
Nathan kembali ke kamar rawat Zee dan Jaz. Dia mendapatkan sambutan hangat dari istrinya ketika masuk ke dalam kamar.
"Nath.., kamu nggak kenapa-napa kan?",
"Nggak apa-apa..",
"Daddy bilang apa tadi..?",
"Cuma bilang kecewa aja.., mas salah, mas sadar sayang..
maafin ya..",
Sharen tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
"Kenapa gendong Zee..?",
"Nangis tadi.., cari mamahnya..",
"Emang harus digendong..?",
"Kenapa sih..?",
"Kamu lagi hamil, dalam perut kamu itu ada bayinya..",
"Kinara juga biasanya gendong Zee, nggak apa-apa, perutnya malah gedean dia..",
"Jangan bandel sayang..
Zee..sama uncle aja ya.., yuk digendong...",
Nathan memang sangat khawatir dengan keadaan Sharen yang sedang hamil muda. Dan, dia tidak akan membiarkan sesuatu terjadi dengan istri dan bayinya.
"Sini sama uncle sayang..."
Untungnya Zee anak baik, dia menurut dan mau untuk digendong oleh Nathan.
"Zee cari mamah ya..?
Mamah ambil baju dulu ya..",
"I-ya..", jawabnya meskipun kurang jelas.
"Perutnya nggak apa-apa kan..?", tanyanya pada Sharen dengan mengelus perut istrinya.
"Nggak apa-apa yank..,
kan cuma gendong doang..",
"Bilang apa tadi..?",
"Cuma gendong aja, itupun nggak lama kok..",
"Bukan.., sebelumnya bilang apa tadi..?",
"Apa yank..?",
Nathan tersenyum merekah.
"Akhirnya kata-kata itu keluar lagi Sha..,
mas kangen..",
"Jangan pergi lagi ya..",
"Nggak sayang...",
"Zee bobok lagi tuh...",
Nathan berhasil menidurkan kembali keponakannya. Saat hendak di tidurkan ke tempat tidur, Zee ternyata menolak. Dia mencengkeram erat lengan Nathan.
"Dia nggak mau...",
"Itung-itung latihan jadi ayah...", ucap Sharen yang merasa tidak sabar melihat Nathan yang nantinya akan menggendong anaknya seperti ini.
"Capek yank..?", tanya Sharen.
"Nggak sayang.., ini kayaknya dia udah terbiasa di ayun-ayun kalo tidur..",
"Kayaknya sih gitu..., nyaman banget ya Zee.., aunty juga pengen..",
"Pengen apa? digendong..?",
"Iya...",
"Kamu mau..?",
"Mau...",
"Nanti mas gendong.., biar nggak capek..",
"Asyik...",
"Daddy dimana sayang..?kok nggak balik-balik..?",
"Nggak tau..",
Panjang umur, baru saja dibahas Daddy masuk ke dalam kamar.
"Dad..",
"Sha.., kamu balik aja.., istirahat...",
"Bentar Dad.. , ini Zee.. lagi tidur.., nggak mau di taruh di kasur..",
"Kalo sampe diindo, kamu balik pulang ke rumah...", ucap Daddy tiba-tiba.
"Lho.., kenapa Dad..? Terus suami Sharen gimana? ",
"Ya nggak gimana-gimana..",
"Sharen harus tinggal pisah sama Nathan..?",
Dari sorot mata Nathan, dia terlihat sangat terkejut. Ini ternyata maksud dari omongan Daddy tadi.
"Emangnya Daddy bilang gitu..?",
"Nathan boleh tinggal di rumah..?",
"Emang Daddy larang..?",
"Kok gitu sih Dad..?",
"Dad nggak bisa lepasin anak Daddy lagi kayak kemarin...",
__ADS_1
"Tapi Dad..",
"Nggak ada tapi-tapian Sha..",
Nathan dan Sharen akhirnya meninggalkan rumah sakit setelah Zee akhirnya tertidur pulas. Nathan menepati janjinya, dengan menggendong istrinya.
"Yank...",
"Hmm....",
Sharen mengeratkan kedua tangannya pada leher suaminya.
"Tadi Daddy ngomong apa? marah ya sama kamu..?",
"Katanya mas nggak sekaya laki-laki yang ngincer kamu..",
"Dad bilang gitu..?",
"Iya..",
"Jangan dengerin..",
"Udah denger sayang...",
"Terus ngomong apa lagi..?",
"Dad kecewa sama mas..",
"Makanya kita diajak tinggal bareng ya..?",
"Huum..",
"Nggak usah ya..",
"Kita turutin kata-kata Daddy sayang...",
"Aku tau sebenarnya kamu nggak mau kan?",
"Mau gimana lagi? kan ini resikonya..",
"Ya udah...",
Nathan akhirnya pasrah. Mau tak mau dia harus menuruti kemauan ayah mertuanya. Meskipun, dalam hati sebenarnya dia tidak menginginkannya.
"Mamah...Papah...",
Nathan melihat kedua orang tuanya di lobby rumah sakit. Mama Farah dan Papa Aldo ternyata menyusul.
"Yank turunin...", pinta Sharen.
"Nathan..Sharen..., kalian ngapain gendong-gendongan kayak gini..?", tanya Mama Farah yang heran melihat putra dan menantunya.
"Sharen capek Mah...
Mamah udah sembuh..?",
"Udah Sha...
Kalian udah baikkan? syukur kalo gitu...",
"Mamah sama Papah kapan sampenya..",tanya Nathan.
"Sejam jam yang lalu..
"Mau nengok Zee sama Jaz ya mah..?",
"Iya Sha..",
"Sharen sama Mas Nathan nunggu disini, Mamah sama Papah masuk aja.., nanti kita ke hotel bareng-bareng..",
"Nggak usah,
Kamu balik aja ke hotel.., nanti kita ketemu disana ya. Kamu pasti capek Sha..",
"Iya.., kita balik duluan aja sayang...,
nanti kita ketemuan disana..",
Mereka berempat mempunyai tujuan yang berbeda. Mamah Papah masuk ke dalam sedangkan Sharen dan Nathan balik ke hotel.
"Nath....", sapa Mamah ketika tidak sengaja mereka bertemu di loby hotel.
"Mah.., udah balik?"
"Sharen mana..?",
"Di kamar lagi mandi..
Papa mana mah?",
"Lagi sama mertua kamu..
Kamu mau kemana..?",
"Sharen tiba-tiba minta susu.., Nathan mau nyariin..",
"Susu hamil..?",
"Mamah udah tau kan kalo Sharen hamil..?",
"Udah...",
"Kenapa nggak bilang dari awal sih mah...",
"Sharen ngelarang, katanya mau bilang sendiri sama kamu..,
kalo kamu udah tau, berarti dia udah cerita kan?",
"Nggak..
Nathan tau sendiri kok..
Nathan mau ngobrol serius sama mamah..",
"Oke kita duduk aja disitu..",
Mereka berdua duduk mengobrol di sofa yang berada di loby hotel.
"Mah..kali ini aja ada di pihak Nathan mah..",
"Ada apa sih Nath..?",
"Anggap aja ini penebusan dosa mamah yang nggak mau cerita kehamilan Sharen..",
__ADS_1
"Enak aja ngatain orang tua..",
"Daddy minta Nathan sama Sharen tinggal di rumah mah..",
"Kenapa..?",
"Daddy masih marah sama Nathan..",
"Iya sih bener. Kamu sih emang keterlaluan Nath..",
"Jadi, Mamah nggak mau bantu ngomong sama Daddy...",
"Kamu tau nggak Nath? sebelum Rendra dapetin Aira, dia itu udah jadi teman debatnya Mamah. Dari mereka pacaran, sampe punya anak..,masih tetep kayak gitu. Mamah pasti selalu beda pendapat sama bapak mertua mu itu. Dia terlalu keras.., ya pas lah sama ngeyelnya mamah..",
"Mamah capek ya debat terus sama Daddy..",
"Ya capek.., tapi mamah selalu menang kalo lagi adu argument sama bapak mertuamu itu..",
"Ya udah lah mah.., Nathan pasrah aja kalo gitu..",
"Sharen kan dulu udah janji, kalo hamil mau pulang ke rumah mamah. Enak aja mertuamu mau ngambil gitu aja..",
Nathan langsung melengkungkan bibirnya. Merasa lega karena mamahnya mau untuk membantunya.
"Jadi, Mamah mau bantu Nathan?",
"Enggak..,
ini buat mamah sendiri. Mamah nggak mau jauh lagi sama kalian, terutama sama mantu mamah yang lagi hamil...",
"Ya apapun itu, pokoknya Nathan mau bilang terima kasih...",
"Iya tenang aja, nanti biar mamah bilang sama Rendra..,
kamu cekatan beli susunya..",
"Iya iya mah..,
makasih mah..",
Nathan kembali ke kamarnya dengan membawa satu kotak susu bubuk untuk Sharen.
"Dapet yank..?",
"Dapet..",
"Mau dibuatin yank..",
"Iya sayang..,
tunggu ya..",
Nathan membawa satu gelas berisi minuman susu untuk istrinya.
"Untuk istri tercinta dan anak tersayang..",
"Makasih yank..",
Sharen meneguh habis susu yang dibuatkan oleh Nathan.
Mereka bersiap tidur, dengan Sharen yang bergelayut manja di dada suaminya.
"Yank...",
"Hmmmm..",
"Seru banget nonton bolanya..",
"Lagi seru sayang...",
"Yank.., kamu kangen nggak sama aku..?",
Nathan menurunkan pandangannya, menatap istrinya.
"Kangen banget..",
"Yank..",
"Iya..mau apa..?",
"Aku pengen disentuh...",
"Hah..?",
"Hah..?",
"Gimana sayang..?",
"Aku kangen..., pengen disentuh..",
"Disentuh..? pengen bercinta..?", tanya Nathan dengan berbisik ditelinga Sharen.
Sharen mengangguk.
"Ini ngidam, atau yang pengen ibunya?",
"Ibunya...", jujur Sharen.
"Hmmmm..",
"Nggak mau ya..?",
"Bukan gitu,
tapi, emang boleh..?",
"Boleh kata dokter..",
Nathan merubah posisinya. Membaringkan tubuh Sharen disampingnya.
Nathan langsung menghujani Sharen dengan ciuman.
"Yank.., pelan-pelan..
jangan brutal...",
"Mas juga kangen banget sama kamu, tapi takut kalo kamu kesakitan, apalagi kalo sampe bahayain anak kita..",
"Slowly mas...",
"As you wish sayang..",
Untuk pertama kalinya, mereka melakukan hubungan intim setelah berdamai dari huru hara yang mengguncang rumah tangga mereka.
__ADS_1
"Mas..............",