Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Ayo Pulang


__ADS_3

Keduanya turun ke lantai dasar, yang mana ada banyak kerabat dan keluarga yang sedang berkumpul. Javas dan Kina menjadi pusat perhatian karena malah merekalah yang terlihat seperti calon pengantin.


"Kalian mau kemana? gandengan kayak mau nyebrang aja..", ucap Bunda Fafa.


"Takut ilang Bun..",


"Iya deh, namanya juga pengantin baru..",


"Tante.. permisi mau makan siang dulu..",


"Iya.., sana Na.., cuma kalian aja yang kayaknya belum makan..",


"Iya Tante permisi..",


Berusaha melepaskan tangannya, namun genggaman Javas semakin erat.


"Mas lepasin.., kina malu..",


"Kenapa sih?",


"Mau makan nggak?",


"Mau.., laper banget Na..",


"Iya udah, lepasin makanya. Kina ambilin makan dulu..",


"Ngambil tangan kanan kan bisa..",


"Lepasin...mas....", ucapnya dengan merengek. Kina memang pemalu, apalagi dia baru saja menjadi anggota keluarga baru. Jadi, masih belum banyak yang dia kenal.


Javas tersenyum, gemas dengan istrinya. Javas memang hanya menggoda. Rasanya lucu melihat istrinya yang selalu salah tingkah ketika ada kerabatnya yang meledek mereka.


"Makasih..", ucap Javas ketika Kina memberikan sepiring nasi lengkap dengan lauknya.


"Minumnya belum mas, mau anget atau dingin..?",


"Dingin aja..",


"Yang anget aja ya.., mas kan nggak pernah minum dingin.., nanti sakit..",


"Istriku kan dokter.., sakit ya kamu yang ngerawat..",


"Anget aja ya..",


"Emangnya kamu pikir, aku Oma? minum es terus sakit..?",

__ADS_1


"Anget ya?",


"Kamu udah bisa bikin aku anget.., hot malahan",


"Ih.., apaan sih mas..


iya iya ini diambilin yang dingin.., es batunya dikit aja ya..",


Kinara nampak melayani makan suaminya. Dia kembali duduk ketika selesai mengambilkan minuman untuk Javas.


"Kamu nggak makan?",


"Kina udah makan siang tadi..",


"Cobain deh..ini enak banget Na..",


"Makan mas Javas aja.., kayaknya laper..",


"Cobain.., ayo buka mulutnya..",


"Nggak mas..",


"Buka mulut.., cepetan..",


"Enak kan?", ucapnya.


"I-iya enak..",


Kina melihat satu sisi lain dari Javas. Suaminya ini memang sangat keras, tapi ada kalanya juga sisi lembutnya muncul, seperti sekarang ini. Javas sebenarnya memang penyayang. Meskipun hanya dengan hal kecil seperti ini. Mungkin terlihat biasa, tapi bagi Kina, dia merasa dimanjakan dengan apa yang dilakukan oleh Javas.


"Mau lagi..?",


Kina menggeleng.


"Buat mas aja..


Kina masuk ya mas..mau bantu-bantu..",


"Bantuin apa?",


"Ya bantuin, apa yang bisa dibantu..",


"Nggak usah.., disini aja..",


"Ngapain?"

__ADS_1


"Nemenin aku.., apa mau nyuapin?",


"Nemenin aja.."


Javas melanjutkan makannya ditemani Kina yang hanya menemani, tanpa ikut makan.


"Halo kak dok..", sapa Jaz yang tiba-tiba datang bergandengan dengan Zoya, adik sepupunya. Keduanya nampak menggemaskan.


"Halo sayang.., udah bangun?",


"Giliran Jaz dipanggil sayang, suami sendiri nggak..", gumam Javas.


Kinara mendengar, namun enggan merespon ucapan suaminya.


"Kak dok.., Jaz laper..",


"Makan dong.., mau kakak suapin?",


"Boleh kak Javas..?", tanyanya.


"Tumben kamu izin sama kakak.., biasanya langsung nemplok..",


"Hehehe.., Jaz kan pinter..",


"Kamu disuapin sama mbak sus aja.., tuh sekalian sama Zoya..",


"Iya..iya. , Zo..makan sendiri yuk..", ucapnya pada Zoya. Mereka berdua lantas pergi menjauh dari posisi Kina dan Javas.


"Mbak.. jangan dibolehin ambil es banyak ya..", peringat Kinara pada suster Sri.


"Iya mbak.., permisi dulu..",


Kinara menunggu hingga Javas menandaskan makannya. Padahal, Kinara hanya duduk di samping Javas tanpa melakukan apapun. Tapi, tidak diizinkan Javas untuk masuk ke dalam menyusul mom dan kakaknya.


"Na.., pulang yuk..?",


"Pulang? Na aja belum ada satu jam disini mas..",


"Pulang.., kita pamitan..",


"Nggak enak mas.., baru aja sampe, udah mau pulang aja..",


"Nanti juga enak kok.., kita pulang sekarang..",


Halo udah tiga hari nggak update ya rasanya lama banget. Lagi-lagi singkat, bener-bener belum ada waktu buat ngetik..

__ADS_1


__ADS_2