Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Tak Dianggap


__ADS_3

Javas terus memandangi foto USG milik Kinara. Tentu saja bukan cetakan foto asli, melainkan foto melalui ponsel. Ya, Javas memperolehnya dari Daddy. Javas tidak sedikitpun diberi kesempatan oleh Mommy untuk sekedar melihatnya. Apalagi, membaca surat dari Kinara. Daddy lagi-lagi menolongnya dengan memotret surat dari Kinara dan mengirimkan ke ponselnya.


Javas menerimanya dengan lapang dada. Tentu saja sakit, dijauhi dan disisihkan oleh keluarganya sendiri. Tapi, ini memang konsekuensinya. Mommy dan Daddy sudah jauh-jauh hari memperingatkan Javas, tapi tidak pernah digubris.


Javas berubah menjadi pendiam. Hanya berbicara ketika ditanya. Itupun hanya Daddy saja yang peduli kepadanya. Mommy, kakak dan adiknya, juga tidak pernah menganggap dirinya ada. Seperti kata Jaz, Javas akan dimaafkan jika Kinara sudah kembali.


"Ini Papa nak.., harusnya Papa selalu ada di samping Mama kamu. Tapi, kesalahan Papa memang sepertinya tidak termaafkan. Nak.., buat mama kamu sadar, kalo kamu juga butuh Papa...jangan hukum Papa seperti ini...",



Lihat sendiri kan? penampilan Javas sekarang ini. Seperti hutan belantara. Semrawut dan tidak terjamah lagi. Javas memang cuek dengan penampilannya sekarang. Toh, memang sudah tidak ada yang memperhatikannya kan? Jadi, ya beginilah adanya.


"Sayang.., udah ya. Jangan kayak gini terus. Kasian Javas..",


"Udah resiko mas..biar dia rasain sendiri..",


"Mas tau kamu bingung, sedih, kecewa, tapi apa yang kita rasain belum apa-apanya dengan apa yang Javas rasakan sayang... kehilangan istri yang lagi hamil. Javas udah pasti hancur..",


"Aira maafin, kalo dia bisa bawa pulang Kinara.., gampang. Itu aja kok syaratnya..",


"Javas udah usaha cari, tapi belum ketemu. Terus dia harus gimana?",


"Mas nggak bisa nemuin mantu sama cucu mas? Apa mas emang sengaja, atau malah ikut-ikutan bantu sembunyiin Kinara?",


"Sayang.., mas bener-bener nggak tau..",


"Ya udah, berarti mas jangan terus-terusan desak Aira buat bersikap baik sama Javas. Apa yang Javas terima, belum sebanding apa yang Kina rasain. Hamil muda, bukannya dimanja-manja sama suami, malah harus tinggal sendirian..",


Rendra akhirnya memilih diam, daripada terus-terusan menasehati istrinya yang akan berujung pada pertengkaran. Ya, Rendra mencoba mengerti. Aira dan Kinara sama-sama perempuan, pasti mempunyai perasaan yang hampir sama. Tapi, jangan lupa Rendra dan Javas juga laki-laki. Pasti juga mempunya pemikiran yang tidak jauh beda. Apalagi, Rendra juga pernah merasakan betapa merananya saat dulu tiba-tiba Aira menghilang saat mengandung Sharen.


Javas banyak menghabiskan waktunya di kantor dan juga di kamarnya. Tidak ada yang dia lakukan selain itu. Kerja, kerja dan kerja. Tama menjadi orang yang selalu berada disampingnya, termasuk ketika Javas yang harus bertemu dengan klien di luar. Tama terus menempel. Ini semua atas perintah big bos Rendra yang sebenarnya khawatir dengan keadaan putranya.


"Siang ini jadwalku, apa Tam..?",


"Dapat undangan perayaan ulang tahun petinggi PT. Cakrawala, boss..",


"Dimana?",


"Katanya sih di salah satu cafe..",


"Males Tam.., kamu aja yang datang..",


"Ayo lah.., sekali-kali kamu juga butuh hiburan. Lagian ini kan bagian dari kerjaan juga bos..",


"Aku harus seneng-seneng sementara istri dan anakku, aku nggak tau mereka lagi baik-baik aja apa nggak?",


"Bukan gitu.., tapi jangan nyiksa diri sendiri kayak gini. Aku tau, kamu setiap hari cari mereka, tapi tetep aja belum ketemu.., Kamu udah berusaha Vas.., kalopun belum ketemu, berarti belum saatnya..",


"Oke..,


kita datang...",


Sebenarnya bukan perayaan ulang tahun formal. Hanya, makan siang biasa dengan mengundang kolega.


Daripada melihat penyanyi dengan rok kurang bahan, Javas memilih untuk masuk ke ruangan karaoke untuk menghibur dirinya sendiri.


Menghindari penyanyi, malah di ruang karaoke sudah disediakan pemandu lagu. Mata Tama langsung segar, tidak dengan Javas yang masih memasang wajah suramnya.

__ADS_1


"Keluar kamu...",


"Yakin nggak mau ditemenin mas..?",ucap perempuan itu dengan mencoba merayu Javas.


"Keluar...!!!!",


Tama langsung meminta pemandu lagu itu untuk keluar. Daripada nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan? karena Javas terlihat sangat garang.


Javas langsung mencari lagu yang ingin dia nyanyikan. Dan, lagu tersebut sepertinya pas dengan apa yang dia rasakan saat ini.


Darlin' I, I can't explain


Sayang aku, aku tak bisa jelaskan


Where did we lose our way?


Di manakah kita kehilangan jalan?


Girl it's drivin' me insane


Nona, ini membuatku gila


And I know I just need one more chance


Dan kutahu, aku hanya butuh satu kali lagi kesempatan


To prove my love to you


Untuk membuktikan cintaku padamu


Dan jika kau kembali padaku


I'll guarantee


Aku jamin


That I'll never let you go


Aku tak akan pernah melepaskanmu


Can we go back to the days our love was strong?


Bisakah kita kembali ke saat ketika cinta kita masih kuat?


Can you tell me how a perfect love goes wrong?


Dapatkah kau jelaskan bagaimana sebuah cinta yang sempurna bisa mengalami kegagalan?


Can somebody tell me how to get things back


Dapatkah seseorang memberitahuku bagaimana agar semuanya bisa kembali


The way they use to be?


Seperti semula?


Oh God give me a reason

__ADS_1


Oh Tuhan berikan aku sebuah alasan


I'm down on bended knee


Aku berlutut dan memohon


I'll never walk again until you come back to me


Aku tak akan pernah pergi sampai kau kembali padaku


I'm down on bended knee


Aku berlutut dan memohon


( Judul lagunya On Bended Knee ya.., cari di YouTube author sukanya yang versi Jesenn, lagu ini pas banget sama keadaannya Javas sih.., bener2 cocok, hehehe )


Mommy Aira kembali mendapatkan surat dari Kinara. Kali ini, menantunya itu mengabarkan jika usia kehamilannya sudah memasuki usia 14 Minggu dan calon cucunya sudah mulai bergerak di dalam sana.


Surat Kinara kali ini di kirimkan langsung ke rumah menggunakan jasa ojek. Bukan menggunakan jasa ojek online, tapi Abang ojek pengkolan. Lagi-lagi tidak bisa dilacak.


"Mas.., cucu kita udah tambah besar mas. Ya Allah, andai aja Kina disini...",


"Sabar sayang, cepet atau lambat Kina pasti mau pulang...",


"Sampai kapan mas? dia mau pulang kalo cucu kita lahir nanti..?",


"Iya nggak apa-apa, yang penting dia mau pulang. Kapanpun itu...",


Lagu-lagi, kehadiran Javas tidak dianggap oleh Mommy. Bahkan, acara penting seperti ini, Javas tidak dilibatkan sedikitpun.


"Vas.., nanti sore jangan pulang telat. Di rumah, mommy ngadain acara 4 bulanan buat istri kamu..", ucap Daddy.


"Buat istri Javas Dad..? Kina pulang Dad..?",


"Nggak Vas.., cuma acara pengajian aja, tanpa kehadiran Kina..",


Dua Minggu adalah waktu yan cukup bagi mommy Aira yang dibantu oleh Tante Fafa untuk menyiapkan acara 4 bulanan Kina. Mengapa Tante Fafa? Ya, karena beliau baru saja selesai menggelar acara 4 bulanan kehamilan Sea.


Tidak mengapa menggelar acara tanpa kehadiran Kina. Yang paling penting, doa untuk si jabang bayi yang masih berada di dalam kandungan.


"Semoga bayi dalam kandungan mbak Kinara Laksmita, menantu dari bapak Rendra dan Ibu Aira selalu diberikan kesehatan, keselamatan serta perlindungan, diberikan kelancaran saat persalinan....."


Sepenggal ucapan dari Ustadz yang memimpin acara tersebut.


Tidak ada sedikitpun nama Javas disebut disana. Padahal, jika tidak ada andil Javas yang hampir setiap malam menitipkan benihnya pada Kinara, calon bayi tersebut juga tidak akan ada di dalam perut Kina. Namun, Javas mencoba berbesar hati. Tetap bersyukur, meskipun tidak ada istri tercintanya, acara 4 bulanan tetap diadakan. Bahkan, acara yang sama sekali tidak ada di dalam pikirannya.


"Sabar ya.., ambil positifnya aja ya kak. Mommy masih ngadain acara buat istri kamu.., meskipun Kinara nggak ada. Nggak apa-apa Mommy nggak peduli sama kamu, yang penting Mommy tetap peduli sama istri, anak kamu.., acara hari ini Mommy kamu yang nyiapin semuanya..",


"Iya Bunda.., terima kasih..,


Javas nggak apa-apa nggak dianggap...",


"Kamu pasti tau kan, marahnya mommy itu kayak apa? pasti kamu udah paham..",


"Iya Bun.., nggak diusir dari rumah aja udah Alhamdulillah...",


Fafa memberikan dukungan untuk keponakannya yang dibuang oleh ibu kandungnya sendiri. Ya, kemarahan Aira memang belum ada apa-apanya dibandingkan dengan rasa kecewa atas kehilangan menantunya.

__ADS_1


__ADS_2