Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Lost Contact


__ADS_3

Javas masih mencoba untuk menghubungi kekasihnya, Mine tapi dari malam tadi sampai pagi ini belum juga ada balasan. Pesan yang dia kirimkan hanya di read. Mencoba untuk menghubungi Nathan, sama saja. Tidak ada respon. Om Aldo dan Tante Farah? Nomor keduanya malah tidak aktif.


Dad, minta tolong kirimi nomor barunya om Aldo


Mom.., Javas minta tolong kirim nomor Aussienya Tante Farah..


Dan, balasan chat yang tidak diharapkan oleh Javas. Karena kedua orang tuanya sama-sama tidak mengetahui jika keduanya sudah berganti nomor.


Javas semakin khawatir, sekaligus curiga ada sesuatu yang terjadi dengan keluarga Mine.


Queen.., Nathan kenapa? ditelepon atau dichat tapi nggak ada respon.


Kakak juga nggak tau.., udah nggak komunikasi lagi sama Nathan, kenapa Vas?


Mine nggak bisa dihubungi dari semalem..


Kehilangan komunikasi dengan Mine, membuat mood Javas berantakan pagi itu. Ingin marah, tapi tidak tahu pada siapa. Yang jelas, hatinya sedang gundah.


Turun ke lantai satu, ikut bergabung bersama Jaz dan dokter Kinara yang sudah memulai makan paginya.


"Suster Sri udah sembuh belum?", tanyanya yang entah pada Jaz atau dokter Kinara. Jaz yang masih asyik memakan sarapannya, sedangkan dokter Kinara hanya memandang Jaz. Dokter Kinara memang mencari aman, tidak bersuara agar Javas tidak mengeluarkan mode judesnya.


Tidak ada yang menjawab, akhirnya Javas kembali bersuara.


"Kalian nggak punya mulut ya?",


Jaz langsung memandang ke arah kakaknya. Sedangkan Kinara yang lagi-lagi kaget dengan Javas yang terlihat sangat marah.


"Suster Sri masih sakit mas..",


"Sakit apa? udah berobat belum?",


Dasar bod*oh Javas sepertinya lupa jika di rumahnya sudah ada dokter yang juga bisa memeriksa keadaan baby sitternya Jaz.


"Sudah saya periksa, mbak Sri cuma pusing, tekanan darahnya rendah. Sudah saya kasih obat mas..",


"Kalo masih kayak gitu, mending dibawa ke rumah sakit aja..",


"Iya mas.., nanti saya periksa lagi keadaannya..",


Jaz menepok jidatnya, seperti ada sesuatu yang baru dia ingat. Kinara lantas bertanya pada Jaz.


"Jaz kenapa?", tanyanya lembut.


"Kakak dokter marah atau nggak kalo Jaz ngomong?",


"Kenapa? Jaz ada PR?",


"Nggak..",


"Terus apa?",


"Janji ya nggak marah..",


"Iya kakak dokter nggak marah, ada apa?",


"Sebenernya hari ini Miss nyuruh bawa bekal.., tapi yang masak harus mommy..",


"Loh.., kok Jaz nggak bilang sama kakak? kan kita mau berangkat..",


"Maaf kak..",


"Ya udah, itu kan udah dibikinin bekal sama Bibik.., bilang aja kalo itu mommy yang masak..",


"Miss di sekolah udah tau kalo ibu Aira keluar negeri, jangan ajarin anak kecil buat bohong mas..",


"Terus gimana? kita nyusul mommy ke Spore gitu? atau minta mommy masakin terus dikirim kesini?",


"Itu bukan solusi..",


"Maaf kak Javas..",


"Jaz.., kamu tuh gimana sih, tinggal bilang aja kamu nggak mau.., terus gimana? ini udah jam segini, kamu telat nanti. Kak Javas juga ada meeting pagi ini.. kamu tuh ya.., seharusnya......," tidak meneruskan ucapannya karena Dokter Kinara langsung memotongnya.


"Ya udah, kakak dokter buatin bekal ya. Karena waktunya mepet, dimasakin pasta sama sosis goreng, Jaz mau?", tanyanya.


"Mau.., makasih ya kak dok..",


"Sama-sama.., Jaz duduk disini dulu. Kakak dokter masakin sebentar..",


"Jaz ikut aja..", ucapnya. Sepertinya Jaz takut pada Javas yang sudah bermuka seperti singa yang siap menerkam mangsanya. Ganas.


"Terus ini gimana? kamu berangkat sama sopir aja. Kakak kesel sama kamu..",


"Iya mas Javas berangkat aja, biar nanti saya antar Jaz sama pak sopir. Nggak usah marah-marah mas.., kasian Jaz ketakutan.


Jaz, sini sayang.., kita masak bareng ya..",Dokter Kinara meraih tangan Jaz lalu menggendongnya menuju dapur.


Javas hanya bisa menatap Kinara dan Jaz yang meninggalkan dirinya di ruang makan. Suasana hatinya menang sedang tidak baik, Jaz yang membuatnya kesal. Ditambah lagi kehadiran dokter Kinara.

__ADS_1


Jam pulang sekolah tiba, waktunya Jaz untuk pulang. Dia berlari menghampiri dokter Kinara di ruang tunggu.


"Kakak dokter..",


"Udah selesai? wah.., kok ada hadiah..",


"Iya ini dari Miss..."


"Jaz menang lomba ya?",


"Nggak kak kata Miss Jaz anak jujur.., tadi Jaz ditanya Miss. Jaz jawab kalo ini bukan masakkan mommy. Jaz tadi cerita hampir aja lupa bawa bekal.., terus akhirnya dibikinin sama kakak dokter.., malah dikasih hadiah..", meskipun hadiahnya hanya sebuah buku cerita, tapi Jaz sangat senang


"Wah..selamat.., kita pulang yuk..",


Sudah ada Javas yang berdiri bersender di mobilnya sambil memainkan hapenya. Jaz langsung menyembunyikan wajahnya dibelakang dokter Kinara. Jaz takut.


"Ayo..",


"Kak Javas pasti mau marah lagi..",


"Nggak kok..,tenang aja ada kakak dokter..",


Mereka menghampiri Javas, yang sudah menunggunya. Padahal, Kinara sudah minta untuk di jemput oleh sopir.


"Mas.., saya sudah pesan sopir.., kok dijemput..?",


"Terserah saya.., saya mau jemput Jaz bukan anda..", jawabnya ketus.


Mendapat perlakuan yang lagi-lagi tidak mengenakkan, dokter Kinara kembali terdiam. Untuk kesekian kalinya, dia harus mengeluarkan stok sabarnya.


"Jaz.., kamu sama kak Javas ya, kakak dokter mau pulang sama pak sopir aja..",


Jaz menggeleng.


"Sopirnya udah pulang, tadi saya yang nyuruh. Ayo Jaz masuk..", ucapnya.


Jaz akhirnya masuk, namun tidak dengan dokter Kinara yang masih berdiri diluar. Sepertinya dokter Kinara kesal dengan ucapan Javas tadi.


"Anda kenapa masih berdiri disitu? cepetan masuk..",


"Makasih, saya naik taksi aja..",


"Nggak usah ngambek, kayak Jaz aja.., kayak anak kecil..",


Dokter Kinara masuk mobil, namun dia memilih untuk duduk di bangku belakang.


"Nggak usah kak..",


"Ngambek?",


Jaz diam. Namun, Javas masih berusaha membujuknya.


"Boleh minta apa aja nanti, jadi ya? ",


"Nggak jadi kak..",


"Kenapa? katanya pengen? ada mobil keluaran terbaru.., bagus...",


"Beneran kak?",


"Huum.., coba deh nanti liat..",


"Jaz beli dua ya?",


"Ngelunjak..",


"Kalo nggak boleh ya udah.."


"Oke-oke..,


kalo nggak boleh pasti kamu nanti bilang kalo kakak nggak punya duit..",


"Hehe..",


"Besok mom sama Dad pulang..",


Oh.., pantesan. Ternyata mas Javas baik sama Jaz karena orang tuanya mau balik. Makanya baik-baikin Jaz, ucap dokter Kinara dalam hatinya.


Dokter Kinara berada dibelakang Jaz dan Javas yang berjalan bergandengan. Jika dilihat seperti ini, rasanya adem. Mereka terlihat akur.


"Kak dok.., sini..", ucap Jaz yang memanggil Kinara yang berdiri agak jauh dari tempat Jaz dan Javas.


Kinara mendekat.


"Ini bagus kan?",


"Bagus.., tapi lebih bagus yang biru daripada yang merah..",


"Jaz kan mau beli dua-duanya..",

__ADS_1


"Mending beli yang biru aja. Kata mommy kan Jaz dibeliin mainan dari Spore, tadi malam bilangnya juga warna merah kan?",


"Eehmm iya..,


ya udah deh.., beli yang biru aja.., yang merah nggak usah..",


"Nah gitu dong..",


"Kak.., nih Jaz beli satu aja deh.., tapi abis ini beli es krim ya..",


Javas melihat dokter Kinara, mereka saling bertatapan tapi dokter Kinara langsung mengalihkan pandangannya.


"Oke.., ayo kita bayar dulu.."


Dengan telaten, dokter Kinara mengelap mulut Jaz yang belepotan karena es krim yang dia makan.


"Makasih kak dok..",


"Sama-sama.., makannya disuapin aja ya. Nanti belepotan lagi..",


"Oke..",


Javas melihat kedekatan antara adiknya dengan dokter Kinara yang sangat akrab. Seperti kedekatan Jaz dengan kakaknya, Sharen. Jaz juga terlihat sangat nyaman bersama dokter Kinara.


\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=\=


Sharen menagih Tama yang berjanji menyampaikan pesannya kepada Nathan.


Udah sampein pesan aku ke Nathan, belum?


Udah boss cantik..


Terus jawabannya apa?


Bentar deh, kenapa hari ini artisnya Nathan sih? tadi di kantor juga Javas minta aku buat hubungi Nathan..


Adiknya Nathan kan pacarnya Javas, katanya susah dihubungi. Kamu tau sesuatu Tam?


Sumpah ya Sha.., aku nggak tau apa-apa, aku cuma kirim chat aja ke Nathan, udah gitu aja..


Coba screenshot, send ke aku..


Nggak ya, itu privasi.


Kenapa? ada yang kalian sembunyiin?


Bukan gitu, tapi aku ada urusan lain sama Nathan..


Urusan apa?


Urusan pribadi, nggak ada kaitannya sama kamu..


Terus, gimana sama pesanku?


Dia bilang katanya lagi sibuk, ada bisnis sama temannya disana. Nanti juga dibalas kalo dia udah nggak sibuk. Kenapa sih?


Dia salah kirim pesan..


Hah? masa? kirim apa? seorang Nathan yang sangat teliti, bisa salah kirim pesan ya?


Namanya juga manusia, nggak ada yang sempurna..


Ya udah, sabar aja sih, nanti juga dibalas chat kamu.., kangen ya sama dia?


Nggak..,


Iya nggak usah, mending kangen sama aku aja Sha..


Halah.., mulai lagi..


Sabar ya Sha.., udah itu aja pesanku buat kamu.


Ada apa Tam?


Nggak ada apa-apa.., cuma mau bilang gitu aja..,


Pasti ada apa-apa


Nggak ada, aku tau mungkin kamu butuh temen cerita. Selama ini kan temen kamu cuma Nathan, dan sekarang malah dia susah dihubungi. Sementara kamu ceritanya sama aku aja, oke..


Ogah.., kamu sering gombalin aku..


Hehehe tapi emang beneran kamu tuh cantik..


Udah dari dulu, wle 😛


Oke girl, sekian dan terima kasih. Laporanku udah aku kirim ya..


Iya Tam, makasih

__ADS_1


__ADS_2