Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Curhat


__ADS_3

"Udah dong..nggak usah manyun gitu..,


nanti mas bilang ke Mamah ya..",


"Iya.., sebenarnya sih Sharen bisa ngomong sendiri, tapi nggak enak. Ini kan rumah Mamah, jadi mau ngapain juga terserah..",


"Jangan ngomong gitu sayang, mas nggak suka. Ini rumah kamu juga..",


Sharen diam, dia memegang erat lengan suaminya seakan tidak ingin melepaskannya.


"Makan yang banyak, biar baby nya sehat..",


"Yank, nanti malem keluar ya. Aku pengen makan lesehan..",


"Jangan deh, mas nggak seneng.., takut nggak bersih, nanti kenapa-napa.."


"Baby lho yang pengen.., mau ileran?",


"Eh iya..


jangan-jangan...",


"Jadi, gimana?",


"Iya.., nanti malem kita keluar.. makan sepuas kamu..


doain aja nanti tamunya nggak sampe malem ya sayang..jadi sore mas bisa langsung pulang..",


"Oke..",


Sharen mengantarkan kepergian suaminya sampe ke depan rumahnya. Otomatis, melewati ruangan dimana Mamah sedang menerima Dewi sebagai tamunya.


"Nggak usah noleh. Awas aja sampe lirik Dewi.., apalagi sampe ngeliatin...",


"Nggak sayang...",


"Nggak usah pamitan sama mamah...,


biarin aja kali ini Sharen jadi mantu durhaka..",


"Iya iya mas nggak pamitan sama mamah..",


Sharen memegangi erat lengan suaminya. Dia bahkan sampai mengatur posisi tangan suaminya untuk memeluk pinggangnya. Sharen memang ingin menunjukkan ke Dewi jika Nathan, laki-laki yang dulu sangat diinginkan Dewi, sudah mempunya seorang istri. Dewi memang tidak berbuat apa-apa, tapi Sharen tidak suka keberadaannya di rumah ini. Alasannya? tidak suka ya tidak suka.


"Nath....", sapa Mamah Farah yang melihat putranya melenggang pergi tanpa menyapa atau berpamitan.


"Nathan pergi dulu mah..", ucap Nathan yang tanpa menoleh sedikitpun ke arah Mamahnya.


"Nggak sopan banget..", gumam Mama Farah.

__ADS_1


Tidak peduli dengan gumaman Mama Farah yang masih terdengar di telinga Nathan dan Sharen.


"Baik-baik di rumah..,


nggak boleh naik turun ya..di kamar aja..",


"Iya mas..


jangan lupa nanti malem ya..",


"Iya sayang, nanti mas usahain.


Begitu tamunya cabut, mas pulang ya..",


"Oke Daddy..


mommy tunggu di rumah..",


"Langsung masuk kamar, nggak usah ladenin Mamah, oke...",


"Oke boss..


hati-hati sayang..",


"Iya cantik...",


Sharen masuk kembali ke dalam rumah setelah mobil suaminya keluar halaman.


Sharen hanya melihat dengan menggelengkan kepalanya. Malas rasanya, apalagi melihat mama mertuanya yang nampak bahagia menggendong anak Dewi.


"Awas aja.., nanti kalo anakku udah lahir, tapi Mama nggak mau gendong..", ucapnya kesal ketika dia sampai di dalam kamar.


"Anak bukan, saudara bukan, tapi segitunya sama Dewi...", ucapnya lagi.


Sharen mengunci rapat kamarnya. Meskipun nanti Mama mertuanya mengetuk pintu, dia tidak akan membukakan pintu untuknya.


Seharian ini memang sangat melelahkan untuk Nathan. Konsentrasinya yang harusnya dia curahkan sepenuhnya untuk pekerjaan, harus terpecah dengan ucapan istrinya tadi pagi.


Setelah selesai dengan urusan klien, Nathan mengekor di belakang Papanya.


"Kenapa ngikutin Papah?",


"Mau ngobrol..",


"Nanti aja di rumah.., Papah mau pulang..",


"Nggak bisa Pah...",


"Ya udah, ayo masuk..", ajak Papa Aldo ke ruang kerjanya.

__ADS_1


Nathan duduk dengan melonggarkan dasinya.


"Ada apa? mau ngomongin soal meeting tadi? kan tadi Javas udah bilang, kita besok meeting internal..",


"Bukan gitu, ini masalah Keluarga kita..",


"Keluarga kita?",


"Sharen sama Mamah..", ucap Nathan.


"Ada apa? mereka berantem? soal..?",


"Bukan berantem, tapi Sharen ngancem keluar dari rumah..",


"Lho..kenapa? istri kamu nggak betah? Mamah suka ngomel..?",


"Tadi pagi siluman ular sanca ke rumah?",


"Heh..? apa Nath? siluman???",


"Dewi Pah..maksudnya..",


"Dewi...? kerumah lagi..?",


"Sharen nggak suka dan minta Nathan buat bilang sama Mamah. Kalo sampe Sharen masih liat Dewi datang ke rumah, Sharen pergi dari rumah..",


"Istri kamu bilang gitu? ",


"Iya Pah..",


"Nggak usah ngomong sama Mamah Nath, nanti jadi berantem..",


"Jadi.., nggak apa-apa kalo Dewi ke rumah lagi, terus Sharen minta pindah Pah? otomatis Nathan juga pindah..",


"Nggak gitu..,


maksudnya biar Papah aja yang ngomong sama Mamah kamu ya..",


"Beneran ya Pah..?",


"Bener.. Mamah emang harus dikasih tau...


sebenarnya Papah juga nggak suka kalo Dewi masih suka ke rumah.., nggak ada gunanya juga..",


"Makasih Pah..",


"Iya..


ayo pulang...",

__ADS_1


"Bentar Nathan mau ke ruangan sebentar Pah...",


"Oke..",


__ADS_2