Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Bertemu????


__ADS_3

"Mom...",


Aira berbalik badan karena sapaan dari menantunya.


"Iya Na.., ada apa?",


"Mommy mau jenguk mbak Mine..?", tanyanya.


Aira diam, entah apa yang harus dia katakan. Ternyata menantunya sudah mengetahuinya.


"Kamu udah tau?",


"Udah mom, semalam mas Javas udah cerita..",


"Iya mommy mau jengukin Mine..",


"Na boleh ikut..?",


"Buat apa?",


"Jenguk mommy..",


"Nggak usah, udah izin Javas emangnya?",


"Belum mom...",


"Jangan cari penyakit deh Na..", ucap Sharen yang tiba-tiba muncul.


"Kakak aja nggak jadi jenguk..",kata Sharen lagi


"Lho..kenapa sayang?", tanya Mommy Aira.


"Males, pasti nanti ketemu Nathan...",


"Nggak boleh gitu.., yok..ikut. Kan ada Dad sama mommy..",


"Nggak bisa mom..Sharen ada klien hari ini..",


"Ya udah kalo gitu..


Mommy sama Daddy duluan..."


Kina mengangguk mengerti.


"Na., kamu jenguk besok aja gimana? sama kakak",


"Boleh mbak..",


"Tapi, kamu izin dulu sama Javas...",


"Iya mbak, nanti Kina bilang sama mas Javas dulu..",


Berkali melihat suaminya yang nampak serius mengemudikan kendaraan. Kinara ingin berbicara tapi dia juga takut kepada suaminya. Kinara akhirnya memilih untuk diam dan menyimpan niatnya.


"Makasih udah dianterin mas..",


"Iya sayang...",


"Mas hati-hati ya..",


"Iya..see you...",


Saat masuk ke dalam rumah sakit, tidak sengaja Kinara melihat seorang laki-laki muda yang tidak asing baginya. Spontan, Kinara menghampiri.


" Mas Nathan..?",


" Dokter Kinara..",


"Lagi apa mas..?",


"Hmmmm..ini lagi ngurus administrasi buat Mine..",


"Buat mbak Mine..?",


"Iya.., mau pindah ke sini...",


"Oh gitu..",


"Biar deket dari rumah, terus kalo disini juga apa-apa gampang karena bisa pake nama om Rendra..",


Tidak tau awal mulanya, tapi saat ini mereka tampak serius mengobrol di kantin rumah sakit.


"Boleh saya liat rekam medisnya mas..?", tanyanya pada Nathan.


Nathan mengangguk lalu memberikan setumpuk berkas kepada Kinara. Dokter muda itu terlihat membacanya dengan seksama.


"Udah nggak ada opsi ya mas..?",


Nathan menggeleng.


"Nggak ada dok..",


"Ya Allah...",


"Dok..., mungkin permintaan mama memang aneh. Tapi, dokter tau sendiri kenapa mama lakuin itu. Saya juga nggak mau minta dokter buat memaklumi permintaan mama yang terkesan egois.., karena saya tau perasaan dokter sebagai istri..",


"Iya mas.., saya memang hadir tiba-tiba dihidupnya mas Javas. Mas Nathan, pasti sudah tau ceritanya.., tapi saya tetap istri sahnya mas Javas kan mas?",


"Iya saya tau dok.., saya atas nama pribadi minta maaf kalo permintaan mama menyinggung perasaan dokter.."


"Saya mengerti mas..",


"Dok.., saya bisa minta tolong?",


"Apa mas..?",


"Bisa dokter pertemukan Javas dengan Mine? sekali aja dok...",


Kinara diam, ia nampak berpikir.


"Saya nggak pernah larang mas Javas untuk bertemu dengan mbak Mine.., tapi mas Javasnya yang memang dari awal sudah nggak mau, mas Javas mau menjaga perasaan saya..",

__ADS_1


Nathan mengangguk.


"Nanti coba saya bilang ke mas Javas ya mas.., siapa tau dia mau..",


"Saya juga nggak akan maksa dok.., kalo saya jadi Javas, saya juga akan bersikap demikian. Saya akan menjaga perasaan istri saya...",


Kinara tersenyum. Sebenarnya, ada rasa iba. Apalagi setelah membaca rekam medis milik Mine tadi. Rasanya hanya menunggu waktu itu akan tiba.


"Sharen apa kabar dok..?"


"Mbak Sharen baik mas.., udah nggak ada komunikasi lagi?",


Nathan membuang nafasnya.


Hufft....


"Sharen pasti marah sama saya dok.., saya tau itu. Saya malu, nggak berani ajak dia ngobrol atau sekedar chat. Saya paham, sudah kenal dia baik dan buruknya. Sharen pasti salah paham...",


"Iya mas.., saya tau itu. Kenapa nggak coba menjelaskan..?",


"Percuma.., nggak akan di dengar sama dia..",


"Sabar mas.., kalo jodoh nggak kemana..",


Mereka akhirnya mengakhiri obrolan yang berlangsung kurang lebih selama 30 menit. Nathan pamit untuk melanjutkan urusannya, dan Kina yang harus segera memulai pekerjaannya.


"Semoga urusannya lancar ya mas..",


"Makasih dok..",


"Kapan, rencana mau pindah?",


"Secepatnya dok.., kalo bisa malam ini juga..",


"Baik mas..",


Kina sepertinya memang ditakdirkan sebagai menantu Mommy Aira. Seperti mommy mertua, Kina juga mempunyai jurus merayu yang sanggup meluluhkan suaminya yang keras bagaikan baja.


Berada dipelukan sang suami tercinta. Kepalanya berada di atas dada bidang Javas, dengan tangan Kina yang menyapu halus kulit tel@njang suaminya. Mereka baru saja menyelesaikan sesi bercinta.


"Mas..", ucap Kinara. Suaranya yang memang lembut, ditambah dengan aktivitas yang baru saja menguras tenaganya, membuat suaranya semakin halus didengar oleh telinga.


"Hmmmm.., mo lagi? kamu aja sampe lemes gitu..",


"Nggak..., mas...", ucapnya lagi dengan tangannya yang masih bermain di dada Javas.


"Kenapa sayang..?",


"Mas.., nggak mau ketemu mbak Mine..?",


"Buat apa? ngasih dia perhatian? ngasih dia dukungan? dengan membuat kamu cemburu? pernikahan kita jadi kacau? gitu maksudnya?",


"Nggak gitu mas..,


Sekali aja jenguknya..",


"Kamu kan tau kalo dia nggak tau kalo mas ini udah jadi suami kamu? dia masih berharap sama mas, udah jelas kan gimana nantinya? mas bakalan terjebak sayang..",


"Kan tau sendiri, Tante Farah nggak ngizinin kan?",


"Na nggak pernah larang mas jenguk mbak Mine mas..",


"Iya, mas tau sayang...,


Udah ya, nggak usah bahas lagi..", ucapnya dengan mengecup kening istrinya.


"Tadi Kina ketemu sama mas Nathan..",


"Nathan? dimana?",


"Di rumah sakit mas..,


mbak Mine mau dipindah ke rumah sakit keluarga..",


"Mau dipindah kesana?",


"Iya.., biar gampang aksesnya mas..",


"Gitu..",


"Mas.., kalo mas pengen jenguk, Na ngizinin.., Na nggak ngelarang. Asal, mas nggak lupa kalo Na ini istri mas..",


"Iya sayang..",


"Jadi.., mas mau jenguk..?",


"Mas pikir-pikir dulu...",


"Ya udah kalo gitu..,


Na..boleh jenguk mbak Mine, nggak?",


"Boleh.., kalo kamu mau..",


"Makasih.., Na besok jenguk sama mbak Sharen ya..",


"Iya sayang...",


Kinara akhirnya mendapatkan lampu hijau dari suaminya. Dan, rencananya memang pagi ini dia akan menyempatkan waktu untuk menjenguk Mine, bersama Sharen. Mendapatkan kabar, jika Mine sudah dipindahkan ke Rumah Sakit keluarga , itu artinya. Kina dan Mine akan berada di tempat yang sama.


"Ruangannya dimana Na..?",


"Katanya sih di Vvip sini sih mbak..",


Mereka berdua bergegas menuju ke ruangan Mine yang berada di pojok.


Mengetuk pintu, dan segera mendapatkan sahutan dari dalam.


"Sharen..., sama..Kinara ya..", ucap Tante Farah.


"Iya Tante...",

__ADS_1


"Kok repot-repot Sha..",


"Nggak apa-apa Tante...,


Gimana keadaan Mine, Tan?",


"Kadang drop, kadang membaik. Ini abis minum obat, jadi dia tidur..",


"Gitu ya..",


Tidak ada banyak percakapan yang mereka lakukan memang, mengingat keadaan Mine yang memang naik turun. Sharen juga hanya menyimak obrolan Tante Farah dan Kina yang berhubungan dengan laporan medis dari dokter.


"Kalo gitu, kami pamit dulu ya Tante..",


"Iya..makasih ya Kina.., Sharen..",


"Sama-sama Tante..


Jangan lupa makan ya Tante.., jangan sampe Tante drop..", ucap Sharen yang memberikan perhatian kepada mama Nathan.


"Makasih Sha...",


Keduanya berjalan, menjauh meninggalkan ruang rawat Mine. Ada perasaan iba, dalam diri Kina saat melihat wajah Tante Farah tadi. Terlihat lelah, juga ketakutan.


"Kasian ya Na..",


"Iya mbak.., nggak tega Kina sama Tante Farah..",


"Nggak usah mikir macem-macem ya Na..",


"Nggak kok mbak..",


"Oh ya.., temen kakak tuh ada yang dirawat disini juga Na..",


"Sakit apa mbak?"


"Abis lahiran...",


"Mau sekalian jenguk..?",


"Nggak deh, nanti sore aja kayaknya, orang baru lahiran tadi malem kok, kasian. Pasti, butuh istirahat kan?",


"Iya sih mbak..",


"Ya udah, kakak balik ke butik dulu deh. Kamu lanjutin kerjanya. Nanti sore ada yang jemput nggak Na? apa mau bareng aku pulangnya?",


"Belum tau kak.., kayaknya mas Javas juga mau jemput..",


"Oke..nanti kabar-kabar aja ya Na..",


"Iya mbak...",


Javas menepati janji untuk menjemput istrinya di rumah sakit. Oh ya, tentang kepindahan Mine, Javas sendiri belum mengetahuinya. Jadi, Javas belum tahu jika saat ini Mine sudah dirawat di rumah sakit milik keluarganya.


"Meetingnya udah selesai ya mas..?",


"Udah sayang...",


"Ketemu klien?",


"Udah juga..",


"Pasti capek deh, maaf ya jadi ngerepotin mas..",


"Iya capek, nanti malem pijit ya..?",


"Hmmm dipijit..ujung-ujungnya pasti gituan...",


"Kenapa? nggak ikhlas..?",


"Ikhlas sayangku..",


"Apa kamu bilang? coba sekali lagi..",


"Sayang...",


"Bukan..bukan itu tadi yang mas denger...",


"Sayangku...",


"Hemmm..suara kamu bikin candu Na..",


Saat mereka melewati taman, dari kejauhan Kina melihat Mine. Sempat ragu, tapi akhirnya Kina berucap kepada suaminya.


"Mas.., mbak Mine...", tunjuk Kina.


Javas melihat ke arah telunjuk Kina. Melihat Mine yang berada di atas kursi roda, sedang di ajak Tante Farah dan Nathan jalan-jalan.



"Mine...", ucap Javas.


"Kasian mas...",


"Iya...",


"Mas mau nyamperin?",


"Nggak Na, dari kejauhan aja..",


"Kina izinin, tapi cuma sekali aja mas...",


Javas mematung.


Sempat lama terdiam, dan akhirnya dia bersuara.


"Boleh Na..?",


"Boleh mas.., tapi Kina ikut..",


Mereka berdua berjalan berdampingan mendekati Mine. Sepasang mata melihat, dan segera menyusul Javas dan Kina. Sharen, tidak akan membiarkan pernikahan adiknya berantakan karena masa lalu Javas.

__ADS_1


Seperti apa kelanjutannya? Wait ya...


__ADS_2