Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Flashback 2


__ADS_3

Dengan didampingi oleh Rendra, Javas masuk ke dalam ruangan dokter. Hari ini Javas akan disunat. Beberapa hari yang lalu, Javas merengek minta untuk disunat. Meskipun masih duduk di bangku kelas 3 SD, namun dia sudah cukup nyali.


Aira ikut mendampingi ke rumah sakit, namun dia tidak berani untuk ikut masuk ke dalam. Aira tidak tega melihat putranya nanti akan menangis kesakitan. Aira memilih untuk menunggu di luar, bersama mama Widya juga Sharen.


Sekitar 30 menit berada di dalam, Rendra keluar menggandeng putranya yang berjalan dengan kakinya yang mengangkang. Aira beranjak dari duduknya, menghampiri suaminya yang nampak mengobrol dengan dokter, serta Javas dengan wajah yang tidak bisa diartikan. Sepertinya menahan sakit dengan senyum yang dia paksakan.


"Anak mom.., gimana.? sakit nggak sayang?",


"Kayak di gigit semut mom..?",


"Beneran? cucu Oma nangis nggak tadi?"tanya Oma Widya.


Javas menggeleng.


"Javas tadi pegang tangan Dad kuat..., nggak nangis. Vas kan laki-laki, nanti siapa yang ngelindungin Mom, Queen sama Oma kalo Vas cengeng?", ucapnya.


Aira menengadahkan pandangannya, melihat Rendra yang tersenyum tampan melihat istrinya yang terlihat panik. Itu semua memang doktrin dari Rendra untuk menjadikan Javas anak laki-laki yang kuat.


"Anak mas tuh..", ucapnya bangga.


"Iya..anak mas yang dititipin di perutnya Aira..",


"Kita pulang yuk.., Vas duduk di kursi roda aja ya..., jangan jalan sendiri, oke..",


"Oke Dad, let's go.."


Pengaruh obat biusnya sudah mulai hilang. Wajah Javas gelisah, keringatnya mengucur karena merasakan perih didaerah alat vit*alnya.


"Ra..itu kayaknya anak kamu udah mulai kepanasan..", ucap Oma Widya yang ikut menunggui cucunya di dalam kamar


"Javas kesakitan ya?",


Javas mengangguk. Ingin menangis, namun pantang baginya. Mencoba kuat tapi dia merasakan sakit.


"Nggak apa-apa.., mommy kencengin AC nya ya. mommy kipasin.., biar nggak panas..",


"Makasih mom..",


"Sakitnya sebentar doang, nanti juga nggak. Nanti minum obat, terus bobok ya..",


Sharen iri dengan adiknya yang dibelikan mainan oleh Daddynya. Namanya juga anak kecil. Aira dan Rendra memakluminya.


"Javas dibeliin mainan, kok Sha nggak dad..",


"Loh..kan kemarin waktu Sha sakit, juga Dad beliin boneka yang bisa nangis itu kan? Javas kan nggak dibeliin sayang, gantian ya cantik..",


"Daddy gitu..", rajuknya. Namun, dia langsung duduk dipangkuan Daddy yang menunggui adiknya.


"Ssssssst..adeknya udah bobok. Sha nggak boleh berisik ya sayang.., kasian dedek Vas..",


"Mom.., Dad.., Sha mau disunat juga..",


"Hah?", Aira kaget dengan permintaan putrinya.


"Sunat? kenapa Sha pengen disunat?",


"Ya.., biar dapet mainan.., terus dapet uang banyak dari Oma..",


"Tadi Oma ngasih Javas uang..?", tanya Aira.


"Iya.., tuh diumpetin di bawah bantalnya Vas..",


Aira dan Rendra menggeleng. Tingkah kedua anaknya memang kerap menimbulkan tawa, tak jarang juga membuat mereka kaget.


"Kok dek Vas tidurnya gitu Dad? sarungnya dikeatasin. Emang sakit ya Dad kalo sunat?",


"Sakit.., Sha kan udah pernah disunat..",


"Emang iya mom..?",


"Iya..waktu Sha masih bayi dulu juga disunat..",


"Coba Sha mau liat punya Javas, sama nggak kayak punya Sha?",


Rendra langsung menarik badan Sharen yang akan beranjak, melihat apa yang membuatnya penasaran.


"Eeitssss..., nggak boleh dong Sha..",

__ADS_1


"Kenapa Dad? kan Sha cuma mau liat punya adek aja..",


"Nggak boleh, nanti kamu nangis..",


"Serem ya Dad?",


"Iya serem...., tanya aja sama mommy..",


Aira melotot.


"Serem ya mom?", tanya Sharen polos.


"Iya sayang, serem.., Mommy takut..",


"Berarti mommy sering liat ya..",


Aira diam. Dia mengunci mulutnya rapat-rapat.


"Iya mommy sering liat tapi punya Daddy...",


Aira menepuk jidatnya.


"Mas...", peringat Aira.


"Apa sih sayang..",


"Jangan mesum di depan anak..",


"Siapa yang mesum.., kan mas jujur sama Sha..",


"Mah..., mas Rendra nih mah..",teriak Aira.


"Gitu aja pake ngadu ke mamah..",


Aira dan Rendra malah berdebat kecil di depan Sharen dan Javas yang sudah terlelap tidur.


"Oh gitu, ya udah Sha nggak jadi liat punya dedek Vas.., Sha takut..",


"Iya sayang..,


hmmmm Dad sama Mom malam ini mau bobok dulu nemenin adek Vas di sini, Sha mau ke kamar, atau mau ikut disini?", tanya Aira.


"Nggak boleh, boboknya Sha dikasur bawah aja ya, sama Dad..",


"Asyik.., bobok rame-rame ya mom..",


"Iya.., kasian nanti kalo adek Vas bangun tapi nggak ada yang nemenin..",


Resepsi khitanan Javas diadakan di salah satu ballroom hotel milik Prime grup. Memang diadakan cukup meriah, sebagai wujud syukur atas kesehatan dan keselamatan yang diberikan Tuhan untuk Javas. Juga meminta doa kepada undangan agar Javas kelak menjadi laki-laki sejati, bertanggung jawab, menjadi kebanggaan keluarga, serta doa terbaik lainnya untuk Javas. Keluarga, kolega, teman-teman Javas menjadi tamu undangan dalam acara tersebut. Tidak ketinggalan, beberapa rekan dekat Aira juga Rendra juga turut serta menghadiri acara yang digelar cukup meriah.


"Selamat Javas, semoga tambah pinter...,nanti bentuknya jadi baru ya Vas..", celetuk Aldo.


"Bentuk apa om?", tanya Javas polos.


"Hahaha bentuk yang disunat dong.., Javas aja berani, anak Papah kapan mau disunat?", tanya Aldo kepada Nathan, putranya yang hanya terpaut satu setengah tahun lebih tua dari Javas.


"Nanti Pah..",


"Bulan depan ya?",


"Papah.., kalo anaknya nggak mau, jangan dipaksa.., nanti juga minta sendiri kok..",


Nathan memberikan bungkusan sebagai hadiah untuk Javas yang sudah selesai dikhitan. Percakapan mereka antara anak kecil itu terdengar lucu.


"Rasanya gimana Vas? sakit ya?",


"Nggak.., kayak digigit semut..",


"Bohong.., kata temenku yang habis disunat, rasanya sakit..",


"Sunat itu sakit, makanya cuma sekali doang. Kata Daddy ku gitu..",


"Kamu kenapa tiba-tiba pengen disunat..?",


"Anak laki-laki kalo udah disunat , itu tandanya dia udah gede.., udah dewasa. Kalo aku dewasa, itu tandanya udah boleh punya pacar...",


"Kita masih kecil Vas..",

__ADS_1


"Kamu aja yang kecil, aku kan udah sunat.., udah gede..",


"Jadi kamu mau disunat karena pengen pacaran..?",


"Iya..",


"Sama siapa?", tanya Nathan penasaran.


"Itu...", tunjuk Javas pada Yasmine yang berpakaian ala princess. Adik Nathan sangat cantik dengan rambut yang dikuncir dan dihiasi oleh pita.


"Mine itu adik aku.., dia aja masih TK..,malah diajakin pacaran..",


"Biarin aja.."


Lagi-lagi Aira dibuat tepok jidat oleh kelakuan Javas. Sudah pasti itu adalah ajaran dari Rendra.


"Ajaran Daddy kan itu? anak masih SD, udah ngerti pacaran..", ucap Aira.


"Namanya juga laki-laki..",jawab Rendra santai.


"Masih kecil aja udah kayak gitu, gimana gedenya mas?",


"Nggak usah dibuat serius dong sayang.., Javas kan masih kecil. Javas itu keturunannya Rendra Perdana, nggak mungkin anak mas nanti jadi laki-laki mata keranjang. Udah pasti dia nurunin sifat Daddynya. Sekali nemuin perempuan yang tepat, dia bakalan setia sampai akhir.., kayak mas ke kamu..",


"Mulai deh gombalnya...",


"Nggak gombal, itu realita.., i love you so much, sayang...",


"I love you, too.."


Mereka bertiga berada di pelaminan yang memang disediakan untuk para tamu yang ingin mengucapkan selamat secara langsung pada Javas.


"Javas ganteng.., selamat ya.., semoga jadi anak Sholih..", ucap teman Aira.


"Makasih Tante..", jawab Javas yang menerima kado yang diberikan untuknya.


"Javas sayang.., semoga selalu sehat..", ucap Erna yang juga memberikan kado untuk Javas.


Sayangnya, Javas tidak langsung menerimanya. Entah tidak tertarik atau karena ditangannya sudah ada Kado yang membuatnya enggan untuk menyimpannya.


"Ayo terima.., ini kado dari Tante..",


"Vas.., itu dikasih Tante Erna.., terima dulu sayang..",


Javas menoleh ke samping, melihat Mommynya berbicara.


"Apa mom?",


"Itu diambil dulu kado dari Tante..",


"Oh.., iya makasih..", ambilnya. Dia langsung menaruh kado yang diberikan Erna ke meja yang berada disampingnya.


Rendra memberikan sambutan sekaligus mengucapkan terima kasih kepada para tamu undangan yang berkenan hadir di acara resepsi khitanan putranya.


"Aira beruntung banget ya Er, punya suami ganteng, tajir, family man. Dikasih anak sepasang. Yang cewek, duh cantik banget, plek ketiplek sama papanya. Yang cowok mirip banget sama Aira. Keluarga idaman.., paket komplit..",


"Iya.., Aira emang beruntung.., suami kamu gimana?",


"Ya meskipun nggak tajir kayak suaminya Aira, tapi aku sama suami udah punya rumah, meskipun nggak gede. Mobil ada, kerjaan Alhamdulillah juga mapan.., intinya disyukuri aja apa yang kita punya.


"Gitu ya..",


"Kamu kapan mau nyusul?",


"Doain aja..",


"Jangan pemilih lah Er..",


"Nggak kok.., emang belum dapet yang pas aja.."


"Aku tadi liat mantan kamu.., sama perempuan. Itu istri atau pacarnya, cantik loh..?",


"Istri...., hmmm istrinya itu sepupunya Aira..",


"Owalah..pantesan. Aku heran ya.., kenapa kakak, sepupunya Aira tuh pada cakep-cakep gitu.., keturunan bidadari apa yak..",


"Hahah kamu bisa aja..",

__ADS_1


Cuma mau ngasih gambaran aja, gimana harmonisnya keluarga Rendra sama Aira, sebelum negara Api mulai menyerang. Nikmatin aja keuwuan mereka.., sebelum hati dibuat kretek kretek lagi 😁


__ADS_2