Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Di luar Perkiraan


__ADS_3

Hari ini, mereka akan melakukan pemeriksaan kesehatan reproduksi di salah satu rumah sakit atas rekomendasi Kina. Sharen dan Nathan memutuskan untuk merahasiakan dari keluarganya. Hanya Kinara, satu-satunya yang tahu tentang rencana mereka.


"Yank..


yuk..udah telat.., takut macet..",


"Tenang aja, nggak..


mas mau ngomong dl sama kamu.., duduk sini..",


Melihat Nathan yang serius, Sharen menurut. Dia duduk di samping suaminya.


"Sayang..", ucap Nathan yang langsung menggenggam tangan istrinya.


Sharen menatap Nathan.


"Kenapa yank..?",


"Hari ini, aku nurutin kemauan kamu..., kita periksa kesehatan kita..",


"Iya..",


"Kamu tau kan? kalo aku sebenarnya belum pengen...",


Sharen mengangguk.


"Bukan aku nggak mau kalo kita cepet punya anak, atau mas ngelakuin setengah hati..., nggak..


cuma rasanya terlalu cepet kalo kita negatif thinking sama kondisi kesehatan kita.


Tapi, aku ngelakuin ini semua biar kamu juga nggak merasa kecil hati atau ngerasa tertertekan karena Mamah atau Mommy...",


"Makasih mas..",


"Mas cuma mau kamu janji..


apapun nanti hasilnya, itu nggak akan mempengaruhi pernikahan kita. Syukur kalo kita sehat. Tapi, kalo salah satu diantara kita ada yang bermasalah, kita harus tetap kayak gini. Kita tetep sama-sama..",


"Aku janji..


Tapi, aku mau kamu juga janji yank...


kalo semisal ada yang bermasalah sama aku, kamu jangan ninggalin aku ya..., kita usaha terus sampe kita punya anak. Kita berobat keluar negeri, bayi tabung atau......",


"Sshuuuut...


kita sehat.., nggak ada yang salah sayang...,


tapi, kalo aku yang bermasalah..?",


"Aku selalu ada buat kamu...",


"Janji ya..,


setelah hasilnya nanti keluar, kita tetep baik-baik aja..",


"Tujuan kita nikah, bukan cuma buat anak kan?",


"Iya..",


Keduanya saling berpelukan, berpelukan satu sama lain. Mereka berangkat.


Sebelumnya, Sharen dan Nathan memang sudah membuat janji dengan dokter atas rekomendasi Kinara.


Mereka berdua mendapatkan penjelasan sebelum melakukan berbagai macam tes.


Step yang dilakukan pertama kali adalah pemeriksaan USG pada rahim Sharen. Berdoa di dalam hati, mukjizat terjadi dan saat layar menunjukkan nanti, sudah ada Nathan junior di dalam perutnya. Namun, sayangnya tidak. Rahimnya masih kosong, belum ada benih di dalam sana.


"Rahimnya bagus.., nggak ada masalah mbak..", ucap dokter.


Sharen dan Nathan bernafas lega. Setidaknya satu step menunjukkan hasil yang baik.


Sharen juga menjalani tes HSG untuk mengetahui apakah terjadi sumbatan pada saluran tuba atau mendeteksi masalah pada rahim. Sebelumnya, Sharen dan Nathan sudah diberikan penjelasan, jika tes ini akan menimbulkan rasa sakit yang dirasakan oleh Sharen.


"Nggak apa-apa, Mas disini nemenin kamu kok.., kuat sayang...",


Sharen meringis ketika tubuh bagian bawahnya mulai disuntikkan cairan. Rasanya nyeri.


Sharen tetap kuat, apalagi dia mendapatkan dukungan penuh oleh suaminya.


Sharen menjalankan satu persatu prosedur dengan baik.


Kini, giliaran Nathan. Setelah cek darah, dia terpaksa harus mengeluarkan cairannya untuk dicek. Hal ini, mendapatkan cemoohan dari istrinya.


"Yank.., mau dibantuin nggak..?", goda Sharen.


"Apaan.., nggak usah..",


"Terus kamu ngebayangin?",


"Boleh nggak sih kalo hubungan aja..", ucapnya akhirnya menyerah.


"Nggak boleh.., harus dikeluarin..",


"**** *** aja sayang..bantuin dong..",


"Ih..jangan..., takut ketelen sama aku...",


"Terus gimana?",


"Katanya di dalam ada blue film.., kamu tonton aja tuh..",


"Nggak bisa deh..",


"Ya udah deh..nih..", ucap Sharen memberikan ponsel miliknya.


"Apa ini..?",


"Buka galery..",


"Apa..? film..?",


"Nggak..


ada aku.., lagi naked..",


"Serius..?",


"Iya..",


"Kalo hape kamu hilang gimana? coba..?",


"Makanya tadi aku megangnya ati-ati banget..,


mau nggak..?",


"Sejak kapan sih kayak gitu sayang?",


"Ye..kan aku ngelakuinnya karena emang tau, nanti kamu kudu ngeluarin. Biar kamu turn on..",


"Hmmmm..,


pinter ya kamu..",


"Bisa terangs@ang nggak? kan cuma naked doang, tapi goda kamu dikit-dikit sih di videonya.., udah kayak pelacu-r yank..",


"Ngomong apa sih..", Nathan mengetok kepala istrinya dengan pelan.


"Hehehe..


udah cepetan sana..aku tungguin sini..",


Membutuhkan lebih dari 30 menit dan akhirnya Nathan keluar dari ruangan yang sudah disediakan.


"Lama banget yank..",


"Hmmm.., nggak enak dilakuin sendiri...",


"Aku kurang Sexy ya? kurang nakal..?",

__ADS_1


"Kurang nyata..", ucap Nathan.


"Ih..berarti nggak kegoda sama aku dong..",


"Kegoda..tapi kalo dipraktekin beneran..",


"Nakal..",


"Nanti ya..,


aku mau digoda kayak gitu..,


mau kamu nakalnya kayak divideo..",


"Videonya didelete aja ya yank..",


"Iya.., udah aku delete..",


Seharian penuh berada di rumah sakit, dan akhirnya mereka pulang. Mereka memilih pergi ke rumah Mommy dan Daddy karena Sharen ingin bertemu dengan adik iparnya. Sharen bercerita tentang apa yang dijalaninya hari ini.


"Sabar ya.., berdoa semoga semuanya baik-baik aja jadi langsung bisa lanjut program kehamilan..",


"Aamiin...makasih ya Na..",


"Sama-sama mbak..",


Javas datang dengan senyuman sumringah. Dia membawa satu buah plastik putih.


"Sayang..", ucapnya mengecup kening istrinya.


"Udah pulang..?",


"Udah..


nih....", ucapnya.


"Makasih mas..",


"Itu obat Na..?


Kamu sakit apa? ", tanya Sharen.


"Kinara....",


"Nggak mbak..,


cuma vitamin aja buat aku sama Zee..",


"Hmmm..kirain..


Na.., aku ke kamar dulu ya. Gerah banget.., mau mandi..",


"Oke mbak...",


Flashback


Kinara merasa ada yang aneh di dalam tubuhnya. Berharap, apa yang dirasakan ini hanyalah gejala bulanan yang biasanya dia rasakan. Tapi, kalau tidak dicoba mana tau hasilnya?


Tangannya gemetar, memasukkan alat berbentuk pipih ke dalam wadah yang sudah berisi cairan yang baru saja dia keluarkan. Dia berdoa di dalam hatinya, semoga saja hasilnya hanya garis satu.


Kinara membuka matanya dan.... hasilnya tidak seperti yang di harapkan. Tespack yang berada ditangannya menunjukkan jika hasilnya garis dua alias positif.


"Mas.......!!!", Kinara berbicara sedikit berteriak membuat Javas yang sedang menidurkan Zee menjadi kaget.


"Sayang..., kenapa sih..?",


"Sini...iii....iii....",ucapnya dengan menangis.


Javas langsung berlari ke arah istrinya.


"Kamu jatuh..?",


"Nggak...


Liat ini..huuu...hu...hu....", Kina melanjutkan tangisnya. Dia memberikan hasil tesnya pada Javas.


"Apa ini..? garis dua? kamu positif? hamil sayang..?",


"Alhamdulillah..


hamil..? beneran....? Zee...mau punya adik ya..


Sayang..makasih ya..


Akhirnya punya anak dua..",


"Gimana sama dia.........", Kinara menangis setengah tertawa.


Kinara menunjuk ke arah Zee yang baru saja tertidur. Hari ini putranya memang bangun pagi, itulah mengapa saat ini jam 8 pagi, Zee kembali terlelap tidur.


"Ze ..? kenapa..?",


"Masih kecil mas...",


"Ya kan pas..


nih..dedeknya masih di dalam perut, 9 bulan lagi kan keluarnya? kan pas nanti..",


"8 bulan lagi...",


"Kok bisa..",


"Mungkin usianya udah 7 mingguan..",


Javas terperangah.


"Iya kah..?", tanyanya dengan memegang perut istrinya.


"Gimana mas...", ucap Kinara.


"Nggak gimana-gimana..mas bahagia, mas seneng..,


makasih sayang..", ucap Javas memeluk lalu mencium kening istrinya.


"Mas bohong kan..?",


"Bohong kenapa..?",


"Waktu itu beneran nggak pake karet ya mas..?",


"Yang mana..?",


"Waktu Kina nemenin mas meeting 2 hari di hotel..",


"Mana sih..?",


"Pura-pura nggak tau..",


"Udah..


jangan nangis..",


"Kina bukan nggak bahagia, tapi belum siap bagi kasih sayang..",


"Bayi yang di perut kamu, juga anak kita kan? masa nggak sayang..?",


"Cuma kasian sama dia..?", tunjuknya pada Zee. Air mata Kinara kembali meleleh.


"Zee pasti jadi kakak yang hebat buat adiknya..


percaya sama mas..",


"Ih..


mas belum jawab...",Kinara memukul dada suaminya.


"Apa sayang..?",


"Waktu itu nggak pake pengaman ya..?",

__ADS_1


"Kamu nggak berasa, emangnya..?",


Kinara terdiam.


"Saking enaknya..?",


"Ih...", Kinara mencubit pinggang suaminya.


"Mas sengaja kan? buat Kina hamil lagi..?",tanyanya lagi.


"Waktu itu kehabisan ko_ndom sayang, kan malam sebelumnya juga udah main..Paginya juga..",


Kinara menghela nafasnya.


"Udah rezekinya kita..",


"Anterin Kina ke dokter kalo gitu..., mau USG..",


"Oke..siap permaisuri..


kemana lagi..?",


"Langsung pulang..",


"Nggak ngidam apa-apa..?",


"Nggak...",


"Oke..,


kamu siap-siap dulu..


mas tunggu di bawah..",


"Zee nggak usah ikut ya mas..",


"Kenapa..?",


"Kan dia tidur, lagian..Kina juga malu..",


"Malu punya anak kayak Zee.., istigfar sayang..",


"Bukan gitu..


malu, nanti pasti dikomentarin pasien lain. Masih kecil kok punya adek? doyan ya Bu..?", jawab Kina.


"Kocak....", Javas mencuri satu ciuman di pipi istrinya.


"Iya pasti gitu deh mas..",


"Ya kan anak kita, ngapain juga orang yang repot. Lagian, kamu juga sensi.., nggak ada yang berani komen kayak gitu..",


Javas terlihat sangat bahagia ketika melihat di layar. Benihnya tertanam di dalam rahim istrinya. Sesuai perkiraan Kina, usia kandungannya sudah memasuki usia 7 Minggu.


"Saya resepkan vitamin ya Bu..",


"Baik dok..makasih..",


"Ada keluhan?",


"**Nggak ada dok.., cuma kalo pagi aja agak pusing..",


"Iya..wajar..


Ada yang perlu ditanyakan lagi..?",


"Nggak ada dok..


Terima kasih..", jawab Kina.


"Makasih Dok..",


Kehamilan keduanya ini, menjadi kehamilan yang sangat istimewa bagi Javas. Jika saat hamil Zee dulu, Javas tidak diberikan kesempatan untuk menemani Kina. Tapi, kali ini Javas berjanji akan merawat dan menemani Kina sepanjang waktunya.


"Mas janji, akan tanggung jawab penuh sama kamu, dan anak-anak kita..",


"Makasih mas..",


"Mas kerja dulu sayang..


mau nitip apa..?",


"Nggak ada..


Resep vitaminnya Kina jangan lupa ditebus ya mas..",


"Nanti mas bawa kalo pulang, atau mau ditebus sopir aja..?",


"Tebus mas aja..nggak apa-apa kalo nanti pulang..",


"Istirahat yang bener sayang..


nggak boleh kecapekan ya..",


"Iya..mas hati-hati..",


Saat pulang, Javas mendapati istrinya yang sedang berbincang dengan kakaknya. Terdengar serius, namun saat Javas datang. Mereka segera mengakhiri percakapan.


"Sayang..", ucapnya mengecup kening istrinya.


"Udah pulang..?",


"Udah..


nih....", ucapnya.


"Makasih mas..",


"Itu obat Na..?


Kamu sakit apa? ", tanya Sharen.


"Kinara....",


"Nggak mbak..,


cuma vitamin aja buat aku sama Zee..",


"Hmmm..kirain..


Na.., aku ke kamar dulu ya. Gerah banget.., mau mandi..",


"Oke mbak...",


Javas menunggu berbicara sampai kakaknya pergi.


"Kenapa?",


"Mbak Sharen jangan tau dulu kalo Kina hamil ya mas..?",


"Kenapa..? kan cepet atau lambat juga perut kamu gede..",


"Mbak Sharen hari ini baru aja tes fertilitas.., takut dia jadi kepikiran..",


"Oh..",


"Na nggak enak mas..,nanti aja ya..


Sama sekalian kalo mommy sama Daddy pulang dari luar kota, jangan dikasih tau dulu..",


"Oke..kalo itu mau kamu..


yang penting nih si utun sehat.., ya nak..",


"Dih..jangan disini kalo mau ciumin baby-nya.


Di kamar aja yuk..",


"Itu sih maunya mama..,

__ADS_1


iya kan?",


"Hehe..",


__ADS_2