
Sudah mendapatkan penanganan oleh dokter. Aira sudah dipindahkan ke kamar rawatnya. Aira tadi sudah sempat sadar, namun saat ini tertidur kembali karena pengaruh obat penenang yang diberikan. Rendra cemas, bukan hanya memikirkan istrinya yang tergolek lemah. Namun, dia juga cemas dengan Javas yang saat ini berurusan dengan hukum. Rendra takut jika putranya tidak bisa keluar dan harus mencicipi kamar prodeo.
"Al..gimana? Javas bisa keluar nggak?",
"Bisa.., ini Javas udah sama aku.., mau dianter ke rumah, atau ke rumah sakit?",
"Kerumah sakit aja Al, daritadi Aira udah manggil-manggil Javas..",
Javas mengelus tangan mommynya yang masih memejamkan mata. Javas sadar diri, dialah penyebab dari sakitnya Aira.
"Kamu liat kan keadaan mommy? itu semua gara-gara kamu...",
"Iya Dad, Javas minta maaf..",
"Kamu pamit sama Mom kalo ada event di sekolah, nggak taunya malah ikut balapan liar. Berarti kamu udah bohong sama Mom Dad. Kamu butuh uang? berapa? minta sama Dad, kalo kamu takut, minta sama mom atau kak Sha, pasti dikasih...",
"Javas nggak cari uang Dad..",
"Terus apa?",
"Itu hoby Javas..",
"Balapan liar itu resikonya besar, nggak cuma bahayain diri kamu, tapi bahayain kesehatan mom juga, kamu liat sendiri kan? ini buktinya. Dad, nggak pernah ngajarin kamu jadi berandalan kayak gini Vas...",
"Iya Dad, Javas minta maaf..",
"Kalo kamu udah nggak bisa diatur, mending Dad masukin kamu ke pesantren aja...",
"Javas nggak mau Dad..",
"Kalo kamu udah nggak mau patuh sama peraturan yang Dad buat, mending kamu keluar aja dari rumah..",
"Dad.., sabar dad..", ucap Sha yang duduk di samping Rendra, mencoba menenangkan.
"Kamu liat sendiri kan Sha? Mommy sampe sakit kayak gitu, ini semua gara-gara Javas. Mommy khawatir sama adik kamu..",
"Iya Dad.., Sharen ngerti. Yang sabar.., jangan ngusir Javas..",
"Dad nggak ngusir. Cuma pengen Javas anteng aja. Jangan macem-macem... Kalo mommy nggak sakit, mungkin Dad nggak semarah ini..",
Hanya berbicara sedikit keras kepada putranya. Semarah-maragnya Rendra, dia tidak pernah memukul putra atau putrinya. Sebatas memberinya nasehat, tapi mutlak harus dilakukan dan dipatuhi.
"Mine..., kamu tau kan kelakuan pacar kamu ini? kalo saran om, kalian putus aja. Ngapain kamu punya pacar tapi urakan kayak anak om..",ucapnya pada Yasmine yang tadi ternyata ikut menemani Papanya menjemput Javas ke kantor polisi.
"Dad.., kenakalan Javas ini nggak ada hubungannya sama Mine..",
"Kalo kamu nggak bisa bertanggung jawab sama diri kamu sendiri, gimana bisa kamu bisa bertanggung jawab sama Mine..? Om Aldo juga mikir-mikir mau jadiin kamu mantu..",
Javas terdiam, yang diucapkan oleh Daddy nya memang benar adanya.
Dokter yang menangani Aira kembali masuk ke dalam ruangan, dengan membawa secarik kertas yang sepertinya berisi hasil cek darah yang diambil tadi.
"Gimana dok istri saya..", tanya Rendra dengan tidak sabaran.
"Nyonya Aira hanya shock, tekanan darahnya rendah..",
"Nggak ada penyakit serius kan dok..",
"Tidak ada pak.., saya kesini ingin menyampaikan sesuatu sekaligus memberikan selamat..",
"Selamat?",
"Iya.., selamat.., nyonya Aira sekarang sedang mengandung...",
"Mengandung? istri saya hamil dok..?", tanya Rendra dengan wajah berbinar.
"Iya pak.., untuk usia kandungannya, nanti biar ditangani sama dokter kandungan..",
"Alhamdulillah.., terima kasih dok..",
"Sama-sama.., saya permisi dulu.
Sharen melongo terkejut. Sharen tidak menyangka, statusnya yang sudah mahasiswa sekarang, tapi beberapa bulan yang akan datang akan ada makhluk kecil yang kembali memanggilnya seorang kakak. Sharen bukan malu? Tidak. Hanya saja, diusianya yang sekarang, sepertinya sudah tidak pantas mempunyai seorang adik yang masih bayi.
"Oh my God..", ucapnya menepuk jidatnya.
__ADS_1
Sedangkan Javas bersikap biasa saja. Yang ada dipikirannya sekarang hanya Yasmine. Javas tidak habis pikir, kenapa Daddynya malah menyuruh Mine untuk memutuskan hubungan dengannya.
"Wah..selamat Ren, bakal punya bayi lagi..",
"Makasih Al.., ternyata aku masih tokcer..",
"Hahaha.., nggak perlu diragukan lagi.. Semuanya udah baik-baik aja kan? Oke..aku mau pulang dulu..",
"Oke.., sekali lagi, makasih Al..",
"Oke Ren.., Mine mau pulang bareng Papa?",tanyanya kepada Yasmine.
"Mine disini dulu deh Pa..",
"Oke.., pulangnya jangan malem-malem ya sayang..",
"Oke pah.."
Kemarahan Rendra kepada Javas otomatis memudar setelah mengetahui kabar bahagia yang menyatakan jika istrinya sedang mengandung. Wajah Rendra berubah 180 derajat. Yang tadinya murung sekarang berubah menjadi berseri.
"Dad.., mom udah nggak kenapa-napa kan? ternyata Mommy lagi hamil..",
"Iya Sha.., Daddy bahagia banget..",
"Dad.., Sha mau keluar dulu ya.., laper banget, tadi belum makan siang..",
"Sekalian ajakin Vas sama Yasmine, mungkin mereka belum makan..",
"Iya.., Dad mau dibawain sesuatu nggak? Dad tadi udah makan?",
"Udah sayang.., tadi udah makan... Kamu sekalian pulang aja, bawain baju ganti buat mom sama Dad ya..",
"Oke.., sama apalagi Dad?",
"Udah..itu aja.., bilang sama Maid di rumah kalo Mommy hamil, bukan sakit. Biar mereka nggak ikut khawatir..",
"Iya Dad..",
"Vas.., selesai makan siang, kamu balik ke sini lagi. Mommy pasti mau ketemu kamu..",
"Iya Dad..",
"Oke cantik.., hati-hati ya..",
"Makasih om..",
Rendra menunggu istrinya tersadar. Bahagianya berkali-kali lipat ketika mengetahui istrinya tengah berbadan dua. Sebenarnya, sudah dari dua tahun yang lalu mereka merencanakan hadirnya anak ketiga. Namun, rezekinya baru sekarang.
Akhirnya Aira membuka matanya. Benar saja, orang pertama yang dicari adalah putranya.
"Vas..Javas..",
"Sayang.., udah bangun..?",
"Mas.., Javas mana? Javas dipenjara mas? kasian mas.., makannya pasti nggak enak.., tidurnya pasti kedinginan, Aira nggak tega..kasian...",
"Shuuttt..., Javas baik-baik aja. Dia lagi makan siang sama Sha..",
"Javas udah nggak di kantor polisi mas?",
"Nggak sayang, tadi udah diurus sama Aldo..",
"Mas pasti marahin dia ya tadi.., kasian mas..",
"Udah pasti mas marah, kamu jadi masuk rumah sakit..",
"Aira khawatir sama dia..",
"Iya..mas tau, mas juga tadi takut kalo Javas nggak dibolehin pulang. Kamu nggak usah khawatir sama Javas lagi.., sekarang ada sesuatu yang harus kamu jaga..", usapnya pada perut istrinya. Aira melihat gelagat aneh dari Rendra yang nampak bahagia ketika mengelus perutnya.
"Mas.., Aira hamil ya?", tanyanya.
"Iya sayang.., kamu udah tau?",
"Belum.., tapi Aira udah telat 2 Minggu..",
__ADS_1
"Iya.., kamu hamil sayang, kita mau punya anak lagi..",
"Hah? benaran mas? ",
"Iya.., benar.., makasih ya sayang..",
"Alhamdulillah..., Aira hamil mas...",
"Dijaga baik-baik ya sayang...",
Meskipun ini adalah anak ketiga mereka. Tapi, Aira dan Rendra tetap antusias menyambut kehadirannya.
Javas mendapatkan amukan dari kedua perempuan yang saat ini tengah bersama dirinya. Yasmine dan Sharen adalah perempuan yang sangat berarti dalam hidup Javas, setelah mommy Aira. Dua orang ini sangat berpengaruh pada hidup Javas.
"Kalo kamu langsung mati sih nggak apa-apa Vas. Tapi, kalo kamu kecelakaan, terus cacat, gimana? siapa yang repot? Mom, Dad, sama kakak tentunya..",
"Astagfirulloh kak.., ngomongnya kejam banget..",
"Ini nggak sekali dua kali aja kamu ikut balapan liar kayak gini. Tapi, udah berkali-kali..",
"Iya kan baru kali ini apes, ketangkep sama razia polisi..",
"Kenapa om Aldo pake ngeluarin kamu segala sih? seharusnya kamu dipenjara aja, semalem aja.., biar kamu kapok..",
"Jahat banget kak mulutnya..",
"Biarin aja.., kakak gregetan sama kamu..",
"Iya maaf..",
"Kalo kamu emang hobi otomotif, besok kamu ke bengkelnya Dad.., ketemu sama om Arif. Kamu belajar otak-atik motor disana...Kalo kamu pengen balapan, cari club' motor legal..,kalo emang kamu pengen jadi Valentino Rosy..",
"Iya kak.., udah jangan ngomel..",
"Kak Javas udah bohong loh sama Mine..",
"Iya Bebi.., maaf.., jangan putus ya..",
"Bener kata om Rendra. Kakak aja nggak bisa tanggung jawab sama diri sendiri. Gimana sama Mine? Kak Javas bohong mau kemana ternyata dimana. Kalo besok-besok bohongnya pergi sama Yovan , nggak taunya jalan sama Yolanda.., gimana? jadi kangen band tau nggak?",
"Kangen band?",
"Kamu dimana, dengan siapa?", ucap Yasmine. Pacarnya ini memang polos cenderung kocak. Sharen yang mendengar celotehan Yasmine spontan tertawa. Hampir saja kesedak oleh minuman yang diteguknya.
"Kak Javas nggak selingkuh sayang.., kemarin diajakin sama temen, nyobain motornya yang udah dimodifikasi.., udah pas atau belum setelannya...",
"Halah..bohong banget..",
"Jangan putus ya Bebi.., kalo kamu mutusin Kakak, bisa-bisa kakak tidur disampingnya mommy..",
"Kenapa..?",
"Kak Javas pasti sakit..",
"Lebay banget..",
"Please Bebi.., jangan dengerin omongannya Dad..",
"Tapi..janji ya. Ini yang terakhir kalinya Kak Javas ikut balap liar kayak gitu..",
"Iya.., janji cantik..",
"Oke.., Mine maafin..",
"Makasih..",
"Yah.., padahal kak Sharen nungguin Javas nangis bombay kamu putusin Mine..Biar kakak liat dia mohon-mohon buat balikan sama kamu..", ucap Sharen.
"Gimana dong, Yasmine sayang sama kak Javas..",
"Wlek..., nggak mempan kan. Orang Mine cinta juga sama Javas..",
"Iya deh iya.., yang sama-sama bucin..",
Mereka cepat-cepat menandaskan makanan ketika Rendra menelepon dan meminta Javas untuk kembali ke kamar untuk menemui Mommy nya yang sudah tersadar.
__ADS_1
Nah bab selanjutnya, yang ditunggu-tunggu. Penyebab Aira koma. Pokoknya kalo baca novel Author emang kudu sabar. Karena alurnya lambat, dan seringkali disebut terlalu bertele-tele. Apapun itu, love love buat kalian , reader yang udah setia baca karya Author. Makasih ya..