Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Clubbing


__ADS_3

Saat ini Keluarga Rendra Perdana sedang menikmati makan malam bersama. Sayangnya, tidak ada Javas dan Kina yang memang belum kembali ke rumah. Saat selesai, makan Sharen yang malam ini sudah terlanjur janji kepada adik sepupunya mencoba meminta izin kepada kedua orang tuanya.


"Mom.., Dad.., Sharen mau izin...",


"Izin? mau kemana?",


"Sha mau pergi clubbing ya dad..mom...",


"Clubbing? Jaz ikut ya kak...",


"Nggak boleh buat anak kecil Jaz..",


"Ikut kak...",


"Nggak boleh..., sana deh mending kamu video call kak Kina sama kak Javas, suruh mereka cepet pulang biar kamu nggak kesepian...",


"Iya deh.., Jaz ke kamar dulu..


Mbak sus..., ayo ke kamar..", teriaknya memanggil suster Sri.


"Jaz..berisik ih..",


Obrolan akhirnya berlanjut setelah tadi mendapat sedikit gangguan dari Jaz.


"Mau ke clubbing?",


"Iya dad.., boleh ya.."


"Terus yang tanggung jawab sama kamu, kalo kenapa-napa, siapa?"


"Tama Mom..",


"Kok Tama..? dia ikut?",


"Iya..., bentar lagi pasti sampe kesini..",


"Kalian lagi deket..?", tanya Mommy.


Sharen nyengir.


"Nggak.., kan Tama asistennya Sha.., ya dia yang harus jagain kan..",


"Dalam rangka apa kamu pengen ke diskotik?", tanya Dad.


"Diajakin sama Vano Dad...",


"Oh.., kalian pengen happy-happy? karena liat mantan kalian mau tunangan? gitu?",


"Ya nggak juga.., sekali-kali doang Dad..., ada Rai juga nanti.., ada temen -temen yang lain...",


"Ya sudah boleh, tapi beneran ada Tama, Vano, sama Rai ya..",


"Ada Dad.., tadinya sih Vano mau kesini jemput Sha, tapi karena Tama yang jemput, ya kita ketemuan di sana aja..",


"Oke...,tapi janji nggak macem-macem ya..",


"Iya dad.., beres.."


"Mas.., kenapa diizinin sih...",


"Nggak apa-apa..",


"No alkohol mommy, tenang aja. Tapi joget-joget iya..."


"Tapi, mommy tetep khawatir..",


"Nggak apa-apa sayang..."


"Sha ke kamar dulu, siap-siap ya mom...


kalo ada Tama, tolong suruh masuk dulu ya..",


Sharen bergegas ke kamarnya, untuk berganti baju. Sedangkan mommy masih mencoba untuk menggoyahkan keputusan Dad Rendra yang sudah memberikan izin kepada putri semata wayangnya.


"Mas.., Sha itu anak perempuan kita satu-satunya. Kalo ada apa-apa sama dia, gimana? minumannya dikasih obat, atau kalo nggak nanti tasnya dikasih narkotika, atau kalo nggak ada yang pegang-pegang dia.., kenapa dikasih izin sih mas..?",


"Ada Tama, Vano, Rai, mereka bisa dipercaya. Nggak mungkin mereka jauh dari Sha. Nanti mas suruh orang biar jagain Sha dari jauh, percaya sama anak kita..",


"Ya tumben-tumbenan gitu minta izin ke club'?"


"Anak kita udah dewasa, coba kamu liat. Temen-temen seumurannya udah pada nikah, adiknya Sha malah udah nikah duluan. Sha?? tiap hari sibuk sama pekerjaannya. Mungkin, Sha juga lagi pengen hiburan yang lain dari biasanya kan?"


"Kalo ada apa-apa, pokoknya Aira minta tanggung jawabnya mas.."


"Mas kurang tanggung jawab apa sih selama ini? kamu hamil sampe 3 kalipun mas tetep tanggung jawab kan?",


"Mulai deh.."


"Mau hamil sekali lagi nggak?",


"No.., bentar lagi mau punya cucu, masa Aira hamil lagi..",


"Iya deh iya.


Kita ke depan, pasti bentar lagi Tama dateng..",


"Sha lagi deket sama Tama ya mas?",


"Iya..",


"Masa Sharen sama asistennya sendiri mas?",


"Iya nggak apa-apa, salahnya dimana?",


"Ya nggak salah sih.."


"Ya Tama emang sekarang yang paling Deket kan sama Sharen, hampir tiap hari mereka ketemu.."


"Maksudnya Aira tuh, mereka pacaran?"


"Kayaknya sih belum..."


"Kalo iya?",

__ADS_1


"Kayaknya sih nggak mungkin.."


"Kenapa?"


"Ya kita liat aja nanti..",


"Kalo beneran mereka pacaran, mas kasih lampu ijo nggak?",


"Sharen itu anak perempuan, satu-satunya. Dia seharusnya yang menjadi pewaris utama, tapi dia nggak mau. Pewaris utama jatuh ke Javas, anak laki-laki pertama mas. Dia sekarang udah nikah, istrinya cantik, pinter, berpendidikan..., jadi nggak ada alasan untuk mas larang waktu Javas izin untuk nikahin Kinara waktu itu..",


"Terus..?",


"Mas juga akan selalu dukung siapapun laki-laki yang jadi pilihan Sharen...",


" Berarti di izinin..?",


"Mungkin, kalo Sharen yang tetap jadi pewaris utama, mas akan seleksi ketat calon suaminya..",


"Jadi, Sharen nggak apa-apa asal-asalan cari calon suami?",


"Maksud kamu, Tama asal-asalan?",


"Ya bukan gitu, berarti siapapun boleh deketin anak kita?",


"Bukan gitu maksud mas sayang.., mas tetep seleksi, tapi kalo sebelumnya mas punya kriteria khusus calon pendampingnya Sharen, karena dia yang jadi pewaris utama. Mas nggak mau nanti, kalo suaminya Sharen cuma lihat anak kita karena kedudukannya aja. Pewaris utama adalah orang yang menjadi tumpuan Prime grup.., kalo Sha dapet suami yang nggak bener, gimana nanti anak kita jadi pemimpin Prime?",


"Iya, Aira tau maksudnya..",


"Mas akan dukung apapun keputusan Sharen, termasuk calon pendampingnya. Mas nggak punya kriteria khusus lagi, yang penting laki-laki itu bertanggung jawab dan yang paling penting dia sayang sama Sha..",


"Tuh Tama udah dateng..",


Sebuah mobil new hon*da Accord berhenti di depan teras rumah. Seorang pemuda tampan berbadan tinggi, keluar. Dia buru-buru menghampiri Aira dan Rendra yang duduk di teras rumah.


"Malam om...


Malam Tante..", ucapnya menyalami Dad Rendra dan Mom Aira secara bergantian.


"Malam..duduk Tam...",


"Makasih Tante..",


"Gimana kerjaannya?",


"Alhamdulillah, lancar om...",


"Kalian mau ke diskotik? dalam rangka apa sih Tam? emangnya nggak ada ya tempat hiburan lain?",


"Nggak tau Tante, itu Sharen yang diajakin sama Vano, ya udah saya ikut aja..",


"Beneran jagain anaknya Tante loh Tam.., jangan sampe kenapa-napa. Awas aja kulit mulusnya jadi lecet..",


"Iya Tante.., nanti saya jagain...",


"Beneran loh ya, kalo ada apa-apa, selain minta tanggung jawab Vano sama Rai, Tante juga minta tanggung jawab sama kamu..",


"Iya Tante...",


"Tam.., udah Dateng?", ucap Sharen yang tiba-tiba keluar dari dalam rumahnya. Aira langsung menoleh, memperhatikan penampilan putrinya dari atas sampai bawah. Malam itu, Sharen mengenakan one set, kulot celana panjang dengan atasan crop yang sedikit memperlihatkan bagian perutnya. Namun, masih terlihat sangat sopan mengingat tujuannya adalah sebuah diskotik.


"Iya mom, kenapa?",


"Sopan banget anak mommy..",


"Iya dong..,


pamit dulu ya mom.., dad...",


"Hati-hati.., jam 2 pagi udah harus sampe rumah ya..",


"Iya mommy.., mungkin sebelum itu udah sampe rumah deh.., Sha cuma sebentar aja kok..",


"Saya pamit ya om, Tante..",


"Ati-ati nyetirnya Tam.., kamu juga jangan minum alkohol ya..",


"Iya Tante.."


Ini kali pertama Sharen menumpang di mobil Tama, yang sepertinya ini adalah kendaraan baru serta mobil keluaran terbaru.


"Tam.., ini mobil baru ya.."


"Jangan pecat aku ya Sha, sebelum mobil ini lunas.."


"Nyicil?",


"Iya..",


"Berapa lama?",


"Masih 30 bulan lagi..",


"Masih lama juga ya...,


berarti aku bisa pecat kamu kalo udah 30 bulan ya Tam..",


"Ya nggak gitu juga kali Sha, jangan dipecat lah..


Aku juga masih punya cicilan Apartement Sha..",


"Bukannya ortu kamu itu kaya ya...",


"Apartement sih masih dibantu bokap, separoan.., usahanya bokap mulai dari nol lagi, gara-gara nyokap kemarin abis sakit.., modal bokap larinya buat pengobatan.."


"Mama kamu sakit?",


"Iya.., tapi sekarang udah sembuh..",


"Cicilan yang lainnya?",


"Nggak ada, udah lunas.."


"Hmmm..., gitu ya..

__ADS_1


Berarti kurang dong gaji kamu kalo cuma segitu..",


"Kurang sih nggak, cukup lah, buat laki-laki single kayak aku..",


"Kamu belum punya pacar emangnya?",


"Belum punya istri tepatnya..",


"Pacar..?",


"Mau tau banget?",


"Nggak sih.., tapi nggak enak aja kalo kamu udah punya pacar tapi sering jalannya sama aku.."


"Ya gimana, kamu kan bos ku..",


"Hehe iya ya..,


tapi nyaman banget deh Tam mobil kamu ini.."


"Beli lah..",


"Nggak deh, mobil di rumah udah banyak...",


Akhirnya mereka berdua tiba di tempat hiburan malam yang terkenal di kota...... Sebelum masuk, identitas mereka diperiksa oleh petugas keamanan.


"Tam.., nggak keliatan nih.. aku takut..",


Sharen memegang lengan Tama karena melewati lorong gelap sebelum mereka benar-benar sampai di dalam.


Suara dentuman musik dengan lampu kelap kelip menjadi pertanda jika mereka sudah berada di dalam tempat hiburan. Sharen langsung menelpon kedua adik sepupunya, Vano dan Rai.


Vano dan Rai sudah menunggu kedatangan Sharen dan Tama. Ternyata, malam ini secara khusus tempat hiburan malam ini disewa full oleh Vano dan Rai. Dengan mengundang teman-teman sepergaulannya untuk datang. Tidak ada acara khusus, hanya saja Vano dan Rai sedang ingin menikmati hiburan malam dengan aman dan nyaman.


"Kakak minum apa?",


"Air mineral aja..",


"Apa? nggak kedengeran...",


"Aqua aja...",


"Oh air putih..?",


"Huum...",


"Oke Rai pesenin kak..",


Tidak seperti ucapan sebelumnya yang ingin berjoget untuk menikmati hiburan, Sharen justru terpantu duduk manis di kursinya dengan ditemani oleh Tama.


"Ayo turun, katanya mau joget?",


"Nggak ah Tam.., disini aja duduk..",


"Kenapa? nggak nyaman kan..?",


"Nyaman kok..", bohongnya.


"Makanya jangan sok-sokan, kalo nggak pernah dateng ke tempat kayak gini..,"


"Ya maklum, namanya juga lagi pertama kali. Pengen aja ngerasain yang beda Tam..",


"Tuh liat Rai sama Vano, nikmatin banget mereka...",


"Ya hadirin aja., yang penting nggak mabok-mabokkan. Kamu mau turun juga? nggak apa-apa aku biar disini aja..aman kok..",


"Nggak.., aku udah janji sama papa mama kamu..",


"Kirain kamu ke sini mau ikut joget..",


"Buat jagain kamu.., bukan ikutan joget..",


"Jagain aku? dari kapan kamu perhatian sama aku?",


"Kamu kan bos aku.., kalo kamu kenapa -napa, aku kerja sama siapa? cicilan ku masih banyak..",


"Kerja sama Javas lah..",


"Kamu kegores dikit aja, jadi masalah besar buat aku..",


"Kenapa..?",


"Ya..., ya... itu tadi udah dipesenin sama papa mama kamu tadi Sha..",


"Oh kirain karena kamu nggak bisa liat kulit aku lecet..",


"Ya salah satunya itu..",


"Ehhhhmmmm makasih loh udah perhatian sama aku Tam..",


"Iyess.., sama-sama Bu bos.."


"Tebak-tebakkan Tam, besok aku dapat kiriman apalagi dari secret admirerku..",


"Nggak bisa nebak.., aku bukan dukun..",


"Ya tebak aja sih Tam, kali aja beneran..",


"Dikasih minum mungkin..",


"Hahaha lucu deh kamu..",


"Kamu udah tau orangnya?",


"Udah..",


"Hah? udah.... beneran udah?",


"Iya, abisnya kamu lama, jadi aku cari tau sendiri.., tapi aku nggak mau nyebutin siapa dia..",


"Kenapa?",


"Rahasia, itu privasi..",

__ADS_1


Tama diam. Lama, keduanya tidak ada yang bersuara. Sharen sendiri tersenyum manis, sayangnya lampu yang gelap tidak menunjukkannya. Sedangkan Tama, beberapa kali terdengar memperbaiki posisi duduknya. Sepertinya, dia kurang nyaman.


__ADS_2