Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Anak Besar


__ADS_3

"Tam, kamu bilang ke dia ya kalo aku mau coklat Merlion..?",


"Dia siapa?"


"Nggak usah pura-pura nggak tau..",


"Dia siapa?


kenapa nggak mau sebut nama?",


"Nathan..",


"Oh..Nathan..",


"Kamu bilang ke dia .?"


"Iya dong.., kan kamu yang bilang sendiri, mau terima kalo coklatnya Merlion beli langsung dari Singapore..",


"Ya kan aku niatnya bercanda..",


"Tapi dia serius ...",


"Dasar ember..


kamu sebenernya kerja sama aku atau dia?",


"Aku kerja sama kamu, sama Nathan juga..kalo bisa dua kenapa nggak?",


"Maruk...",


"Kenapa? Nathan beneran ke Singapore..?",


"Iya.., katanya sih..",


"Udah pamitan tadi sama calon mertua?",


"Udah...",


"Cieh udah ngakuin..",


"Eh nggak gitu maksudnya..


Dia kesini tadi ngobrol sama Dad..",


"Dia udah bilang tadi, mau ketemu sama pak Rendra, katanya ada sesuatu yang mau diobrolin..",


"Ngobrolin apa?",


"Kepo...",


"Awas aja ya kamu Tam...",


"Gimana keadaan kamu? udah baikan?",


"Lumayan...",


"Dia khawatir sama kamu..",


"Emang iya?",


"Iya...",


"Pantesan tadi curi-curi pandang waktu sarapan..",


"Hahaha kalo liat kalian berdua, tuh lucu..",


"Hmmm iya kayak badut..",


"Kamu telepon aku cuma mau nanyain aku yang ngadu ke Nathan, atau kamu mau curhat tentang dia?",


"Dua-duanya...",


"Iya aku dengerin..",


"Nggak perlu, aku cuma mau bilang gitu doang..",


"Ya udah, istrihat gih Sha..


mau tau kabar dia nggak?",


"Apa?"


"Nathan udah dipesawat, sebentar lagi mau take off..",

__ADS_1


"Oh..",


"Cieh...perhatian.."


"Dasar kupret...",


"Hahahaha..",


Memang kegiatan hari ini hanya bermalas-malasan di dalam kamarnya. Tidak ada yang bisa dilakukan kecuali tiduran. Sharen benar-benar malas untuk beraktifitas.


"Siang kak Sha...",


Sha bangun dari rebahannya. Si kecil Jaz ternyata sudah pulang sekolah. Dan, kamar Sharen adalah tempat favorit Jaz setelah kamarnya sendiri, tentunya.


"Kok udah pulang..?",


"Udah jam 12 kak..",


"Hmmm, terus ngapain kesini? bawa mainan pula..",


"Jaz kan nggak ada temennya. Mommy masih pergi, Kak Kina belum pulang.., ya kan adanya cuma kak Sha doang..",


"Hmmm boleh..boleh.., kamu main disini, tapi nggak boleh ganggu kakak ya...",


"Iya-iya..",


"Udah makan belum Jaz?",


"Udah dong..",


"Mbak Sharen maaf Jaz maunya kesini mbak..",


"Nggak apa-apa sus, tinggal aja. Dia cuma mau main disini aja kok..",


"Baik mbak..,


Jaz..kalo butuh apa-apa panggil sus aja ya..",


"Oke.. mbak...",


Sus Sri meninggalkan Jaz di kamar Sharen.


"Kak Sha udah makan belum..?",


"Nanti sakit loh kak...",


"Emang kakak masih sakit..",


"Kasian...",


Jaz bermain sendiri, sebagai bungsu memang dia seringkali kesepian. Apalagi, jika mommy sedang menemani dad dan dia tidak diajak. Sudah pasti gabut.


Ponsel Jaz berbunyi. Sebuah panggilan video dari seseorang.


"Halo kak Nath...", ucapnya dengan melambaikan tangan.


Sharen yang awalnya cuek, lantas melihat ke arah adiknya.


"Jaz mau mainan yang mana? kanan atau kiri..?",


"Yang kanan aja, yang kiri Jaz udah punya kak..",


"Oke.., ini aja..?",


"Satu aja..",


"Nggak mau lagi?",


"Hmmmm.., nanti Jaz ganti uangnya atau nggak?",


"Nggak usah, kakak beliin buat Jaz...",


"Makasih kak Nath, kalo gitu satu aja. Kata mommy, nggak boleh ngrepotin orang..",


"Pinter banget sih..",


"Iya dong...",


"Jaz lagi dimana ini?",


"Di kamarnya kak Sharen...",


Sharen langsung melotot matanya ketika adiknya itu malah jujur pada Nathan.

__ADS_1


"Oh..., kak Sharen lagi ngapain?", tanya Nathan.


Jaz yang pintar langsung mengganti kamera depannya dengan kamera belakang. Tentunya, tanpa sepengetahuan Sharen. Nathan dengan jelas bisa melihat wajah Sharen yang cantik dan polos tanpa make up.


"Lagi tiduran..., dia belum makan loh kak..",


"Loh.., kok belum? bilangin nanti kalo sakit gimana?",


"Jaz..udahan video callnya...", ucap Sharen dengan mimik muka jengkelnya. Nathan lantas tersenyum melihatnya.


"Katanya, emang udah sakit kak..",


"Jaz....",


"Bilangin kak Sha.., harus sehat-sehat terus ya..",


"Iya.. kak.., kalo kak Sha sakit nanti bawel. Kak Sha kalo sakit kan kayak hantu. Mukanya putih, bibirnya putih..",


"Hehehe.., ada aja kamu..


Hmmm tanyain kak Sha, mau apa lagi Jaz..",


"Kak..mau apa?",


"Nggak mau apa-apa..


suruh aja dia pulang..",


"Kenapa?kak Sha khawatir sama kak Nath ya Jaz?" tanyanya.


"Geer...",


"Iya katanya kak..",


"Jaz.......!!!!",


"Hehehe..",


"Ya udah, udahan dulu ya Jaz, kak Nath mau beli coklat dulu. Oh ya, bilangin Kak Sharen ya. Kak Sha cantik banget hari ini..",ucapnya dengan berbisik pada kalimat terakhir.


"Iya kak..oke...


bye kak Nath..."


"Bye Jaz..."


Jaz menghampiri kakaknya.


"Kak Nathan ngomong apa barusan? ", tanya Sharen kepo.


"Mau tau banget?",


"Hissh.., ya udah


Jangan ke kamar kakak kalo gitu..",


"Cieh..ngambek..",


"Jaz...",


"Kak Nath bilang.., kak Sharen cantik hari ini..",


"Gombal...",


"Apa itu kak?"


"Anak kecil nggak boleh tau..",


"Iya deh..yang anak besar...", Jaz merengut meletakkan Ponselnya di atas nakas.


"Gitu aja ngambek..",


"Dasar anak besar..",


"Apaan anak besar..",


"Kakak sama kak Nath lah..",


Jaz melanjutkan bermainnya. Sharen lantas memeriksa ponsel Jaz. Ternyata adiknya itu kerap bertukar pesan dengan Nathan. Percakapan mereka juga natural, seperti percakapan adik kakak pada umunya. Nathan rupanya memang ingin mengambil hati orang di sekitar Sharen terlebih dahulu.


Nanti malem mudah-mudahan bisa lanjut ya.


Jangan lupa komennya 👇

__ADS_1


__ADS_2