Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Sakit..


__ADS_3

"Pengen ke mars mom..", ucap Sharen pada sang mommy.


"Hah...? jangan aneh-aneh deh..",


"Tuh liat...", tunjuknya pada adiknya yang sedang menyuapi adik iparnya.


"Oh.., kamu pengen...?",


Sharen mengangguk.


Aira lantas menyodorkan sendok berisi makanan ke dalam mulut putrinya.


"Apa mom?",


"Katanya pengen disuapin?",


"Maksudnya ya disuapin sama pacar atau suami gitu loh mom..",


"Siapa suruh putus sama Bian...",


"Coba aja mom ngizinin Sha punya pasangan bule. Pasti nih ya, udah Sha ajak pulang. Dikenalin sama mom..",


"Alah.., nggak usah macem-macem. Mommy nggak suka..",


Saat ini, mereka sudah bersiap kembali pulang. Rombongan akan terpecah menjadi dua, karena Oma dan keluarga Om Revan pulang ke rumahnya.


"Oma pulang sama om Revan ya Sha.., besok ke rumah ya..",


"Iya Oma.., besok Sharen ke rumah ya...,


Kai hati-hati nyetirnya..", pesannya pada adik sepupunya.


"Iya kak...",


Jaz sepertinya nyaman berada di dekat Kinara. Terbukti, saat ini dia tidur dalam dekapan Kinara yang mengelus-elus rambutnya


"Sini Na.., biar Jaznya sama aku aja..", ucap Sharen yang hendak mengambil Jaz dari gendongannya.


"Biar Jaz sama Kina aja mbak..",


Sharen lantas melihat ke arah Javas.


"Kenapa kak?",tanya Javas yang melihat kakaknya melihat ke arahnya.


"Boleh Vas..?",


"Boleh.., nggak apa-apa, biar Eljaz sama kita...",


Javas membukakan pintu mobil untuk istrinya, karena Jaz tidur nyenyak dalam gendongan Kinara.


"Jaz nyaman banget ya mom sama Kinara..",


"Iya.., nempel terus Sha..",


"Kina juga keliatan sayang banget sama Jaz mom..",


"Alhamdulillah Sha.., banyak yang sayang sama anak mommy..",


Malam telah berganti pagi. Setelah menunaikan sholatnya. Kinara kembali naik ke atas ranjang untuk melanjutkan tidurnya.


Javas terbangun karena suara alarm yang mengusik pendengarannya. Tidak seperti biasa, dia melihat istrinya masih meringkuk menikmati tidurnya. Padahal, biasanya Kinara langsung pergi ke dapur, meskipun hanya sekedar membantu. Tidak membangunkan, karena Javas sempat mendengar Kinara bangun untuk menunaikan ibadah paginya. Mungkin, memang Kinara ingin bermalas-malasan. Dan, Javas tidak mempermasalahkannya.

__ADS_1


Javas mandi, lagi-lagi tidak membangunkan Kinara yang masih terlelap tidur. Menyiapkan kemeja kerjanya sendiri, padahal biasanya sudah disiapkan oleh Kinara.


"Na...nggak bangun? udah pagi loh.., aku mau ke kantor..", ucapnya.


Tidak ada sahutan, Kinara tetap diam. Yang membuat Javas bernafas lega adalah ada gerakan naik turun yang menandakan jika Kinara masih bernafas.


"Na.., bangun. Mandi dulu sana, abis itu sarapan..",


Kali ini Javas membangunkan Kinara dengan menepuk-nepuk pipi sang istri. Namun, hawa panas menyengat yang berasal dari tubuh Kinara.


"Na.., kok panas? kamu sakit?",


Kinara mengangguk.


"Maaf ya nggak nyiapin baju kerjanya, kepala Kinara pusing banget..",


"Apa yang kamu rasain? kita ke rumah sakit ya Na..",


"Nggak perlu mas, Kina tadi udah minum obat. Cuma butuh istirahat aja...",


"Kalo nanti masih pusing, kita ke rumah sakir ya. Jangan mentang-mentang kamu dokter, terus nggak mau berobat..",


"Iya mas.."


Javas turun ke bawah, untuk menikmati sarapan. Meninggalkan istrinya yang tergolek lemah tak berdaya.


"Loh.., Kina mana Vas?", tanya Queen yang sudah sampai terlebih dahulu di ruang makan.


"Nggak enak badan kak..",


"Kok sama kayak Jaz..",


"Huum.. kompakkan ya mereka..",


"Kina sakit Vas..?


apa jangan-jangan.., dia lagi hamil cucu mommy ya..", ucap Aira antusias. Namun, langsung dibantah oleh Javas.


"Nggak mom..",


"Kok nggak..? emangnya udah diperiksa..?",


"Kata Kina nggak mom.., dia kan dokter jadi pasti lebih tau..",


"Kirain.., kan dulu waktu kalian nikah, Kina baru haid, siapa tau cepet..",


"Mommy.., pengen banget ya punya cucu..",


"Iya kan lebih cepat lebih baik Sha..",


"Omnya aja masih ngambekkan, masa mau punya ponakan. Yang ada malah rebutan mainan..",


"Nggak lah, Jaz pasti seneng banget, malah bisa jadi temen main..",


Javas mengisi penuh piring dengan nasi dan lauknya. Sepertinya, dia mengambilkan makanan untuk istrinya.


Javas naik kembali ke atas dengan membawa sebuah piring serta gelas masing-masing di kedua tangannya.


Javas duduk disamping Kinara yang masih menutup matanya. Meletakkan gelas di atas nakas.


"Na.., makan dulu ya. Dikit aja nggak apa-apa..",

__ADS_1


Kinara menyahut, meskipun matanya tertutup.


"Nanti aja mas.., pahit rasanya..",


"Atau mau disuapin lagi?", bujuknya.


"Nggak usah mas..",


"Ya udah..makan dulu kalo gitu..", ucapnya.


Kinara setengah berbaring, menyenderkan badannya di kepala ranjang.


"Mau makan sendiri, atau disuapin?",


"Sendiri aja.., mas Javas belum berangkat?",


"Kamu butuh apa Na?",


"Kina bisa minta tolong?",


"Apa?",


"Kina butuh obat semprot buat tenggorokkan..",


"Iya.., nanti dibeliin. Kamu makan dulu aja..",


Javas meninggalkan Kinara, menuju walk in closet. Sepuluh menit kemudian, pakaian kerja yang dipakainya sudah berganti dengan pakaian rumahan. Kaos dengan celana pendek selutut.


Javas menggelengkan kepalanya ketika makanan di atas piring hanya berkurang sedikit. Mungkin satu atau dua sendok saja. Javas mengambil piring tersebut lalu membawanya ke bawah.


"Loh.., kok ganti kostum?", tanya Mommy saat mereka berpapasan di tangga.


"Iya mom..",


"Nggak kerja Vas..?", kali ini Sharen yang bertanya.


"Bolos dulu kak..",


"Terus mau kemana? istri sakit malah ditinggal.., bukannya dijagain..",


"Ini.., mau beliin obat buat Kina..",


"Oh.., kak Sha sama mommy, boleh nengokin nggak?",


"Jangan dulu deh kak.., Kina lagi istirahat..",


"Oke deh..",


"Javas pergi dulu ya..",


"Nggak minta tolong mamang aja?",


"Nggak mom.., lebih cepet pergi sendiri..",


"Ya udah.., hati-hati kalo gitu..",


Lagi-lagi Javas menunjukkan kepeduliannya pada Kinara. Rasanya gelisah, ketika melihat Kinara yang lemah. Entah sebagai bentuk tanggung jawabnya sebagai suami, atau memang rasa kasihnya yang sudah tumbuh. Javas sulit mengartikannya.


Spoiler :


__ADS_1


__ADS_2