Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Membaik


__ADS_3

"Udah makan sayang..?", tanya Mommy kepada putrinya.


"Pinter...


harus makan teratur ya biar baby-nya sehat...",


"Iya mom...


Anak Sharen kok nggak gerak ya mom..?",


"Kan masih kecil Sha.., jadi belum bisa..


Besok kita ketemu sama dokter ya, perut kamu di USG.., nanti kamu bisa liat seberapa besarnya anak kamu...",


"Nathan belum mau pulang ya mom...?",


Mommy menoleh ke arah Daddy yang masih stay cool. Daddy sedari tadi memang hanya memperhatikan putrinya.


"Iya..nanti kalo Nathan ketemu pasti kesini..",


"Sha nggak mau ketemu dia Mom...", ucap Sharen.


Ibu hamil yang satu ini sepertinya labil.


"Kenapa..?",


"Nathan kan nggak mau anak ini.., dia nggak percaya kalo ini anaknya..",


Mommy menahan air matanya. Jiwa Sharen sepertinya memang terguncang hebat. Dan, sepertinya benar apa kata Kina. Sharen harus di dampingi oleh psikiater.


"Yang penting dia sehat ya Sha..",


"Sharen mau rawat dia sendiri aja mom..",


"Iya sayang.., nanti Mommy bantu ya..",


"Tapi..kalo dia nanti tanya Ayahnya dimana? Sharen jawab apa mommy..., kan kasian....", Sharen mewek. Dia menangis jika mengingat Nathan yang tidak kunjung kembali.


"Sssstttt..., masih ada Daddy, ada Javas juga..., pasti cucu Mommy nggak bakalan kesepian kok...",


"Nathan kenapa jahat sama Sharen mom.., kenapa dia ninggalin Sha gitu aja..",


Daddy yang tidak tahan, akhirnya memilih untuk keluar dari kamar Sharen. Beliau tidak tega melihat Sharen yang terus-terusan menangisi Nathan.


Dari kejauhan, Daddy melihat Aldo dan Farah yang berjalan tergopoh ke arahnya. Mommy Aira sudah bercerita jika Aldo dan Farah sudah mengetahui keadaan Sharen.


"Sharen di dalem Ren..?", tanya Farah.


"Iya...",


"Aku ke dalam dulu...",


Aldo dan Farah masuk ke dalam kamar rawat Sharen.


"Sha....", sapa Mama Farah yang terlihat begitu khawatir.


"Mah...",


Mama Farah langsung memeluk menantunya.


"Sakit apa sayang....?",


"Kecapekan aja...", ucap Sharen. Rupanya, dia belum mau berterus terang jika sakitnya ini bukan sakit biasa. Tapi, terindikasi karena bawaan hamil muda dan kondisi badannya yang sangat lemah.


"Nggak ada yang serius kan..?",


"Nggak ada mah..., cuma butuh istirahat aja..",


"Mamah bawain buah, mau makan?Mamah suapin ya..",


"Sha udah makan..kenyang..",


"Dikit aja..., biar seger.., kamu pucet banget..",


"Sha pengen muntah kalo makan banyak-banyak...",


"Sakit lambung? apa gimana?",


"Far.., udah jangan dipaksa..,


Sharen kan udah kemasukan infus juga.., nanti juga seger kok..",


"Hmmm iya..

__ADS_1


Mamah taruh disini ya..",


Tidak ada yang ingin membahas Nathan, begitu pula Sharen. Mereka hanya mengobrol ringan. Sedangkan Papa Aldo langsung keluar menyusul Daddy Rendra begitu mengetahui keadaan Sharen.


"Sha.., kenapa nggak cerita kalo kamu hamil..?", tanya Mommy Aira ketika Papa Aldo dan Mama Farah sudah pulang.


"Sharen nggak mau sakit hati, mereka pasti nggak bakal percaya kalo anak yang diperut Sharen ini anaknya Nathan, cucu mereka..",


"Nggak sayang, mereka pasti seneng banget...",


"Sharen nggak mau ada yang nyakitin anak yang di dalam perut Sha.., termasuk kakek neneknya..",


"Jangan gitu sayang..",


"Biar aja mom...Sharen nggak mau Mama Papa tau dulu...",


"Ya udah kalo gitu..


Sha.., mulai besok ada visit dokter tambahan ya buat kamu..",


"Dokter apa mom..?",


"Psikiater sayang..",


"Buat apa..? Sharen nggak gila Mom...",


"Bukan gitu sayang...,


cuma buat dampingin kamu aja.., kamu bisa cerita apa aja sama dokter itu.., mau ya..?",


"Cerita apa aja..? ",


"Iya.., cerita apa aja. Dokternya pasti dengerin..",


Sharen mengangguk. Keadaanya memang sudah mulai membaik. Ini, karena pendampingan psikologi dari Kina yang terus memberikan motivasi untuk kakak iparnya.


Keesokan harinya...


"Nah.., ini janinnya..., masih kecil ya bu..


usianya hampir 5 Minggu...",


"Itu anak Sharen ya mom...",


"Perkembangannya gimana dok..?",


"Sejauh ini baik bu..,


ibu harus banyak makan makanan bergizi, vitaminnya juga jangan sampai telat...",


"Makasih Dok...",


"Nggak boleh stress ya.., harus happy biar baby nya juga bisa berkembang dengan baik..",


"Tuh.., dengerin...,


nggak boleh stress ya..",


"Iya mom....


Dad.., itu cucu Daddy..


Dad seneng nggak..?", tanya Sharen. Akhir-akhir ini dia memang jarang berkomunikasi dengan Daddynya. Daddy seperti sengaja menjauh dari Sharen. Padahal, itu karena Daddy merasa bersalah.


"Daddy bahagia Sha...", Daddy mengusap kepala putrinya.


Daddy dan Mommy menunggu di luar ketika psikiater visit. Sharen memang membutuhkan pendampingan untuk memulihkan mentalnya yang berhari-hari sudah kacau.


"Sampe kayak gini ya Ra..?",


"Yang penting Sharen cepet pulih mas..",


"Anak kita nggak gila Ra..",


"Aira tau mas..,


Kan biar mentalnya Sharen pulih.., nggak depresi kayak kemarin-kemarin...",


"Kasian anak mas Ra...",


"Kata suster yang periksa tadi, kondisi fisiknya udah jauh lebih baik mas...",


"Butuh berapa lama lagi dirawat disini..?",

__ADS_1


"Sampe kondisinya stabil..",


"Sharen tinggal di rumah kan..?",


"Iya mas.., mudah-mudahan dia mau...",


"Harus mau Ra...",


"Belum ada kabar tentang Nathan mas..?",


"Belum.., Aldo udah cari ke semua temen-temennya tapi nggak ada yang tau dia ada dimana..",


"Nath..Nath..kamu kenapa tega banget sama Sharen...",


"Jangan halangi mas kalo mau bikin perhitungan sama dia..",


"Gimanapun juga dia ayah dari cucu kita mas, suaminya Sharen...",


"Kamu kenapa tiba-tiba luluh..?",


"Kalo boleh jujur, Aira pengen banget numpahin kekesalan Aira ke Nathan.., tapi kalo liat keadaanya Sharen, Aira nggak bisa nyakitin orang yang di sayang sama Sharen mas..,


Namanya rumah tangga, kan ada salah pahamnya. Apalagi mereka juga masih muda..",


"Bijak banget istri mas..",


"Iya dong..


Aira dari kemarin udah pengen nangis mas...",


Tangis Mommy Aira akhirnya pecah dipelukan suaminya.


"Aira cuma ngebayangin, gimana nanti kalo Nathan nggak kembali sampe Sharen lahiran? Gimana sama anaknya mas..? kasian kan cucu kita...",


"Nggak usah mikirin itu.., masih ada Mas sama Javas yang pasti selalu ada buat Sharen sama anaknya. Kamu jangan khawatir..",


Javas dan Kinara kembali mengunjungi kakaknya. Mereka bergantian shift dengan Daddy dan Mommy yang kembali pulang. Rencananya, Papa Aldo dan Mama Farah juga akan ikut bergantian menjaga Sharen.


"Nanti perut aku, segede kamu ya Na..",


"Iya mbak..,


usianya udah masuk 17 Minggu. Mbak Sharen baru 5 Minggu kan? jadi masih kecil deh...",


"Kira-kira adiknya Zee cewek atau cowok..?"


"Na sih pengennya cewek.., tapi mas Javas pengen cowok lagi...,


mbak Sharen pengennya apa..?",


"Maunya cewek cowok kalo bisa, biar sekalian sepasang. Tapi tadi kata dokter cuma satu aja janinnya. Mbak sih pengennya cowok.., nggak tau kalo Nathan..",


Nah kan, Sharen kembali teringat dengan suaminya. Tapi, sesuatu yang wajar, karena Nathan adalah suami dan ayah dari bayi yang dikandungnya.


"Yang penting sehat ya mbak..?",


"Aamiin..


Na..nanti mertuaku ke sini, jangan bilang kalo aku hamil ya..",


"Lho..kenapa mbak..?",


"Pasti mereka nggak ngakuin kalo ini anak Nathan.., mendingan nggak usah tau sekalian..",


"Jangan gitu..


mereka pasti seneng kok.., mereka percaya sama kak Sharen. Ini baby nya Made in Aussie kan?",


Sharen mengangguk sambil tersenyum tipis.


"Mbak Sharen harus mikir yang baik-baik ya.., nggak boleh mikir negatif...",


"Tapi, aku takut kalo bayi ini nggak diakui..",


"Pasti diakuin kok..,


Kak Sharen harus percaya itu, ya...",


"Iya..",


"Kalo belum siap, nggak apa-apa, tapi jangan disembunyiin..",


Sharen mengangguk. Konsultasi dengan psikiater nampaknya memang tidak sepenuhnya berhasil. Tapi, setidaknya Sharen tidak menangis secara tiba-tiba jika mengingat Nathan yang belum kembali. Untuk keseluruhan keadaan Sharen membaik, bayinya juga sehat. Hanya saja, mentalnya masih labil. Dan, itu memang membutuhkan waktu.

__ADS_1


Ini adalah dua hari terakhirnya berada di tanah suci. Lusa, Nathan akan kembali ke tanah air. Dan, kita lihat saja apa yang akan dilakukannya ketika mengetahui istrinya sudah tidak lagi berada di Apartement.


__ADS_2