
Eljaz tidak mau meninggalkan Aira meskipun hanya satu detik, bahkan dia mogok sekolah. Meskipun sudah dijanjikan jika sepulang sekolah, dia akan diantarkan kembali ke rumah sakit. Jaz tetap pada keinginannya.
"Jaz pengen disini Dad.., nggak mau ninggalin mommy..",
"Jaz udah dua hari nggak sekolah. Udah ditanyain sama Miss..",
"Nggak mau.., Jaz tetep disini...",
"Tapi, hari ini terakhir bolos ya. Besok Jaz harus sekolah....oke Jaz..?",
"Iya Moma...",
Meskipun Eljaz selalu dimanja. Tapi, Sharen sudah menerapkan disiplin untuk adiknya. Membiarkan Jaz untuk tetap bersama mommynya sepertinya menjadi support system yang bisa membantu Aira mempercepat masa pemulihannya.
"Kalo gitu, Sha pulang dulu Dad.., baju ganti Sharen udah nggak ada. Abis itu mau langsung ke kantor..",
"Iya hati-hati.."
"Mom.., Sha pergi dulu ya. I love you, mom..",
"Take care..", jawab Aira dengan suara lirihnya.
"Jaz nggak boleh nakal, jagain mommy. Oke..",
"Oke Moma..",
Jaz bukan orang yang menyebabkan Aira mengalami koma. Nyawa Jaz juga terancam ketika Aira jatuh saat dirinya masih berada di perut Mommynya sehingga membuatnya dilahirkan beberapa jam lebih cepat dari waktu yang sudah direncanakan. Jaz bukan hanya anak bungsu, tapi dia adalah obat dari segala obat.
Meskipun berada di ruangan yang sama, namun belum ada komunikasi yang berarti dari Rendra ataupun Javas. Tapi, dari wajah Javas tidak ada lagi pandangan tajam atau sinis kepada Daddy Rendra seperti sebelumnya saat Mommy Aira masih koma.
Javas tergelitik, melihat Jaz yang tengah asyik berbicara dengan lirih. Jaz yang tiduran disamping mommynya terlihat menunjukkan buku yang dia baca . Javas akhirnya mendekat, karena penasaran. Buku apa yang dibaca oleh Jaz, sehingga membuat mommynya tersenyum sedari tadi.
"Jaz.., itu gambar kancil sama buaya ya? kamu bacain mommy buku cerita?",
"Iya.., kenapa?",
"Heh.., tuyul. Kamu kira mommy itu anak kecil? harusnya kamu yang dibacain buku cerita, bukan mommy..",
"Kan biar mommy nggak bosen disini..",
"Pantesan mommy daritadi senyam senyum.., ternyata anaknya lagi ngelawak..",
"Vas.., biarin...", ucap Aira.
"Oke-oke mom.., mungkin Jaz lagi belajar membaca..",
"Jaz udah bisa baca..!!!",
"Iya-iya..percaya kok..",
"Kak Vas mau dibacain buku cerita juga? Jaz masih punya banyak, kemarin dibawain sama Mbak sus..",
"No..., kak Javas udah gede..!!",
Aira dan Rendra saling menatap dengan melemparkan senyuman ketika melihat interaksi kedua putranya. Ini adalah sebuah pemandangan sekaligus moment yang sangat langka. Javas terlihat menggoda Jaz.
Kebahagiaan Sharen terasa lengkap. Mommynya baru saja sadar, dan hari ini kekasihnya Bian, akan tiba di Indonesia. Sore ini, Sharen menjemput Bian di Bandara.
"Lama nunggunya?",
"Lumayan..",
"Miss you, baby...", ucapnya memeluk Sharen.
"Miss you too, sayang..",
"Gimana sama Tante..?",
"Semakin membaik.., masih dalam pengawasan dokter..",
"Kita langsung kerumah.., udah ditungguin papi mami..",
"Capek ya?",
"Tadi capek banget, tapi ilang setelah ketemu kamu..",
__ADS_1
"Gombal ih..",
"Serius.., kakak kangen banget..",
"Makanya jangan LDR..",
"Sebentar lagi wisuda sayang, sabar ya..",
"Hmmmm.., always..",
Mereka berdua akhirnya sampai di rumah Bian. Kedatangan mereka sudah ditunggu oleh Papi dan Mami Bian. Sebuah makan malam sebagai penyambutan atas kepulangan Bian sudah disiapkan.
"Mi.., Pi..",
"Bi.., akhirnya pulang juga nak..",
"Sehat Pi..?",
"Alhamdulillah.., sehat..",
"Sha.., gimana keadaan Aira?", tanya Ernest menyapa calon menantunya dengan cipika cipiki.
" Alhamdulillah, keadaan mommy membaik Tante.., tapi masih ekstra pengawasan dari dokter..",
"Belum boleh dijenguk ya?",
"Sementara cuma keluarga inti saja yang bisa jenguk.., Oma, Kakek sama keluarga yang lainnya juga belum diperkenankan. Biar mommy istirahat dulu Tante. Mungkin nanti setelah dipindah di ruang rawat biasa baru bisa dijenguk..",
"Kabari kalo sudah boleh dijenguk ya Sha..",
"Iya Tante..",
"Tante mau permisi dulu Sha.., mau siapin makan malamnya dulu..",
"Sha bantu ya Tan.."
"Nggak usah.., udah ada Maid yang bantu..",
"Oh.., iya udah Tante..",
"Nunggu disini, nggak apa-apa? Kakak mau ke kamar dulu..",
"Apa mau ikut ke kamar?",
"Ngapain?",
"Mandiin, atau nyiapin baju gitu..",
"Ih.., apaan sih sayang..",
"Hahaha.., mukanya langsung merah.., cantik banget sih kalo kayak gitu, gemes jadinya..", ucapnya dengan mencuri satu ciuman pada pipi Sharen.
"Ih.., kak Bian..apaan sih..", ucap Sharen malu-malu kucing.
Makan malam kali ini terasa istimewa bagi Fahmi dan juga Ernest. Anggota keluarganya dalam formasi lengkap. Bian putra pertamanya yang menempuh studi di luar negeri baru saja pulang. Sedangkan Luna, adik Bian yang memilih kuliah di salah satu perguruan tinggi di kota mereka. Tidak hanya didampingi oleh kedua putra putrinya. Namun, juga ada dua calon menantu, kekasih dari Bian dan Luna.
Sharen tidak menyangka, jika ada Nathan yang berada di halaman belakang, saat dia tiba di rumah Bian. Sharen memang masih marah dengan Nathan yang dianggapnya sudah lancang mencampuri urusan keluarganya. Sedangkan Nathan yang tersinggung dengan Sharen, memilih untuk tidak masuk bekerja. Tidak ada permintaan maaf dari keduanya. Sharen dan Nathan sama-sama merasa benar.
"Kak Nath, mau tambah lagi..?", tawar Luna pada Nathan, kekasihnya.
"Nggak makasih.., udah cukup Lun..",
Makan malam sudah selesai. Namun, mereka berenam masih berada di posisinya masing-masing.
"Kira-kira.., yang nikah.., Bian dulu apa Luna dulu?", tanya Fahmi membuka percakapan.
"Abang dulu lah Pi..",jawab Ernest.
"Iya Bi? udah siap..?",
"Tergantung calonnya Pi..", liriknya pada Sharen.
"Gimana Sha? Udah siap?",tanya Ernest.
"Hmmm.., siap nggak siap Tante. Mau diobrolin sama kak Bian dulu..",
__ADS_1
"Jangan lama-lama pacaran.., mendingan langsung nikah aja..", timpal Fahmi.
"Papi sama Mami nggak tanya Luna?", tanya Luna.
"Ngapain? adek kan perempuan. Ya.., tunggulah Nathan ngelamar...",jawab Ernest.
"Kak Nath, udah siap belum ngelamar Luna?", tanya Luna pada Nathan.
"Tunggu kamu lulus kuliah , nunggu Bang Bian nikah sama Sharen dulu, baru kita nikah.." elusnya pada rambut kekasihnya.
"Oke.., Luna ngebut skripsinya nih, biar cepat lulus..",
"Gitu dong..",
Sharen pulang dengan diantar oleh Bian. Mobil milik Sharen yang di gunakan untuk menjemputnya tadi dibiarkan berada di rumah. Bian tidak tega membiarkan Sharen menyetir seorang diri pada malam hari.
"Diantar ke rumah atau kerumah sakit?",
"Ke rumah sakit ..",
"Kakak juga belum bisa jenguk Tante?",
"Belum bisa.., udah kesepakatan sama Dad..",
"Ok..
Nggak capek sayang? seharian udah kerja..,jemput ke Bandara, malamnya harus ikut jagain Tante?",
"Nggak.., Sha kan tidurnya sama Jaz di kamar sebelah..",
"Yang jagain Tante, siapa?",
"Daddy..
Sebenarnya aku sama Javas juga maunya gantian. Tapi, kayaknya kalo malam waktunya Dad bisa deep talk sama Mom. Seharian, Jaz nempel sama Mom terus. Waktu buat Dad nggak ada..",
"Hmm.., mereka pasti kangen banget ya..",
"Pastinya.."
"Kalo kita LDRan, apa yang kamu kangenin dari aku..?",
"Semuanya.., aku butuh kakak di samping aku.., meskipun tiap saat kita komunikasi, video call sampe tengah malem meskipun kita roaming, tetep aja kurang..",
"Sabar sayang, bentar lagi nggak LDR..
Kita nikah ya?",
"Kalo boleh jujur, aku belum siap",
"Kenapa? masih ragu sama aku?",
"Bukan itu..Kak Bian tau nggak? 4 tahun ini adalah masa terberat buat aku.., tanggung jawabku besar, bebanku berat.., jalanku berliku. Aku capek kak.., hampir gila..",
"Yes, i know it, baby.."
"Tapi, ada Kak Bian yang selalu semangatin aku.., support systemnya aku, jadi aku bisa lewatin ini semua. Makasih banyak sayang..",
"You're welcome baby,
Jadi? kamu perlu waktu buat nikmatin masa muda kamu ? gitu maksudnya? ",
"Iya kak...",
"It's oke sayang.., kamu perlu berapa waktu? 6 bulan, 1 tahun, 2 tahun?",
"1 tahun.., aku mau liburan, pergi sama temen-temen, terima job pemotretan keluar kota. Aku mau mempersiapkan mental aku, sebelum kita memulai hidup baru.."
"Kakak akan nunggu kamu..",
"Kak Bi nggak keberatan..?",
"Sama sekali nggak..,1 tahun itu waktu yang singkat dibandingkan dengan sisa umur yang aku habiskan sama kamu nantinya..",
"Makasih sayang..",
__ADS_1
"Because i love you, baby..",
"I Love you, too..",