Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Pewaris Utama


__ADS_3

Keluarga Rendra Perdana memperlakukan Kinara, bukan sebagai dokter. Lebih daripada itu. Dokter Kinara sudah dianggapnya sebagai keluarga, meskipun belum genap satu minggu tinggal disana. Pembawaannya yang kalem, ramah serta pribadinya yang santun, membuat Maid juga menyukai kehadirannya.


"Tekanan darah Bu Aira normal...",


"Alhamdulillah..",


"Waktunya minum obat ya Bu..",


"Makasih dok..",


Jaz masuk ke kamar Aira dengan berlari membawa mainan, yang tempo hari dibelikan Javas untuknya.


"Mom.., kapan kita jalan-jalan?",


"Jaz pengen jalan-jalan kemana? resort aja ya? mommy juga pengen ke pantai nak..",


"No.., Jaz mau beli mainan lagi.., kayak gini ya mom..",


"Lho.., kan udah punya...itu yang beliin kak Javas kan?",


"Jaz pengen lagi.., boleh ya tapi yang warnanya Army..",


"Bilang ke Dad..",


"Jaz takut minta, Dad lagi kerja sama Kak Sharen..",


"Mending uangnya ditabung aja Jaz..", sahut dokter Kinara.


"Jaz udah punya tabungan banyak kakak dokter..",


"Ditabung lagi aja.., biar tambah banyak tabungannya..",


Jaz menggeleng.


"Jaz pengen beli mainan..",


"Iya.., kapan-kapan kita belanja sayang.., tunggu mommy bisa jalan lagi ya..",


"Mommy kan udah bisa jalan..",


"Iya.., tapi kurang lancar. Kurang dikit lagi.., sabar ya..", ucap dokter Kinara.


"Tuh.., denger dokternya..",


"Iya deh..",


"Kalo gitu, saya permisi dulu.., yuk Jaz kita keluar.., mommy mau istirahat, Jaz juga tidur yuk, besok kan sekolah..",


"Ayo kakak dokter..


mommy, Jaz tidur dulu ya. Kapan-kapan boleh kan Jaz bobok disini?",


"Boleh dong..",


"Good night mommy..",


"Good night sayang..",


Meskipun tinggal di tempat berbeda, namun Javas selalu menyempatkan diri pulang ke rumah orang tuanya, disela kesibukannya yang lumayan dibilang padat. Seperti pagi ini, dia sudah sampai dikediaman orang tuanya. Sudah duduk di kursi untuk menikmati sarapan pagi.


"Pagi kak Javas..", ucap Jaz yang sangat senang melihat kakak laki-lakinya pulang.


"Pagi tuyul.., udah rapi aja..",


"Javas.., kebiasaan deh. Kalo Jaz tuyul.., kamu kakaknya tuyul. Kalo ngatain Jaz suka seenaknya..", peringat Sharen.


"Bercanda doang..",


"Kak Javas anterin Jaz kesekolah yuk..",


"Ogah.., kak Javas mau kerja juga..",


"Daddy sama mommy mau ngomong, setelah kita sarapan..", ucap Rendra tiba-tiba datang bersama istrinya. Rendra membantu Aira duduk di kursinya.


"Ada apa Dad? Javas mau dinikahin? ayok.., Javas udah siap..",


"Kamu apain Mine? kok tiba-tiba pengen dinikahin?",


"Nggak diapa-apain mom.., kan Javas tanya barusan..",

__ADS_1


"Ya udah sih, tunggu aja Daddy sama mommy mau ngomong apa..", sahut Sharen.


"Pagi semua..", sapa Kinara.


"Dok.., silahkan duduk..", ucap Sharen.


Entah sebuah kebetulan , sudah tahu atau memang dokter Kinara berucap jujur. Dia langsung meninggalkan ruang makan saat selesai menikmati sarapan paginya. Tidak dicegah seperti sebelumnya.


"Maaf semuanya, saya permisi dulu..mau telepon nenek", pamitnya.


"Silahkan dok..",


Hanya tinggal keluarga inti, Rendra Aira beserta ketiga putra putrinya. Jaz masih dibiarkan untuk ikut mendengarkan apa yang akan disampaikan oleh Rendra. Dengan harapan, dia akan mengerti jika sudah besar nanti.


"Dad sama mom..mau menyampaikan sesuatu untuk kalian, terutama buat Javas..", ucap Rendra.


Sharen, Javas dan Jaz serius menyimak ucapan Daddynya.


"Kamu tau kan Vas? kamu ini anak laki-laki tertua yang Dad sama mom punya..",


"Iya Dad..", jawab Javas.


"Saat kakak kamu lahir, Dad dari awal bilang kalo yang jadi penerus Daddy itu nantinya Sharen.., meskipun anak pertama Dad itu perempuan..",


"Javas nggak masalah Dad..",


"Dad tau dari awal kamu memang nggak keberatan sama sekali. Tapi, sekarang keadaannya sudah berbeda. Tanggung jawabnya terlalu besar buat gantiin posisi Dad, dan Sharen nggak mampu.."


"Kenapa? kak Sharen pinter.., selama ini juga dia yang gantiin Dad.., nggak ada problem kan Dad..",


Sharen menunduk ketika Javas berkata seperti itu.


"Bukan Dad yang bilang kalo Sharen nggak mampu, tapi dia sendiri..",


"Bener kak?",


"Iya.., kakak nggak sanggup kalo harus gantiin Dad..",


"Ada om Revan, Tante Vina, Om Aldo kan.., mereka selama ini bantu kak Sharen..",


"Iya.., untuk sekarang kakak masih bisa Vas.., tapi kakak kan perempuan. Sekarang masih single, tapi kalo nanti Kakak udah nikah? punya anak? gimana?",


"Kenapa? Bian keberatan kalo kakak masih kerja?",


"Maksudnya apa?",


"Kakak pengen kamu yang gantiin posisi kakak nanti..",


"Jadi pewaris utama?",


"Iya.., kakak yakin..kamu pasti bisa..",


"Tapi passion Javas bukan di bisnis perhotelan, bukan di bisnis property.., Javas juga nggak bisa kak?",


"Kalo bukan kamu yang gantiin Sharen, terus siapa? Jaz? dia kan masih kecil..", ucap Aira kali ini.


"Mom.., tapi kan masih ada Kai, Rai, anaknya Tante Vina.. , mereka juga bisa kan?",


"Mereka hanya mendampingi kamu.., bukan gantiin Dad...",


"Yang gantiin Daddy itu ya anak-anak Daddy.., bukan yang lain. Mulai sekarang, kamu siapin diri kamu. Daddy akan kembali ke Prime, tapi nunggu keadaan Mommy bener-bener sehat. Daddy tunggu kedatangan kamu Vas..", ucap Rendra tegas.


"Tapi Dad..",


"Daddy nggak perlu persetujuan dari kamu Son..", ucapnya yang lalu meninggalkan ruang makan bersama istrinya dan putra bungsunya.


Dari awal, Javas memang tidak berambisi untuk menggantikan posisi Daddynya. Dia sangat rela jika Sharen lah yang nantinya akan menggantikan Rendra menjadi pewaris utama.


"Kenapa sih kak?",


"Nggak apa-apa, tapi kakak rasa semuanya udah cukup. Selama ini kakak nanggung beban yang berat...banget Vas..",


"Kenapa harus Javas?",


"Karena kamu adik kakak.., Jaz? seperti apa kata mommy tadi, dia masih kecil.., belum ngerti bisnis. Tanda tangan aja nggak bisa..,yang ada malah dicorat-coret berkasnya..",


"Javas nggak bisa kak..",


"Pasti bisa..nanti kakak bantu.., Daddy mau balik ke Prime.., nanti bisa belajar dari Daddy..",

__ADS_1


"Kenapa nggak kamu aja?",


"Kak Sharen mau liburan ke luar negeri, mau nikmatin hidup..",


"Kemana?",


"New Zealand, rencananya..",


"Dad sama mom.., udah ngizinin?",


"Udah.., ini kakak lagi ngurusin keperluannya. Tapi, nggak boleh sendirian.., harus rame-rame..",


"Sama Bian juga?",


"Nggak lah.., sama asisten Pribadi..",


"Sama siapa? Nathan?",


"Nathan? ngawur.., bukan lah. Kakak sama asisten yang ngurusin di butik. Kakak kesana juga nggak cuma liburan, tapi ada pemotretan juga..",


"Berapa lama..?",


"Kurang lebih dua Minggu, kalo masih betah ya sebulan...",


"Jadi aku gantiin kamu, cuma sebulan aja kan Queen..?",


"Enak aja.., ya nggak lah..",


"Ckckck..",


"Nikmatin aja...",


Sharen mencari keberadaan dokter Kinara. Rupanya, dia sedang berada di taman belakang sedang mengobrol ringan bersama Daddy dan Mommynya.


"Asyik bener ngobrolnya..",


"Hehehe iya mbak.., ini lagi ngomongin diet. Katanya pak Rendra mau diet..",


"Daddy diet? udah kurus gitu badannya..",


"Bentar lagi juga gemuk, kan udah ada yang ngurusin. Daddy mau nge-gym lagi..",


"Aduh..aduh..., awas kalo nanti six pack ada yang baper lagi..",


"Sharen...",


"Hehehe iya mom.., bercanda kok..


Dok.., ikut aku yuk..",


"Kemana mbak?",


"Ke butik..,"


"Ngapain?",


"Fitting baju, Minggu depan akan acara tasyakurannya mommy. Aku kemarin buatin seragam juga buat dokter.., kemarin udah jadi..",


"Saya pake seragam acara juga?",


"Iya dong.., biar kompak..",


"Makasih banget mbak..",


"Sama-sama..,


dokter nggak ada jadwal nemenin Mommy therapy kan?",


"Nggak ada mbak..",


"Oke dokter ikut aku aja..,


sekalian jalan-jalan.., boleh kan mom?"


"Boleh sayang..",


"Nanti bajunya mom sama Dad, Sharen bawain ke rumah aja ya.., kayaknya sih udah pas karena ukurannya pake baju yang lama..",


"Iya sayang..

__ADS_1


sana buruan pergi.., nanti keburu siang..",


"Oke mom.., dad..pergi dulu ya..",


__ADS_2