
"Mom..Dad..,
kalo di depan Kina nggak usah bahas masalah Kak Sha lagi ya.."
"Kenapa..?",
"Nanti ujung-ujungnya Javas yang kena..
disindir-sindir terus sama Istri Javas..",
"Namanya juga perempuan, kamu buat kesalahan, pasti bakalan diinget seumur hidup. Kamu ngomong satu kata, mereka balas satu kalimat. Udah hukum alam..", jawab Daddy.
Mommy memandang tajam ke arah suaminya, namun mommy langsung tersenyum.
"Iya kan sayang..?", tanya Daddy.
"He'em..., ada bentol dikit dibadan suami aja pasti tau, apalagi kalo boong. Insting istri itu kuat Vas..",
"Javas lagi bahas Kinara, bukan mommy sama Daddy..",
"Kayaknya semenjak hamil, Kinara jadi galak ya Vas..?",
"Iya mom.., Javas aja bingung.
Dia sensitif banget..",
"Kamu buatnya pas lagi marahan apa gimana?", tanya Mommy.
"Nggak mom..
adem ayem aja waktu itu..",
"Kamu juga dibuatnya pas Dad sama Mom lagi berantem. Makanya kamu tuh keras banget wataknya..",
"Mas....", Mommy malu-malu mencubit suaminya.
Javas melihatnya dengan pandangan risih. Geli rasanya dengan kemesraan kedua orang tuanya. Bukan apa-apa, Javas hanya takut jika dia kembali mempunyai adik bayi. Apalagi sekarang, Mommy dan Daddy on the way mempunya 3 cucu.
"Udah-udah, malah Javas disuruh nonton kemesraan Mom sama Daddy..,
__ADS_1
Yang Javas bahas itu kak Sharen sama Kinara..",
"Sebenernya Mommy itu juga masih nggak rela aja. Mommy masih marah sama Nathan, seenaknya aja dia ninggalin kakak kamu gitu aja. Sekarang tiba-tiba balik, minta maaf sama kakak kamu..",
"Ya mau gimana sih Mom, sekarang juga udah ada keponakan Javas di perutnya kak Sha. Anaknya kan butuh bapaknya...",
"Emang dasarnya kakak kamu juga yang kecintaan sama Nathan...", ucap Mommy kesal.
"Nathan emang suaminya, masa iya mau cinta sama suami orang. Kayak mommy nggak kecintaan aja sama Daddy..",
"Kenapa kamu tiba-tiba belain Nathan?",
"Bukan belain Mom, tapi Javas juga dulu juga pernah diposisi Nathan..
rasanya nggak enak Mom...",
"Alah.., yang namanya laki-laki tuh sama aja..
Dad juga tumben anteng aja..",
"Orang itu menantu kebanggan Daddy kok mom, iya kan?",
lagian emang kita mau gimana? nyuruh kakak kamu pisah?masa iya kak Sha jadi janda.., anaknya gimana?
kecuali, kakak kamu yang mau. Daddy sih nggak akan larang..",
"Mana mungkin Sha mau, sekarang aja udah berduaan sama Nathan kok, paling juga udah mesra lagi..",ucap Mommy.
"Ya udah Mom..Dad.., kita ikutin kemauan kak Sharen aja, maunya kayak gimana??",
"Hmmm.., ya kalo dipikir-pikir sayang juga sih Vas kalo kakak kamu sampe pisah, sia-sia nanti Daddy ngeluarin milyaran buat acara nikahan mereka..",
"Daddy..., bisa-bisanya bilang gitu..", ucap Mommy kesal.
"Ya kan mau gimana?
iya kan tapi??",
"Iya sih bener ya mas..",
__ADS_1
Javas menepok jidatnya melihat kelakukan random kedua orang tuanya. Ya, mereka memang sedang membicarakan hal serius, tapi dengan suasana santai. Jadi, begitulah.., sepertinya Mommy dan Daddy juga tidak ambil pusing. Mereka berdua juga terlihat sangat lega.
"Mommy jadi balik hotel..?",
"Jadi.., kan ngambil bajunya Daddy, sekalian mau nengok Oma..,
kamu juga jadi nganter Kina ke hotel?",
"Iya mom..biar dia istirahat di kamar.
Sekalian check out aja deh, Javas udah minta kamar di hotel..",
"Kita sehotel..?",
"Iya mom..,
Mommy ikut Javas ya, abis itu kita bisa bareng ke hotelny..",
"Oke..",
"Dad nggak apa-apa? jagain Zee sama Jaz sendirian?",
"Nggak apa-apa, ada mbak sus juga..", jawab Dad..",
"Tuh..,liat bener kan kata Mommy? udah baikan mereka..", ucap Mommy ketika melihat putrinya dari berlawanan arah, sedang bergandengan tangan dengan suaminya. Nathan dan Sharen berkunjung ke rumah sakit.
"Mom.., udah ya jangan dibahas lagi, kita masuk. Jangan sampai nanti ujung-ujungnya Javas yang kena.
Mommy menyengir.
"Kak Sha keliatan seger ya Mom.., cantik banget...",
"Iya.., kan udah baikan sama suaminya...",
"Udah..katanya nggak usah di bahas Vas..?", timpal Daddy.
Dari kejauhan, Sharen tersenyum melihat keluarganya.
"Mom..Dad...", sapanya.
__ADS_1