
Sharen sepertinya benar-benar tersinggung dengan ucapan Mommynya. Dia langsung masuk ke dalam kamar dengan perasaan dongkol.
Jika tidak ingat sedang mengandung, mungkin dia akan betah mengurung diri di kamar dan melewatkan makan siangnya. Untungnya, akalnya bekerja dengan waras. Dia tetap makan tapi meminta Maid untuk mengantarkan ke dalam kamarnya.
Mengunci pintu kamar dan berdiam diri di dalam sampai sore hari. Bosan pasti, tapi ini dia lakukan untuk menghindari Mommynya. Terus-terusan melihat jam dinding dan menunggu hingga saatnya tiba.
"Yank....",
Sharen rupanya langsung menelepon suaminya ketika jam pulang kantor.
"Iya sayang..",
"Yank.., cepetan pulang...", rengeknya.
"Kenapa? kamu jatuh?",
"Nggak..., cepetan pulang...",
"Oh.., kamu pengen cepet-cepet makan bebeknya ya..",
"Ini udah mau pulang?",
"Udah, ini baru mau keluar kantor. Sabar ya..",
"Bebeknya nggak usah beli, aku udah nggak pengen. Pokoknya kamu cepetan pulang..
hati-hati...", Sharen langsung menutup teleponnya.
Nathan sedikit panik, tidak biasanya Sharen bersikap biasanya. Dia langsung bergegas pulang untuk menemui istrinya.
Sharen keluar dari kamarnya. Hendak menunggu kepulangan Nathan yang sudah dia nantikan.
"Bik.., kok sepi? pada kemana? Zee? Jaz..?",
"Zee masih tidur mbak, kalo Jaz sepertinya les dianter sama Bu Aira...",
"Oh ya udah, makasih...",
Sharen seperti mendapatkan peluang emas.
Tidak menunggu lama, akhirnya mobil yang dikendarai oleh suaminya, berhenti di depan teras rumah. Sharen lantas berdiri dari duduknya, menyambut kepulangan suaminya.
"Yank...", ucapnya dengan memeluk Nathan.
"Kamu kenapa? baik-baik aja kan?", tanya Nathan dengan mengecup kepala istrinya.
"Yank.., aku pengen pergi...",
"Kemana?",
Sharen tidak menjawab, dia langsung masuk ke dalam mobil milik suaminya. Meskipun bingung, tapi Nathan menuruti keinginan istrinya.
"Kenapa sih sayang? berantem sama Kina? atau sama Mommy..?",
"Udah jalan aja yank...",
"Iya..bentar,,
di pake dulu seat beltnya..", ucap Nathan yang memasangkan sabuk pengaman untuk suaminya.
Dari raut wajahnya, sudah bisa ditebak jika istrinya sedang kesal. Entah apalagi masalahnya kali ini. Nathan menunggu sampai istrinya mau bercerita.
"Ini mau kemana? kamu pengen kemana? atau mau makan apa?",
"Yank.., tau nggak? aku sebel...",
Nah kan, tanpa diminta Sharen sudah mulai membuka ceritanya.
"Apa sayang..?",
__ADS_1
"Aku lagi sebel sama Mommy...",
"Kalian berantem?"
"Enggak..,
tapi mommy kayaknya nggak suka kalo aku ke rumah...",
"Kenapa emangnya? tadi pagi aja sampe disuguhin banyak makanan.., makanan kesukaan kamu kan?",
"Ya tiba-tiba tanya, kenapa pulang?
kayaknya nggak seneng banget kalo aku ke rumah. Emangnya nggak boleh?",
"Bukan nggak boleh.., kan mommy tanya sayang..,
pasti kan khawatir, dikiranya kita berantem...",
"Nggak.., emang Mommy nggak seneng kok kalo aku pulang..
udah gitu, tadi kan di kupasin mangga sama Bibik, yang ditawarin mangga cuma Kina doang, aku nggak. Padahal, aku juga lagi hamil. Pilih kasih kan?",
"Oh, jadi kamu mau makan mangga?",
"Nggak.., kan aku tadi udah makan..",
"Katanya kamu nggak ditawarin...?",
"Ya kan aku emang makan duluan..",
Ya Allah, sabarkanlah hamba-Mu ini. Lapangan hati hamba untuk menghadapi istri hamba.
"Berarti kamu makan kan? jadi Mommy nawarin kina, biar adik ipar kita mau ngambil mangganya juga. Siapa tau, dia sungkan sama kamu..",
"Nggak cuma itu aja yank,
"Iya udah, berarti kan Mommy niatnya baik...",
"Kamu kok belain Mommy sih..",
"Bukan belain sayang, ngelurusin aja biar kamu nggak salah paham..",
"Belum selesai yank, ceritanya...",
"Iya..apalagi?",
"Tadi kan ditanya sama Mommy, apa ada masalah sama Mamah Farah? kalo ada aku disuruh ngalah aja.
Emangnya selama ini, aku jadi mantu durhaka gitu?",
Nathan menghela nafasnya panjang.
"Nggak gitu sayang, itu kan namanya nasehat. Sama kayak aku kalo dikasih tau Papah...",
"Nggak.., itu udah ngejudge..., aku nggak suka. Aku dihakimi sama Mommy sendiri...",
"Ya udah, sabar..
jangan diambil hati ya..",
"Aku nggak mau ke rumah lagi...",
"Jangan gitu sayang...",
"Abisnya sebel...",
"Ya udah, nggak apa-apa..
kita balik aja kalo gitu ya. Pamitan sama Mommy..",
__ADS_1
"Nggak usah, kita langsung pulang aja..",
"Pulang? maksudnya nanti nggak balik ke rumah Mommy Daddy?
tas kamu? bukannya masih disana?",
"Nggak usah diambil, biarin aja disana. Yang penting aku udah bawa charger sama dompet..", ucap Sharen dengan mengeluarkan charger dari sakunya.
Penampilannya sore itu, dia hanya mengenakan daster rumahan, dengan atasan cardigan. Alas kakinya saja hanya mengenakan sandal jepit havai*nas.
"Sandal herm*s kesayangan kamu gimana? ",
"Biarin disitu, kan bisa beli lagi..",
"Sayang...",
"Kenapa sih yank? kan bener bisa beli lagi.., uang yang kamu kasih ke aku, lebih dari cukup kok..",
"Bukan gitu, tapi masa iya kita nggak pamit? nggak sopan Sha..",
"Nanti kan bisa lewat telepon, tapi kamu aja. Aku ogah...",
"Vitamin kamu, gimana? pasti lupa kan? kita balik ya..",
"Enggak..!!!
Nih..aku juga nggak lupa bawa...", ucapnya mengeluarkan vitamin dari sakunya.
"Wah.., udah kayak Doraemon aja ya kamu, punya kantong ajaib...",ucap Nathan yang tersenyum melihat istrinya seperti anak kecil yang polos.
"Iya dong..",
"Berarti kita pulang ke rumah Papa Mama kan?",
"Nggak mau...",
"Loh.., katanya mau pulang?",
"Iya tapi nggak kesana..",
"Oh..mau ke Apartement? kita udah lama ya nggak kesana..",
"Nggak mau juga...",
"Terus kita mau kemana sayang..? ke rumah? yang kamu beli buat ngumpetin Kinara dulu..?bukannya sekarang disewain?",
"Aku mau nginep di hotel aja...",
Alamak.., apalagi ini?
"Ke hotel..?",
"Iya..., aku mau nginep beberapa hari di hotel...",
"Baju kita, gimana sayang? mas cuma bawa yang nempel di badan ini aja. Mas kan harus kerja juga..",
"Nggak usah kayak orang susah deh yank..,
nanti kan bisa beli.
Sebelum ke hotel, kita ke mall dulu. Beli beberapa baju tidur, baju kerja buat kamu, sama beli underware. Aku juga mau beli cemilan..",
"Berarti kita ke mall, sekarang?",
"Iya.., sekalian beli makan nanti..",
"Oke bos...", ucap Nathan .
Untung cinta sama ini perempuan.., ucapnya dalam hati.
__ADS_1