
Javas menunggu kedatangan Yasmine, hampir setengah jam dia menunggu. Akhirnya, kekasihnya datang dengan diantar oleh driver.
"Kok lama banget?",
"Maaf sayang tadi nganter mamah pulang dulu, dijalan juga macet..",
"Tau gitu, aku jemput aja..",
"Kasian kakak Javas, nanti bolak-balik..",
"Ya udah yok masuk..",
Yasmine langsung menyapa calon anggota keluarga barunya. Bersalaman dengan Rendra, cipika-cipiki dengan Aira dan Sharen. Tak lupa menyapa si kecil Jaz.
"Loh..ada dokter Kinara..",
"Iya mbak..",
"Apa kabar dok?",
"Alhamdulillah baik..",
"Dokter tambah cantik aja..",
"Terima kasih, mbak Yasmine bisa aja..
Mbak Yasmine juga cantik...banget malahan. Kayak boneka..", pujinya. Bukan sekedar basa-basi tapi apa yang dikatakan oleh Kinara adalah sebuah kejujuran.
Kinara akhirnya duduk ikut makan siang bersama keluarga Rendra Perdana, meskipun sebenarnya dia juga terpaksa.
Rendra duduk di paling ujung, disusul dengan Aira yang berada disisi kirinya, Jaz lalu Sharen. Sedangkan Javas, Yasmine serta Dokter Kinara berada disisi kanan Dad Rendra.
Tidak ada yang bersuara, ketika mereka menikmati makan siang bersama. Hanya si kecil Jaz yang sesekali minta bantuan dari sang Mommy untuk memotong daging yang menjadi menu makan siangnya. Siang itu Jaz memang sedikit membuat repot mommynya karena Suster Sri memilih ikut bergabung di meja makan bersama driver.
"Besok malam, penerbangannya malam ya Mine?", tanya Sharen mengawali percakapan ketika mereka sudah selesai makan siang.
"Iya Kak..",
"Besok Tante sama om ikut anter ya..",
"Iya Tante, makasih..",
"Udah siap LDR, vas..?",
"Nggak usah ngeledek..",
"Kakak kan tanya, kok ngeledek sih..",
"Javas mau urus Visa, biar bisa nyusul Mine..",
"Dasar bucin..",
"Apa kalian nikah aja? Mine nggak perlu kuliah keluar negeri..", ucap Rendra yang tiba-tiba menyuruh putranya untuk menikahi Mine.
"Nikah om?",
"Iya.., biar kalian sah..,
Mine mau nerusin kuliah ya monggo, nggak juga nggak apa-apa.., Tante juga dulu nikah sambil kuliah, tapi ujungnya milih out karena udah punya kak Sharen...",
"Mine belum siap Dad.., Mom..,
nggak apa-apa sayang.., kakak rela nunggu kamu..",
"Maaf om Tante, Mine memang belum siap..",
"Ya udah.., nggak apa-apa. Yang penting kalian saling jaga komitmen.., kalo sampe kalian putus, Mom sama Dad juga yang pusing..",
"Iya Tante, makasih nasehatnya.
Kalo kak Sharen aja yang nikah duluan, gimana?", goda Yasmine.
"Kakak juga sama kayak kamu.., belum siap. Akhir Minggu ini kakak kan juga mau liburan.., mau healing..", jawab Sharen.
"Yah..kok sama kita kak..",
"Kita kan bestie, hahaha..",
Kinara hanya menjadi pendengar. Tidak merasa diacuhkan, tapi memang mereka sedang membahas sesuatu yang berkaitan dengan hal yang sangat pribadi. Kurang sopan rasanya jika dokter Kinara yang notabene orang luar memberikan pendapatnya.
"Mom.., Jaz boleh nggak nyusul sus Sri, disana..", tunjuknya pada meja yang jaraknya lumayan jauh, namun masih bisa dilihat dari tempat duduknya.
"Boleh.., Jaz berani?",
"Berani..",
"Biar sama saya saja Bu..",
"Nggak apa-apa dok? nggak ngerepotin?",
"Sama sekali tidak Bu..
Jaz.., yuk sama kakak dokter nyusul sus Sri..",
__ADS_1
"Oke.., ayo kak dok..",
Rombongan keluarga Perdana pergi meninggalkan resto.
"Om..Tante.., Yasmine permisi dulu. Terima kasih sudah di traktir..",
"Sama-sama, kamu hati-hati ya..", jawab Aira.
"Kak Sha.., aku duluan..
Dokter Kinara, saya duluan ya dok..",
"Mari mbak..",
"Sampai besok ya Mine..",
Terakhir, Yasmine pamit kepada kekasihnya.
"Beneran nggak usah dianter?",
"Nggak usah, Mine langsung balik ke rumah kok.., nggak kemana-mana.., kalo nggak percaya, nanti tanya aja sama mamah..",
"Percaya sayang.., aku cuma khawatir aja sama kamu..",
"Makasih sayang...,
Bilang gih sama drivernya.., biar nyetirnya hati-hati..",
"Iya sayang..", usapnya pada kepala sang kekasih dengan sayang. Javas membukakan pintu mobil untuk kekasihnya.
"Makasih sayang..",
"Mang.., nyetirnya pelan-pelan aja. Bawa permaisuri tuh..",
"Iya.., siap mas Javas..",
"Mine pulang duluan ya..",
"Hati-hati sayang..,
sampe rumah nanti langsung kasih kabar ya..",
"Kakak juga, sampe di bengkel langsung kabari ya..",
"Iya sayang..",
Sri yang sedang menggendong Jaz yang sedang tertidur langsung berbisik ketika melihat pemandangan yang membuat iri para jomblo seperti dirinya.
"Mbak..mbak..",
"Mas Javas bucin ya sama mbak Mine..so sweet banget..",
"Iya mbak..",
"Mbak Kina kalo sama pacarnya, juga kayak gitu?",
"Nggak mbak.., biasa aja..",
"Gitu ya..",
Obrolan setengah berbisik itu lantas terpotong oleh Aira yang meminta sus Sri memberikan Jaz kepada Daddynya.
"Jaz biar sama Daddynya ya sus..",
"Iya buk..,
Awas pak..awas pelan-pelan nanti Jaznya kebangun..", ucapnya ketika memindahkan Jaz ke gendongan Rendra.
"Mom.., Dad.., kak Sha.., Javas duluan ya..",
"Hati-hati nyetirnya..",
"Sha juga mau duluan..balik ke kantor Dad.. mom..",
"Iya..hati-hati anak-anak mommy..",
"Saya juga mau pamit buk..",ucap Sus Sri.
"Lho sus mau kemana?",
"Saya mau semobil sama mbak Kinara aja ya buk..boleh? ",
"Boleh..lagian Jaz juga lagi tidur. Langsung pulang ya sus..",
"Baik Bu..",
"Kami duluan Bu Aira..",
"Silahkan dok..", ucapnya.
Di dalam mobil, ternyata sus Sri masih melanjutkan obrolannya membahas perlakuan Javas kepada Yasmine yang dinilainya sangat romantis.
"Emangnya sus Sri belum pernah pacaran? liat orang pacaran kok kayak takjub banget.."
__ADS_1
"Saya pernah pacaran mbak, Cinta monyet gitu deh mbak.., dulu waktu masih SMA, itupun buat pertama dan terakhir . Karena setelah putus, saya udah nggak pernah pacaran lagi..",
"Pantesan..",
"Mbak Kina aja yang punya pacar, nggak pernah diperlakukan kayak gitu ya, dibukain pintu mobil, terus dielus-elus kepalanya.., mas Javas tuh galak, tapi kalo sama mbak Mine bisa lembut gitu ya..",
"Kalo sama orang yang dicinta ya emang gitu mbak..",
"Pacar mbak Kina aja nggak, berarti nggak cinta dong sama mbak Kina..",
"Ya nggak tau..
Pacar saya kan emang bukan mas Javas.., ya nggak bisa di samain dong..",
"Tapi emang so sweet ya mas Javas.."
"Iya..,
gimana? masih mau bilang jangan-jangan mas Javas itu jodoh saya mbak?",
"Jodoh itu yang ngatur Gusti Allah mbak, ya mana saya tau.., jangan sampe mbak Kina selama ini jagain jodoh orang lho..",
"Mudah-mudahan sih nggak mbak..",
\================================
Sesampainya di ruang kerjanya, lagi-lagi Sharen mendapatkan satu buket bunga mawar merah dari penggemar rahasianya. Sharen memang sering mendapatkannya. Namun, kali ini bunga nya terlihat sangat spesial karena ini adalah bunga favorit Sharen.
Tidak ada ucapan yang biasanya diselipkan setiap secret admirernya mengirimkan sesuatu untuknya.
"Dikirimin buket segede ini, benar kata mommy..,hari ini penampilanku cantik.." gumamnya.
Pintu ruang kerjanya diketuk oleh seseorang dan dia adalah Nathan. Sharen menjadi salah tingkah karena Nathan masuk bersamaan dengan dirinya yang sedang mencium wanginya mawar yang dia pegang.
"Dikirimin bunga? lagi?",
"Hehe iya..",
"Aku boleh duduk..?",
"Iya duduk aja Nath..",
Sharen lalu meletakkan buket bunganya di atas meja kerjanya.
"Ada apa Nath?",
"Sha.., aku udah memutuskan untuk berhenti kerja. Ini surat pengunduran diriku..", ucapnya menyodorkan satu map kepada Sharen.
"Kamu mau resign?",
"Iya..",
"Kenapa Nath? kamu masih marah sama aku?",
"Nggak.., aku mau pergi dampingi Yasmine..",
"Kamu bisa ambil cuti..",
"Nggak Sha.., keputusanku udah bulat..",
"Nath.., aku kan mau liburan, otomatis kerjaan kamu juga nggak banyak. Aku liburan, kamu cuti.., pas kan? nggak perlu resign Nath..",
"Aku tetap resign.., aku pengen memberi kesempatan kepada orang-orang yang berkompeten diluar sana..",
"Kamu ngomong apa sih.., sok yes..udah siap LDR sama pacarmu..?",
"Siap..",
"Dia setuju?",
"Setuju atau nggak setuju, aku tetap resign.."
"Kamu bisa resign tapi atas seizin Javas selaku pimpinan perusahaan yang baru. Wewenang ku disini, nggak sebesar dulu..",
"Oke.., aku nanti bilang sama Javas..",
"Hmmmm..",
"Aku keluar dulu, Sha..
Permisi..",
Sharen tidak dapat mencegah keinginan Nathan, tapi dia juga tidak akan membiarkan Nathan keluar dari pekerjaannya. Memastikan Nathan sudah jauh dari ruangannya, Sharen segera menghubungi seseorang.
"Halo...",
"Udah sampe.?.",
"Baru aja, ada apa?",
"Vas.., barusan Nathan buat surat pengunduran diri. Kamu harus bisa cegah niat Nathan resign.."
"Caranya?",
__ADS_1
"Pokoknya kakak nggak mau tau.., kamu harus bisa..!!!!",
Ucap Sharen tegas lalu menutup telepon sepihak.