Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Mengalah?????


__ADS_3

Nathan pulang dengan perasaan campur aduk. Ini bukan tentang perasaannya kepada Sharen lagi, tapi feeling Nathan mengatakan. Ada sesuatu yang akan terjadi setelah kepulangan kedua orangtuanya beserta adik tercintanya. Namun, keluarga adalah keluarga. Bagaimanapun nanti kedepannya, Nathan harus siap dan menerima seperti apa jadinya hubungannya dengan Sharen nanti.


"Assalamualaikum....",


"Waalaikumsalam..., anak gantengnya mamah..., darimana aja?",


Nathan menghempaskan tubuhnya di atas sofa.


"Abis nemenin Sharen belanja mah..",


"Kak..., kamu beneran deketin Sharen?",


"Beneran.., kalo Sharen terima, Nathan bakalan langsung nikahin dia. Nggak pake pacaran lama-lama..",


"No..Mama nggak setuju..",


"Kenapa? karena takut duit Nathan abis buat biayai Sharen yang gaya hidupnya mewah..?",


"Nggak gitu...",


"Mama nggak suka sama Sharen..?",


"Nggak gitu kak...,


Mama cuma pengen kamu dapetin perempuan yang sepadan sama kita, kalo bisa malah dibawah kita.., Mama nggak pengen kamu didoktrin sama Rendra..",


"Kekhawatiran Mama itu terlalu berlebihan. Om Rendra nggak seperti yang Mama pikirkan. Percaya sama Nathan mah.., semuanya bakalan baik-baik aja. Cuma Sharen perempuan yang Nath cinta, dari dulu...",


Farah diam, terlihat berpikir sejenak.


"Udah lah mah.., kalo emang jodohnya Nathan itu Sharen, mau diapain lagi?",


"Mine mana pah?",


"Di kamar lagi istirahat...",


"Udah nggak ada plan lagi? ini jalan terakhir?",


Aldo mengangguk perlahan.


Nathan menghela nafasnya dalam.


"Oke..", ucap Nathan lirih.


Nathan memandang wajah mamanya sejenak. Paras ayu yang selalu berseri setiap hari, sudah lama tidak Nathan lihat. Farah terlihat lelah, garis wajahnya sudah mulai nampak. Nathan, menyesal karena sudah bersitegang dengan Mamanya tadi. Tapi, jika mengingat tentang Sharen, dialah dunia Nathan. Tidak ada yang bisa menghalangi perasaannya, termasuk ibu kandungnya sendiri.


"Papa mama besok mau ketemu sama Om Rendra sama Tante Aira, Nath..",


"Untuk..?",


"Menjelaskan dan minta izin ke mereka..",


"Papa yakin berhasil..?",


"Yakin.., mereka pasti ngerti.."


"Kalo memang itu yang terbaik, ya udah..mau gimana lagi..?",


"Kenapa? kayaknya kamu nggak suka..",


"Bukan nggak suka pah.. tapi ini juga nanti berpengaruh sama hubungan Nathan sama Sharen..",


"Kak....",


"Iya mah, iya Nath tau..,


Nath pasrah.., udah..., terserah Mama papa mau apa.., Nath ikutin...", ucapnya.


"Mau kemana..?",

__ADS_1


"Nemuin Mine...",


Nathan pergi menuju ke kamar Mine. Mengetuk pintu, namun tidak sahutan. Nathan langsung masuk ke dalam kamar adiknya.


"Mine....",


Nathan menepuk pelan pipi adiknya, namun masih tidak ada sahutan.


"Mine..., mine...mine...", Nathan menggoncang-goncang tubuh adiknya dan Mine juga belum menunjukkan responnya.


"Mah...Pah....", teriak Nathan yang langsung memanggil kedua orang tuanya.


Farah dan Aldo yang mendengar teriakan putra bungsunya langsung berlari ke ke kamar putrinya.


"Mine pingsan mah..",


"Ya Allah sayang..",


"Panggil ambulance Nath...",


Nathan segera menelepon ambulance. Farah dan Aldo masih berusaha untuk membangunkan putri kesayangannya.


Ketiganya sudah tiba di salah satu rumah sakit swasta. Mine, sudah ditangani dan saat ini sudah masuk ke kamar rawatnya.


"Kapan terakhir kemoterapi?"


"Satu Minggu yang lalu dok..",


"Pasien kelelahan karena menempuh perjalanan yang cukup jauh..dia membutuhkan istirahat yang cukup..",


"Tapi, pingsannya nggak berhubungan dengan penyakitnya kan dok? mine selalu minum obat tepat waktu, saya juga selalu mengawasi makanan yang masuk dalam perutnya..",


"Tidak.., keadaannya cukup stabil. Biarkan kami tim dokter mengobservasi keadaannya. Mbak Jasmine perlu pengawasan khusus..",


"Jadi harus dirawat dok?",


"Iya Bu..",


"Pasti Bu..,kami akan melakukan yang terbaik..",


Yasmine membuka matanya perlahan. Wajah seseorang yang dia lihat pertama kali adalah Nathan, kakak kesayangannya.


"Kak Nath...",


"Mine.., udah bangun..?",


"Mine kenapa kak?",


"Kamu pingsan...",


"Di rumah sakit lagi.., Mine capek kak. Mamah, papah, kak Nath pasti bosen nemenin Mine.., maaf ya kak Mine ngerepotin terus..",


"Kamu ngomong apa sih.., mana ada kakak Mama atau papa bosen nemenin kamu..",


"Makasih kak...


I Miss you.., udah lama nggak ketemu kakak..",


"Sekarang udah ketemu.., kamu cepet sembuh, kita jalan-jalan lagi. Kakak kangen jalan-jalan sama kamu..",


"Kak..., I Miss him...",


"Him", merujuk ke seseorang. Dan, Nathan tahu pasti siapa yang dimaksud oleh Mine.


"Pengen ketemu sama dia?",


Mine menggeleng.


"Dia pasti marah sama Mine karena udah ninggalin dia kan kak...",

__ADS_1


"Kamu belum ketemu, jadi jangan mikir macem-macem ya dek...",


"Dia udah punya pacar lagi kak..?",


Gimana kalo kamu tau Javas udah nikah, Mine?


Sebuah fakta yang selama ini memang di tutupi oleh keluarganya, terutama sang Mama. Beliau tidak ingin mental Mine terganggu ditengah usahanya yang melawan penyakit yang di deritanya.


"Javas...",


Ingin sekali Nathan menjawab jujur dan mengatakan semuanya kepada Mine. Tapi, sepertinya waktu belum mengizinkan, karena Mamanya masuk ke dalam kamarnya.


"Mine sayang.., udah siuman..?",


"Mah..., Mine lemes..",


"Iya sayang, kamu kecapekan...",


Nathan kembali ke tempatnya semula, duduk di sofa. Membiarkan Mama Farah menemani Mine.


"Nath.., lagi apa?",


Sebuah chat yang tiba-tiba masuk ke dalam ponselnya. Sharen memang sudah berubah. Hubungannya keduanya memang berkembang pesat, meskipun belum ada status diantara keduanya. Tapi, jika dilihat dari sikap Sharen selama ini, gadis itu juga sebenarnya mempunyai rasa, hanya saja belum mau mengakuinya.


"Lagi santai cantik..


kangen ya..?",


"Nggak...


Udah makan belum..? aku kirim makanan, mau nggak..?",


"Nggak perlu..",


"Kenapa? udah makan..?",


"Belum..kalo ditemenin makan aja, boleh nggak..?",


"Aku udah makan Nath..Lain kali aja ya Nath",


"Oh ya udah..",


"Kamu lagi apa? kok nggak ada kabar?",


"Khawatir ya sama aku..?",


"Kamu lagi apa?",


"Lagi santai aja, maaf ya tadi aku ketiduran..",


"Oh gitu.., ya udah. Kirain lagi sibuk..",


"Udah malem, istirahat sana..",


"Iya.., selamat malam..",


"Malam sayang..


I love you...",


Nathan ingin menikmati sisa waktunya bersama Sharen, sebelum gadis itu mengetahui semuanya. Nathan tahu, jika Sharen pasti akan berburuk sangka kepadanya. Apalagi, jika mengetahui tentang rencana kedua orang tuanya. Sharen pasti tidak terima dan akan berimbas langsung pada hubungan mereka.


Spoiler :


"Usaha papa sama mama sebenarnya nggak ada korelasinya dengan hubunganmu sama Sharen Nath.., kalo kamu cinta..ya kejar.., jangan berhenti sebelum kamu dapetin..",


"Kayaknya susah Pa.., Sharen prinsipnya kuat. Dia pasti mikirnya macem-macem..",


"Maafin papa Nath kalo buat kamu ngalah dan nyerah.., tapi papa juga nggak bisa berbuat apa-apa.., Mine butuh Javas..",

__ADS_1


"Iya pah..", ucapnya pasrah.


__ADS_2