Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Aku kan kangen


__ADS_3

Hari ini adalah H-1 serangkaian prosesi acara pernikahan Sharen dan Nathan. Sedari tadi. Sharen kesal, karena beberapa kali panggilan teleponnya diabaikan oleh suaminya. Ya, namanya juga pngantin baru. Meskipun baru sehari berpisah, tapi terasa sangat lama. Tidak kurang akal, dia langsung menghubungi Mama mertuanya.


"Malam Mah...",


"Malam Sha..",


"Sharen ganggu mamah nggak..?


atau malah mau istirahat..?",


"Nggak kok..


Ini mamah lagi ngumpul sama saudara-saudara.., ada apa? mau tanya driver kamu yang nganterin air buat siraman? iya sayang, udah sampe dari tadi sore kok..",


"Hmmm.., nggak itu mah...",


"Terus..?",


"Mas Nathan ada Mah..?",


"Ada..,


tenang aja dia anteng kok di rumah, nggak keluyuran kemana-mana..",


"Oh..kirain Sharen, mas Nathannya pergi...",


"Di rumah kok..",


"Soalnya telepon Sharen dari tadi nggak dijawab-jawab Mah...",


"Hem..., kenapa? kalian berantem? kan mau acara sayang masa iya berantem..",


"Nggak berantem kok Mah...",


"Mau Handphone Mamah dikasihin ke Nathan?",


"Nggak apa-apa mah? ngerepotin nggak?",


"Nggak apa-apa dong sayang. Ini biar dianter mbak ke belakang ya? kamu telepon 10 menit lagi..",


"Iya mah,


makasih sebelumnya mah..",


"Iya sayang..


teleponnya mamah tutup ya..",


Menjadi menantu satu-satunya memang menjadikan Sharen sebagai ratu. Kedua mertuanya memang sangat menyayanginya. Meskipun memang dulu, hubungannya pernah ditentang oleh Mama Farah. Tapi lihat, sekarang Sharen sebagai di sayang.


"Permisi mas..",


"Nggak usah mbak, minum sama makanannya masih kok..",


"Maaf mas Nathan bukan itu.


Ini saya disuruh ibu buat ngasih HP nya..",


"Kenapa? HP mamah rusak..?",

__ADS_1


"Bukan mas, tapi katanya mbak Sharen mau telepon..",


"Sharen...?


oh ya udah, makasih...",


Dengan mengernyitkan dahi, Nathan menerima HP milik sang mama. Beberapa detik kemudian, HP mamanya berbunyi dan benar istrinya menelpon.


"Halo sayang...",


"Hmmm..halo..",


"Kenapa kok lesu..?


kenapa telepon di HP mamah..?",


"Tuh kan malah tanya.


Coba HP mas dimana?",


"Astaga..


maaf sayang..baru dicharger di kamar. Aku lupa..",


"Kan bisa pake powerbank yank..",


"Maaf sayang, powerbanknya juga lupa dicharger..",


"Padahal daritadi aku nungguin ditelepon. Tapi nggak ada..",


"Iya sayang, maaf ya..",


"Lagi apa? ",


"Anak siapa?",


"Sama temen-temen.


Nih ada di kucrut Tama..",


"Gara-gara Tama, aku dilupain?", ucap Sharen. Mendengar istrinya merajuk, Nathan menjauh dari teman-temannya. Tidak enak juga ucapan Sharen terdengar.


"Kenapa sih sayang..? kok marah-marah kayak gitu?",


"Nggak marah..biasa aja..",


"Kamu ngambek..?",


" Semenjak nikah, kayaknya aku loh yang selalu ngeluarin effort yank, kamu kayaknya berubah cuek sama aku. Apa karena dulunya kamu yang ngejar-ngejar aku, terus sekarang kamu udah capek? Gitu..?",


"Nggak gitu sayang...",


"Terus? kamu tuh udah berubah. Tiba-tiba nggak mau VCan.., cuma mau telepon. Kenapa? udah bosen liat muka aku..?",


"Sayang.., kan aku udah bilang, alasannya. Aku cuma mau liat kamu nanti kalo aku pas ke rumah....", mencoba menjelaskan tapi Sharen tetap nerocos.


"Oke..aku turutin,


nggak mau VC, tapi telepon aja. Tapi, kamu nggak angkat juga telepon aku. Coba liat berapa kali aku telepon, tapi mas nggak angkat..",

__ADS_1


"Iya sayang maaf. Udah ya...",


"Kenapa sih yank...? cuma aku yang bucin, kamu nggak...",


"Kenapa ngomongnya kayak gitu sih? kamu ngerasa aku nggak cinta lagi? gara-gara nggak angkat telepon sama nggak mau VCan? kamu lupa gimana usaha aku selama ini buat yakinin kamu? sama cara aku yang deketin Daddy supaya restui aku buat dapetin kamu? emangnya semudah itu aku membuang rasa yang selama ini udah tumbuh? kamu tetap wanita yang aku cinta Sha, nggak ada yang lain..",


"Terus kenapa cuek..?",


"Nggak cuek sayang..


kamu kan udah tau alasannya nggak VCan. Kalo telepon kamu yang nggak aku jawab, ya maaf. HP nya ada di kamar sayang.., baru dicharger.. tadinya mau ke kamar ambil HP, tapi ada Tama sama anak-anak yang pada kesini. Nggak enak kan kalo ditinggal?",


"Aku kan kangen...", ucap Sharen lirih.


"Kamu kangen? kenapa nggak bilang dari tadi. Kenapa harus marah-marah dulu? Mau VC an? ayo....",


"Nggak usah, nanti mas nggak pangling lagi liat aku..",


"Hehe..


lucu kamu. Beneran nggak mau VCan..?",


"Nggak usah,


udah lega kalo udah denger suara mas..",


"Jangan mikir aneh-aneh lagi...",


"Heem....,


aku ngantuk yank...",


"Ya udah, tidur sayang..


besok aku ke rumah, tapi sayangnya kita nggak bisa ketemu karena kamu dipingit..",


"Tapi, aku bisa liat mas.."


"Hemm.., nggak adil...",


"Biarin...",


"Mau tidur sekarang..?"


"Iya.., aku ngantuk..",


"Ya udah.., tidur sayang...",


"Ngobrol sama Tama jangan lama-lama ya yank, jangan begadang...",


"Nggak kok, paling sebelum jam 12 juga udah pulang..",


"Aku bobok dulu ya..",


"Iya sayang..


bobok ya nyenyak. I love you my lovely wife..",


"I love you, too suamiku...",

__ADS_1


Berhasil ditenangkan dan Sharen mendengar penjelasan dari suaminya. Nathan sudah mengenal baik perangai Sharen. Baik buruk, hitam putihnya sudah hafal dalam ingatannya, juga cara mengatasi jika Sharen kesal seperti tadi.


Maaf karena updaten masih tersendat ya. Kesehatan Author masih up & down belum stabil. Terima kasih yang masih setia menanti dan mendukung karya author.


__ADS_2