Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Hotel


__ADS_3

Sharen masuk ke dalam kamar mandi. Disana, dia mengganti gaunnya dengan setelan baju tidur. Atasan full kancing dengan bawahan celana pendek. Tidak memakai baju haram? Tentu tidak, karena Sharen memang tidak punya. Tak lupa menghapus make up tipis yang menghiasi wajah cantiknya.


Sudah tahu apa yang akan terjadi beberapa saat nanti. Nathan tidak akan melepaskannya malam ini. Apalagi, Sharen juga sudah memberikan persetujuannya dengan membiarkan Nathan berbuat apa yang dia mau dan suka.


Sharen takut, tapi lebih takut kehilangan Nathan. Ini sudah menjadi hak Nathan yang menjadi kewajibannya.


Sharen memejamkan matanya ketika membuka pintu kamar mandi. Nathan yang bersandar menunggunya di luar, langsung memperbaiki posisinya.


"Udah...?",


"Udah....",


Nathan mendekat, namun sayangnya ada sedikit gangguan. Ponsel Sharen tiba-tiba berbunyi dan membuat istrinya berjalan mengambil ponsel yang diletakkan di atas nakas. Oh, rupanya si kecil Jaz menelepon.


"Halo Jaz...",


"Kak.., Jaz nggak bisa tidur", rengeknya.


"Kenapa?",


"Jaz laper...",


Sharen diam. Dia terganggu dengan suaminya yang sudah mulai menggodanya. Memeluk erat tubuhnya, dan mengecup bebas pundak mulusnya.


"Kak...",


"Iyah...


Jaz belum makan..?", tanyanya. Sharen berucap dengan sangat berat karena takut jika suara paraunya akan di dengar oleh Jaz. Kecupan-kecupan halus berubah menjadi kasar. Nathan memang tidak melarang Sharen untuk menerima telepon dari adiknya. Tapi, Nathan mengganggunya.


"Jaz udah di depan kamar Kak Sha..",


"Hah..? ya udah kakak keluar dulu ya..",


Nathan langsung menghentikan aktivitasnya ketika mendengar ucapan dari adik iparnya. Dia berbisik di telinga Sharen.


"Jangan rusak malam pertama kita, sayang..", ucapnya singkat.


"Iya bentar, kasian dia udah didepan Nath..",


Sharen keluar, diikuti oleh Nathan yang mengekor di belakangnya.


"Jaz...",


"Jaz nggak bisa tidur...",


"Kenapa..?", tanya Nathan.


"Jaz laper kak..",


"Emangnya tadi kamu nggak makan..?",


Jaz menggeleng.


Sharen menatap baby sitter Jaz. Bisa-bisanya dia tidak memperhatikan makan untuk anak asuhnya.


"Kok bisa sus..?",

__ADS_1


"Tadi kan udah makan mbak.."?,


"Jaz udah makan..?",


"Udah..tadi..",


"Sekarang masih laper..?",


"Masih kak Nath...",


"Kenapa kamu telepon kak Sharen? Kenapa nggak telepon Daddy atau mommy aja..",


"Udah..tapi nggak diangkat.


Jaz juga udah coba telepon kak Javas sama kak Dok.., tapi nggak diangkat juga..",


"Mereka pasti lagi enak-enakan..", bisik Nathan pada istrinya.


"Ze tidur sama kamu, atau sama Papa Mamanya..?", tanya Sharen.


"Ze bobok sama Jaz..., udah tidur daritadi..


Jaz bosen kak...",


"Iya.., bener kata kamu Nath..", bisik Sharen.


Nathan langsung menyengir kuda. Dia kalah start dari Daddy dan Javas.


"Kalo kak Nathan pesenin MCD, Jaz mau nggak? atau mau KFC? atau mau pizza Hut? atau mau apa..?",


"Mau MC*D aja kak.. sekalian sama es krimnya, sama French fries juga..",


"Iya..


Jaz pilih sendiri ya..", Nath berjongkok dia menunjukkan layar ponselnya pada Jaz.


Nathan memang begitu. Meskipun tadi bilang jika tidak ingin diganggu, tapi dia masih peduli pada Jaz. Benar-benar beruntung Sharen memilikinya.


"Udah..? segini aja..?",


"Udah kak.., makasih...",


"Mbak Sus udah dipesenin? sekalian sama mbak Susnya Ze juga..", ucap Sharen.


"Udah sayang...nih..", Nathan menunjukkan layar ponselnya.


"Banyak banget Nath.., M*CD aja habis sejuta lebih..",


"Nggak apa-apa..,


biar dia kenyang..,


jadi nggak gangguin kita lagi..", bisiknya.



__ADS_1

























.






__ADS_1



__ADS_2