
Hari ini, Nathan berpakaian kerja lengkap karena hari ini di Prime grup, ada pertemuan dengan calon klien dari luarnegeri. Dan, para petinggi Prime grup menyambut kedatangannya, termasuk Nathan.
"Selesai...", ucap Sharen setelah berhasil memasangkan dasi dengan rapi.
"Makasih sayang..", ucapan terima kasih Nathan disimbolkan dengan satu buah kecupan di pipi istrinya. Sharen menyambutnya dengan senyuman.
"Hari ini pulang jam berapa?",
"Iya itu yang belum tau, tergantung pertemuannya sayang.
Kamu mau kemana?",
"Nggak kemana-mana..",
"Seharian kalo nggak ada kabar, jangan ngambek ya, mas sibuk hari ini..",
"Iya mas..",
Bunyi ketukan pintu terdengar dan menganggu sepasang suami istri yang sedang bercengkerama.
"Biar Sharen aja yang bukain..", ucapnya.
Karena Nathan sedang sibuk merapikan berkas di meja dan sebagian dia masukkan ke dalam tas jinjingnya.
"Maaf mbak..",
"Iya ada apa bik..?",
"Nyonya nyuruh saya ngasih ini ke mas Nathan. Itu punya bapak, ketinggalan..",
"Oh..Papa udah berangkat..?",
"Sudah mbak..",
"Nanti saya kasih ke Mas Nathan ya..",Sharen hendak menutup kembali pintu kamarnya, namun Maid tersebut seperti belum selesai berbicara.
"Oh ya mbak.., nyonya tadi bilang ke saya..nyuruh tanya ke mbak Sharen. Sarapannya mau dibawah atau di bawa ke kamar? kalo dibawah jangan lupa lewat lift, kalo mau diantar ke kamar, mbak Sharen minta tambahan apa? susu, jus, buah..atau apa..?",
"Hmmm.., kayaknya mau makan dibawah aja, sekalian sama mas Nathan...
mamah emangnya kemana mbak..?",
"Lagi ada tamu..",
"Se-pagi ini..?",
"Iya..mbak Dewi sama anaknya..",
__ADS_1
Deg..,
mendengar nama tersebut, debar jantung Sharen terasa lebih cepat. Memang hanya masa lalu, tapi ada rasa yang tidak bisa dia ungkapkan.
"Oke.., makasih mbak..", Sharen memberikan senyuman palsunya.
Sharen masuk ke dalam kamar, dengan membawa satu buah berkas milik papa mertuanya.
"Mas.., punya Papah..",
"Oh iya..tadi Papah juga udah bilang sayang..
Sarapan yuk..",
Sharen mengangguk. Namun, rasanya enggan sekali untuk melangkah.
Melihat perubahan ekspresi wajah istrinya yang tadinya cerah menjadi mendung, membuat Nathan bertanya.
"Kenapa sayang..?",
Sharen justru langsung duduk.
"Nggak apa-apa, nggak mood rasanya...",
"Kenapa sih? cerita sama mas.., maid tadi kurang ajar sama kamu? atau gimana?",
"Justru itu, mas kerja jadi harus ninggalin kamu dengan tenang..",
"Nanti telat yank..",
"Nggak sayang.., cerita aja..",
"Di bawah ada Dewi...",
"Dewi siluman ular sanca itu..?",
Sharen yang merengut lalu tersenyum ketika mendengar ucapan suaminya.
"Yank.., apaan sih malah ngelawak..",
"Iya kan bener..,
dia fitnah mas.., terus kenapa kalo ada dia?",
"Ya mas pikir aja sendiri, pagi-pagi gini udah bertamu.., bawa anaknya katanya. Dia baru lahiran kan? mas nggak mau liat anaknya..?",
"Nggak ada hubungannya sayang..,
__ADS_1
terus kamu kenapa? jealous?",
"Ya aku nggak suka aja..,
boleh nggak, kalo mas bilang sama Mamah.., nggak usah terima Dewi bertamu di rumah ini..",
"Kenapa sih sayang..?",
"Ya mas pikir aja sendiri, Dewi kan dulu udah pake cara licik supaya mas bisa sama dia, nggak nutup kemungkinan kan? kalo sekarang dia juga pake cara yang sama lagi?",
"Iya sayang, mas ngerti, udah ya nggak usah dipikirin, nanti mas bilang sama mamah..",
"Dia mau apalagi sih mas? untung ya Sharen sekarang lagi hamil cucu mamah. Kalo nggak, mungkin Dewi bakalan pake anaknya buat senjata dia..",
"Udah sayang, nggak usah dipikirin ya, kamu kan lagi hamil.., dijaga moodnya..",
"Sharen masih belum selesai ngomong.. , mau dilanjutin nggak nih..?",
"Iya sayang, iya..lanjutin..,
apalagi sayang?", bujuk Nathan.
"Kalo mas udah bilang ke Mamah, dan besok-besok Dewi masih kesini, Sharen yang bakalan keluar dari sini. Biarin aja tuh Mamah ngobrol puas sama Dewi..",
"Sayang.., jangan gitu, kan ini rumah kamu juga..",
"Ya makanya, Sharen nggak suka kalo ada tamu yang namanya Dewi ke rumah ini..
kalo mamah masih mau ketemu sama Dewi, ya udah nggak apa-apa, silahkan. Tapi jangan ditunjukin ke mukanya Sharen, nggak suka mas..",
"Iya nanti mas bilang sama Mamah ya, kamu jangan emosi.., pasti Mamah nurutin kamu..",
"Iya harus itu, kan Sharen selama ini juga udah nurut sama mamah, masa permintaan Sharen mamah nggak bisa penuhi?",
"Iya sayang.. pasti penuhin kok sama Mamah..",
"Ini semua Sharen lakuin buat rumah tangga kita, jangan Ge-er dulu.. bukan karena Sharen kecintaan sama mas..",
Ingin sekali tertawa tapi Nathan menahannya. Padahal, sebenarnya salah satu faktor yang membuat Sharen bersikap seperti ini juga karena istrinya sedang cemburu.
"Iya..mas tau sayang..
sarapan yuk..",
"Ya udah, ayo..", Sharen berdiri meninggalkan suaminya.
Nathan berjalan di belakang istrinya dengan menggelengkan kepalanya.
__ADS_1
"Untung sabar..", ucapnya dalam hati. Tapi, Nathan membenarkan sikap istrinya. Karena Nathan juga sebenarnya keberatan , Mamanya berdekatan dengan perempuan yang sudah memfitnahnya dulu.