Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Pulang


__ADS_3

"Tante.., Kina pamit duluan ya..,


titip mbak Sharen ya Tan..",


"Iya.., pasti...


kamu hati-hati ya..",


"Iya Tante..


assalamualaikum..",


Mereka bergantian menemani Sharen di rumah sakit. Menunjukkan betapa banyaknya orang yang sayang dengan Sharen.


"Udah makan...?",


"Udah mah...",


"Belum minum obat ya..",


"Iya mah..",


"Ayo minum dulu..habis itu istirahat. Biar cepet pulang..",


Mama Farah mengambilkan obat milik Sharen. Memberikan satu persatu obat untuk di minum oleh menantunya.


"Obatnya banyak juga ya Sha..",


"Iya mah..


Sha bosen minum obatnya terus..",


"Nggak apa-apa, kan biar cepet pulih...",


"Iya mah..",


"Sha.., ini obat apa..?",


Sharen menelan obat yang berada di dalam mulutnya, lalu mengamati obat yang dimaksud oleh Mama mertuanya.


"Nggak tau mah,


kayaknya vitamin..",


"Iya..., ini emang vitamin, buat ibu hamil..


Sha.., kamu hamil...?",


"Mama salah mungkin..",


"Nggak.., mamah tau kalo ini vitamin buat ibu hamil. Kamu hamil Sha..? atau dokternya yang salah kasih vitamin..",


"Iya mah...",


"Iya apa? kamu hamil? atau dokternya yang salah?",


Untuk beberapa detik, Sharen terdiam. Mamah Farah pun setia menunggu jawaban dari menantunya.


"Iya..Sharen hamil...",


"Hah..? kamu hamil..?",


"Kenapa? Mamah pasti nggak percaya kan?pasti ngira ini bukan anak Nathan..., Sharen udah duga Mah...",


"Kamu ngomong apa sih..?


Alhamdulillah ya Allah, Mamah seneng banget..., Doa Mama akhirnya dikabulkan...", Mama Farah langsung memeluk menantunya. Mama Farah menangis karena haru.


"Mamah percaya kalo ini anak Nathan Mah..?",


"Percaya Sha.., ini cucu Mamah sama Papah..",


"Tapi, Nathan kan susah buat Sharen hamil..",


"Dokter kan manusia, mereka berbicara berdasarkan ilmu. Tapi, Allah.....? DIA bisa melakukan apapun, hanya dengan "terjadilah", semuanya nggak ada yang nggak mungkin...",


"Makasih Mah..",


"Jadi, kamu sakit karena hamil..?


kenapa nggak terus terang? kamu takut Mamah nggak ngakuin ini cucu Mamah..?",


Sharen mengangguk.


"Maaf mah..",


"Kenapa kamu berpikiran kayak gitu Sha..?",


"Sha takut mah...",

__ADS_1


"Usianya berapa Sha..?",


"Jalan 5 Minggu mah..


katanya kondisi Sharen lemah, jadi harus bedrest..",


"Alhamdulillah..


jaga baik-baik ya..


kamu juga dijaga kesehatannya.., mamah rawat kamu, rawat cucu mamah..",


"Mas Nathan, dimana Mah..?",


"Nggak usah dipikirin.., yang penting kamu sama anak kamu sehat..",


"Mas Nathan pasti nggak ngakuin ini anaknya kan mah?",


"Kalo dia sampai nggak ngakuin, mamah juga nggak akan pernah ngakuin dia sebagai anak Mamah...",


"Mamah tau, dimana mas Nathan..?",


"Nggak tau Sha.., mamah papah udah cari kemana-mana, tapi nggak ketemu...",


"Malam itu memang kami bertengkar mah, Sharen masuk kamar. Abis itu nggak liat Mas Nathan lagi, hapenya juga nggak aktif sama sekali..",


"Tenang aja ya, Papah sama Daddy kamu juga lagi nyariin Nathan...


kalo ketemu, kamu mau ketemu sama dia?",


"Mau.., tapi cuma mau nyampein uneg-uneg aja..


Sha nggak mau tinggal sama dia...",


"Lho kenapa?",


"Sharen trauma ditinggalin mah...",


"Setiap rumah tangga pasti ada ujiannya. Kamu bohong demi Nathan, Nathan juga mungkin ngilang buat nenangin diri, meskipun Mamah juga nggak benerin kelakuan dia. Tapi, sekarang kan udah ada ini...", Mama Farah mengusap perut Sharen.


"Kamu maafin Nathan ya Sha.. Mama nggak mau kalo sampe kalian pisah. Kasian cucu Mamah...",


"Nathan jahat sama Sharen Mah, padahal dia tau kalo Sha cinta banget sama dia..",


"Mamah tau.., tapi kamu nggak akan minta pisah kan?",


Sharen menggeleng.


"Kenapa?",


"Nathan marah-marah terus Mah..",


"Nanti mamah temenin kalo ketemu sama Nathan ya.., jadi kamu nggak usah takut..",


Sharen mengangguk.


"Mamah mau telepon Papa dulu ya, mau ngasih tau kalo sebentar lagi mau punya cucu...", ucap Mama Farah yang girang.


Dua hari kemudian, Sharen diperbolehkan untuk pulang karena kondisinya yang sudah membaik. Tapi, Sharen tetap akan berada di bawah pengawasan Psikiater untuk menjaga mentalnya yang berlahan sudah mulai pulih.


"Alhamdulillah kita pulang hari ini...",


"Apartement Sharen pasti kotor banget ya Mom..",


"Kita pulang ke rumah Sha.., bukan ke Apartement...",


"Tapi mom...",



"Biar mommy aja yang ngerawat kamu..., Mama Farah memang sayang sama kamu, tapi kalo di rawat sama orang tua sendiri, itu beda Sha..",


"Nggak Mom..


Sha udah janji, kalo Sharen udah hamil. Sharen tinggalnya di rumah Mama Farah...",


Mommy Aira melihat ke arah suaminya. Dan, Daddy sepertinya menyetujui jika putrinya tinggal di rumah mertuanya.


"Ya udah, kalo gitu Mommy telepon Mamah Farah dulu..",


Sebenarnya, Aldo dan Farah sudah berjanji akan berkunjung ke rumah sakit, ikut menjemput Sharen yang hari ini sudah diperbolehkan pulang oleh dokter. Tapi, hingga saat ini belum ada batang hidung mereka.


"Halo Far.., kamu di rumah?",


"Ra.., ini Aldo...",


"Lah..Farah mana Al..? aku mau ngabarin kalo Sharen minta tinggal di rumah kalian...",


"Ra..maaf kayaknya nggak bisa..

__ADS_1


Farah tadi tiba-tiba pingsan Ra.., ini aku lagi otw ke rumah sakit terdekat..",


"Astagfirullah...


Ya udah Al, semoga Farah baik-baik aja...",


Mommy Aira menutup teleponnya.


"Kenapa Mom..?",


"Ibu mertua kamu pingsan, ini lagi dilarikan ke rumah sakit. Jadi, kamu batal ya tinggal di rumah mereka. Kita pulang sekarang...",


"Kita pulang ke rumah..?",


"Iya...",


"Kalo Mamah udah sembuh, Sharen tinggal disana aja Mom..",


Kepulangan Sharen disambut gembira oleh penghuni rumah, termasuk para Maid yang berjejer rapi ketika putri semata wayang majikannya pulang. Mommy dan Daddy juga sepertinya sudah menyiapkan semuanya. Termasuk kursi roda elektrik untuk Sharen.


"Sharen bisa jalan Mom..",


"Nggak boleh, kamu harus banyak istirahat..kalo mau naik turun juga pake lift, jangan pake tangga. Kalo mau kemana-mana harus pake kursi roda.., ini buat jaga bayi kamu Sha..",


"Iya mom..",


"Kita ke kamar ya mbak..",


"Na.., nggak usah di dorong, kamu juga lagi hamil. Itu kursi roda bisa otomatis, jadi biar Kak Sharen sendiri yang jalanin..",


"Iya mom..",


"Biar Javas aja yang dorong..."


Semenjak kakaknya sakit dan ditinggal oleh Nathan, Javas memang sangat perhatian kepada kakaknya. Bukan berarti sebelumnya tidak sayang, tapi Javas sangat menjaga kakaknya. Setelah Daddy, Javas lah yang sangat kecewa dengan keadaan yang menimpa kakaknya.


"Menantu anda sudah kembali pak..", ucap salah satu orang yang ditugaskan Rendra untuk mencari keberadaan Nathan.


"Kamu yakin..?",


"Saya akan mengirim fotonya.."


Daddy memastikan jika memang benar itu Nathan. Menantunya kembali, dengan penampilan yang berbeda dari sebelumnya.


"Ra...",


"Iya mas..",


"Sharen masih istirahat di kamarnya..?",


"Iya mas.., keadaanya udah membaik, cuma masih labil. Kadang bilang pengen ketemu Nathan, sebentar bilang nggak mau ketemu..",


"Siap-siap ya, besok kita ke Singapore..",


"Lho..kok mendadak..?",


"Mendadak Revan nggak bisa nganterin Mamah, karena harus dinas. Jadi kita aja yang nganter..",


"Oh..iya mas..",


"Jaz ikut ya, Sharen juga...Javas biar di sini, nemenin istrinya sama standby buat Prime",


"Lho..Sharen ikut juga..? kan dia masih tahap pemulihan mas.., nggak boleh banyak gerak juga. Apalagi naik pesawat..",


"Kita pake jet pribadi, jadi lebih nyaman.., nanti coba kamu tanya sama dokternya Sharen..",


"Sha di rumah aja Mas.., kan ada Javas sama Kina yang jagain..",


"Mas nggak tenang kalo ninggalin Sharen. Javas biar jagain istri sama anaknya...",


"Nanti Aira Konsul dulu sama dokternya..",


"Mas tuh sekalian mau ngajak kalian jalan-jalan, terutama Sharen biar dia happy. Sekalian biar dia periksa kandungannya dia disana..",


"Iya mas, nanti Aira packing.


Berapa lama mas?",


"Mungkin satu atau dua Minggu..",


"Lama banget....",


"Hitung-hitung liburan sayang...",


"Ya udah, Aira siapin buat seminggu dulu aja. Kalo nanti bajunya abis dipakai, Aira belanja lho disana..",


"Iya..., atur aja.., Debet card masih aman kan?",


"Aman.., kan selalu diisi sama mas..

__ADS_1


makasih sayang...",


Sepertinya, Daddy mempunyai tujuan tertentu mengajak Sharen ikut serta ke Singapore.


__ADS_2