
Hari ini adalah dimana hari Javas akan diperkenalkan sebagai pengganti Dad Rendra. Terlalu cepat memang, tapi hanya sebuah perkenalan. Kedepannya nanti, Javas masih harus belajar banyak. Rendra pun tidak akan melepas putra keduanya begitu saja. Tentunya, akan dibawah pengawasannya.
Seperti biasa, Javas selalu menjadi penghuni rumah yang terakhir tiba di ruang makan. Tidak seperti hari-hari sebelumnya, yang hanya memakai kaos oblong. Kali ini, lumayan rapi, menggunakan kemeja warna putih fit body yang mencetak dadanya yang senderable, serta celana pendek warna cream dengan beralaskan sepatu sneakers senada dengan kemaja putihnya. Javas keliatan sangat tampan. Sayangnya, penampilan kerennya mendapatkan kritikkan dari kakak perempuannya yang memang berprofesi seorang model.
"Kok penampilan kamu kayak gitu?",
"Gitu gimana? aneh ya? tuh kan.., Javas kan udah bilang, Javas emang nggak cocok kerja kantoran...",
"Anak mommy ganteng kok, nggak ada yang salah sama penampilan Javas..",
"Emang nggak ada yang salah.., tapi kamu kan mau dikenalin Dad sebagai pemimpin Prime.., nggak bisa ya pake jas gitu.., pake celana, yang rapi gitu loh Vas..",
"Javas nggak punya jas..",jawabnya cuek.
"Bohong banget, kakak tau dilemari kamu ada jasnya..",
"Jaz? tuh ada disitu lagi makan..",
"Dibilangin malah kayak gitu..", ucap Sharen cemberut
"Kenapa pagi-pagi kalian pada ribut sih.., udah cepetan makannya. Nggak apa-apa adik kamu pake celana pendek kayak gitu Sha.., kan cuma dikenalin aja.., Dad aja sama.., cuma pake celana pendek sama kaos polo kayak gini..",
"Yah..., Dad...., Sha saltum dong. Sha udah rapi kayak gini..", ungkapnya.
Sharen memang menggunakan setelan ala kantornya, kemeja warna merah ala Korea dengan tali dibagian leher, serta bawahan rok span press body.., dengan sepatu hak tingginya. Jika dilihat, penampilannya pagi itu sudah mirip dengan secretary Kim. Persis dengan rambut pirangnya yang dia kuncir kuda.
"Emangnya kenapa? anak mom cantik kok.., nggak apa-apa.., nggak saltum sayang..",
"Tau gitu, Sha cuma pake celana jeans sama kemeja biasa..",
"Anak mommy cantik.., pasti nanti dikirimin bunga sama secret admirernya..",
"Nah iya.., itu belum ketemu juga orangnya, Queen?",
"Nggak tau, pusing. Biarin ajalah mau dikirimin bunga, coklat, makanan, sekalian aja nanti dikirimin seserahan ke rumah..biar sekalian nikah..",
"Alah gaya, nanti tau-tau..secret admirernya itu orangnya botak, gendut.., udah tuwir baru nyahok..",
"Nggak mungkin lah..",
"Udah dibilang palingan Nathan juga tau siapa dia, atau jangan-jangan malahan Nathan sendiri penggemar rahasia nya.."
"Ngawur..",
Pagi itu, anggota keluarga Rendra Perdana pergi meninggalkan rumah. Mereka berlima menggunakan tiga mobil berbeda. Aira pergi mengantarkan Jaz sekolah, Rendra dan Sharen berangkat ke Prime grup bersama-sama, sedangkan Javas menuju ke kantor Prime grup menggunakan mobil Porsche merah miliknya.
"Nanti Aira nyusul sama Jaz ke kantor ya mas.., mau dibawain makan siang sekalian?", tanyanya pada sang suami.
"Nggak usah sayang, kita makan siang diluar aja nanti..",
"Oke.., kalo gitu Aira pergi dulu..
Assalamualaikum..", pamitnya pada Rendra.
__ADS_1
"Waalaikumsalam..",
"Dad, Jaz sekolah dulu ya..",
"Yang pinter ya anak Daddy, biar nanti bisa jadi presiden kayak kak Javas.."
"Oke dad.., see you..
Assalamualaikum..",
"Waalaikumsalam..",
Aira dan Jaz naik ke mobil Alphard baru milik Jaz . Tidak ketinggalan sus Sri yang ikut mendampingi Aira.
Jaz yang manja kepada Aira, terlihat sedang berbisik mengatakan sesuatu kepada mommynya.
"Oh ya..?",
Aira setengah terkejut, namun langsung menetralkan ekspresinya.
"Iya mom.., coba deh nanti tanya..",
"Iya sayang, nanti mommy tanya ya.."
"Mommy pernah masakin dad?",
"Pernah dong..,tiap hari malahan.."
"Masakin?",
"Iya..,"
"Oke sayang.., nanti mommy masakin..",
Sebelum masuk ke dalam ruangan kelasnya, Jaz pamit kepada mommynya.
"Masuk dulu ya mommy..",
"Oke sayang, belajar yang rajin. Mom tunggu disini sama mbak Sus, habis ini kita ke kantornya Dad ya..",
"Oke mom..",
Aira dan Sus Sri duduk, di tempat yang sudah disediakan oleh sekolah untuk menunggu anak-anak ketika mereka belajar. Suasana cukup tenang karena kebetulan hari itu tidak banyak wali murid yang menunggui anaknya sekolah.
"Sus.., bener ya kata Jaz? katanya yang buatin Javas mie rebus kemarin itu, dokter Kinara?",
Sus Sri kaget, matanya melotot karena tiba-tiba Aira menanyakan sesuatu yang sebenarnya sudah berusaha dia tutupi.
"Hmmm.., hehehe..iya buk..",
"Oh.., kok bisa?",
"Jadi katanya waktu itu mas Javas kan mau bikin mie, nah mbak Kina kebetulan mau ambil air minum. Pas mau balik, airnya mendidih.., mas Javasnya baru terima telepon. Ya udah, mbak Kina nerusin bikin mienya.., mas Javasnya nggak balik-balik Buk..",
__ADS_1
"Gitu..?",
"Mas Javas waktu itu ngucapin terima kasih waktu saya sama mbak Kina di halaman belakang main sama Jaz. Makanya saya langsung tanya mbak Kina.., terus dia cerita. Kalo nggak gitu, mungkin mbak Kina juga nggak akan cerita sama saya buk..",
"Oh jadi sus taunya dari situ?",
"Iya..,jangan marah sama mbak Kina ya buk. Katanya dia kasian, karena perutnya mas Javas udah bunyi, krucuk-krucuk gitu..",
"Sampe bunyi sus?",
"Iya buk..",
"Kasian..",
"Buk kata mbak Kina kan ini hal sepele, jangan bilang sama yang lain ya buk.., nanti dikiranya saya yang ngomong sama ibuk..",
"Iya nggak apa-apa mbak..",
"Ibuk pasti mikir kalo mas Javas sama mbak Kina ada hubungan ya, sebelum tau cerita dari saya..",
"Iya.., agak kaget sih sus.., tapi saya tau Javas seperti apa. Dia setia sama Mine..",
"Tapi, jodoh kan nggak ada yang tau ya buk..,
misalkan jodohnya mas Javas itu mbak Kina, ibuk setuju?",
"Gimana ya sus, saya sama ibunya Mine itu udah sahabatan dari lama, Daddynya Javas sama papahnya Yasmine juga udah temenan dari lama..",
"Iya sih buk..",
"Kalo memang jodohnya Javas itu perempuan lain, dan bukan Mine ya nggak apa-apa sebenarnya, asalkan Javas sama Mine itu putusnya baik-baik.., bukan karena selingkuh atau semacemnya sus..",
"Buk maaf ya.., saya tanyanya nggak jelas kayak gini..."
"Iya nggak apa-apa..",
"Tadi aja bajunya mbak Kinara samaan sama mas Javas kan buk, sama-sama putih. Padahal nggak janjian, jangan-jangan jodoh..",
"Sus bisa aja..",
"Beda warna celananya aja Buk..",
"Iyalah terserah sus ajalah.., siapapun jodoh Javas, semoga itu yang terbaik, yang paling penting anak saya bahagia..",
"Aamiin..
Buk tolong nanti Eljaz dibilangin biar nggak godain mas Javas ya, kasian nanti mbak Kina pasti malu..",
"Nanti saya bilangin sus..",
Sus Sri kira Jaz tidak mendengar obrolannya bersama dokter Kinara. Tapi, untungnya anak asuhnya mengadu pada Aira, bukan kepada Sharen , Rendra atau paling parahnya menggoda kakaknya. Mulai sekarang Sus Sri harus ekstra hati-hati jika berbicara hal yang menyangkut urusan orang dewasa. Jaz boleh saja bermain, tapi soal telinga pendengarannya tetap tajam.
( sabar ya, alurnya Lambat, cuma 1000an bisanya sampe 2000an, ini author update aja dulu, itung2 buat nemenin liburan, daripada makan terus, mending baca novel..)
__ADS_1