Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Terima Kasih


__ADS_3

Javas mencari keberadaan dokter Kinara. Hanya berbekal cerita dari mommynya jika dokter Kinara menghadiri pernikahan temannya yang diadakan di gedung Puri Citra.


Tiga puluh menit waktu yang harusnya ditempuh, berhasil Javas pangkas menjadi lima belas menit saja berkat skill pembalapnya. Saat sampai disana, sudah sepi oleh tamu undangan. Hanya tampak security yang berjaga. Dan, itu artinya dokter Kinara tidak ada disana.


Kinara sepertinya menghadiri pernikahan dari rekannya yang berprofesi sebagai seorang dokter. Terlihat dari karangan bunga yang memenuhi halaman gedung tersebut.


"Acaranya sudah selesai ya pak?",


"Sudah dari 2 jam yang lalu mas..",


"Duh.., harus cari kemana lagi..",


"Masnya cari siapa? kalo pengantin sama keluarganya sih masih di dalam mas.., mau saya panggilin..?",


"Oh..nggak perlu pak..,


Dokter Kinara.., kamu kemana sih?", gumamnya lirih tapi masih di dengar oleh bapak security.


"Mas cari dokter Kinara? pacarnya ya?",


"Bapak kenal?",


"Ya tadi sempet ngobrol disini mas.., orangnya baru balik 2 jam yang lalu-lah kira-kira.


"Dia sama siapa pak? sendiri? naik apa?",


"Nggak mas.., dokter Kinara pulang sama temennya, sama dokter Nisa..",


"Berdua aja?",


"Iya mas berdua..",


"Pake mobil apa tadi?"


"Kalo nggak salah pake mobil warna putih..",


"Lewat mana pak.."


"Masnya lurus aja.., ini jalan pintas, nanti tembusnya ke jalan raya utama. Tadi saya liat mobilnya lewat jalan sini. Kebetulan mereka berdua pulangnya paling akhir diantara teman-temannya yang lain...",


"Oke pak..terima kasih infonya. Saya mau langsung saja, biar cepet ketemu..",


Javas menelusuri jalan yang ditunjuk oleh Security tersebut. Pantas saja tidak bertemu atau berpapasan tadi. Jalur yang dilewati oleh dokter Kinara berbeda dengan yang dilalui Javas. Anehnya, kenapa harus memilih melewati jalan yang hanya bisa dilalui satu mobil, minim lampu penerangannya.


Javas menelusuri jalan sepi yang tidak banyak dilalui oleh pengguna jalan. Belum ada tanda-tanda keberadaan dokter Kinara atau mobil yang ditumpanginya.


Timbul rasa was-was dalam hati Javas. Mengingat kondisi jalan yang sangat rawan terjadi tindak kejahatan atau kriminal.


Javas menghentikan kendaraannya tepat di depan mobil berwarna putih yang menepi dengan menyalakan lampu Hazard. Javas turun dari kendaraanya ingin memastikan jika dua perempuan tersebut adalah orang yang dicarinya.


"Dokter Kinara..", ucap Javas yang sebenarnya tidak yakin jika salah satu dari mereka ada yang mempunyai nama tersebut.


Dua perempuan yang terlihat serius melihat kap mobil kompak menoleh.


"Mas Javas..", ucapnya girang sekaligus kaget.


"Siapa?",


"Mobilnya kenapa?",

__ADS_1


"Nggak tau mas.., tiba-tiba mati..",


"Coba aku liat dulu..",


Javas memeriksa mesin mobil. Sepuluh menit kemudian, Javas menutup kap mesin dengan menggelengkan kepalanya.


"Mobilnya turun mesin..",


"Bener-bener nggak bisa nyala?",


"Nggak bisa, akinya juga tekor..",


"Terus.., kita pulangnya gimana ini Na..?",tanyanya pada dokter Kinara.


"Kalian hidup dizaman primitif apa gimana? Emangnya nggak bisa ya kalo lagi darurat kayak gini, coba cari bantuan.., kalian nggak punya hape..?",


"Punya mas.., tapi hape kami low bat..",jawab dokter Kinara.


"Hape kalian mati? dua-duanya?",


"Iya mas.., lupa bawa powerbank.."


"Astaga.., dokter tau nggak.., aku ada disini.., itu karena emang sengaja nyari dokter Kinara. Karena mommy khawatir, anda kenapa-napa.., nggak taunya karena hapenya low bat, mobil mogok..",


"Iya mas maaf..",


"Katanya cuma kondangan aja? kok pergi dari pagi sampe sore? padahal izin ke mommynya cuma sebentar..",


"Iya karena kita bantuin temen, tadi ada bridesmaid yang berhalangan hadir, jadi saya yang gantiin.., tadi udah sempet izin lagi sama Bu Aira..",


Javas berhenti mengintrogasi saat melihat wajah Kinara yang masih berhias make up bold. Tidak terlihat menor, malahan terlihat sangat cantik.


"Udah ya, ngomelnya. Terus ini mobilku gimana? kita pulangnya gimana?",


"Di derek.., gimana lagi..",


"Terus gimana dong?",


"Di derek.., masih aja tanya..",


"Mas Javas bisa bantu?", tanya Kinara menghentikan perdebatan temannya dengan Javas.


"Aku telepon temenku dulu..",


"Terus nanti aku pulangnya gimana? ditinggal disini gitu? ih.., takut aku..",


"Iya ditinggal disini..", goda Javas.


"Terus kalian mau pake motor, Boncengan gitu? enak banget..",


"Hati-hati ya disini serem...", goda Javas lagi. Dia senang melihat teman Kinara yang bawel , cerewet bin ngeyel.


Mereka bertiga menunggu mobil derek yang akan membawa mobil mogok itu ke bengkel milik Javas. Dokter Kinara bersyukur, Javas datang di waktu yang tepat. Meskipun, harus diawali dengan Omelan, tapi Javas bersedia membantunya.


"Kalian udah aku pesenenin Taksi, kalo mau pulang duluan nggak apa-apa. Tuh, taksinya udah dateng.."


"Nggak lah, aku nunggu mobilku diselametin dulu...",


"Nggak usah khawatir, aku nggak akan nipu kamu..",

__ADS_1


"Iya aku tau kamu anak orang kaya, punya rumah sakit, punya hotel, punya perusahaan banyak. Tapi nggak gitu maksudnya. Aku sama mobilku ini bestie, kayak aku sama Kina.., seneng bareng, susah juga bareng.."


"Yayaya..terserah kamu aja..",


Kinara dan Nisa akhirnya pulang menggunakan taksi yang sudah dipesan Javas untuknya.


"Ganteng ya anak pasien kamu Na..",


"Hah.., ya seperti yang kamu liat..",


"Sayangnya galak ya, kamu juga sering digituin?",


"Tiap hari.., orangnya emang kayak gitu.., ya udah sih biarin aja. Yang penting masih mau nolongin kita..",


"Udah punya pacar belum?",


"Udah.., kenapa?"


"Ya kali aja belum punya, kan bisa digebet..",


"Hustt.., jangan ngimpi deh..",


"Hahaha bercanda.., jangan serius gitu deh..",


Setelah mengantarkan Nisa ke tempat kostnya. Kinara pulang, dan langsung disambut oleh Aira yang tampak sangat khawatir kepadany.


"Dokter nggak kenapa-napa kan?",


"Saya baik-baik saja Bu.., maaf sudah membuat khawatir. Hape saya lowbat, terus mobil temen saya mogok.., jadi pulangnya telat..",


"Tadi ketemu sama Javas kan?",


"Iya Bu.., tadi ditolongin sama Mas Javas..",


"Syukurlah.., dokter mandi aja dulu.., atau mau makan malam?"


"Saya ke kamar dulu saja Bu, mau langsung istirahat. Terima kasih atas perhatiannya Bu..",


"Sama-sama dok.., selamat istirahat..",


Baru kali ini Kinara merasakan kasih sayang seorang ibu , setelah bertahun-tahun ditinggal oleh ibu kandungnya. Selama ini hanya kasih sayang dari sang nenek yang dia rasakan.


Selesai membersihkan badannya, masih berbalut dengan handuk pada rambutnya yang basah, Kinara segera menghidupkan ponselnya yang sedang di charger.


Belasan pesan dia terima. Salah duanya dari Aira dan nomor baru. Aira yang berkali-kali menanyakan posisi dan keadaannya. Sedangkan dari nomor baru yang lebih pantas disebut mengirimnya pesan Omelan.


"Dokter dimana?"


Daritadi mommy khawatir, jangan buat panik orang tua..


Pasti hapenya lowbat. Makanya jangan lupa bawa powerbank biar hapenya nyala, jadi nggak ngerepotin orang kayak gini..


Mau cari dokter kemana coba.., bingung aku.., udah malem lho dok.., kalo ada apa-apa gimana? "


Dokter Kinara tentu sudah tau siapa yang mengiriminya pesan. Nomor Javas yang berprofile picture wajah Mine, langsung disimpan dan diberi nya nama kontak "Mas Javas.


"Mas Javas ternyata sebucin itu sama mbak Mine..", gumamnya.


Dokter Kinara segera membalas pesan tersebut.

__ADS_1


"Terima kasih..",


__ADS_2