Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Satu Bulan


__ADS_3

Javas dan Kina berjalan beriringan mendekati Mine. Sebenarnya ada perasaan tidak rela di dalam hatinya, tapi Kina sudah membuat sikap. Semoga keputusannya untuk mengizinkan Javas untuk bertemu dengan Mine adalah keputusan yang tepat.


"Mine...", ucap Javas.


Gadis itu mendongak ketika namanya disebut oleh suara yang sudah lama tidak Mine dengar.


"Kak Javas...",


Javas melempar senyumnya.


"Kak....",


Mine berdiri dari duduknya, lalu memeluk Javas.


"Mine kangen sama kakak,


kenapa kemarin nggak ikut jenguk..",


Hati Kina mendingin. Melihat suaminya berpelukan dengan mantan kekasihnya, ternyata mampu membuatnya cemburu seperti ini. Mencoba berbesar hati ternyata berat.


Perlahan, Javas melepas pelukan Mine. Javas menuntun Mine untuk kembali duduk di kursi rodanya.


"Kamu duduk ya..",


"Kak Javas.., Mine sakit kak...",


"Iya..kakak tau...",


"Maaf karena udah bohong sama kakak..",


"Iya..kakak juga tau..",


Sharen melihat adik iparnya, yang terlihat tersenyum. Namun, Sharen sudah bisa memastikan jika senyuman Kina adalah sebuah kepalsuan untuk menutupi kesedihannya.


"Mine...", ucap Sharen.


"Kak Sharen....",


"Kemarin kakak jenguk kamu sama dokter Kinara , tapi kamu lagi istirahat..",


"Iya kak.., Mine capek...",


"Mine..kamu inget kan sama dokter Kinara...",ucap Sharen yang memang hendak mengenalkan Kina sebagai adik iparnya. Tante Farah dan Nathan langsung memandang ke arah Sharen. Namun, sayangnya nyali gadis itu sama sekali tidak ciut.


"Iya inget kak.., makasih ya dok...",


"Sama-sama mbak..",ucap Kina.


"Mine.., sekarang dokter Kinara udah jadi....", belum sempat Sharen menyelesaikan ucapannya, tapi sudah di sahut oleh Kinara.


"Saya sekarang udah jadi tim dokter yang ikut menangani mbak Mine disini...", ucapnya berbohong. Sontak, ucapan Kinara tersebut membuat Sharen, Tante Farah, Nathan dan tak terkecuali Javas menjadi kaget.


"Oh iya..? makasih ya dok..",


"Sama-sama...",

__ADS_1


"Na..ini nggak bener Na...", ucap Sharen.


Nathan mendekati Sharen lalu menggandeng gadis itu menjauh.


"Sha.., kita harus bicara...",


Sharen sempat menolak, tapi cengkeraman di lengannya cukup kuat, sehingga membuat gadis itu akhirnya pasrah mengikuti Nathan untuk menjauh dari Mine.


"Nath.., sakit....., lepasin...",


Nathan melepaskan tangannya. Wajahnya terlihat menyesal ketika dia menyadari jika baru saja dia menyakiti Sharen.


"Maaf ya Sha.., sakit ya..maaf Sha...", ucapnya dengan meniup-niup lengan Sharen yang terlihat memerah.


Sharen memegangi lengannya dengan memundurkan posisinya, sedikit memberikan jarak dengan Nathan.


"Kamu jahat Nath...",


"Iya sayang..maaf...",


"Jangan bilang sayang..aku geli dengernya...",


"Aku tau kamu marah, aku tau kamu kecewa. Tapi, aku juga nggak tau kenapa mama bisa punya pikiran kayak gitu Sha.., aku nggak tau...",


"Seharusnya kamu biarin aku buat ngomong yang sebenarnya sama Mine. Ini pahit, tapi dia juga harus tau...",


"Maaf Sha.., tapi aku jadi nggak tega tadi. Kamu liat sendiri wajah Mine, dia langsung ceria begitu lihat Javas...",


"Kamu cuma mikirin Mine aja? gimana sama Kina? kamu tau nggak tadi wajahnya. Dia senyum, tapi hatinya nangis..",


Sharen menggeleng.


"Sayangnya aku nggak percaya sama kamu lagi Nath. Aku baru sadar, kamu deketin aku cuma pengen jadiin aku Luna jilid 2 kan? Kamu pengen Javas sama Mine, tapi kalo Javas menjauh dari Mine, apa yang kamu lakuin? menjauh dari aku? atau kamu malah mau nyakitin aku Nath? gitu maksudnya?",


"Harus dengan cara apalagi sih Sha, buat aku buktiin sama kamu, kalo aku ini beneran sayang sama kamu? aku cinta sama kamu..? kamu mau pembuktian seperti apalagi?',


"Builshit semua Nath.., aku nggak percaya kamu lagi. Disaat aku udah coba menerima kamu, kenapa jadi kayak gini? kenapa Nath...??", ucapnya dengan emosional. Dan, Sharen ternyata gagal membendung air matanya.


"Kita bisa coba Sha.., ya? kita mulai Sha..", ucapnya dengan memeluk Sharen. Dan, ternyata gadis itu sama sekali tidak menolaknya.


Tidak lama, Sharen melepas pelukan Nathan.


"Ini pelukan terakhir kita Nath, aku nggak mau kenal kamu lagi.., jangan deketin atau hubungi aku lagi. Udah cukup sampe disini, aku nggak mau sakit hati karena kamu..", ucap nya dengan menyeka air matanya. Sharen pergi meninggalkan Nathan.


"Kenapa kamu tega Sha? kenapa nggak percaya sama aku..?", ucap Nathan.


Namun, sayangnya tanpa sedikitpun Sharen berbalik badan. Hanya bahunya yang terlihat bergetar sepertinya kembali menangis.


Sharen menyeka air matanya, ketika dia mendekati Kina yang sedang mengamati Javas dan Mine. Mereka berdua melihat Javas dan Mine dari kejauhan.


"Kenapa kamu lakuin ini Na..?",


Kina menurunkan pandangannya.


"Kenapa Na? nggak seharusnya kamu kayak tadi. Padahal kakak udah mau kenalin kamu sebagai istrinya Javas.

__ADS_1


"Kamu ikhlas Javas buat Mine..?"


Kinara menggeleng.


"Kenapa?", tanya Sharen.


Bukannya jawaban, Kina justru langsung memeluk erat Sharen dan menangis sejadi-jadinya di dalam dekapan kakak iparnya.


"Nangis Na.., nangis sepuas kamu. Kakak ngerti perasaan kamu..",


"Hu..u...u....u....u...u...",


Sharen membiarkan adik iparnya menangis, hanya usapan yang dia berikan untuk merespon Kina.


"Ternyata ini tujuan kamu yang sebenarnya Nath untuk deketin aku? kamu mau jadiin aku seperti Luna? Kamu nyakitin aku, kalo Javas nyakitin Mine? gitu Nath? kamu jahat...", ucapnya dalam hati ketika dia melihat Nathan yang menghampiri Javas dan juga Mine.


Sharen mendengar alasan dari mulut Kina jika dia memang tidak tega pada Mine. Hati Kina memang lembut, tapi tidak seharusnya dia meminjamkan suaminya kepada perempuan lain.


"Iya..kalo nanti Mine meninggal, kalo ternyata Mine panjang umur? kalo nanti dia sembuh..? kamu gimana?", ucapnya sedikit nyelekit ketika Kina sudah mulai tenang.


"Kina nggak tau mbak.., semuanya tergantung mas Javas..",


"Rebut lagi Na.., itu milik kamu...


ibarat Javas rumah, kamu punya sertifikatnya. Kamu bisa usir siapa aja yang nempatin rumah kamu, karena itu memang milik kamu..",


Kinara hanya mengangguk diam.


Mereka berdua pulang bersama tanpa Javas.


Kinara menunggu kepulangan Javas di dalam kamar. Javas pulang ketika jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam.


"Sayang...", ucap Javas yang melihat istrinya duduk di bibir ranjang.


"Mas..", ucap Kinara yang langsung menyambut kedatangan suaminya dengan pelukan.


"Kenapa kamu lakuin itu?",


"Na nggak tega mas.., mata mbak Mine berbinar setelah liat mas. Kayak ada harapan hidup saat dia liat mas..",


"Nggak seharusnya kayak gitu sayang...",


"Iya.., Kina tau mas.., tapi Kina nggak tega...",


"Mas terjebak sayang..,


Mine minta mas buat datang besok, dia ada tindakan...",


"Mas ke rumah sakit, Kina temenin...",


"Tapi Na...",


"Na cuma kasih waktu mas sebulan aja. Setelah itu, kita jujur sama mbak Mine kalo kita ini suami istri. Mas suami Kina.., kina ini istri mas..",


Javas memeluk erat Kina dan mengecup keningnya.

__ADS_1


"Terbuat dari apa hati kamu Na..., mas beruntung punya istri kamu..", ucapnya.


__ADS_2