Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
First Day


__ADS_3

Sharen yang tidur dengan posisi miring, merasakan tubuhnya berat. Terutama, di bagian perutnya, seperti ada benda yang menahannya disana. Sharen membuka matanya yang masih mengantuk. Seketika, matanya terbuka lebar saat melihat sebuah tangan melingkar. OMG, ini tangan siapa..? Sharen menoleh ke belakang, dan jeng jeng jeng..., itu ternyata tangan milik laki-laki yang semalam baru saja melamarnya. Nathan, suami siri nya ternyata tidur menemaninya. Obat yang diminumnya semalam benar-benar membuatnya tidur nyenyak. Sehingga dia tidak sadar, jika Nathan kembali masuk ke dalam kamarnya.


Sharen tersenyum senang, dia membalikkan badannya mengubah posisi dari membelakangi, kini berhadapan dengan Nathan. Sharen menyentuh dengan telapak tangannya, wajah Nathan yang terlihat tidur sangat nyenyak


"Nath....", ucapnya lembut.


"Iya sayang...", meskipun matanya masih terpejam, tapi Nathan menjawabnya.


"Sayang siapa..?",


"Iya istriku..",


"Namanya siapa..?",


"Queen..., siapa lagi..?",


"Aku kira kamu ngigau, nyebut nama perempuan lain..",


"Jangan ngaco...., aku udah bangun, tapi mataku berat banget.., nggak bisa buka ini Sha..",


"Ye.., itu namanya masih tidur..",


"Nggak.., aku udah sadar ini, jam berapa sayang..?",


"Jam setengah 5 pagi.., bangun yuk.., sholat subuh sama-sama..",


"Nanti dulu, kasih waktu setengah jam lagi ya..",


"Ya udah..",


Tangan Nathan masih memeluk erat tubuh istrinya. Sedangkan Sharen, sedang menikmati ketampanan suaminya. Hanya, melihat dengan sesekali menyapu wajah Nathan dengan jarinya. Kenapa tidak dari dulu dia menyadari jika ada laki-laki tampan yang sangat mencintainya? Ah.., yang paling penting sekarang Nathan adalah miliknya seorang. Dia istri sah Nathan, meskipun pernikahan mereka baru sah secara agama.


Sharen dibuat kaget, saat tiba-tiba Nathan membuka matanya.


"Kenapa sih sayang..? dari tadi wajah aku dimainin? gemes? baru sadar kalo aku ganteng..?",


Sharen menggangguk sambil tersenyum.


"Selama ini nggak nyadar ya..?",


Sharen menggeleng.


"Untung sekarang udah sadar ya kamu..",


"Iyah...",


"Ayo solat..",


"Aku pinjemin sarung punya Javas ya..?",


"Nggak usah.., udah dibawain sama Mama..",


"Dibawain Mama Farah? kapan..?",


"Semalem...",


"Kok bisa..?",


"Nanti aja ceritanya, bangun yuk..",


Mereka bersiap untuk menjalankan ibadah bersama. Pertama, setelah keduanya resmi menikah. Dan saat ini, Sharen berdiri di belakang Nathan sebagai makmum sholat subuh. Nathan menjadi imam.


Selesai, untuk pertama kalinya pula Sharen mencium tangan Nathan. Nathan membalasnya, dengan mencium tangan Sharen lalu mengecup kening istrinya. Tidak seperti pengantin baru pada umumnya yang langsung melaksanakan malam pertama. Sabar..., jangan buru-buru. Sharen juga masih mengaku jika kepalanya pusing.


"Enak banget digituin..", ucapnya saat menerima pijatan pada kepalanya. Sharen tidur dengan kepalanya di pangkuan Nathan.


"Pusing kenapa sih sayang..?",


"Nggak tau, nggak bisa mikir tadi malem. Tiba-tiba Daddy bilang kalo kita udah nikah..",


"Emang udah..",


"Terus, kenapa Daddy nggak bilang..?",


"Ya kan semalem udah bilang..",


"Kamu? kenapa nggak bilang sama aku..?", ucapnya dengan memainkan dagu suaminya.


"Ya.., udah kesepakatan sama Daddy..?",


"Alasannya..?",


"Kalo aku, karena aku tau kamu menginginkan pernikahan yang semestinya.., dengan prosesi yang seharusnya.., kalo Daddy punya pertimbangan lagi..",


"Kamu nggak mau ngajak aku tinggal bareng? nggak mau sama-sama terus..?",


"Tunggu kita nikah secara resmi ya? ",


"Kelamaan Nath...",


"Tinggal sebentar lagi, sayang...",


"Lama..",


"Sabar sayang..",


"Mau tinggal sama suami aja, banyak syaratnya. Pasti Daddy yang nyuruh ya..",


"Nggak.., tapi aku yang mau..",


"Kenapa sih Nath?",

__ADS_1


"Aku nggak mau orang-orang berpikir buruk tentang kita, terutama kamu.., meskipun kedua keluarga kita sudah mengetahui. Sekarang aja lagi rame dimedsos, katanya kamu yang rebut aku dari Luna..",


"Emang iya..?",


"Iya sayang.., nggak usah buka medsos, nggak usah juga baca-baca komen yang nggak jelas...",


"Iya...,


semalem, kamu balik lagi ke kamar..? kok aku nggak tau..?",


"Masuk ke sini lagi sekitar jam 2 malam.., dibawah masih ada Javas, Kai, Rai, Vano sama si kucrut Tama. Ngajak ngobrol..",


"Bahas apa sih emangnya?"


"Banyak sayang, politik, otomotif, kerjaan.., ada aja yang dibahas..",


"Kamu bawa baju ganti, berarti nanti malam nginep sini lagi kan..?",


"Nggak sayang.., maaf ya..?",


"Nath.., aku masih pusing loh..",


"Siang nanti aku, Javas, sama yang lainnya mau keluar kota..",


"Kita LDR lagi Nath..?",


"Iya..",


"Nggak mau.., aku ikut...", ucapnya dengan memeluk tubuh suaminya.


"Jangan, kamu di rumah aja ya.., percuma kalo kamu ikut, kita juga nggak bakal bisa sama-sama terus. Yang ada, kamu nanti bosen di hotel. Aku sama Javas bener-bener harus ke proyek, liat pengerjaan gedung baru.., di rumah aja ya..",


"Jahat banget sih Nath.., istrinya mau ikut nggak boleh..",


"Aku lebih tenang kalo ninggalin kamu di rumah, daripada di hotel..,


Kamu masih pusing?",


"Iya, makin pusing karena nanti kamu tinggal. Pantesan kamu bawa koper, ternyata bukan karena mau nginep sini, tapi mau keluar kota..", ucap Sharen kesal.


"Kerjaan sayang, aku harus professional. Nggak enak sama Javas, sama yang lainnya juga kalo aku batal ikut..",


"Kan aku sakit..",rayunya.


Nathan hanya tersenyum.


"Kalo kamu pusing, ya udah. Biar nanti Mama sama Mommy aja yang peri.",


"Mama Farah sama Mommy? mau kemana?",


"Mamah mau ngajakin belanja buat acara pernikahan kita. Karena kamu masih sakit, ya udah.., baik sama Mommy Aira..",


Sharen langsung bangun dari tidurnya membuat Nathan terperanjat.


Nathan menggelengkan kepalanya sambil menahan tawanya. Istrinya memang mengemaskan.


"Katanya pusing..",


"Udah sembuh.., kan mau diajakin shoping..",


"Kamu bisa pake kartu debit yang aku kasih buat kamu ya..,pake itu aja dulu..",


"Iya.., makasih..",


"Makasih apa..?",


"Makasih suamiku..",


"Sama-sama istriku..",


"Kalo gitu, aku mau mandi dulu, habis itu kita turun sarapan.


Nath.., mau mandi bareng nggak..?", bisiknya pada Nathan, yang membuat suaminya menjadi salah tingkah.


"Enggak dulu..",


"Beneran? nggak nyesel..?",


"Sha..jangan goda aku..",


"Ya kenapa? kan kita udah suami istri..",


"Nggak sayang, aku nggak akan nyentuh kamu dulu..",


"Ya...udah deh...",


Saat ini kamu bisa goda aku seperti ini Sha, liat saja nanti. Kamu bahkan mungkin akan meminta ampun agar aku berhenti melakukan itu. Tunggu tanggal mainnya.


"Aku duluan aja yang mandi Sha..",


"Aku ikut ya..", goda Sharen lagi.


"No...",


Pagi ini, keluarga Rendra Perdana bertambah anggota, yaitu Nathan. Suami Sharen sekaligus menantu kedua dalam keluarga ini.


"Pagi Dad.., Mom.., Vas.., Dok...


Halo Jaz..",


"Pagi..,

__ADS_1


duduk Nath, sarapan bareng...", sahut Mommy.


"Kak Nathan kok disini? semalem nggak pulang? nggak dicariin sama Mamanya?",


"Mama Kak Nathan udah ngasih izin Jaz..",


"Udah Jaz..",


"Kak Nathan udah nikah sama Kak Sha..", ucap Sharen.


"Mau apa Nath..?", ucap Sharen menawarkan suaminya sarapan.


"Roti aja sayang..",


"Nikah..? kayak Kak Javas sama kak Kina?",


"Iya..",


"Masa..? kan Kakak belum jadi pengantin, iya kan Mom..?",


"Udah Jaz..",jawab Sharen.


"Emang iya mom..?",


"Iya sayang..",


"Wah..nanti kak Sha sama Kak Nathan punya bayi, kayak Ze ya..?",


"Belum Jaz, belum diproduksi..", celetuk Sha yang membuat wajah Nathan memerah. Sharen ternyata bar-bar.


"Apa itu kak?",


"Husst...,nggak apa-apa..,yuk lanjut sarapannya..", ucap Mommy.


Javas dan Kina hanya saling pandang dengan melempar senyum. Sedangkan Nathan, menyikut-nyikut Sharen agar istrinya itu tidak meneruskan ucapannya.


Sharen tersenyum, ketika melihat Nathan yang mengedip-ngedipkan matanya. Sharen membalasnya. Meskipun, dia tau arti kode yang diberikan Nathan untuknya.


"Vas.., jagain suami kakak. Jangan sampe lirik-lirik cewek lain..",


"Iya bawel, emang kakak aja yang punya suami...",


"Mas juga harus jaga pandangan, awas aja ya caper sama perempuan lain..", sahut Kina.


"Nggak sayangku...,


mas pergi dulu ya..",


"Hati-hati..


cepet pulang..",


"Iya sayang, cuma 3 hari 2 malam, oke..


Zee sayang, Papa berangkat kerja dulu ya.. Baik-baik di rumah sama Mama..",


Sharen mencium tangan suaminya.


"Selalu balas chat sama telepon aku ya..",


"Iya sayang.., kalo nggak pas kerja ya..",


"Huum...


Nath..", ucapnya dengan menunjuk kedua pipinya.


"Ada mommy sama Dad.., aku malu..",


"Nggak mau?


kamu cium pipiku atau aku cium bibir kamu di sini..",


Nathan menghela nafasnya. Bukan hanya bar-bar, tapi Sharen memang dalam keadaan bucin sebucin-bucinnya kepada dirinya.


Nathan akhirnya melakukan apa yang diminta oleh Sharen, meskipun dia malu karena ada kedua mertuanya.


"Dad.. Nathan pamit..",


"Hati-hati Nath..",


"Titip Sharen ya Mommy..", ucapnya pada Mommy.


"Iya Nath.., kamu hati-hati..",


Javas dan Nathan pergi dengan naik mobil yang dikendarai oleh sopir Javas.


"Baru aja tau kalo udah nikah, udah ditinggal aja..",


"Sabar mbak ..",


"Gini ya rasanya kalo punya suami Na..",


"Iya mbak.., apalagi kalo udah punya anak. Hmm, rasanya MasyaAllah...",


"Doain ya Na, biar kakak cepet punya juga..",


"Katanya belum diproduksi, gimana bisa cepet punya..",


"Emang belum.., suami kakak masih malu-malu kucing..",


Mereka masuk kedalam rumah.

__ADS_1


"Sha..siap-siap sekarang, Mama Farah otw kesini..",


"Iya mommy...",


__ADS_2