
Javas menunggu kepulangan Kinara dengan harap-harap cemas. Sudah menunggu hingga dua jam, tapi belum ada tanda-tanda kepulangan istrinya.
Javas menuju garasi rumahnya. Melihat dan mengamati satu persatu puluhan mobil yang berjejer disana. Dari mobil milik mommy, Daddy, miliknya, Sharen hingga milik si kecil Jaz. Javas sebenarnya juga tidak hafal, mobil apa yang keluarganya punyai. Javas memanggil kepala driver di kediamannya.
"Mang.., mobil apa yang keluar hari ini..?",
"Tuan sama nyonya pake mercy, ajudannya pake Innova.., yang keluar Avanz* buat belanja orang dapur...",
"Itu aja..?",
"Iya mas...",
"Sopir yang jemput istri saya siapa emangnya? Kenapa nggak mang Udin?",
"Nggak ada orderan buat jemput non Kina mas..",
"Ada mang, tadi pagi istri saya dijemput driver..",
"Nggak ada mas..",
"Itu tempat mobil apa?", tunjuknya pada garasi yang space nya kosong.
"Oh itu.., buat mobil Lex*us..",
"Berarti istri saya pake Lex*us..? sopirnya siapa? coba cek deh mang..",
"Nggak ada mas.., Lex*us kan dibuat non Sharen sama mas Jaz .., perginya sama mang Aris.., ini udah otw balik dari rumahnya kakek..",
"Oh mungkin Kina bareng sama kak Sharen..,
Oke makasih mang..", ucapnya.
Sedikit lega, akhirnya Javas kembali ke teras rumahnya. Dia mencoba menghubungi Jaz, adiknya. Kenapa tidak menghubungi Sharen..? Hubungannya dengan kakaknya tidak harmonis. Tahu kenapa kan?
"Halo kak..ada apa?",
"Dimana Jaz..?",
"Dijalan kak, mau pulang..",
"Jaz sama kak Kina ya? Tolong dong, kakak mau ngomong Jaz..",
"Kak Sharen maksudnya..? kak Javas mau ngomong sama kak Sharen?",
"Sama kak Dok..",
"Kak Dok kan dirumahnya.., bukan sama Jaz kak..",
"Bercanda kan?",
"Nggak kak.., ini Jaz tuh sama kak Kina, sama sus Sri.., udah..",
Javas langsung menutup teleponnya. Dan, dia mulai gelisah. Dia kembali ke ruangan sopir yang berada di dekat garasi. Sopir yang standby di sana langsung berdiri melihat kedatangan Javas kembali.
"Mang.., tolong ada jemput tantenya Kina sekarang. Terus driver nggak boleh ada yang pulang, sebelum tantenya Kina sampe disini. sekarang mang..",
"Baik mas..",
"Usahakan semua sopir standby. Jangan ada yang keluar tugas..",
"Siap mas..,
Tante Non Kina dijemput pake mobil apa mas?",
"Terserah, yang penting sampe kesini dengan selamat. Mamang atur aja lah.",
"Siap mas..",
Javas menghubungi Tante Tya, dengan bermaksud mengutarakan maksudnya.
"Tante Kina belum pulang juga Tan..",
"Loh kok bisa mas? bukannya harusnya udah sampe?",
"Belum ada Tan..ini sopir ada yang jemput Tante ya.., nanti Tante ke rumah..",
"Baik mas..",
Tidak banyak bertanya. Karena Tante Tya juga sama cemasnya. Dia khawatir karena keponakannya tiba-tiba menghilang.
Javas mulai kebingungan. Kalau Kinara dijemput oleh sopir di rumahnya, lalu siapa. Apa dia dijemput oleh sopir kantor?
"Halo Tam..",
"Iya bos, ada apa?",
"Ada order dari Kina, minta dijemput sopir kantor nggak?",
"Nggak ada tuh..",
"Serius?",
"Iya serius..",
"Oke thanks..",
"Ada ap....???",namun telepon sudah buru-buru ditutup oleh Javas.
__ADS_1
Javas semakin di buat cemas oleh istrinya yang tiba-tiba menghilang. Harapan terakhirnya adalah Kinara dijemput oleh sopir yang mengantar mommy dan Daddynya. Hari ini beliau juga dijadwalkan pulang. Entah bagaimana ceritanya, tapi Javas berdoa agar Kinara benar dijemput oleh Daddy dan mommynya.
Sharen dan Jaz akhirnya tiba di rumah. Benar, kakak dan adiknya itu tidak bersama istrinya. Javas tidak berani bertanya lebih pada Sharen. Javas, menghampiri suster Sri yang terlihat mengeluarkan barang-barang dari mobilnya.
"Sus.., tadi sama mang Aris?",
"Iya mas..",
"Nggak ketemu sama Kinara?",
"Nggak mas.., kita dari rumah kakek langsung pulang..",
"Mampir kemana?",
"Mampir ke mall, beli kosmetiknya mbak Sharen, abis itu beli es krimnya Jaz, udah langsung pulang mas..",
"Ya udah, kalo gitu..",
Cukup menggali informasi dari suster Jaz, Javas benar-benar menggantungkan harapannya pada mommy Daddy, juga Tante Tya yang sebentar lagi akan tiba di rumahnya.
Lama menunggu, akhirnya Tante Tya tiba di rumahnya. Javas langsung menyambut kedatangan Tante Tya.
"Mas gimana? ya Allah..kina kemana mas..?",
"Nggak tau Tante..
Tante kan yang tadi pagi liat sopir yang jemput Kina, Tante masih hafal sama wajahnya kan? ",
"Masih mas..",
"Oke.., kita ke garasi Tante..",
Tante Tya melihat sopir yang bekerja di rumah keluarga Javas. Dia mengamati satu persatu.
"Yang mana Tante yang jemput Kina..?",
Tante Tya menggeleng.
"Nggak ada mas...",
"Tante coba ingat-ingat lagi deh.., yang mana Tante..",
"Nggak ada mas.., yang jemput Kina tadi badannya agak pendek..., ini sopirnya gede semua..",
"Tante yakin?",
"Iya mas.., Tante masih inget kok sama mukanya..",
"Kalo mobilnya, coba Tante inget-inget. Platnya ini inget nggak?",
"Sekian banyak mobil yang ada, nggak ada yang sama Tante..?",
"Sama kayak mobil yang putih itu mas.., tapi warna item..",
"Avan*za?
Mang.., juga punya mobil Avan*za warna item nggak?",
"Nggak ada mas.., cuma itu satu-satunya..",
Javas semakin frustasi. Begitupun dengan Tante Tya yang wajahnya terlihat sangat khawatir.
"Kina ilang Tan..?",
"Tenang mas, coba Tante hubungi saudara Tante ya, mudah-mudahan Kina ada..",
Menghubungi sanak saudaranya satu persatu, dan jawabannya tetap Zonk. Tidak ada yang Kina kunjungi.
"Kina nggak bilang apa-apa sebelum dia pergi Tan?",
"Nggak ada mas.., dia cuma bilang mau pulang.., udah..",
"Nggak pesen apa-apa Tante..?",
"Nggak ada mas..",
"Terus gimana Tante..?",
"Kata mas Javas tadi, orang tuanya mas Javas kan hari ini pulang. Siapa tau aja tadi yang jemput itu sopirnya..",
"Tapi, mobilnya bukan yang Tante sebutin tadi..",
"Mungkin Tante yang salah mas.., tenang ya mas. Kina pasti ketemu..",
Javas sendiri juga tidak yakin jika Kina bersama Mommy dan Daddynya. Javas berdiri dari duduknya ketika mobil kedua orang tuanya masuk ke halaman. Badannya lemas, ketika hanya Mommy dan Daddy yang keluar dari mobil. Dari mobil ajudan, juga hanya barang-barang saja yang keluar.
"Loh..ada Tante...",
"Sore Bu...",
"Kok diteras ? kamu gimana sih Mas, bukannya diajak masuk...",
"Mom.., Javas mau ngomong..",
"Ya udah, ayo masuk.
Mari mbak..", ajak Mommy Aira pada Tante Tya.
__ADS_1
Javas sendiri bingung, harus bertanya dan memulai ceritanya dari mana. Tapi, demi istrinya, Javas mengesampingkan rasa takutnya.
"Ada apa Vas..?", tanya mommy. Kebetulan Daddy langsung masuk ke dalam rumah, tidak ikut mengobrol.
"Mom.., tadi pagi ada yang jemput Kina. Tapi, sampe sekarang istri Javas belum sampe rumah..",
"Yang jemput siapa?",
"Sopir, tadi Kina pamit sama Tante Tya bilangnya sopir rumah. Tapi, barusan Tante Tya Javas ajak ke garasi, nggak ada sopir yang mukanya sama kayak tadi yang jemput istri Javas..",
"Istri kamu kabur Vas..?",
"Jangan bilang gitu mom..",
"Ini yang mommy takutin Vas.., ya Allah gimana sih..",
"Gimana mom..",
"Dad.., tolong kesini Dad.., kita bicara ya..", ucap mommy yang menelepon suaminya dan memintanya untuk ke ruang tamu.
Javas dan Tante Tya diam, dan Mommy yang mencoba menjelaskan kepada Daddy Rendra. Ekspresi wajah Daddynya datar ketika mendengarkan cerita dari Mommy.
"Selama ini Daddy.., nggak pernah ikut campur urusan rumah tangga kalian Vas. Tapi, kali ini Daddy harus turun tangan. Mumpung, disini ada tantenya Kinara. Biar Daddy yang bilang.
Saya minta maaf yang sebesar-besarnya atas nama pribadi dan keluarga saya ya Bu. Kalo selama ini, putra saya belum bisa membahagiakan keponakan ibu. Saya kasian melihat Kinara yang terus-terusan sakit hati dengan perilaku anak saya...",
"Dad..",protes Javas.
"Setelah Kinara ketemu nanti, kamu pisah sama Kina, biar Daddy yang urus. Daddy malu punya anak laki-laki yang nggak bisa membahagiakan istrinya..",
"Dad...!!! nggak dad...Daddy kan yang ngumpetin Kina..?",
"Javas..!!, kamu ngomong apa sih? Kina bukan barang yang bisa diumpetin kayak gitu..", ucap mommy nya.
Javas yang kesal karena terus-terusan dipaksa untuk berpisah dengan Kinara, akhirnya memilih untuk pergi ke kamarnya.
Flashback ( POV Kinara )
*Semalaman berpikir dan akhirnya Kinara sudah membuat keputusan. Jika Javas tidak mau berpisah dengannya, biarlah dia yang pergi dari kehidupan Javas. Kina sudah tidak sanggup lagi mendampingi Javas yang hati dan raganya bukan untuknya.
Kinara sudah mempersiapkan semuanya, termasuk dimana dia akan tinggal nantinya. Tidak ada satupun orang yang akan diberitahu, termasuk tantenya.
"Tante.., Kina mau pulang dulu ya..",
"Loh..kok pagi gini Na..?",
"Iya tan.., biar sampe sana bisa istirahat..",
"Ya udah, nggak apa-apa..",
"Bungkusin nasi uduk dong tan, kina pengen makan masakan Tante dimobil..",
"Iya tunggu ya..",
Kina menyeret kopernya keluar. Tekadnya sudah bulat, dan dia tidak akan berubah haluan.
"Nih.., makan yang banyak..biar sehat..",
"Makasih Tante..",
"Kok sopirnya nggak biasanya?",
"Iya sopirnya mas Javas kan banyak Tan.., ini sama yang lain..",
"Hmm.., ya udah.., kabarin kalo udah sampe rumah ya Na..",
"Iya Tante.., Na pamit dulu ya.., Tante sehat-sehat ya..",
"Aamiin..",
"Tante.., Kina udah transfer buat acara 40 hari sama 100 hariannya nenek.., Tante atur aja ya..",
"Kok udah dikasih? kan masih lama. Emangnya kamu nggak kesini lagi..? ",
"Ya kesini, tapi mungkin masih lama. Nggak apa-apa ya?",
"Iya, nggak apa-apa, Tante ngerti..",
"Pamit ya Tante..., assalamualaikum..",
Kinara memang berbohong. Sopir yang menjemputnya bukanlah sopir Javas atau sopir keluarganya. Tapi, Sopir ojek online yang dia pesan melalui aplikasi.
"Pak, ke pemakaman depan situ ya..",
"Baik mbak..",
Sebelum pergi, Kinara juga ingin berpamitan kepada Ibu dan Neneknya yang sudah beristirahat tenang. Tak lupa, sebelumnya dia membeli bunga untuk dia taburkan ke pusara ibu dan Neneknya.
"Ibu..Nenek.., ini mungkin kunjungan terakhir Kina, sampai nanti Kina akan kembali. Tapi, kina nanti datang dengan kondisi yang sudah berbeda.
Kina pergi Bu, Nek.., doakan Kina bahagia ya..",
Setelah puas menumpahkan isi hatinya, Kinara melanjutkan perjalanannya ke tujuan..
Kinara menangis, tanpa isakan, hanya berlinang air mata.
"Kita mulai hidup baru..., cuma kamu sama mamah. Maafkan mamah ya nak, Mamah terpaksa pisahkan kamu sama Papah. Sehat di dalam sana, sampai kamu lahir nanti ya...", ucapnya pada perutnya yang masih rata, tapi sudah mulai ada kehidupan di dalam sana. Ya, Kinara memang sedang dalam keadaan mengandung*.
__ADS_1