Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Sidang 2


__ADS_3

"Berubah karena Mine udah nggak ada?"


"Javas suami mom.., sekarang udah jadi Papa, Javas punya tanggung jawab lebih sekarang. Javas kan udah bilang, iya Javas salah karena keblabasan, pengen nolong Mine sampe lupa sama istri sendiri.. ",


"Iya..karena kamu bebal.., udah berapa mommy ngingetin kamu? tapi nggak pernah kamu gubris...",


"Sekarang, mau kamu kayak gimana?", tanya Daddy kali ini.


"Apa maksud Dad tanya kayak gitu?",


"Ya Dad tanya, ini istri kamu udah ketemu. Ngomong di depan dia, disaksiin sama Dad, Mom, sama Kak Sha.., mau kamu gimana sekarang?",


"Javas minta maaf...",


"Mau pisah sama Kina?"


"Never...!!! Javas nggak mau dan nggak bisa..",


"Tapi, sayangnya sadarnya kamu itu udah telat...", ucap Mommy.


"Nggak ada yang telat mom..


Javas mau perbaiki semua. Kalian berhak hukum Javas. Tapi, hukumannya bukan misahin Javas sama Kina, apalagi sama Ze..


Mommy sama Dad tega, misahin Ze sama Papanya?",


"Alah, alasan anak..", sahut Sharen.


"Sha.., belum waktunya kamu bicara..", peringat Daddy.


"Javas mohon Dad, Mom..., jangan paksa Javas buat pisah sama Kina.."


"Siapa yang paksain? Mom sama Dad cuma kasih solusi. Daripada kamu siksa Kina kayak gitu, mending kalian pisah. Kamu bebas cari wanita diluar sana, Kina juga berhak bahagia sama pasangan barunya. Ze, biar Mommy sama Daddy yang besarin.."


"Nggak mom..",ucap Javas


"Jangan mom...", ujar Kina.


"Tumben kompak


"Dad rasa, udah cukup Vas. Sekarang giliran Sharen. Semua keputusan rumah tangga kalian nanti ada ditangan Kinara. Dad kasih waktu Kina untuk berpikir lagi. Kalo kalian emang pisah, Dad sama Mom yang akan besarin Ze.."


"Tapi Dad.."


"Nggak ada tapi..",


"Sekarang giliran kak Sharen..",


Sharen yang sudah pasrah, memperbaiki posisi duduknya yang sejak tadi terlihat tegang.


"Maksud kakak gimana sih? Kenapa sengaja ngumpetin Kina?", tanya Mommy.


"Nggak ngumpetin mom..tapi bantu Kina..",


"Bantu Kina yang kabur..?",


"Iya mom..",


"Terus maksud kamu gimana? kamu tau sendiri, Javas, mommy, Dad mati-matian cari Kina, tapi kamu yang bantuin dia. Kalo ada apa-apa gimana? tau kan kalo dia lagi hamil waktu itu..",


"Mom..ini bukan salah kak Sharen, ini salah Kina..",


"Giliran Kina nanti, ini kak Sharen dulu..",


"Oke..Sharen cerita mom.


Iya..Sharen salah karena beberapa bulan ini ngumpetin Kina. Awalnya, Sharen ketemu sama Kina di apotek. Dia beli susu sama vitamin ibu hamil. Sharen ngikutin mobil yang dia tumpangi karena Sha curiga Kina mau kabur. Dan, bener Kina kabur karena udah nggak tahan sama kelakuan si kucrut ini..",


"Terus selama ini Kina tinggal dimana?",


"Sharen beli rumah Mom, di kompleks Sudirman.., Kina ada disitu..",

__ADS_1


"Komplek ujung jalan situ Sha..?",


"Iya mom..",


"Terus, kenapa kamu nggak bilang sama Mommy atau Daddy?",


"Sha mau bilang, tapi Kina selalu ngancem. Kalo sama Mom atau Dad tau, Kina bakalan kabur lagi. Dan, Sharen nggak ada pilihan lagi Mom.., Dad..",


"Kamu tau mommy beberapa kali sakit karena mikirin cucu sama mantunya, nggak kasian liat mommy kayak gitu Sha..?",


"Ya Sha kasian, tapi gimana Dad? Makanya, Sharen inisiatif buat kirim foto USG sama surat dari Kina. Setidaknya mommy tau kalo Kina sama cucunya baik-baik aja..",


"Bener-bener ya kamu Sha..",


"Maaf mom...",


"Tapi, mommy mau berterima kasih sama kamu, karena selama ini udah rawat Kina sama Ze dengan baik.., tapi mommy tetep kecewa. Seharusnya kamu tetep bilang sama Mommy, nggak usah bilang sama Dad..",


"Ajaran apa sih itu sayang..?", sahut Daddy.


"Ya kan harusnya bisa Sharen ngajak kerja sama Mommy, Dad..",


"Jadi, nggak ada hukuman buat Sharen kan Dad.., mom..?",


Mommy menggeleng.


"Ada..", sahut Daddy.


"Apa Dad..?",


"Kamu nikah sama Nathan..",


"Hah...?",


"Mas..apa-apan sih. Nikah itu bukan mainan, bukan sehari dua hari aja. Sharen juga belum tentu mau kok sama Nathan, iya kan Sha..?",


"Sha belum siap nikah Dad..",


"Lagian, mana ada hukuman tapi kayak gitu. Aira juga udah ngenalin dia sama Satria, nggak kalah gantengnya sama Nathan. Dia baik kan Sha..?",


"Dia dari keluarga baik-baik mas..",


"Pokoknya Dad nggak setuju..",


"Mommy juga nggak setuju..kalo Sha nikah sama Nathan..",


"Mom..Dad, ini lagi bahas masalah Kina sama Javas, atau bahas perjodohan Sha..?", protes Sharen.


"Oke.., masalah itu nanti kita bahas lagi. Urusan kita, belum selesai ya Mas..", ucap Mommy.


"Oke.., kita selesain nanti di kamar..",


"Yah, gawat deh kalo punya adik lagi.." gumam Sharen.


Giliran Kina, dan ini menjadi bagian yang paling mendebarkan untuk Javas.


"Kenapa kamu mutusin buat kabur Na..? ",


"Kina udah nggak bisa lagi sama mas Javas mom.., Kina udah berusaha sabar, tapi mas Javas terus-terusan manfaatin itu..",


"Tapi, kamu sendiri kan Na, yang ngebolehin Mas buat jenguk Mine..?",


"Iya mas, jenguk. Bukan nungguin sampe tengah malem...


Tuh kan, mom..dad..mas Javas ternyata belum sadar sama kesalahannya...",


"Bukan gitu sayang..",


"Vas.., kamu udah mommy kasih kesempatan buat bicara, sekarang giliran Kina.., ayo Na lanjutin penjelasan kamu..",


"Mas Javas bener-bener nggak menganggap Kina ini ada mom.., kina muak...", ucapnya dengan suara bergetar menahan emosinya. Baru kali ini, Javas dan yang lainnya mendengar Kinara yang berbicara dengan kemarahan.

__ADS_1


"Setelah Kina tau, kalo Kina hamil. Kina mutusin untuk pergi dari kehidupan mas Javas, demi mental Kina, terutama untuk kesehatan Ze yang saat itu masih dalam kandungan...", ucapnya lagi, namun kali ini diiringi dengan air mata.


"Istri mana yang nggak sakit hati kalo lihat suami, justru punya waktu lebih untuk orang lain, meskipun itu wanita dari masa lalunya. Sedangkan untuk Kina aja mas Javas sama sekali nggak punya waktu. Mommy tau? di hari ulang tahun yang harusnya Kina menikmati saaaatuuuuuu...hari sama mas Javas. Masih aja direcokin sama urusan mbak Mine waktu itu...",


"Tapi, kamu yang ngizinin waktu itu sayang...",


"Iya Kina izinin karena tau mas pasti kepikiran kan..? sebenarnya itu test buat mas .. tapi sayangnya mas nggak lulus...",


"Kenapa kamu harus pergi Na..? kenapa nggak bilang sama Mom atau Dad..",


"Kina minta maaf Mom.., Kina pikir ini urusan rumah tangga Kina sama mas Javas. Seburuk-buruknya mas Javas, dia tetap anak Mommy sama Daddy. Kina nggak tau reaksi apa yang akan mom atau dad tunjukkan ketika Kina ngadu tentang mas Javas.."


"Astaga Na, kenapa kamu mikir kayak gitu sih? buat mom sama Dad.., kalo anak salah tetap salah...",


"Selama Kina pergi, Kina berusaha mati-matian nutupin identitas Kina sebagai menantu keluarga Perdana..",


"Iya..suami kamu kan bukan pengusaha, tapi kerja di kapal, iya kan..?",


Mommy memang sudah mengintrogasi Surti, dan ART yang berubah profesi menjadi baby sitter Ze itu dengan polosnya bercerita terus terang.


"Iya mom..",


"Kedua mertua kamu, juga sibuk kan? makanya nggak bisa jengukan kamu..",


"Iya mom..Kina minta maaf...karena udah ngarang cerita kayak gitu.


Tapi apa yang mbak Sharen katakan tadi, benar mom. Kina memang yang nggak ingin keberadaan Kina diketahui mommy atau dad. Kina takut nanti kina berubah pikiran ketika bertemu sama Mom atau Dad..,


Kina hamil, tanpa kehadiran suami Mom.., Dad... Disaat badan Kina pegal karena usia kehamilan udah bertambah besar, seharusnya ada suami yang ngasih pijat, elus-elus atau support, tapi ini nggak ada sama sekali. Kina laluin sendirian...


Jadi, apa salah Mom..Dad..kalo Kina akhirnya minta pisah sama mas Javas..? Kina udah berbaik hati ngasih kesempatan mas Javas untuk nemenin Kina lahiran, adzanin Ze, ikut ngerawat saat Ze udah lahir. Apa masih kurang mom..?",


"Sebenarnya, mommy nggak rela kalo kalian pisah, tapi mommy tau kalo kamu juga udah cukup menderita sama ulah anak mommy Na..",


"Kamu bener-bener pengen pisah sama mas Na..? kamu rela jadi janda..?",


Kinara terdiam.


"Janda kayak Kina juga banyak yang ngantri Vas.., makanya jangan blo'on jadi laki-laki..", ucap Sharen.


"Kina nggak mau mikirin lagi?", tanya Daddy.


"Kina udah mikir Dad..,


Mas Javas salah, Kina juga salah karena memang dulu ngasih izin sama mas Javas. Diantara kami berdua, tidak ada yang benar, tapi kesalahan mas Javas yang lebih fatal. Meskipun kalo kita berpisah, Kina sama mas Javas masih bisa membesarkan Ze bersama-sama. Tapi, rasanya nggak adil untuk Ze. Ze nggak butuh mas Javas, Ze juga nggak butuh Kina. Tapi, Ze butuh kami berdua. Kina mau mengalahkan ego Kina, demi Ze. Gimanapun juga, dia darah daging Kina dan Mas Javas. Ze berhak hidup bahagia bersama Mama Papanya...",


"Jadi, kamu nggak jadi pengen pisah sama Javas..?",


Kina menggeleng.


"Nggak mom.., tapi meskipun Kina udah memaafkan, Kina belum bisa melupakan apa yang mas Javas perbuat. Anggap ini adalah kesempatan terakhir buat mas Javas...kalo mas Javas lakuin kesalahan yang sama, dengan perempuan lain siapapun itu, Kina benar-benar minta pisah.", ucapnya.


"Makasih sayang...mas nggak akan lagi ngulangin kesalahan yang sama", ucap Javas yang terlihat sangat lega.


"Tapi, kesalahan yang beda lagi..?",


"Nggak sayang..",


"Alhamdulillah...", ucap Mommy.


"Kalo gitu, perbaiki hubungan kalian. Kamu Vas, jangan diulangi lagi kesalahannya. Kina sama Ze itu prioritas kamu..",


"Pasti Dad...",


"Maaf tuan, nyonya..


Den Ze.., nangis, kayaknya haus..", ucap salah satu maid yang terpaksa menganggu.


Dengan sigap, Kinara langsung berdiri dari duduknya.


"Mom..Dad.., Kina permisi dulu, mau nyusuin Ze...",

__ADS_1


"Iya sayang.., susuin yang banyak, biar cepet gede..",


Akhirnya, Javas bisa full senyum. Rumah Tangganya bersama Kina bisa diselamatkan. Meskipun, nanti saat bersama Kina mungkin istrinya itu masih bersikap ketus. Tapi, setidaknya mereka tidak berpisah dan masih bisa bersama.


__ADS_2