
"Istri kamu, mana?", tanya mommy.
"Di atas mom, baru siap-siap..
Oma udah lama?", sapanya pada Oma yang ternyata ada di rumahnya.
"Lumayan, bareng sama Aira..",
"Oma mau ikut jemput cucu perempuan satu-satunya?",
"Nggak.., cucu perempuan udah dua sekarang..", pandangan Oma tertuju pada Kinara yang sedang menuruni anak tangga.
"Istri kamu cantik ya..",
Javas tersenyum.
"Kan perempuan, Oma..",
Kinara menyapa Oma, begitu dia melihat keberadaan Oma.
"Lho.., Oma disini ya? kok Kina nggak tau..",
"Kamu kan di atas..",
"Iya Oma baru siap-siap.
Mommy mau kina bantu nyiapin makan malam?",
"Nggak usah..,makan malamnya nanti sekalian sama kak Sha..",
"Oh gitu..,
Oma mau nunggu diluar..?",
"Iya boleh Na..",
Kinara mendorong kursi roda Oma keluar rumah. Sebentar lagi, mereka akan menjemput Sharen di bandara, namun masih menunggu anggota keluarga yang lain, Daddy dan si kecil Jaz.
"Vas.., Mommy kok silau ya liat Kinara..",
"Silau? dandanannya menor? perasaan biasa aja mom..",
"Nggak.., mommy tuh silau liat dia..",
"Apa sih mom..?",
__ADS_1
"Cincin kamu, baru ya?", tanya mom Aira dengan memegang tangan Javas.
"Nggak..",
"Mommy silau liat tangannya Kina.., kayaknya kembar ya sama yang kamu pake Vas?", tanya mommy memancing putranya.
Javas baru menyadari jika yang dimaksud Aira adalah sebuah cincin yang dia belikan untuk istrinya.
"Iya kembar..",
"Jangan sampe Dad sama Jaz tau, bisa dibully lagi kamu..",
"Biarin aja, Javas udah biasa..",
"Cincin kawin?", tanya mommy lagi.
"Simbol aja mom.., biar nggak ada ibu-ibu yang mau ngenalin anaknya sama dia..",
"Owalah.., ada yang mau jadiin Kinara menantu?",
"Hmm.., di rumah sakit tadi..",
"Pantesan, langsung beli cincin..
"Iya-iya, mommy tau..
Mommy sama Dad juga belum ngasih apa-apa sama kalian. Dad mau beliin rumah..",
"Javas diusir dari rumah?",
"Ya nggak gitu sayang..,
Hitung-hitung biaya nikahnya diganti sama rumah.., gitu kata Dad. Kalopun kamu masih tetep pengen tinggal disini, ya nggak apa-apa. Mom sama dad malah seneng..",
"Hmmm gitu ya.., tapi Dad belum ngomong apa-apa..",
"Ya nanti dibahas lagi..
Ini Dad kenapa lama banget nggak turun-turun..",
"Tuyulnya ngambek..?"
"Hehehe iya.., tadi abis mommy tegur. Dia ngambek, terus ngadu sama Daddy..",
"Tuh dia.., manja banget , minta digendong segala..",
__ADS_1
"Ssssttt..udah ya jangan digoda. Nanti tambah ngambek adik kamu..",
Ternyata benar omongan Aira. Jaz yang sedang ngambek, benar-benar merajuk. Dia menangis tanpa sebab. Ini adalah efek dari tidur siangnya tadi yang diusik oleh Aira. Jaz ditenangkan oleh Dad Rendra.
"Loh Vas.., pake mobil sendiri?",
"Iya mom..",
"Kenapa kita nggak semobil..? Malam ini pake mobil sprinter kan muat banyak..",
"Javas pengen naik mobil sendiri.",
"Udah nggak apa-apa sayang.., palingan Javas juga pengen berduaan sama istrinya..",
"Kak dokter sama kak Vas ikut dimobil ini aja.., nggak boleh pake mobil itu..." teriak Jaz tiba-tiba.
"Jaz pengen ikut sama kakak? yuk..kak Kina gendong ya..?"
"Nggak mau.., Kak dok sama kak Javas naik mobil ini aja..",
"Nggak.., kak Javas pengen naik mobil sendiri, kalo kamu mau ikut, ya ayo tuh digendong sama kak dok..",
"Enggak mau.., kak Vas sama kak dok kesini..",
Jaz kembali menangis.
"Mas.., ngalah aja ya. Kan masih muat disitu..",
Kina mencoba membujuk Javas.
"Kamu mau disitu? ya udah, aku sendiri aja..",jawab Javas.
"Kina nggak tega liat Jaz nangis kayak gitu.."
"Dia kayak gitu karena ngambek sama mommy.."
"Oh gitu..",
"Jadi, mau disana apa disini nemenin aku?", tanya Javas.
"Iya.., Kina sama mas..",
"Ayo masuk..",
Javas membukakan pintu mobilnya untuk istrinya. Lagi-lagi jantung Kina dibuat berdetak kencang oleh perlakuan manis Javas kepadanya.
__ADS_1