
Javas dan Kinara pamit kepada Daddy dan mommy.
"Javas pamit dad...",
"Hmmm..hati-hati...",
"Kina pamit mommy..",
"Iya..hati-hati.., nanti kalian pulang jam berapa?",
"Sore udah di rumah mom..
Ada apa mom?",
"Jaz nanti di rumah sendiri, mommy mau ikut dad..",
"Iya.., nanti Kina temenin Jaz ya kalo udah beres semua mom..",
"Iya.., makasih ya Na..",
"Iya mommy, sama-sama.
Jaz jadi bareng kak dok nggak?", tanyanya pada Jaz.
"Iya kak...,
Kak Nathan..beneran nanti Jaz dibeliin mainan dari Singapore ya.., sekalian coklat Merlion juga deh, Jaz mau..",
"Iya..nanti malam kak Nathan anterin kesini ya. Jaz sekolah yang rajin...",
"Oke kak..bye-bye..."
Kinara menggandeng Jaz keluar. Nathan jadi paham sekarang, mengapa Javas begitu cepat move on dari adiknya. Tenyata, Javas menikahi perempuan yang tepat.
"Sha.., hari ini mau di rumah aja sayang?", tanya mommy.
"Iya mom..",
"Apa kamu mau ikut Nathan ke Singapore aja? iya? mau liburan?", tanya Daddynya.
Tuh kan, Daddy apa-apaan sih.
Sharen menggeleng malas. Dia memundurkan kursinya lalu berdiri dari duduknya.
"Mau kemana? ada Nathan disini kok malah ditinggal..",
"Mau ke kamar aja.., dia kan mau ke Singapore beli coklat Merlion.., ya udah biar pergi aja..", ucapnya dingin.
Nathan hanya tersenyum tipis. Tahu dan hafal betul oleh sifat Sharen, jika marah memang lebih baik dibiarkan saja, hingga marahnya mereda. Nanti, juga akan hilang.
__ADS_1
Di ruang makan, hanya tersisa Nathan, Daddy Rendra juga Mommy Aira. Tujuan Nathan kesini adalah ingin membicarakan bisnis kepada Dad Rendra. Dan, yang kedua dia ingin meminta maaf secara langsung kepada Mommy Aira.
"Tante.., Nathan minta maaf...",
"Minta maaf buat apa Nath? karena kamu anak Tante jadi di tampar sama Luna..?",
"Iya Tante..",
"Nath, secuil pun Tante nggak pernah mencubit Sharen. Tante nggak pernah marah sama dia, pukul pun Tante nggak pernah Nath...",
"Iya Tante, Nathan ngerti..",
"Kamu pikir Tante terima, anak Tante diginiin Nath? nggak..., Tante bakal buat perhitungan sama Luna..",
"Sayang.., kamu mau apa?",
"Aira mau ngelaporin Luna ke kantor polisi.., dengan tuduhan penganiayaan mas..",
"Heh...?
kamu serius? ",
"Serius..
kelamaan nunggu tindakan dari mas..,lebih baik Aira bertindak sendiri...",
"Jangan gegabah sayang..pikirin dulu. Apa kamu nanti nggak malu? motif Luna nampar pipi anak kita, gara-gara sakit hati sama Nathan..?",
"Pikirin baik-baik ya sayang..",
"Nggak mas.., Aira udah pikirin ini baik-baik...
Aira udah sewa pengacara, timnya lagi mengumpulkan barang bukti, termasuk rekaman CCTV di cafe itu ..",
"Ra..sayang.., biarin Nathan yang nyelesain ya..",
"Aira sama sekali nggak nyalahin Nathan, orang yang mukul Sharen itu Luna...
Kamu beneran Nath, cinta sama anak Tante..?",
"Iya Tante..",
"Itu salah kamu sendiri, kenapa dari dulu nggak mau nyatain ke Sharen.
kamu tau Nath? satu yang Tante khawatirin saat ini..? Tante takut kalo nanti Sharen di tuduh sebagai perusak hubungan orang, seperti yang orang-orang tuduhkan sama Tante. Sekarang bakalan terulang kembali Nath, dan Tante nggak akan biarin itu terjadi..",
"Sayang.., percaya sama Nathan, dia pasti punya jalan keluarnya..",
"Tante boleh marah sama saya Tante..",
__ADS_1
"Oh jelas, Tante marah sama kamu.., karena kamu udah bawa-bawa anak Tante dalam hubungan kamu sama Luna...",
"Iya Tante, maaf..",
"Kasih kesempatan buat Nathan sayang.., biarin dia nyelesain ini semua. Biarin Nathan berjuang buat Sharen ya..",
"Mending nggak usah deh mas.., nanti juga ujung-ujungnya Sharen yang dituduh ngerebut Nathan dari Luna..sakit loh mas dituduh kayak gitu, kayak Aira dulu..",
"Nggak.., percaya sama mas.., nggak akan ada yang berani bilang gitu..",
"Kalo tau kayak gini, mendingan mommy ngizinin Sharen punya suami bule..", ucap mommy.
Nathan hanya menundukkan kepalanya ketika mendengar ucapan mommy Aira. . Dan, lagi-lagi Daddy memberikan dukungan kepadanya.
"Sharen anak perempuan kita satu-satunya. Cucu perempuan satu-satunya dari Widya Perdana. Mas nggak ngizinin Sharen punya suami bule...",
"Alah.., mas plin plan...",
"Bukan plin plan, tapi mas juga mikir, emangnya kamu bisa jauh dari Sharen? dia anak perempuan kita satu-satunya lho..",
"Mas mau nakut-nakutin Aira ya..?",
"Nggak nakutin, tapi mas mikirin kamu..",
"Udah lah terserah..
Aira jadi nemenin mas nggak hari ini?",
"Iya jadi..",
"Aira siap-siap dulu kalo gitu..",
Aira meninggalkan suaminya beserta Nathan berdua di ruang makan.
"Udah.., nggak usah diambil hati omongannya Tante ya Nath..", ucap Rendra yang memberikan dukungan kepada Nathan.
"Iya om, Nathan tau Tante Aira khawatir sama Sharen...",
"Kamu beneran mau ke Singapore? cuma mau beliin Sharen coklat Merlion?"
"Om kok tau..?",
"Tanpa kamu jelasin, om juga udah paham...",
" 2 jam lagi take off om..",
"Oke,
hati-hati..", ucapnya menepuk pundak Nathan.
__ADS_1
"Nathan pamit om..",
Besok semoga bisa lanjut lagi ya..