
Kinara menjadi bertanya-tanya. Apa yang salah dengan dirinya? Semenjak duduk, Sharen beberapa kali tertangkap mata memandangnya dengan tak biasa. Begitu pula, dengan mommy mertuanya nya yang sesekali melihatnya dengan tatapan aneh. Tapi, sayangnya Kinara nyiut nyali. Dia tidak berani bertanya kepada kedua perempuan itu.
"Mommy..., besok Jaz pulang lebih awal...",
"Loh, kenapa?",
"Missnya ada pertemuan mommy...
bisa nggak mommy yang jemput Jaz aja?",
"Besok ya? maaf sayang.., mommy nggak bisa.., Jaz dijemput aja ya. Habis itu nanti Jaz langsung ke mall, nanti ketemuan sama mommy disana.., makan siang bareng. Oke..?"
"Yah.., kenapa mom..",
"Mommy mau ke rumah sakit..", ucapnya keceplosan.
Javas langsung memandang ke arah mommynya, begitu pula dengan Sharen yang langsung terperanjat.
"Siapa yang sakit..?",
"Yang sakit..., hmmmm temen mommy...",
"Jaz boleh ikut?",
"Jangan ya.., Jaz ke mall aja..nanti mommy susul..",
"Ya udah deh..
Boleh minta mainan mom..?",
"Tanya sama Daddy..",
"Boleh Dad..?",
"Boleh.., asal rajin belajar ya..",
"Oke..sip...
Uangnya Dad..?",
"Udah di mommy Nak...",
"Oke.., besok Jaz ke mall..asyik..dapat mainan baru...",
Mereka mlanjutkan makan mal setelah Jaz diam. Masih tidak ada yang berbicara. Baik Sharen, Mommy, Javas, Daddy, apalagi Kinara yang memang pendiam.
"Sharen permisi dulu ya Mom...",
"Iya sayang..",
Kinara memberanikan diri bertanya saat kakak iparnya itu meninggalkan ruang makan.
"Mom.., mbak Sharen kenapa?",
"Kenapa apanya?",
"Kok tadi liatin Kina kayak gitu mom? marah sama kina ya?",
"Nggak..emangnya kak Sharen tadi kenapa? kayak orang marah sama kamu?"
"Nggak mom..mbak Sharen kayak ngeliatin terus. Na ada salah ya mom..?",
"Nggak ada Na.., kok kamu mikirnya gitu sih..? kakak ipar kamu kayaknya liatin kalung yang kamu pake.., baru ya? liontinnya juga bagus, inisal J.., buat Javas atau Jas?",
"Hehe iya mom..., ini dibeliin sama mas Javas..",
"Hmmm.., bagus. Dad..Mommy nggak dibeliin kayak punya Kina Dad? inisal R gitu dad...",
"Buat apa? mommy kan udah punya..",
"Ih Daddy, itu tuh kode biar Daddy beliin mommy perhiasan lagi...",
"Iya besok sekalian kalo kita ke mall, mas beliin ya..",
__ADS_1
"Beneran lho mas..",
"Iya...",
Dari awal makan sampai selesai, Javas tidak mengeluarkan suara sepatah pun. Dia hanya diam, menikmati makannya. Javas juga sepertinya tidak menyimak obrolan istri dan mommynya.
Kinara masuk ke dalam kamar setelah membantu mommynya membereskan sisa makan malam mereka. Dia mendapati Javas yang berdiri di balkon, dengan melihat pemandangan langit lepas. Terlihat indah, bintang bertaburan dengan cahaya bulan yang membentuk lingkaran sempurna.
"Mas...", ucap Kina yang memeluk suaminya dari belakang.
Tidak biasa memang, Kina bersikap manja dan berinisiatif terlebih dahulu seperti ini. Kina ingin merayu suaminya, bertanya apa yang sebenarnya terjadi.
Javas menggenggam kedua tangan kina yang melingkar di pinggangnya.
"Udah selesai..?",
"Udah.., mas ngapain disini..? kan dingin..?",
"Udah anget, udah dipeluk sama kamu..",
"Mas..",
"Iya sayang..",
"Ada apa sebenarnya..? ada yang mas sembunyiin dari kina kan?"
"Nggak ada sayang..",
"Mas capek?",
"Iya.., kerjaan di kantor banyak banget..",
"Mau dipijitin..?",
Javas melepas eratan tangannya juga kedua tangan Kina yang memeluk pinggang. Javas berbalik badan menghadap istrinya.
"Lebih dari sekedar pijatan, boleh nggak?", tanyanya yang langsung memeluk istrinya dalam dekapan.
"Boleh.., apapun yang mas minta, Kina penuhin..",
"Makasih udah jadi suami yang bertanggung jawab mas..",
"Kamu bahagia sama mas?", tanya Javas dengan mengelus rambut istrinya.
"Sangat bahagia mas.., sayangnya belum ada makhluk kecil diantara kita. Mas sabar ya..",
"Mas nggak mau bahas itu sekarang..,
mas udah bahagia sama kamu..."
"Mas..bagian tubuh Kina, sudah mas liat. Setiap kina tutup, mas pasti buka lagi..",
"Iya, kan emang harus gitu kan?",
"Kina juga udah liat, semua yang ada di tubuh mas..", ucapnya. Kina mengeratkan pelukannya.
"Kita ini suami istri mas.., nggak seharusnya ada yang ditutup-tutupin.., tubuh aja udah saling terbuka, kenapa nggak sama yang lainnya? ",
Javas diam.
"Ada apa mas..?", tanyanya lagi.
"Nggak ada apa-apa sayang...",
"Jujur sama Kina.., mas punya salah? mas pernah khilaf, atau memang ada perempuan lain selain Kina..?", tanyanya lembut.
"Nggak ada sayang..", jawabnya dengan mengecup kening istrinya.
"Nggak mas.., ada sesuatu kan? cerita sama Kina. Siapa tau, Kina bisa bantu..",
"Nggak ada Na..",
"Mas.., apapun yang mas sembunyiin, lebih baik Mas yang cerita, mas jujur. Daripada Kina tau dari orang lain...",
__ADS_1
"Na..mas minta maaf..."
"Ada apa mas..?", tanyanya dengan suara parau seperti menahan tangis. Baru saja ingin berbicara, tapi Javas dibuat tidak tega dengan suara istrinya.
"Nggak ada apa-apa sayang..",
"Mas....",
"Oke.., mas cerita, tapi janji kamu nggak usah mikir macem-macem ya..",
Kinara mengangguk.
Mereka masih dalam posisi saling berpelukan.
"Mine kembali pulang Na..",
"Mbak Mine pulang..? mas pengen balikan? mas mau ninggalin Na mas?",
"Nggak sayang, denger dulu..
Mine sakit keras.., umurnya mungkin udah nggak lama lagi..",
Kinara melepaskan pelukannya.
"Mbak Mine sakit keras mas..?",
"Iya sayang..
kanker darah stadium akhir..",
Kinara menutup mulutnya. Sebuah kabar yang membuatnya kaget.
"Mas udah jenguk?"
Javas menggeleng.
"Belum...",
"Jadi tadi yang dimaksud mommy mau jenguk temannya, itu mbak Mine mas..?",
"Iya...",
"Mau sekalian jenguk mas..?",
"Nggak usah..",
"Kenapa?",
"Mine masih berharap sama mas..?", ucapnya jujur. Mata mereka beradu, dan Kina melihat mata Javas yang terlihat sangat sedih.
Kinara yang kini dibuat diam.
"Orang tuanya minta mas buat dampingin dia, kasih support buat dia..",
"Ya sudah, nggak apa-apa kan? kita support sama-sama mas. Besok kita jenguk mbak Mine...",
"Bukan masalah dia masih berharap sama mas Na..",
"Seminggu 3 kali, atau setiap hari juga nggak apa-apa mas, kita jenguk sama-sama.."
"Mine belum tau kalo mas udah nikah. Dia nggak tau kalo kamu itu istri mas..", jujur Javas pada akhirnya. Ekspresi wajah kina tidak bisa dibohongi. Ada rasa keterkejutan juga kekecewaan disana.
"Maksudnya gimana mas? orang tua mbak Mine, minta mas buat kasih perhatian? atau nikahin mbak Mine..?",
"Cuma kamu istri mas satu-satunya Na..", ucap Javas dengan memeluk istrinya kembali.
"Kenapa mereka nggak jujur kalo mas udah nikah?", ucap Mine dengan suara rendahnya. Istri Javas Perdana menahan tangisnya.
"Mas juga nggak tau..
Mas sedih, karena nggak bisa bantu dia. Mas nggak bisa kasih support di akhir hidup dia. Ada kamu sekarang, perempuan yang harus mas jaga, jiwa dan raga. Mas nggak mau nyakitin kamu Na..",
Pada akhirnya, Kina menangis dalam pelukan suaminya. Dadanya berkecamuk. Ada perasaan sedih, kecewa, semuanya dia rasakan dalam waktu yang bersamaan.
__ADS_1
"Jangan ikhlaskan mas buat perempuan lain Na.., mas ini suami kamu..", ucap Javas lagi yang direspon Kinara dengan menganggukkan kepalanya.