Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Kepercayaan


__ADS_3

Javas menunggu kepulangan Daddy di rumah. Sebelumnya, Javas sudah mengirimkan Daddy nya chat, meminta waktu untuk bertemu.


"Dad...", ucap Javas yang melihat Daddynya akhirnya pulang. Bahkan, Javas dengan sengaja menunggu Daddy di teras rumah.


"Apa sih Vas? penting banget? kamu kalah tender?",


"Bukan..",


"Ya udah, Dad mandi dulu, abis ini mau ke rumah sakit lagi.., mommy kamu udah ngomel..",


"Penting Dad, bentar aja..",


"Iya bentar Dad mandi dulu...",


"Dewi pacarnya Nathan hamil...!!",


Daddy yang awalnya hendak menuju kamar, langsung menghentikan langkahnya. Benar dugaan Javas jika Dad belum mengetahui hal ini.


"Dewi? hamil...? tau darimana kamu..?",


"Tadi Kina ketemu Dewi di rumah sakit, dan dia lagi tebus vitamin yang sama kayak vitaminnya Kina waktu hamil Ze. Vitamin untuk ibu hamil...",


Daddy sepertinya memang tidak mengetahui hal ini. Ekspresi Daddy juga langsung berubah. Kaget bercampur bingung.


"Kalo Daddy masih nyuruh Queen buat terima Nathan, Javas nggak akan setuju. Sebejat-bejatnya Javas, Javas nikah dulu baru punya anak. Biarin Queen menentukan pilihannya sendiri Dad..",


"Jadi, kamu dukung Sha sama Satria..?",


"Javas nggak srek sama Satria. Javas nggak tau dia siapa, tapi Javas yakin Daddy pasti udah tau seluk beluknya.


Javas cuma nggak mau kalo Queen itu jadi perebut milik orang lain, atau bahkan salah menjatuhkan pilihan. Biarkan Queen memilih pasangannya sendiri Dad.., diluar sana ada jutaan laki-laki, satu diantaranya pasti ada yang baik buat Queen. Lagian Dad, Queen cantik, berpendidikan, popular, anak orang kaya. Udah pasti banyak yang ngantri, tapi dia aja emang mungkin yang belum mau berkomitmen.., Queen udah dewasa, tapi belum tua. Dad nggak usah khawatir...",


Daddy tersenyum tipis.


"Queen saudara Javas perempuan satu-satunya, jadi Javas nggak mau dia kenapa-napa. Silahkan Daddy melakukan berbagai cara untuk memisahkan dia sama Satria, tapi Dad. Please, stop untuk memaksa Queen untuk bisa sama Nathan. Satria sama Nathan itu nggak ada bedanya Dad, brengsek semua..",


"Iya..", ucap singkat Daddy. Beliau langsung meninggalkan Javas.


Daddy berbalik badan.


"Vas, jangan bilang masalah ini ke mommy. Biasa Dad selesain sama Nathan dulu..",


Masuk ke dalam kamar dan Daddy mulai untuk berpikir. Javas yang selama ini bersikap cool dan cenderung cuek dengan saudaranya, ternyata memiliki kekhawatiran yang begitu besar terhadap kakaknya.


Benarkah Dewi hamil? Anak Nathan?",


"Nath, besok pagi kirimkan bukti-bukti ke rumah....


Siangnya, kita ketemu. Ada yang harus Om bahas sama kamu..",


Kinara melihat suaminya yang masih terlihat sangat kesal. Yah, kesal karena penilaiannya selama ini terhadap Nathan ternyata salah.


"Mas.., udah ngomong sama Daddynya?",


"Udah..",


"Terus, gimana?"


"Daddy kayaknya juga kaget..",


"Berarti Daddy belum tau ya..?",


"Belum Na..",


"Terus gimana?",


"Apanya?",


"Mas ngomong apa aja tadi..?",


"Ya mas minta Daddy buat berhenti jodohin Nathan sama kak Sharen. Mas kira Nathan itu yang terbaik, taunya sama aja. Nggak dia, Bian, Satria, semuanya nggak ada yang bener...",


"Kasian..",


"Kalo kak Sha nanti udah sembuh, mendingan dia stay di luar negeri aja, Aussie, London, Paris atau kemana gitu, biar dia nggak pusing sama urusan jodoh..",

__ADS_1


"Mungkin emang ujiannya mbak Sharen itu dijodoh ya mas..",


"Iya ya, bener juga..., kalo dipikir-pikir karir dia bagus, keluarga bahagia, tapi percintaannya nggak mulus..",


"Ya gitu..",


"Kalo ujian kamu, apa sayang..?",


"Ibu meninggal, Bapak nikah lagi, Ibu tiri jahat. Kuliah capek mikir, giliran udah lulus bukannya kerja tapi disuruh di rumah aja..",


"Itu ujiannya?",


"Hamil anak pertama bukannya di temenin sama suami, eh suaminya pedulinya sama perempuan lain..",


"Itu ungkapan dari lubuk hati kamu yang paling dalam ya..?",


Kinara meringis. Sebenarnya memang iya, tapi dia tidak mempunya niat untuk menyindir atau mengungkit masa lalu. Tapi, memang itu lika-liku hidupnya.


"Ya emang ujiannya Na disitu mas..",


"Maaf ya sayang, mas emang bodoh..", ucapnya. Javas memeluk Kinara.


"Namanya juga perjalanan hidup mas..",


"Makanya, izinin mas nebus kesalahan mas ya. Kamu hamil lagi anak kedua, nanti mas perhatiin.., disayang-sayang, diturutin ngidamnya..",


Kinara mencubit perut suaminya.


"Aduh..sakit sayang..",


"Habisnya gitu, kesempatan deh..",


"Iya-iya.., nunggu Ze agak gedean dulu..1 atau 2 taun lagi ya..",


"3 taun mas..titik!!",


Berita bagus. Pagi ini Queen sudah diperbolehkan pulang. Kondisinya sudah stabil dan tekanan darahnya normal.


"Nggak ada yang ketinggalan kan sayang..?",


"Nggak ada mom...",


"Maaf ya Mom, Sha ngrepotin..",


"Nggak dong sayang, kan kamu anaknya mommy...",


Dirawat 4 hari di rumah sakit, dan akhirnya bisa kembali ke rumah. Rasanya lega bercampur bahagia.


"Kamu istirahat ya.., kalo ada apa-apa, bilang sama Mommy, atau panggil Bibik..",


"Iya mom...",


"Nanti sore Oma kesini..jadi kamu istirahat ya. Jangan sampe kamu keliatan lesu, nanti Oma jadi khawatir..",


"Iya Mom..


Sha tidur...",


Aira dipanggil oleh suaminya, bukan di kamar melainkan di ruang kerjanya. Sebelum terlalu jauh dan terlambat. Daddy akan menunjukkan bukti-bukti kepada Aira agar hatinya terbuka.


"Kenapa mas nyuruh Aira kesini..?",


"Sini, duduk sayang..",


Aira duduk disamping suaminya.


"Bukan disitu, tapi disini..",


Rendra mengangkat, tubuh istrinya dan mendaratkan di atas pangkuannya.


"Mas..apaan sih..",


"Udah beberapa hari ini, mas nggak bisa bermesraan sama kamu.., mas kangen..",


"Mas....",

__ADS_1


"Mas nyuruh kamu kesini bukan ngajakin kamu buat bercinta, tapi mas mau nunjukin ke kamu..",


Rendra menunjukkanbukti yang diminta Aira.


"Kamu baca ya..


Jangan lupa semuanya dibaca, sekaligus baca laporan kepolisian yang ada beberapa berkas itu...",


Aira membacanya satu persatu, dan jika kali ini istrinya masih belum percaya. Rendra tidak tahu lagi harus memberikan bukti seperti apalagi.


"Ini semua bener mas?",


"Kamu pikir, ini semua rekaya mas gitu?astaga Ra...",


"Ini serius mas..? mereka investasi bodong juga?",


"Iya..,seperti yang kamu baca...",


"Astagfirullah mas.., kok gini?",


"Ya itu faktanya...",


"Mas.., kemarin Aira abis masukkin yang ke bisnisnya Rida...",


"Kok bisa? kenapa nggak bilang dulu sama mas? berapa kamu ngasih ke dia..?",


"Baru 150 juta mas...",


"Sekarang, kamu percaya nggak sama mas..?",


"Iya.. maaf..."


"Nggak usah deketin Sharen sama pria manapun kalo kamu belum tau seluk beluknya.."


"Iya mas..terus Aira harus bilang apa ke Sharen mas..m",


"Nanti mas yang ngomong ke Sharen..",


Alih-alih bertemu dengan klien seperti izinnya kepada istri. Rendra diam-diam justru bertemu dengan Nathan di salah satu restoran. Sengaja, Rendra memesan ruangan private.


"Siang om..",


"Siang, duduk Nath...",


"Gimana om?Tante Aira percaya?",


"Istri Om percaya..",


"Alhamdulillah...."


"Nath, langsung aja Om tanya sama kamu.


Dewi, hamil?kenapa kamu nggak bilang?"


"De...de...Dewi hamil om..?",


"Kamu balik tanya?",


"Om tau darimana?",


"Kinara kemarin liat dia di rumah sakit..,


Dia hamil..?",


"Nathan juga nggak tau Om.., dia nggak bilang..",


"Selama ini Dewi tinggal di Apartemen kamu..",


"Iya om.., tapi Nathan nggak pernah nyentuh dia, sedikitpun...",


"Jangan nodai kepercayaan yang selama ini sudah Om kasih buat kamu Nath..",


"Nggak om, Nathan jujur.....,


Kalo Om nggak percaya, biar Dewi yang bilang ke Om Rendra..., Dewi biar kesini ya om..",

__ADS_1


"Besok aja, Om harus buru-buru pulang..",


Nathan beberapa kali memukul setir mobilnya. Kenapa dia sebodoh ini hingga tidak tahu apa yang seharusnya dia ketahui. Selama ini berarti Dewi sudah membohonginya, atau justru malah dia dijebak?


__ADS_2