Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Nathan lagi


__ADS_3

"Nggak usah sok peduli...",


Semenjak mengirimkan kalimat itu pada Nathan, Sharen sudah tidak lagi mendapatkan pesan dari pemuda itu. Sharen memang kesal, karena merasa dimata-matai oleh Nathan.


Sharen tidak banyak bicara, apalagi di depan Daddynya. Dia merasa, Daddy terlalu percaya pada Nathan, hingga lupa jika Sharen adalah putrinya seseorang yang seharusnya lebih Daddy percayai.


Bagaimana hubungannya dengan Satria? Berjalan normal dan pendekatan mereka juga terbilang lancar. Sejauh ini, Satria baik. Dia juga kerap memberikan perhatian pada Sharen. Mengingatkan untuk menjaga kesehatan atau sekedar mengingatkan untuk makan. Mereka juga kerap bertemu, meskipun hanya sebentar disela kesibukan mereka masing-masing.


"Makan yang banyak sayang..,


kamu sakit?"


Sharen menggeleng.


"Kok beberapa hari ini, Mommy perhatiin kamu diem terus, ada apa..?",


"Nggak ada apa-apa Mom..",


"Ada masalah sama Satria..?",


"Nggak ada...",


"Udah jadian belum...?",


Daddy langsung melihat ke arah Sharen.


Sharen menggeleng.


Daddy sepertinya lega, tapi tidak berlangsung lama ketika Sharen kembali berkata.


"Kan lagi pedekate..",


"Semoga sih cocok ya Sha...",


"Iya mom...


Vas, nanti mau ngantor nggak?", tanya Sharen kepada adiknya.


"Nggak.., kan Javas baru aja punya anak..",


"Terus? apa hubungannya..?",


"Siapa juga yang rela ninggalin Ze di rumah.., rugi Javas..",


"Terus kamu maunya nggak kerja terus, gitu..?",


"Nanti kalo Ze udah boleh dibawa jalan-jalan keluar. Sekalian Javas ajak ke kantor...


Kapan mom, Ze boleh dibawa pergi..?",


"Kalo udah 40 hari...",


"Oke..berarti tinggal sebentar lagi.


kakak kenapa emangnya, tanya Javas ke kantor apa nggak? mau nebeng?",


"Hehe iya...udah lama nggak ngantor di Prime..",


"Kan bisa dianterin mamang, kalo males nyetir..",


"Iya..nanti sama mamang deh.."


Menjadi anggota keluarga yang paling akhir keluar dari ruang makan, menunggu yang lainnya keluar terlebih dahulu. Setelah itu, Sharen langsung berangkat. Sengaja, karena Sharen malas, jika harus berpamitan pada Daddynya. Tidak hanya pada Nathan, tapi Sharen juga kesal pada Daddy karena dianggapnya terlalu mengekang dirinya.


Sharen yang hendak membuka pintu mobilnya, melihat Nathan yang baru saja sampai. Hampir tiap hari Nathan memang datang ke rumah untuk bertemu dengan Daddy atau Javas. Seperti hari-hari sebelumnya, tidak ada sapaan dari Nathan. Padahal, Sharen yakin jika Nathan juga melihat dirinya, bahkan sepersekian detik lalu, mata mereka sempat beradu. Tapi, Nathan langsung buru-buru mengalihkan pandangannya.


Fokus pada Nathan, Sharen sampai tidak sadar jika seseorang yang berdiri di dekat pintu bagian kemudi adalah sahabatnya.


__ADS_1


"Apaan? nggak ada apa-apa Tam...",


"Cerita, lagi deket sama siapa?",


"Sebelum aku cerita, ceritain siapa yang nyuruh kamu jadi sopir pribadiku? Beneran Daddy? atau Nathan..?",


"Om Rendra...",


"Terus, tugas kamu ngapain?",


"Ya nganterin kamu kemana aja..",


"24 jam..?",


"Iya sesuai jam kerja, tapi di luar jam kerja, harus order dulu..",


"Sok penting..",


"Lah aku kan nggak mungkin 24 jam sama kamu, jadi kalo malam-malam misalnya. Mau kemana-mana ya kamu order dulu sebelumnya, jangan kayak tahu bulat. Dadakan.."


"Nggak usah deh Tam.., besok kamu ngantor aja. Masa iya, kamu asisten Javas turun jabatan jadi sopir pribadiku...?",


"Nggak masalah, aku kerja kan nyari uang. Kalo jadi sopir pribadi aja gajinya lebih besar daripada asisten, ya aku pilih jadi sopir pribadi lah..",


"Seriusan gajinya lebih besar dari asisten",


"Iya.., om Rendra sendiri yang naikin. 30 persen dari gajiku, lumayan kan?",


"Widih... kaya mendadak dong.."


"Masih kayaan lu deh.., sekarang cerita. Kamu lagi deket, atau dideketin sama siapa..?",


"Masa iya kamu nggak tau?",


"Lah aku kan baru aja dinas luar kota, harusnya Minggu depannya baru balik, tapi karena disuruh Om Rendra pulang, ya aku pulang..."


"Aku lagi deket sama Satria Tam..",


"Anak temennya Mommy..."


"Kayak pernah denger nama itu..., tapi lupa.


Terus, kerjanya apa?",


"Sama, pengusaha juga. Bidang textil, makanya aku kak ngomong sama dia juga nyambung. Usahanya banyak sih, nggak cuma itu aja. Cuma konsennya disitu.."


"Terus....?",


"Nabrak..."


"Aku serius.."


"Masih pedekate sama dia.."


"Ada perasaan sama dia..?",


"Ya dikit, karena aku belum terlalu kenal sama dia.."


"Gimana kamu sama Nathan?"


"Nggak gimana-gimana", jawabnya dengan menggeleng.


"Kenapa? tadi aku liat Nathan juga sama sekali nggak sapa atau basa-basi sama kamu.., kalian berantem..?"


"Nggak juga.., tapi ya aku males aja. Daddy nggak suka sama Satria karena Nathan. Fair nggak sih Tam, kalo aku tuh lagi deket sama cowok, tapi Daddy nggak setuju, hanya gara-gara Daddy terlalu berharap sama Nathan..",


"Ya nggak salah sih, karena om Rendra emang udah kenal lama sama Nathan...


"Ya, maksudnya gini loh Tam, boleh kok Daddy bilang nggak suka sama Satria, tapi setidaknya karena ada hal dari Satria yang nggak Dad suka. Ini kan nggak, Dad nggak suka satria karena emang bukan Nathan yang lagi deket sama aku, tapi cowok lain. Nggak adil kan Tam..?",

__ADS_1


"Ya kamu bener. Tapi, semua orang tua punya standard sendiri, mereka berharapnya kamu dapat laki-laki versi terbaik, yang cocok juga sama kamu..",


"Terus aku rasa nggak adilnya tuh, aku nggak bisa deket sama cowok lain, selain Nathan atau kamu..., masa iya temenku cuma kalian aja..?"


"Ya no problem. Aku atau Nathan juga bakalan ada selalu buat kamu Sha.."


"Kita pacaran aja yuk Tam...?",


"Udah berapa kali kamu bilang kayak gitu?'


"Nggak tau deh,


daripada ribet, mendingan sama kamu deh Tam, yuk..?"


"Nggak deh...",


"Kenapa? kamu nggak mau sama aku..?"


"Ya nggak gitu, aku mau banget sama kamu malahan. Tapi, aku bukannya manusia yang nggak punya terima kasih. Aku pernah di tolong sama Nathan, aku kerja sama Om Rendra juga karena Nathan. Dan, aku tau cuma kamu, cewek yang Nathan suka dari dulu.."


"Nathan lagi..Nathan lagi..,


berarti kalo nggak ada Nathan, kamu mau sama aku..?"


Tama menoel kepala Sharen.


"Aduh, kenapa sih Tam..?",


"Jangan diobral. Risih aku dengernya, kalo kamu nawar-nawarin diri kayak gini, hanya karena kamu kesel sama Nathan atau Om Rendra. Kamu punya value, dan kamu berhak mendapatkan laki-laki yang berkualitas. Aku nggak mau sama kamu, bukan karena Nathan aja. Tapi, karena aku emang nggak punya rasa lebih dari mengagumi. Siapa sih yang nggak tertarik sama kamu? cantik, baik, populer yang paling penting kaya 7 turunan. Cuma sekedar liat aja, nggak punya niat memiliki...",


Sharen diam, karena kalo ini ucapan Tama serius.


"Seharusnya kamu bersyukur, punya Nathan yang selalu ada buat kamu. Dia selalu perhatian, dan cinta berat sama kamu. Ya, meskipun nggak tau endingnya nanti kamu sama Nathan atau Satria. Tapi, aku percaya kalo Nathan juga nanti bakal lepasin kamu kalo menurut dia laki-laki yang deket sama kamu itu lebih dari dia. Kalo sekarang Nathan masih berusaha melindungi kamu, berarti laki-laki yang deket sama kamu sekarang, belum cocok jadi pengganti dia buat ngelindungin kamu..",


"Kenapa emangnya..?"


"Ya nggak tau, kan Nathan yang tau.."


"Tapi, kan Nathan aja cuek kan sama aku..?",


"Ya nggak tau, kamu abis apain dia? pasti ada sesuatu diantara kalian.."


"Kamu dukun ya Tam..?"


"Kalian itu dua-duanya sahabat aku, ya meskipun kita pernah pisah bertaun-taun. Tapi, kan aku kenal kalian dengan baik.."


"Iya deh iya..",


"Oke..sudah sampe tuan putri. Yuk, turun....",


Mereka berdua turun dan langsung menuju lantai atas. Jika membahas Nathan dan Sharen memang sepertinya tidak akan ada habisnya.


"Atau kalo nggak, bisa jadi Nathan udah capek sama usahanya buat nunjukin rasa cintanya sama kamu..",


"Nggak.., orang dia sekarang dingin sama aku..",


"Atau bisa juga Nathan udah ikhlasin kamu buat Satria.."


"Mudah-mudahan..",


Tama menggelengkan kepalanya.


"Jangan sampe nyesel ya Sha.."


"Nggak..?!!?"


Sementara itu di ruang kerja, Daddy dengan serius memeriksa berkas yang dibawa oleh Nathan.


"Jadi Nath..?"

__ADS_1


"Not good Om, seperti yang om duga sebelumnya..",


"Aira..Aira.. bisa-bisanya..",


__ADS_2