Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Foto 2


__ADS_3

Kinara memilih untuk keluar dari kamar. Hatinya tiba-tiba perih. Memang hanya sebuah foto yang dilihatnya, tapi bagi Kina itu sudah cukup menggambarkan isi hati Javas selama ini. Ternyata, suaminya itu belum sepenuhnya melupakan Yasmine, cinta pertamanya. Atau mungkin, cinta selamanya. Lalu, dianggap apa Kinara selama ini? Mereka memang menikah bukan berdasarkan cinta. Tapi, bukankan baru semalam dia dan Javas saling mengungkapkan perasaannya?


Javas tidak tinggal diam. Dia langsung menyusul, begitu Kinara keluar dari kamar mereka. Javas memang bersalah, karena tidak benar-benar membuang semua kenangan tentang mantannya. Javas menyusul Kinara ke dapur. Istrinya itu nampak membereskan makanan yang mereka bungkus tadi saat berada di warung makan Padang. Kinara nampak memanaskan lauk.


"Na...",


Kinara diam.


"Sayang...., maaf mas salah. Tapi mas bisa jelasin..",


"Nggak perlu..", ucapnya singkat.


Javas masih setia berdiri, menemani istrinya yang kini beralih membuat minuman. Tidak hanya satu, tapi dua. Untung saja, Javas masih menyisakan beberapa minuman instant disana. Beruntungnya, minuman itu dibelinya sendiri. Jadi, tidak ada masalah jika nanti tiba-tiba Kinara akan bertanya padanya.


"Ini minuman serbuknya yang beli siapa?", tanya Kinara.


Tuh kan bener...


"Mas sayang...",


"Sendirian atau berdua..?",


"Sendiri sayang...",


"Jujur atau bohong..?",


"Mas jujur.., waktu itu mas mau kesini, keinget di lemari udah abis terus mas.......", ucapannya terhenti ketika tiba-tiba Kinara keluar dari dapur, membawa dua gelas yang sudah berisi minuman hangat.


"Padahal aku belum selesai cerita..", gumam Javas.


Kinara duduk di ruang tengah, meraih remote lalu menyalakan TV. Dengan menikmati minuman yang dibuatnya tadi.


"Na....", ucap Javas.


Kinara diam, dia justru menyeruput kembali minuman jahe yang dibuatnya.


"Sayang...",


Bukannya menjawab, Kinara justru berdiri, meninggalkan Javas yang sudah kalang kabut . Javas baru menyadari jika di dekat lampu, di meja samping sofa masih ada foto Yasmine yang terpampang disana.


"Bodoh..", ucapnya lirih.


Kinara berdiri dipinggir kaca, menikmati pemandangan dari ketinggian Apartement milik suaminya.

__ADS_1


"Na...", ucap Javas.


"Ya..", jawabnya singkat.


"Mas salah, mas minta maaf, tapi kamu jangan marah ya.., mas bisa jelasin..",


Kinara berbalik badan menghadap suaminya.


"Tau ada berapa foto mbak Mine disini?",


"Iya tau..",


"Berapa?",


"Dua..",


"Salah.., ada empat. Perlu Kina sebutin satu persatu mas?",


"Nggak sayang, nggak usah..",



Kinara berbalik badan, menyilangkan kedua tangannya. Dia menikmati kembali pemandangan dari atas ketinggian.


Javas, memeluk erat Kina dari belakang, dan tidak ada penolakan. Tandanya, Kina marah namun sepertinya masih bisa ditaklukkan.


Kina melepas tangan Javas yang melingkar di pinggangnya. Javas hanya bisa pasrah.


"Kenapa mas nggak pastiin dulu? mas sengaja? biar kina liat gitu..?",


"Nggak Na..,mas kira udah semuanya.., mas nggak inget lagi masih ada foto dia disini. Mas minta maaf..",


"Kalo disini aja masih ada fotonya, terus berapa banyak lagi kenangan yang masih kesimpen di hapenya mas?",


Javas diam.


"Udah nggak ada, kamu bisa cek...",


"Nggak perlu..,


Mas blokir semua akses Firman, wa, telepon, sosmed, semuanya. Tapi, mas justru sebaliknya...",


"Ini hape mas.., kamu bisa lakuin sesuka kamu. Unfoll ignya, blokir wa nya, teleponnya terserah.."

__ADS_1


Kina menggeleng.


"Kina maunya bukan karena paksaan, tapi karena kemauan mas sendiri..",


"Oke.., mas lakuin itu, sekarang. Dihadapan kamu.. biar kamu puas.."


"Biar Na puas? Na aja nggak minta mas buat ngelakuin itu.., manipulatif banget sih mas..",


"Astaga Na.., terus mas harus gimana? mas ini suami kamu Na..",


"Iya Kina juga istri mas..terus Na harus gimana..?Baru pertama kali diajakin kesini, bukannya kita istirahat, cerita-cerita, ngobrol, seneng-seneng, malah disuguhin sama kenangan mas sama mbak Mine. Kina harus gimana? Dibakar, dibuang, atau dipecahin aja figuranya? Kina harus gitu, iya mas? mas tau nggak? apa yang pertama kali Na liat tadi? Foto mas lagi pelukan sama mbak Mine..,mas pikir Na nggak sakit? sakit mas..", ucapnya. Kina mengucapkannya dengan suaranya yang sedikit tertahan, menandakan jika dia sedang menahan tangisnya.


"Kamu cemburu?",


"Mas masih nanya? jahat banget sih mas..",


"Maaf sayang.., maaf.., nanti mas buang ya..", ucapnya menenangkan Kinara. Javas lalu memeluk istrinya. Tidak ada penolakan dari Kinara, dia justru membalas pelukan Javas dengan sangat erat. Selang beberapa detik kemudian, Kinara menangis dalam pelukan suaminya.


"Jangan nangis, mas yang salah..",


"Na ini, siapanya mas Javas..?",ucapnya terbata.


"Istri mas..",


"Kalo mbak mine..?",


"Orang yang mas cinta, tapi itu dulu. Sekarang, cinta mas buat perempuan yang mas peluk.., mas sayang sama kamu, mas cinta..",


"Tapi, dia cinta pertamanya mas kan? Cinta pertama sulit dilupakan. Kina tau, mas butuh waktu yang lama buat benar-benar melupakan kenangan mas sama mbak Mine, tapi sekarang ada Kina. Mas boleh simpan kenangan tentang kalian berdua, tapi jangan sampai Kina liat. Rasanya sakit mas..",


"Kita cuma terlambat bertemu sayang.... Semua cerita mas sama dia, sudah selesai. Sekarang, hanya ada kamu sama mas..",


Javas lalu membopong istrinya, menidurkan Kinara di sofa. Javas melepas satu persatu kancing kemeja yang Kinara pakai. Hasratnya tiba-tiba muncul ketika berpelukan dengan Kinara.


"Mas mau apa?",


"Mau produksi Javas junior..",


"Disini..",


"Iya.., kita belum pernah bercinta di sofa kan?",


"Udah pernah..",

__ADS_1


"Kalo gitu, kita ulang lagi..", ucapnya lalu mulai mencumbu Kinara sembari tangan Javas menidurkan foto Mine yang dipajang di meja kecil di dekat Sofa.


Kakak udah bahagia sama perempuan ini, Mine..


__ADS_2