
Sharen sudah cantik dengan makeup naturalnya. Dengan berbalut dress Payet bernuansa pink, hijab dengan warna senada. Sharen nampak anggun melewati para tamu undangan yang sebagian besar adalah ibu-ibu.
Sharen duduk diantara Mommy Aira juga Oma Widya. Sedangkan Daddy, Javas dan Jaz duduk di sisi kiri luar venue. Ya, memang acara ini hanya diperuntukkan bagi perempuan.
Pengajian sudah dimulai, diawali dengan pembawa acara yang membacakan satu persatu rangkaian acara. Pengajian berjalan sangat khidmat.
Sampailah waktu, dimana Sharen mengungkapan ungkapan kasih sayangnya kepada kedua orang tua sekaligus permintaan izinnya kepada kedua orang tuanya.
"Mommy....
Mommy.., waktu berjalan cepat. Sepertinya baru kemarin Mommy menguncir kuda rambut jagung Sharen yang tidak tumbuh banyak.
Mommy.., ratusan bahkan ribuan moment sudah kita lewatkan. Sharen selalu bermimpi untuk menjadi istri seperti Mommy, yang selalu tunduk dan patuh pada suami.
Mommy, hari ini waktu itu tiba. Sharen meminta izin pada Mommy, untuk menikah dengan laki-laki yang Sharen pilih...
Aira menitikkan air matanya ketika putri satu-satunya berbicara dengan sesekali menangis. Namun, Aira masih bisa menahannya. Aira menangis, namun setelah itu dia terlihat tenang.
Terima kasih mommy, sudah menjadi perempuan yang bisa menjadi panutan Sharen....",
__ADS_1
Sharen mengakhiri ungkapan hatinya dengan berpelukan dengan Mommynya. Mereka menangis bersama.
Pernikahan sejatinya adalah moment bahagia, tapi mereka menangis bukan karena sedih, kecewa atau terluka. Tapi, karena hari bahagia.
"Untuk cinta pertama Sharen.....
Dad...,
Sharen kecil yang Daddy tuntun untuk belajar berjalan, kini sudah tumbuh menjadi perempuan cantik yang selalu Daddy puji..
Dad.., masih ingat ketika Daddy antar Sharen saat toddler dulu? Ketika Sharen menangis karena pertama kalinya masuk sekolah. Sharen takut bertemu dengan teman-teman baru. Tapi, ada laki-laki kecil yang mengulurkan tangannya, dia menggandeng Sharen masuk ke sekolah.
Dad, laki-laki itu adalah laki-laki yang mempersunting Sharen. Dia menepati ucapannya Dad.., dia yang akan melindungi Sharen seumur hidup nanti.
Dad..terima kasih sudah menjadi laki-laki yang selalu menjaga Sharen dengan penuh rasa cinta.
Terima kasih, Dad...",
Daddy Rendra terlihat menangis tersedu-sedu. Bahkan, Javas sampai mengusap-usap bahu Daddynya untuk memenangkan. Om Revan yang berada disana juga meminta Jaz untuk mengambilkan Dad tissue untuk menyeka air matanya.
__ADS_1
Bukan seperti saat Daddy bertindak sebagai wali nikah yang terlihat sangat tenang dan tegas. Kali ini Daddy terlihat sangat sedih. Sharen memang putri satu-satunya sekaligus anak kesayangannya. Selama ini beliau memang menjaga Sharen dengan sangat ekstra, lebih dari kedua anaknya yang lain.
Dengan dibantu oleh tim WO, Sharen turun dari Venue, menghampiri Daddynya yang masih menangis.
"Dad....", ucap Sharen yang langsung memeluk Daddynya yang masih tersedu.
"Daddy minta maaf kalo selama ini belum bisa jadi orang tua yang baik buat kamu Sha...",
"Daddy is the best father in the world, Dad..., makasih selama ini sudah mendidik dan menjaga Sharen dengan begitu luar biasa....",
"Tanggung jawab Daddy sekarang beralih ke Nathan suami kamu. Bahagia ya Nak..", Daddy melepas pelukan Sharen, lalu mencium kening putrinya.
Moment haru tersebut disaksikan oleh undangan yang diantara mereka juga ikut menitikkan air mata. Seorang Ayah adalah cinta pertama bagi anak perempuannya. Dan, Sharen benar-benar jatuh cinta pada sosok Daddynya yang selama ini sudah membesarkannya dengan penuh kasih sayang. Daddy keras, tapi dia sangat menyayangi putra putrinya.
"Jangan nangis lagi Dad...",ucap Sharen dengan menyeka air mata Daddy nya.
"Bahagia ya sayang..",
"Pasti Dad...",
__ADS_1