Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Rindu yang Terobati


__ADS_3

Sharen dan Nathan menjalani satu demi satu prosesi dan ritual pernikahan adat Jawa dengan lancar. Meskipun keduanya sudah tinggal satu atap, bahkan sudah melakukan hubungan badan. Tidak apa-apa kan jika mereka melewati prosesi tersebut?


Bukan hanya sekedar gengsi, atau membuang waktu, tenaga serta pikiran untuk mengadakan acara akbar yang menghabiskan dana yang tidak sedikit. Tapi, ini juga sebagai permohonan maaf Daddy kepada Mommy karena sudah menikahkan Nathan dan Sharen secara mendadak tanpa diskusi. Daddy ingin mewujudkan keinginan Mommy yang sangat ingin sekali pernikahan putrinya dirayakan dengan meriah. Dan, Daddy mewujudkannya.


Satu persatu tamu undangan yang sebagian besar adalah keluarga, pamit pulang. Termasuk Mama dan Papa Nathan yang langsung berpamitan. Mereka langsung menuju hotel tempat diadakannya resepsi Sharen dan Nathan besok malam.


"Mamah sama Papah pamit dulu ya..",


"Makasih Mah...",


"Far..,ditawarin tidur sini nggak mau. Padahal masih ada kamar kosong...",


"Nggak deh Ra.., aku sama Aldo langsung ke hotel aja.., istirahat disana. Sekalian bulan madu..", candanya.


"Nanti jangan-jangan Sharen sama kamu hamilnya barengan..", Ucap Aira.


"Ya nggak lah, kamu bisa aja..


Sampai ketemu besok ya Ra...bye..",


Mobil yang ditumpangi Mama Farah dan Papa Aldo keluar dari halaman rumah mewah Keluarga Rendra Perdana.


"Yuk masuk...,


kamu kenapa lesu gitu Sha? capek ya sayang.."


"Sha laper Dad...",


" Kalian belum makan kan? makan dulu sana.., tadi waktu dulangan nasi, kenapa kalian makannya dikit banget..",


"Malu lah mom.., masa iya pengantin makannya lahap, mana diliatin sama orang-orang..",


"Ya udah, makan dulu sana..",


"Mau ke kamar dulu ganti baju dulu mom, sama hapus paes..",


"Oke..


mommy sama Daddy ke mau ketemu sama WO dulu..",


"Masuk yank..", ucap Sharen kepada Nathan.


Sharen yang masih mengenakan jarik serta kebayanya sedikit kesulitan berjalan. Ditambah lagi dengan sepatu slop berhak.


"Yank.., tungguin...",


"Loh...,ketinggalan...",


"Bukannya digandeng, tapi sibuk sama Hape..",

__ADS_1


"Maaf sayang, ini lagi ngaktifin data selulernya...",


"Nggak di off-in lagi..?",


Nathan tersenyum dengan memperlihatkan gigi putihnya.


"Yah.., lifnya dipake yank..


udah kebelet mas..",


"Udah nggak sabar diapa-apain? sampe segitunya kangen sama aku..",


"Ih..bukan itu...


kebelet pipis yank..",


"Ya udah, lewat tangga aja sayang.., yuk..", ucapnya dengan memberikan telapak tangannya.


"Mas nggak liat aku pake jarik gini?", jawab Sharen dengan melihat dirinya sendiri dari atas sampai ke bawah.


"Ya udah.."


Tanpa basa-basi Nathan langsung membopong Sharen. Menaiki satu persatu anak tangga menuju kamar Sharen yang berada di lantai atas rumahnya.


"Ih yank, malu kalo ada yang liat...",


"Daripada kamu pipis disini..?


"Suka banget.., cepetan dikit sayang, udah kebelet banget..",


"Terus ini cara nyopot jariknya gimana?",


"Masih ada orang wardrobe kok..


Yank..kamu kangen nggak sih sama aku..",


"Kangen banget...", ucapnya dengan menunduk, mempertemukan hidung mancungnya dengan hidung mancung milik Sharen.


"Ih geli...


kenapa nggak ini sama ini aja yang ditemuin?", tanyanya dengan menyentuh bibirnya dan bibir milik Nathan.


"Itu nanti sayang.., belum waktunya...",


Tak sadar, ada dua pasang mata yang melihat kemesraan mereka. Sepasang suami istri yang sebentar lagi akan dikarunia-i bayi.


"Sampai...", ucap Nathan ketika mereka sudah berada di depan pintu kamar.


"Masuk yank.., nanggung banget...",

__ADS_1


Sharen membuka pintu kamar dengan tangannya, mereka masuk langsung disusul oleh dua orang wardrobe yang sedari tadi menunggunya.


"Mbak copotin kenditnya dong, agak cepet mbak. Aku udah kebelet pipis..",


Dengan cekatan, mereka langsung membantu Sharen melepas jarik yang dikenakannya. Terlepas, Sharen langsung ngibrit masuk ke dalam kamar mandi.


"Masnya juga mau dibantuin lepas jariknya..?",


"Nggak usah deh mbak, nanti aja gampang. Bisa ngamuk istri saya..",


"Oh..iya iya.., daripada nanti tidurnya dikasih punggung ya mas..",


"Itu tau...",


Sharen keluar dari kamar mandi dengan mengenakan hot pants dan  atasannya mengenakan kebaya. Sanggulnya juga masih terpasang indah di kepalanya.


"Mau ganti baju dulu mbak?",


"Nggak usah deh mbak, tolong dibantu hapus make up saya, bisa nggak..?",


"Kebayanya nggak mau dibantu lepasin..?",


"Nggak usah, gampang itu mbak.


Yang paling penting ini sanggulnya lepas, paesnya dihapus, sama make up-nya aja dibersihin..",


"Baik mbak, saya panggilin MUA sama hair do nya saja kalo begitu..",


Sharen dibantu oleh dua orang sekaligus, yang satu menghapus make-upnya dan yang satu lagi melepas sanggul dan mengurai rambut Sharen yang sangat kaku. Membutuhkan waktu lebih dari satu jam, dan akhirnya selesai. Wajah Sharen sudah putih polos, dan rambutnya juga sudah kembali, meskipun masih kaku. Butuh keramas untuk menormalkannya lagi.


"Selesai...


Udah ya mbak..",


"Makasih mbak...,


nggak ada barang yang ketinggalan kan..?",


"Nggak ada mbak, udah saya beresin.


kami pamit ya mbak...",


"Makasih mbak..",


Nathan yang sedari tadi menunggu istrinya di Sofa, langsung menutup pintu kamarnya ketika dua orang tersebut keluar.


Sharen membuka kedua tangannya dan Nathan langsung menyambutnya. Keduanya berpelukan. Tidak cukup sampai disitu, keduanya langsung berciuman untuk mengobat rasa rindu mereka.


"Kangen banget sayang..", ucap Nathan. Dia kembali mencium Sharen dengan begitu lembut. Saling melu-mat serta membalas ciuman. Decapan suara bibir mereka bahkan sampai terdengar saking terlenanya mereka. Tak cukup menikmati bibir istrinya, Nathan mengecup serta menyapu leher istrinya menggunakan bibirnya.

__ADS_1


Lanjutannya di IG yak


udah ditolak 3x...dueh...


__ADS_2