk membayar belanjaan, tiba-tiba Javas ditelepon oleh Daddynya, yang membuat Javas memilih menjauh dari Kina.


"Sayang.., mas angkat telepon dari Daddy dulu ya. Nih pake kartu mas aja..",


"Nggak usah.., pake kartu yang Kina pegang aja..",


"Oke..,


sebentar ya sayang..",


Dengan sabarnya, Kina mengantri. Dan, apesnya dia bertemu dengan dua orang perempuan yang sangat benci kepadanya. Tante Hana dan Tante Erna. Kinara yang sudah pura-pura tidak melihat, justru malah disapa oleh Erna terlebih dahulu.


"Na.., kamu disini..?",

__ADS_1


Kina hanya membalasnya dengan tersenyum tipis. Kina memang enggan menanggapi karena menjaga agar tidak terjadi keributan. Apalagi, Kina datang bersama dengan Javas suaminya.


Besok dilanjutin lagi yak...


__ADS_2