Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Gigitan Jaz


__ADS_3

Jaz langsung menggandeng mbak sus, namun sebelum masuk ke kamar mandi, dia berbisik pada susternya, dengan menunjuk Kina.


Suster Sri hanya menahan tawanya, merasa lucu dengan kata-kata Jaz. Entah apa yang dibisikkan Jaz kepadanya.


Sharen justru yang ke-geer-an dan dia yang merasa ada yang salah dari dirinya.


"Kenapa sih mom?",


"Nggak.., biasa itu adik kamu..",


"Make up Sharen jelek ya..?", tanyanya.


"Bagus gini dibilang jelek Tante.." ucap MUA yang merias Sharen.


"Iya.., cantik kok Sha..,


Bukan kamu yang bikin Jaz bisik-bisik...",


"Bener ya mom..",


"Iya sayang...",


Tiga puluh menit kemudian, Sharen sudah selesai di makeup. Dia terlihat cantik bak putri kerajaan. Menggunakan soflens berwarna biru , dengan make up bold yang tetap terlihat soft dan elegan. Sharen seperti putri di kerjaan dongeng. Sangat cantik.


Kini, giliran Kinara yang dipoles wajahnya. Dia masih tertidur disofa. Pelan-pelan, Kianara dibangunkan.


"Maaf ya mbak, aku ngantuk banget..",


"Iya nggak apa-apa.., ayo mbak.., kita make up sekarang ya..",


Kinara duduk di tempat yang sebelumnya dipakai oleh Sharen. Kakak iparnya sudah selesai make up dan sekarang sedang berganti baju dibantu oleh orang wardrobe.


"Mbak ini, istrinya Javas..?",


Kinara hanya tersenyum.


"Iya kan?",


"Iya.., tau dari siapa?",


"Dari Sharen, dari Tante Aira juga. Kok sembunyi-sembunyi mbak nikahnya?"


"Nggak apa-apa, yang penting keluarga tau..


Mbak kenal ya sama mas Javas?",


"Kenal.., aku kan sering make-upin Sharen mbak.., Javas itu udah terkenal lah mbak, kalo lagi ada job sama Sharen, pasti pada nanyain Javas. Maklum lah ya, suami mbak kan ganteng.., ", pujinya.


Kinara memperbaiki posisi duduknya, dia menjadi salah tingkah.


"Temen-temen modelnya Sharen juga pada ngejar Javas, tapi nggak ada yang diladenin. Eh taunya sama mbak ya..",


"Nggak ada apa-apanya dibanding sama model-model itu ya mbak maksudnya?"


"Enggak lah.., mbak juga cantik banget kok.., apalagi kalo nanti makeupnya selesai, dijamin nanti Javas jadi pangling saking cantiknya.."


"Mbak bisa aja..",


"Tadi waktu Tante bilang Javas udah nikah, aku kaget lho mbak. Sebelumnya kan pacarnya bukan mbak kan.."


"Iya..",


"Eh maaf mbak bukannya mau bahas yang dulu, cuma setauku emang bukan mbak pacarnya Javas..",


"Iya mbak.., saya sama mas Javas kenal bentar langsung nikah.."


"Aku jadi ngerti sekarang mbak, kenapa Javas nggak suka sama model-model cantik itu. Jadi gini seleranya Javas.., nggak neko-neko, tapi cantik..",


"Makasih mbak..",


"Oh ya kita belum kenalan, kenalin aku Ana mbak..",


"Saya Kinara mbak..",


"Nama yang bagus..",


"Makasih udah dipuji terus..",


"Udah cantik, namanya juga bagus.


Oh ya, bajunya mbak Kina gimana, kayak yang dipake Sharen..?",tunjuknya pada Sharen yang sudah berganti menggenakan kebaya yang transparan di bagian dadanya, namun masih tertutup.


"Iya modelnya hampir sama kayak gitu mbak..",


"Oke..


Jadi tatto dari Javas aku tutup ya mbak, biar nggak ganggu pemandangan..", ucapnya dengan menahan senyum. Ana langsung memberikan concealar pada kissmark yang berada di dada Kinara.


Kinara bahkan baru menyadari saat Ana mengatakannya. Ternyata di dadanya ada sebuah bekas cup*angan yang dilakukan oleh suaminya semalam. Kenapa Kinara baru melihatnya? Bukan hanya bekas se*dotan biasa yang samar, tapi ini terlihat jelas.


"Astaga mbak.., aku baru tau...",


"Lupa ngasih tau Javas ya Na kalo kamu pake kebayanya kain dadanya transparan...", sahut mommy.


Kinara tersenyum malu. Bagaimana bisa dia tidak melihatnya. Padahal terlihat sangat jelas.


"Maklumlah Tante, pengantin baru..", sahut Ana.


Kinara hanya diam, dia benar-benar malu. Kina tadi memang terburu-buru karena sungkan jika ipar dan ibu mertuanya terlalu lama menunggunya.


"Kalo mau tidur juga nggak apa-apa mbak..",


"Nggak mbak.., udah lumayan tadi tidur disitu..",


Ana memang sudah dekat dengan Sharen, dia kakak kelas dua tingkat sabar mereka duduk di bangku SMA. Ibu satu orang anak ini memang sering bekerja sama dengan Sharen.


"Mbak Ana nginep juga disini?",


"Iya mbak.., minta kamar sama Sharen...",


"Oh gitu.., udah lama jadi MUA?",


"Udah.., dari SMA dulu..",


Meskipun baru pertama kali bertemu, tapi keduanya nampak akrab. Kinara memang pendiam, tapi sekalinya bicara pasti ada topik yang menjadi bahan.


"Mbak.., aku maunya nanti lipstiknya yang nude aja ya.., terus eyeshadow nya jangan warna yang gelap, nanti aku keliatan galak..",

__ADS_1


"Iya mbak..resepsinya aja ya yang dibuat bold. Biar keliatan glamournya..",


"Cocok nggak mbak sama wajah ku?",


"Cocok kok.., mbak Kina kan cantik..,


Widih..Tante Aira cantiknya...", pujinya.


Mommy Aira sudah selesai dirias wajahnya. Jangan ditanya hasilnya, sudah pasti cantik. Selain ditangani oleh profesional, wajah Mommy Aira yang memang dasarnya cantik juga menjadi jawabannya.


"Cantik nggak Na..",


"Cantik mommy..",


"Mommy ganti baju dulu ya..", pamitnya.


Hanya tinggal Kinara. Sharen sudah cantik dengan make up-nya, serta anggun memakai kebayanya. Sharen sibuk berfoto dengan dibantu oleh timnya.


"Udah...",


"Selesai ya mbak..",


"Selesai.., cantik banget mbak..",


"Makasih mbak..",


"Ada yang mau dibenerin nggak..",


"Nggak mbak.., udah bagus.., makasih ya udah dimake-up in..",


"Sama-sama mbak..


mau ganti baju disini juga?",


"Baju ku dikamar mbak..",


"Oke.., aku tunggu disini ya.., rambutnya mbak Sharen di Curly dulu..",


"Iya mbak.., aku ke kamar ku dulu ya..",


"Oke..",


Kinara yang sudah ayu, keluar dan menuju ke kamarnya untuk berganti pakaiannya. Saat masuk ke dalam kamarnya, dia mendapati suaminya yang masih tertidur pulas. Satu hal yang ingin dia lakukan sejak malam tadi adalah menelepon maid kepercayaannya.


"Halo bik..",


"Halo non.., ada yang ketinggalan?",


"Bik.., baju tidur Na kok jadi berubah? Kan Na bilangnya ambil piyama setelan panjang 4 stel, kenapa jadi berubah lingerie sih? mana semuanya kayak gitu.., Bibik ngambilnya di lemari tengah ya..",


"Iya non.., itu yang beliin mbak Sharen kan?",


"Iya.., kok tau?",


"Mas Javas yang bilang, kan saya disuruh ngambil yang itu non..",


"Kok...",


"Mas yang nyuruh...", ucap Javas tiba-tiba. Rupanya dia sudah bangun dan langsung duduk di sebelah istrinya.


"Kenapa ngomel sih sayang?",


"Jadi mas yang nyuruh?",


"Iya.., kenapa? ",


"Na malu mas..",


"Kenapa malu? mas udah liat semuanya..", jawabnya.


"Ckckk..mas..",


"Kamu cantik banget.., kayak bidadari..",


"Gombal..",


"Bercinta lagi yuk..",


"Na mau ganti baju..,


Mas.. kenapa nggak bilang kalo di dada Na..ada....",


Javas tersenyum nakal. Ternyata sebenarnya Javas sudah menyadari.


"Apa?",


"Ada bekas semalem..",


"Ya terus kenapa?",


"Na kan malu mas..",


"Kenapa mesti malu, orang kamu juga udah punya suami..",


"Iya tapi tetep malu, mana mommy juga liat tadi.."


"Kan udah ilang sayang, nanti mas buatin lagi ya..",


"Bukannya ilang, tapi ditutupin pake make up..",


"Oh gitu..",


"Mas udah mandi..?"


"Belum sayang.., tolong siapin baju gantinya..",


"Na kan udah siapin mas..",


"Celana da*lamnya belum..", bisiknya.


"Biasanya kan ngambil sendiri..",


"Mulai sekarang siapin semuanya tanpa terkecuali..",


"Iya mas.., Kina ambilin.., abis itu Kina ganti baju dulu..",


"Kiss me Na..",

__ADS_1


"Nggak...",


"Dosa Na..",


"Astagfirulloh mas.., Na udah dandan kayak gini, mas mau pipinya kena lipstik..?",


"Rapel nanti malem ya?",


"Nanti malem resepsi mas..",


"Abis resepsi kan bisa..",


Kina yang sedikit kesal langsung meninggalkan suaminya untuk menyiapkan apa yang diminta oleh Javas.


Javas merasa gemas melihat istrinya yang terlihat seperti anak kecil ketika dia merajuk.


Mommy, Sharen dan Kinara terlihat kompak mengenakan baju warna senada dengan model yang selaras dan seirama. Sama tapi berbeda. Ketiga ratu dari keluarga Rendra Perdana itu tampak sibuk berfoto.


"Bagus-bagus Mom hasilnya..",


"Bisa langsung dikirim ke handphone nggak Sha?",


"Bisa..?", tanya Sharen pada kru nya.


"Bisa mbak.., abis ini langsung saya kirimkan ke handphone..",


Senyum Kinara merekah ketika dari kejauhan melihat Jaz yang digandeng oleh Daddy dengan memakai jarik dan beskap, lengkap dengan blangkon di kepalanya.


"Ganteng banget sih...",


"Makasih kak dok...,


Kak Javas mana..?",


"Tuh...", tunjuknya pada Javas yang sedang berdiri dengan bersandar di tembok. Javas juga sudah berganti pakaian dengan memakai jarik dan beskap.


Jaz dengan langkahnya yang terbatas menghampiri Javas dengan menyapa kakaknya.


"Kak Javas..",


"Hei tuyul..",


Jaz langsung menyambut tangan kakaknya. Bukan untuk menciumnya, tapi.....


"Aaawwww..................., Jaz.......",


Jaz menggigit tangan Javas membuat kakaknya itu meringis kesakitan. Gigitan yang dilakukan oleh Jaz dengan kekuatan giginya.


"Jaz.....!!!!!!", ucap Rendra memperingati bungsunya.


"Kak Javas nakal Dad, dia juga gigit kak Kinara. Itu balasan, biar kak Javas nggak gigit kak Kina lagi..",


"Jaz..,kok nakal...", ucap Kinara.


"Jaz nggak boleh gitu sayang...",ucap sang mommy


Huaa....huaa...Hua...


Jaz menangis, karena aksinya justru tidak mendapatkan dukungan dari siapapun.


"Kak Javas yang nakal kak Sha..., huuuuu...hu-uu..hu-uu....",


"Nggak boleh gitu, kasian kak Javas kesakitan..", ucap Mommy yang mencoba menenangkan dan menasehati Jaz.


"Udah diem, jagoan kok nangis. Jaz nggak boleh kayak gitu lagi ya..", Daddy menggendong Jaz.


Jaz mengangguk mengerti.


"Kak Javas nakal sama kak Kina?", tanya Dad lagi.."


"Iya Dad..disini nya kak Kina tadi merah.., kata mommy yang gigit kak Javas..",


"Sayang.., ngomong apa sih kamu..",


"Hehe.., mommy kan cuma iseng ngomong gitu dad..", jawab mommy menyengir kuda.


"Lain kali nggak boleh gitu, Jaz itu perasa.., ada saudaranya yang merasa disakiti, pasti dia bales.."


"Iya mas.., maaf.."


"Untung semalem mas ngasih kissmarknya ditempat tertutup ya..", bisiknya pada Mommy Aira.


"Ih..., mas....", Mommy Aira mencubit kecil perut suaminya.


Kinara menghampiri suaminya yang terlihat menggenggam tangannya dengan menggunakan tangannya sendiri.


"Mas.., sakit ya..",


Kinara meraih tangan suaminya. Bekas gigitan Jaz membekas kemerahan.


"Huh..huh....huh....", spontan Kinara langsung meniup-niup bekas gigitan ditangan Javas.


"Pasti sakit banget ya mas.., huh...huh...huh..


Kina mintain kotak p3K ya, kina obatin dulu mas.."


Tidak ada jawaban dari Javas, membuat Kinara yang panik melihat wajah suaminya. Javas terlibat serius melihatnya.


"Mas.., kenapa? ada yang salah..? kenapa mas ngeliatin Kinara kayak gitu..?",


"Segitu sayangnya kamu sama mas ya Na?",


Kinara diam.


"Ini cuma gigitan Jaz, bukan gigitan binatang buas, segitu khawatirnya kamu sama mas ya Na..?",


Kinara masih diam.


"Kamu khawatir sama mas? segitu sayangnya kamu sama mas? iya sayang..?",


Kali ini, Kinara mengangguk.


"Mas nggak kenapa-napa. Perih.., tapi sekarang udah nggak.., makasih ya sayang..", ucapnya dengan mencium kening Kinara.


"Yuk..",


Kinara memberikan tangannya. Javas menggenggam tangan Kinara erat. Mereka berdua berjalan menuju tempat akad dengan bergandengan tangan.

__ADS_1


__ADS_2