Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Sidang..


__ADS_3

Kinara bangun dari tidurnya. Saat membuka mata, hal yang dilihatnya adalah wajah tampan suaminya. Padahal mereka baru saja berselisih paham. Tapi sekarang? Mereka tidur dengan saling berpelukan. Daebak....!!!!


Kinara melepas tangannya yang dengan nakalnya melingkar di pinggang Javas. Kinara juga melepas paksa tangan Javas yang juga melingkar di pinggangnya. Sadar, ada sesuatu yang membuatnya langsung bangun.


"Ze....", ucapnya.


Kinara melihat ke tempat biasanya dimana Ze biasanya mereka letakkan. Ditengah-tengah antara dia dan Javas. Kinara sempat berpikir jika Ze tertindih, tapi rasanya tidak mungkin.


"Oh, dibox..", ucapnya.


Kinara memeriksa box bayi, tapi Ze tidak ada disana.


Kinara yang panik langsung membangunkan Javas.


"Mas..mas...",ucapnya dengan menggoyang-goyangkan badan Javas.


"Hmmm..",


"Mas..Ze ilang..",


"Ilang..? nggak..ada sana Surti...",


Kinara lantas keluar dari kamarnya, lalu mencari keberadaan Putranya yang sedang bersama Surti. Mengecek di kamar bayi, dan benar Ze ada disana.


"Ze..., sayang..


Mama kira kamu ilang nak...",


"Ada sama saya non..",


"Kok bisa..?",


"Tadi Papanya mau solat subuh, terus Ze nangis.., bos ganteng keluar kebetulan ada saya, ya sudah dikasih ke saya non..",


"Kenapa nggak bangunin Kina aja mbak Sur..?"


"Kata bos Javas, non Kina baru aja tidur abis nyusuin..",


"Oh..,gitu.


Makasih ya mbak Sur..",


"Sama-sama..",


Kinara sebelumnya memang bangun pada pukul 3 untuk menyusui Ze. Saat bayi itu sudah tertidur, seingat Kinara dia kembali meletakkan bayinya ditengah-tengah, antara dia dan Javas. Tapi, saat bangun justru Ze tidak ada ditempatnya dan berganti posisi dia dan Javas tidur di ranjang berdua, dengan posisi berpelukan. Pasti, ulah suaminya.


Bukan membawa Ze ke kamar Javas, Kinara justru membawa Ze ke kamar bayi. Pagi ini Kinara ingin memandikan putranya.


"Maaf ya sayang, Mama tadi ketiduran. Jadi, sama mbak Sur ya..",


Kinara menaruh Ze ke dalam boxnya, dan mulai menyiapkan air untuk keperluan mandi Ze.


Saat hendak mengambil Ze untuk dimandikan, putranya malah sudah berada dalam gendongan Javas.

__ADS_1


"Yuk..mandi dulu..",


"Mau mandiin Ze..?",


"Iya..",


"Mas aja yang mandiin. Kamu siapin aja baju gantinya..",


Enggan untuk berdebat, Kinara mengikuti ucapan Javas. Dia menyiapkan keperluan Ze, baju ganti, minyak telon, popok hingga bedaknya.


"Anak Papa, ganteng banget sih..


Bilang sama Mama nak.., Papa sayang banget sama kalian, jangan mau kalo dipisahin sama Papa ya.., Papa akan terus dampingi Ze sampai Ze besar...", gumam Javas sambil memandikan Ze.


"Nggak usah didoktrin kayak gitu. Sejak di dalam perut, Ze udah tau cerita yang sebenarnya..Mamanya sering ngeluh sama dia..", ucap Kinara.


Javas bukannya sengaja berucap demikian agar Kinara mendengar. Javas justru mengira istrinya itu sedang mempersiapkan keperluan Ze. Tapi, nyatanya Kinara sedang memperhatikan Javas.


Javas diam, dia memberikan Ze yang sudah diselesai dimandikan kepada Kinara. Selesai memakai baju, Ze terlihat haus.


"Ze haus ya sayang, Mama susuin dulu ya..",


Javas yang sadar diri, langsung keluar saat istrinya hendak menyusui Ze.


"Papa sadarnya udah telat ya Nak, Mama udah nggak percaya lagi...", ucap Kina sambil memainkan jari mungil Ze.


Kinara masuk ke dalam kamar, bermaksud untuk segera membersihkan diri. Sebentar lagi, setelah selesai makan siang nanti. Sidang keluarga akan diadakan.


Javas tidak bertanya ketika Kinara yang masuk seorang diri, tanpa Ze. Javas justru langsung mengunci tubuh Kinara dengan tubuhnya. Kinara yang sudah terjepit akhirnya mau tak mau hanya pasrah ketika tubuhnya sudah mentok ke tembok.


"Sejauh ini nggak..",


"Kamu bener-bener pengen pisah dari Mas Na..?"


"Kina udah coba untuk lupain semua, tapi nggak bisa Mas. Ingatan itu masih lekat dalam pikiran...",


"Jadi, omongan mas yang kemarin belum masuk ke otak kamu? kamu bener-bener mau hancurin masa depan Ze..?",


"Diluar sana, masih banyak panutan mas. Orang tuanya pisah, tapi masih bisa berdampingan untuk membesarkan anak-anaknya..",


"Itu semua bohong..,


Kamu tega ya Na..",


"Tega mana? istri mau bilang " mas, aku hamil..", cuma bilang itu aja, tapi nggak pernah dikasih waktu buat ngomong.


Nenek sakit, bukannya jenguk, Mas malah asyik-asyikan nemenin Mantan. Tega mana mas..?",


"Harus berapa kali mas bilang sih Na, mas ngaku salah, mas minta maaf.., belum cukup buat kamu? apa kamu mau mas sujud dihadapan kamu? atau kamu mau mas minta maaf dihadapan kuburan nenek? mas lakuin Na..",


"Nggak perlu mas.., cukup tutup buku kita aja..",


"Jadi, kamu beneran mau bilang ke mommy sama Daddy kalo kita ini mau pisah? Umur Ze aja belum ada 2 Minggu, tapi kamu udah mikir sampe sana..",

__ADS_1


"Lebih cepat lebih baik kan mas..? mas bisa bebas..",


"Kamu udah nggak cinta lagi sama mas..?",


Kali ini, Kinara diam. Jika dia menjawab "tidak", itu sama saja bohong. Tapi, jika dia menjawab "masih", tentu saja Javas akan terus-terusan merayu nya.


"Kenapa nggak jawab? kamu masih cinta sama mas kan? kamu cuma marah aja, oke nggak apa-apa, marah sepuas kamu.


Selama hampir 8 bulan ini kamu ninggalin mas, mas terima karena emang mas salah. Tapi, mas nggak akan pernah terima kalo kamu minta pisah sama mas. Sampe kapanpun, mas nggak akan lepasin kamu, apalagi sekarang udah ada Ze..., kalo kamu nekad minta pisah sama mas, jangan harap kamu bisa ketemu sama Ze lagi..",


"Mas ngancem Kina..?",


"Nggak.., cuma memperingati aja..",


Javas meninggalkan Kinara di dalam kamar. Kinara tidak gentar dengan ancaman Javas, toh pasti kedua mertuanya akan berada dipihak Kina.


Sarapan pagi kali ini serasa mencekam. Wajah Mommy dan Daddy juga terlihat garang. Javas terlihat murung, dan Sharen terlihat tegang. Entah apa yang akan terjadi di dalam ruang keluarga nanti.


"Mom, Dad, kak Sha, kak dok.., kak Vas.., Jaz mau sekolah dulu..",


"Belajar yang rajin ya..",


"Oke mommy..


Hmmmm, bye Ze..., uncle sekolah dulu ya..",pamitnya pada Ze yang tidur di atas stoller.


Mereka berlima sudah berada di ruang keluarga. Sebentar lagi, sidang akan segera dimulai.


"Kalian tau kan, kenapa Mommy sama Daddy ngumpulin kalian bertiga disini..?",


Sharen, Javas dan Kinara mengangguk bersamaan.


"Dad mulai dari Javas...


Daddy sebenarnya malu, karena kelakuan kamu Vas. Dad, nggak pernah ngajarin kamu untuk bersikap seperti itu sama istri kamu.., mengabaikan dan justru lebih memilih wanita dari masa lalu kamu. Dulu, waktu kamu bersikeras buat nikahin Kina, Mommy udah minta kamu berpikir ulang. Tapi nggak sama Daddy, yang lebih memilih untuk percaya sama keputusan kamu..


Jadi, kamu nikahin Kina cuma pengen move on jalur cepat? atau gimana?",


"Javas menikahi Kina, memang awalnya karena kasian Dad, tapi bukan berarti Javas sama sekali nggak punya rasa sama dia. Javas belum cinta waktu itu tapi Javas udah tertarik sama dia, bahkan pertama kali saat dia masuk ke rumah ini..,


Javas temenin Mine, juga bukan berarti Javas masih cinta sama dia, tapi Javas cuma kasian aja Dad..",


"Terus tanggung jawab kamu sama Kina, gimana? Tiap hari berangkat pagi, pulangnya tengah malam. Waktu sama Kina nggak ada kan? terus tanggung jawab sama istri kamu gimana sih Vas? istri hamil aja sampe kamu nggak tau...",


"Iya mom, waktu Javas banyak tersita buat Mine.., Javas keblabasan, Javas ngaku salah, Javas minta maaf..",


"Kamu tau nggak rasanya jadi mommy? lutut lemes, jantung udah kayak mau copot waktu tau kabar kalo Kina hamil, tapi dia kabur.."


"Jadi, kamu mau terus apa lepasin Kina..?", tanya Daddy.


"Sampai kapanpun, Kina istri Javas Dad.."


"Vas..vas.., kamu nggak bertanggung jawab, tapi nggak mau ngelepasin Kina.., laki-laki macam apa kamu Vas..",

__ADS_1


"Javas udah berubah Dad..",


ngantuk banget..., besok lanjut lagi ya. Maaf nanggung


__ADS_2