Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Mas....


__ADS_3

Kepulangan Sharen ternyata sudah ditunggu oleh keluarganya. Lebih tepatnya, keluarga Rendra Perdana yang memang menyambut kedatangan besannya.


"Wah, kok repot-repot pake disambut segala sih Ra.., mana segala macem makanan ada...",


"Iya Far.., nggak repot. Kan besan mau datang masa nggak ada hidangannya.


Ini tuh sekalian buat keluarga juga yang nanti udah pada dateng ke sini..",


"Oh gitu...


udah rame ya Ra disini.."


"Iya..,


vendornya udah pada dateng, kan acara mulainya lusa Far...


disana gimana?",


"Kalo di rumah sih udah rame juga, cuma nggak serame disini..",


"Ya udah, yuk makan dulu...",


"Iya..


Sha...ayo makan sini...",


"Iya mah..."


"Makan yang banyak..kasian kamu tadi cuma sarapan mie instant aja.."


"Pagi-pagi sarapan mie?", tanya Aira.


"Iya tuh, anak berdua...",


"Kamu nggak masak Sha..? minimal delivery gitu.., kasian Nathan cuma makan mie instant aja..",


"Hmmm..Sharen lagi pengen masakan Nathan mom..",


"Allahu Akbar..., makan mie instant doang, udah gitu yang masak Nathan ya Sha..,


keterlaluan kamu jadi istri...",


"Namanya juga pengen Mom...",


"Jangan-jangan kamu ngidam..?", tanya Mommy.


"Nggak Mom.. ini aja lagi dapet..",


"Udah Ra.., nggak apa-apa.


Kamu kayak nggak tau Sharen sama Nathan aja. Mereka kan emang sering makan makanan instant gitu...,


udah cepetan Nathan di ambilin makanan Sha.."


"Iya Mah...",


Aira menggelengkan kepalanya. Untungnya, mertua Sharen tidak mempermasalahkan hal tersebut.


"Pak..,apa kabar? sehat...?", sapa Aldo kepada mertua Rendra, pak Hendra.


"Alhamdulillah..,


ya begini nak..namanya juga sudah tua..",


"Kek...", sapa Nathan yang langsung menyalami kakek dari istrinya.


"Cu..baru sampe..?",


"Iya kek.., barusan aja..


kakek sehat kan?",


"Alhamdulillah...


kamu udah lama ya nggak ke rumah kakek. Tau-tau malah jadi cucu menantunya kakek..",

__ADS_1


"Iya kek, udah jalannya. Alhamdulillah jodohnya sesuai yang disebutkan dalam doa..",


Sharen datang dengan membawa piring di tangannya.


"Yank..makan dulu ya...",


"Iya sayang..,


kakek nggak diambilin...?",


Sharen yang sebelumnya sudah bertemu dengan sang kakek hanya tersenyum.


"Kakek mau apa..?",


"Nggak usah, kakek udah makan..",


"Kakek nggak boleh makan sembarangan Sha..", ucap Bude Sofia yang tiba-tiba datang.


"Oh.., iya ya bude? terus makannya apa..?",


"Ya harus dikontrol, nggak boleh sembarangan. Apalagi daging kayak gitu.."


"Hehe iya...",


"Bude.., Nathan makan duluan ya..",


"Oh..iya iya Nath..silahkan.


Ayah minum obat dulu ya..",


Bude Sofia memberikan beberapa butir obat yang harus diminum oleh kakek. Karena usia kakek yang semakin hari semakin tua, Bude Sofia akhirnya memutuskan untuk membangun rumah persis disamping rumah kakek.


"Halo Sha...", Gladys datang dengan perut buncitnya. Kakak sepupu yang menikah dengan mantan kekasihnya itu memang sedang dalam keadaan hamil.


"Mbak.., wah udah buncit aja itu perut..",


"Iya.., mau jalan 5 bulan.


Kamu kapan isi..?",


Gladys ini mulutnya memang lemes. Seharusnya pertanyaan tersebut tidak perlu keluar dari mulutnya. Apalagi ditujukan kepada pengantin baru seperti Sharen dan Nathan.


"Ya Sha nggak tau lah mbak kapan.., yang penting kan udah tiap malem usaha. Iya kan yank..?",


"Iya..,lagian baru aja nikah..


mau honeymoon dulu mbak...",


"Jangan lama-lama, nanti dikira nggak bisa punya anak..",


Nathan terlihat geram, namun masih bisa menahannya mengingat siapa Gladys. Bagaimanapun dia adalah kakak sepupu Sharen.


"Jangan julid-julid mbak.., nanti bayinya nurun...


Lah suami mbak dimana? kok nggak keliatan?",


"Lagi dinas keluar kota, nanti juga pulang..",


"Hati-hati mbak, suaminya dijaga. Track recordnya kak Bian kan udah pernah selingkuh, jadi bukan nggak mungkin kalo kejadian lagi kan? dulu mbak yang jadi selingkuhan, sekarang bukan nggak mungkin juga jadi diselingkuhin. Apalagi liat keadaan mbak Gladys kayak gini, perut gede.., pipi kayak bakpao gitu, tangannya ngelambir kemana-mana. Sharen kira kak Gladys hamilnya udah 9 bulan, nggak taunya baru mau 5? tapi kok udah gede banget...?",


Gladys yang hendak merespon ucapan Sharen mendadak mengunci mulutnya, karena Sharen langsung pergi saat selesai mengucapkannya.


Bukan maksud Sharen untuk body shaming atau menghina fisik ibu hamil. Dia hanya ingin membalas ucapan Gladys yang membuatnya sakit hati. Tidak perlu pakai otot, yang penting ucapannya tepat sasaran. Toh, memang benar kok. Berat badan Gladys berubah drastis. Terlihat sangat gemuk.


"Aku dosa nggak sih yank, tadi bilang kayak gitu ke kak Gladys..?",


"Nggak...


dia emang pantes digituin. Mulutnya kayak mercon, asal meledak aja.., nggak mikir yang diajakin ngobrol sakit hati atau nggak..",


"Yank...,


kalo aku nanti udah hamil, terus badannya kayak kak Gladys, kayak kingkong gitu.., kamu masih cinta nggak sama aku..? atau malah nanti cari kesenengan diluar sana..?",


"Katanya janji nggak negatif thinking sama aku?",

__ADS_1


"Sekedar nanya doang yank...",


"Kalo kamu hamil nanti, aku bakalan nurutin apapun yang kamu mau, termasuk soal makanan. Nggak masalah mau segendut apa, aku tetep cinta. Kamu kan lagi bawa anak kita, jadi aku harus pastiin bayi yang ada di perut kamu harus lahir dengan sehat, dan kamu selamat...",


"Beneran kayak gitu..?",


"Pasti sayang..


kalo aku cari kesenengan diluar sana, bakalan banyak orang yang musuhin aku. Mamah, Mommy, Papah, Javas, Jaz, Kina, belum lagi Daddy. Cari mati itu namanya sayang..",


"Karena kamu takut sama mereka..?",


"Nggak ada sedikitpun pikiran apalagi niatan buat dua-in kamu Sha. Sia-sia nanti perjuanganku selama ini..",


"Hmmmm, so sweet banget kamu.


Jadi makin cinta...", Sharen dengan spontan memeluk lalu mencium pipi suaminya.


"Sayang..., malu..ada banyak orang.."


"Kan kita udah Sah..,


mau ciuman lagi nggak? kita ke kamar yuk.."


"Nggak..


aku takut kebablasan..",


"Ih..sok jual mahal..., ditawarin tapi nggak mau..",


"Udah yuk..ke depan.."


"Udah nggak doyan ya sama aku.."


"Huustt...


bawel...",


Sharen memang sangat senang menggoda suaminya. Apalagi, Nathan yang langsung menjadi salah tingkah jika Sharen genit kepadanya.


"Ra.., aku sama Aldo pamit dulu ya.


Titip mantu aku...",


"Iya Far..,


sampai ketemu lusa ya.."


"Iya Ra..


Sampai ketemu nanti...",


Mereka berdua cipika-cipiki. Sharen telah dipulangkan ke rumah kedua orang tuanya untuk sementara waktu. Guna mengikuti adat dan ritual untuk pernikahan Sharen dan Nathan.


"Baik-baik disini ya sayang...",


"Kalo aku kangen, gimana yank..?",


"Kan bisa VC sayang...",


"Beneran angkat loh ya...",


"Iya sayang...",


Sharen mencium tangan suaminya sebelum mereka benar-benar berpisah.


"Hati-hati, mas....", ucap Sharen.


"Mas...???", ucap Nathan heran karena tiba-tiba Sharen mengubah panggilannya.


Sharen terkekeh.


Mungkin gemas, Nathan mengecup bibir Sharen meskipun ada kedua orang tuanya.


"Dih..., anak berdua ini...", ucap Mommy.

__ADS_1


"Aku pulang dulu ya..",


Sharen tersenyum dengan manis. Meskipun berat berpisah tapi Sharen harus bisa, ini hanya sementara.


__ADS_2