Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
No title


__ADS_3

Kai akhirnya resmi mempersunting Chelsea tepat pada pukul 08.30. Kai lantang mengucapkan ijab qobul dengan sekali helaan nafas. Uang tunai senilai 999.999.999 menjadi mahar pernikahan. Entah apa filosofinya.


Akad nikah memang hanya dihadiri oleh keluarga inti serta kerabat dekat saja. Oh, ada beberapa undangan bagi klien penting mereka yang ikut menyaksikan janji sehidup semati Kai dan Sea.


"Selamat ya adikku sayang.., semoga menjadi keluarga bahagia..",


"Terima kasih kak Sha..",


"Cepet nyusul kak...", ucap Kai.


"Iya doain aja ya..,


tuh ada mantan, nggak mau balikan..",


"Ih.., apaan sih.. nggak..",


Memang ada Bian dan keluarganya yang turut hadir, namun keadaannya sudah berbeda. Bian bukan lagi pasangannya. Malahan, Bian terlihat dekat dengan Gladys, kakak sepupunya. Sharen tidak ingin ambil pusing.


"Halo Sha.., apa kabar..?",


"Baik kak..",jawabnya.


Sharen mencoba bersikap ramah pada Bian, meskipun sebenarnya dia sudah tidak ingin berbicara dengan mantan kekasihnya. Tidak ada dendam, hanya saja Sharen tidak ingin membuka luka lamanya. Perpisahannya dengan Bian memang menyisakan kekecewaan bagi dirinya. Namun, tidak ada dendam di hatinya.


"Kapan pulang dari liburan..?",


"Udah lumayan lama..


Sha permisi dulu kak..", pamitnya. Namun, tangannya langsung dicegah oleh Bian.


"Sha..tunggu kakak mau ngomong..",


"Ngomong apa? kita udah selesai kan kak?",


"Justru itu, kita udah selesai. Jadi kakak mau ngomong sama kamu..",


"Tentang..?",


"Aku sama Gladys..",


"Ada apa dengan kalian..?",


"Hubunganku sama Gladys udah naik tingkat, dari sahabat jadi dekat.., kamu ngerti kan maksudnya..?",


"Kalian pacaran..?", tanya Sharen memperjelas maksud Bian.


"Iya Sha, baru beberapa Minggu belakangan ini..",


"Iya kak.., selamat ya semoga bisa sampai ke pelaminan, kayak Kai sama Sea.."

__ADS_1


"Tapi, sebelum kita putus aku sama dia emang cuma sahabat Sha.., nggak lebih..",


"Iya.., nggak usah dijelasin, Sha ngerti kak..", senyum Sharen kecut.


"Aku cuma nggak mau kalo kamu jadi salah paham, apalagi kamu sama Gladys, sepupu..",


"Nggak kok.., Sha ngerti. Perasaan nggak bisa dipaksakan, hati nggak bisa dibohongi.., kak Bian mungkin udah naruh rasa sama kak Gladys, tapi baru sadar aja. Udah ya kak, nggak usah dibahas lagi.. Sha tunggu kabar baiknya..", Sharen segera menjauh dari Bian. Dia menjaga agar kakak sepupunya tidak salah paham dengannya.


Bagaimana perasaan Sharen? Sedih, kecewa? Bukan. Dia justru sangat lega mendengar kejujuran Bian yang tidak menutupi hubungannya dengan Gladys.


"Ngobrol sama kak Bian? kenapa kak? are you okay?", tanya Rai.


"Ok..",


"Laki-laki kayak Bian banyak, nanti Rai kenalin deh sama temen-temen Rai kak..",


"Kakak emang jomblo, tapi nggak mau juga cepet-cepet punya pacar..",


"Kenapa? belum move on..?",


"Udah, apalagi sekarang udah tau kalo Kak Bian udah sama kak Gladys..",


"Mereka beneran pacaran?",


"Iya..",


"No problem, kan kakak sama kak Bian baru pacaran..",


"Hmmm.., iya deh..


Kak tolong jagain Oma bentar bisa nggak? Rai mau ngajakin Nisa naik ke venue.., mau foto bareng..",


"Nasib jomblo tuh kayak gini ya.., nasib...nasib...",


"Please...",


"Iya iya sayang..", Sharen menjepit gemas hidung Rai.


Rai adalah adik kesayangan Sharen, setelah Jaz tentunya. Bukan berarti Sharen tidak sayang pada Javas, tapi sikap Javas yang terkadang galak membuat Sharen anti mencari gara-gara pada adiknya.


Kehadiran Kinara tentunya menjawab semua rasa penasaran kerabat yang belum berkesempatan bertemu dengan istri Javas. Beberapa kali mereka tertangkap sedang memperhatikan Kina yang duduk disamping Javas.


Keluarga Rendra memang aktor utama dalam klan keluarga besarnya. Ya, penyebabnya adalah karena memang garis keturunan Rendra lah yang menjadi pewaris utama Prime Grup. Dan, Javaslah generasi penerus ke 3 yang akan memimpin perusahaan.


"Nggak usah salting kalo ada yang merhatiin, mungkin mereka belum pernah ketemu sama kamu. Waktu di rumah kakek, nggak semuanya yang bisa dateng. Pas kemarin di rumahnya Bunda Fafa juga ada yang belum dateng, jadi baru bisa liat kamu pas disini..",


"Iya mas.., cuma rada gimana gitu kalo ada yang ngeliatin..",


"Mungkin karena kamu terlalu cantik..",

__ADS_1


"Makasih udah dipuji..",


"Sama-sama..


sayangnya nggak gratis..",


"Maksudnya?",


"Siap-siap nanti malem ya..",


Kinara menatap suaminya dengan tajam. Bukannya takut, tapi itu terlihat sangat menggemaskan bagi Javas.


"Tangannya gimana mas? masih sakit..?",


"Nggak.., kan udah mas bilang tadi..",


"Mommy sih iseng bilang gitu..",


"Kalo aku nyakitin kamu, berarti Jaz udah pasti turun tangan..",


"Mas mau nyakitin Kina?",


"Jangan sampai sayang..",


"Kok bilang gitu tadi?",


"Nggak.., gini loh maksudnya. Kan mommy bilangnya aku gigit kamu, terus Jaz bales gigit mas.., jadi Jaz nggak akan biarin kamu disakitin sama mas, paham maksudnya kan?"


"Iya mas..


Mas kita dipanggil buat foto..",


Lagi-lagi dengan bergandengan tangan, Javas dan Kinara naik ke atas panggung untuk berfoto bersama dengan pengantin.


"Selamat ya Chels...",


"Makasih kak Kina..",


Sebenernya mau nyampe di resepsi, tapi udah ngantuk, hehe.


Sebagai gantinya dikasih fotonya mas Javas sama Kina



Garang kan yak mukanya...



Si cantik baik hati, yang selalu senyum..

__ADS_1


__ADS_2