Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Miracle


__ADS_3

Sharen sudah ditangani oleh dokter. Javas yang khawatir dengan keadaan kakaknya, sampai lupa untuk memberitahukan kedua orang tuanya.


"Sharen kenapa Vas..?",


"Tadi baik-baik aja.., kita ngobrol berdua. Cuma emang kayaknya dia lagi lemes, aku tinggal breafing bentar, balik-balik udah pingsan. Kamu kenapa tadi nggak masuk aja sih Tam..",


"Nanggung, kerjaanmu hampir selesai Vas..


maaf...",


"Aku takut kak Sharen kenapa-napa.


Kamu beneran nggak tau dimana Nathan? sama sekali nggak ada kabar..?",


"Nggak ada..


terakhir yang seminggu yang lalu, Nathan nyamperin. Penampilannya awut-awutan, ternyata emang lagi ada masalah sama istrinya..",


"Kamu tau kenapa..?",


"Nggak..Nathan nggak cerita..",


Javas cemas. Sebagai seorang adik, sudah pasti dia sangat mengkhawatirkan keadaan kakaknya. Kesehatannya menurun, ditambah lagi orang yang seharusnya menemaninya justru pergi. Suami macam apa itu.


"Vas.., Tante sama Om udah tau? Orang tuanya Nathan..?",


"Astaga Tam, aku lupa...


aku hubungi Mommy aja...",


Javas menjauh dari Tama. Dia segera menghubungi mommy melalui sambungan telepon.


"Halo mom..",


"Iya Vas..,


tumben telepon mom.., kamu nyari Kina..? ada tuh di belakang..",


"Nggak.., Javas emang nyari Mommy..",


Javas yang bingung harus mulai dari mana untuk menjelaskan, akhirnya memilih untuk berbasa-basi.


"Kenapa..? tumben banget..


pasti ada yang kamu mau..",


"Mommy lagi apa..?",


"Nggak lagi ngapa-ngapain. Lagi santai aja..,


kamu kenapa sih?",


"Ada Dad nggak mom...?",


"Dad lagi di depan.., biasa..tuh lagi ngelus-elus moge nya..",


"Mom..., Javas mau ngomong tapi Mommy janji, tenang ya..",


"Apa sih? kamu sebenernya kenapa..?",


"Bukan Javas mom.., tapi kak Sha...",


"Sharen kenapa? baik-baik aja kan Vas..? kakak kamu nggak bunuh diri kan? kakak kamu kenapa Vas..? bilang sama mommy Vas...",


"Kak Sha..., masuk rumah sakit mom...., dia tadi pingsan di kantornya Javas..",


"Astagfirullah...,


gimana keadaanya Vas..?",


"Lagi diperiksa Mom.., ini Javas nungguin kok. Mommy tenang.., kak Sha kayaknya cuma kecapekan aja..",


"Terus kata dokter, Sharen kenapa?",


"Belum mom..


kan baru diperiksa..",


"Mommy kesana sekarang Vas..",


"Iya.., sama Dad ya mom....",


"Kamu jagain kak Sharen yang bener...",

__ADS_1


"Iya ini sama Tama juga


Mom..ini dokternya udah keluar.., udah dulu ya..",


"Kabarin terus ya Vas.., mommy siap-siap..",


"Iya mom..",


Javas mendekat pintu IGD setelah dokter keluar.


"Gimana dok..?",tanya Javas.


"Pasien sudah siuman pak...",


"Nggak ada yang serius kan dok..? ",


"Semuanya baik-baik aja..


selamat ya pak...", dokter itu justru mengulurkan tangannya di depan Javas, membuat Javas dan Tama saling berpandangan. Meskipun bingung, Javas tetap menjabat tangan dokter tersebut.


"Kenapa dok..",


"Istri anda, hamil pak....",


"Hamil..? kak Sharen hamil...?",


"Oh..maaf saya salah ya..ini adiknya.


berarti ini suaminya?", dokter tersebut bergantian menjabat tangan Tama.


"Bukan sus.., saya temennya..",


"Saya salah lagi..?",


"Suaminya nggak ada disini dok..", ucap Tama.


"Dok..saya bisa ketemu sama kakak saya..?",


"Karena kondisinya yang sangat lemah, jadi saya menyarankan pasien untuk di rawat inap beberapa hari disini. Silahkan bertemu di kamar rawat saja pak, sebentar lagi juga di pindah...",


Javas tentu saja tidak menyangka, jika kakaknya pingsan bukan karena menderita suatu penyakit, tapi karena Sharen yang sedang mengandung.


Sharen dirawat di ruang VVIP, kamar terbaik yang ada di rumah sakit.


"Kak.., gimana keadaannya..?", tanya Javas.


kakak nggak boleh pulang ya..?",


"Belum.., kakak harus bed rest.


Kandungan Kakak lemah...",


"Di saat kakak hamil, kenapa suami kakak malah pergi Vas..?",


"Nggak usah bahas itu.., nggak usah mikir aneh-aneh, yang paling penting kakak sehat, keponakan Javas juga..",


Sharen mengangguk. Tersirat jelas raut kesedihan di wajahnya. Padahal, kehamilannya seharusnya menjadi hal yang paling membahagiakan untuk Sharen, karena ini adalah sesuatu yang sudah ditunggunya. Tapi, ternyata keadaan berkata lain.


"Keponakan Javas, lahirnya beda dikit ya sama anak kedua Javas..",


"Iya..", jawaban singkat yang disertai dengan senyuman tipis Sharen.


"Kakak ngidam apa..? mau Javas beliin? ayo ngomong aja..",


"Nggak pengen apa-apa Vas..


Jangan kasih tau Mom sama Dad kalo kakak di sini ya..",


"Telat, Javas udah bilang..",


"Kenapa Vas..?",


"Kakak itu masih anak Mom sama Dad. Javas aja khawatir banget, apalagi mereka yang ngerawat kakak dari bayi..?",


"Kakak takut Vas..",


"Nggak ada yang nyalahin kakak..,


Mom sama Dad sayang kok sama kak Sha..,


nggak usah mikir macem-macem. Mendingan kakak makan yang banyak, biar bisa cepet pulang..mau Javas suapin?.",


"Kakak belum laper..",

__ADS_1


"Ya udah, nanti kalo laper bilang ya. Kalo pengen makan sesuatu, juga bilang..",


"Iya makasih..",


Javas menerima telepon dari Mommy yang menanyakan keberadaan kamarnya. Mommy masuk, ke dalam kamar rawat putrinya.


"Sha....", ucap Mommy.


Kedua perempuan itu, putri kesayangan dan Mommy saling berpelukan.


"Kamu baik-baik aja kan? kata Javas kamu hamil ya..? selamat sayang...",


"Mommy..., Sharen hamil...


pasti Nathan nggak percaya kan mom kalo anak yang ada di perut Sha ini, bener darah dagingnya?",


"Mommy percaya kok kalo ini anak Nathan, anak mommy kan setia, nggak pernah macem-macem..", Mommy Aira mengelus rambut putrinya.


"Tapi kan....


tapi Nathan kan susah punya anak Mom.., pasti dia mikir ini bukan anaknya Mom.., Sha gimana? ini anak Nathan mom..., anak Sharen...", Sharen menangis di pelukan mommy nya.


"Kalo suami kamu nggak mau ngakuin anaknya, biar Dad sama Mommy yang ngerawat cucu kami..", ucap Daddy tegas.


Daddy sama terpukulnya dengan Sharen. Daddy sendiri juga tidak menyangka, menantu yang dibanggakannya justru menyakiti putrinya sampai seperti ini.


"Ini namanya keajaiban sayang..


Tuhan sudah berkehendak.., kamu jaga baik-baik ya..",nasehat Mommy.


Itulah Mommy dan Daddy, mereka selalu berbagi peran. Jika sebelum-sebelumnya Mommy yang memberikan reaksi keras akan kepergian Nathan, sekarang Mommy justru menenangkan putrinya. Berbanding berbalik dengan Daddy yang terlihat sangat marah, apalagi Nathan pergi disaat Sharen yang dalam keadaan hamil.


"Sebelumnya kamu udah tau kalo hamil..?", tanya Mommy.


"Nggak Mom.., baru tau tadi waktu dokter ngasih tau. Tapi, beberapa hari ini Sharen emang lemes banget rasanya..",


"Mommy suapin ya.. kamu harus banyak makan, biar bayinya sehat..",


Sharen mengangguk.


Setelah menghabiskan makanannya, Sharen tertidur. Daddy dan Mommy meninggalkan putrinya untuk beristirahat. Mereka keluar dari kamar rawat Sharen.


"Nggak usah kasih tau Farah sama Aldo kalo Sharen di rumah sakit..", ucap Daddy.


"Kenapa mas? mereka juga berhak tau, apalagi Sharen juga lagi hamil, mereka pasti seneng banget..",


"Setelah Sharen membaik, mas mau bawa dia pulang aja. Kita yang ngerawat..",


"Iya mas..


Aira juga nggak tega kalo liat Sharen tinggal sendiri. Apalagi, dia lagi hamil. Keadaannya juga lemah banget...",


"Itu karena dia stress..",


"Ya gimana harusnya kan emang Nathan yang nemenin. Ini persis ya mas, kayak Aira waktu hamil Sharen dulu..",


"Beda.., dulu kamu yang ninggalin mas..,


bukan mas yang ninggalin kamu..",


"Ye.., gitu aja nggak terima..",


"Mas nggak pernah ninggalin kamu.., catet itu..",


"Pernah.., lupa ya Aira ditinggal touring.., akhirnya Aira nyusul..",


"Iya..kamu nyusul, akhirnya jadi Javas..",


"Yah.., diingetin lagi..",


"Bener kan..?",


"Iya bener mas..


kalo Nathan pulang, gimana Mas..?",


"Nggak semudah itu dia ngambil Sharen lagi Ra..",


"Mas.., jangan gitu. Anak yang di dalam perut Sharen itu anaknya Nathan...",


"Dan istri Nathan, itu juga anaknya mas. Jadi, mas juga berhak melindungi anak mas kan Ra..?",


"Iya.., tapi mas juga harus inget. Sharen se-cinta itu sama Nathan. Mas nggak akan nyuruh Sharen cerai kan sama suaminya..",

__ADS_1


"Mas nggak akan paksa, tapi kalo Sharen yang mau pisah, mas nggak akan ngelarang.."


Sepertinya sekembalinya Nathan nanti dia akan menemui jalan yang sulit. Sharen dilindungi oleh dua laki-laki yang akan selalu menjadi garda terdepan untuk melindungi Sharen. Daddy dan Javas. Tapi, semoga saja tidak.


__ADS_2