Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Sugar Baby


__ADS_3

Rendra menurunkan Eljaz dari gendongannya. Ikut mengantarkan putra bungsunya sampai ke depan rumah. Ya.., pagi ini Eljaz akan pergi ke sekolah tanpa di dampingi Sharen, melainkan Sri pengasuh barunya. Subuh tadi Sri sudah datang untuk mulai bekerja, dan menyiapkan segala keperluan Eljaz ke sekolah, termasuk memandikan dan membuatkan sarapan.


"Jaz ke sekolahnya sama Mbak Sri ya.., Moma harus kerja.., nggak apa-apa kan? Jaz harus terbiasa sama mbak Sri, oke..?",


"Oke..",


"Nanti mbak Sri nungguin Jaz di sekolah sampe Jaz pulang....",


Eljaz mengangguk, tersenyum menunjukkan gigi depannya yang ompong. Dia Salim, mencium tangan Sharen lalu mendapatkan kecupan singkat di keningnya.


"Jaz rajin belajar ya, oke..


Pamit sama Daddy dulu..",


Jaz beralih pamit kepada Daddynya dengan menyodorkan tangannya untuk Salim.


"Jaz nggak boleh rewel.., baik-baik ya sama mbak Sri..",


"Oke dad..",jawabnya singkat. Jaz lalu menggandeng tangan mbak Sri menuju ke dalam mobil yang sudah menunggunya.


"Kami pergi dulu, mari pak.., mbak Sharen..",


"Hati-hati ya Sri..",


Daddy Rendra dan Sharen melambaikan tangannya sampai mobil yang membawa Eljaz hilang dari pandangan mereka.


"Dad.., ulang tahunnya Jaz udah Sha siapin. Nggak ngundang banyak kayak permintaan Dad, cuma keluarga aja.., acaranya juga di rumah..",


"Makasih sayang..",


"Sama-sama Dad, mudah-mudahan Javas nggak bikin ulah kalo dia tau..",


"Kamu nggak bilang sama dia?",


"Sha sebenarnya juga ragu Dad, tapi kasian Jaz.., ulang tahunnya nggak pernah dirayain seperti anak-anak yang lain. Bukan karena orang tuanya nggak punya uang, tapi karena keadaan yang nggak mendukung..",


"Ini semua buat Jaz, Sha..Daddy pengen liat dia happy...",


"Iya Dad.., Sha tau...",


"Nanti malam Dad ada undangan, temenin Dad ya..",


"Acara apa Dad..?",


"Pernikahan putranya teman dad...",


"Oh....iya...., nanti Sha temenin ya...",


"Anak Daddy, kapan nikahnya?", goda Rendra pada putrinya.


"Nanti tunggu ada yang mau ngelamar..", ucap Sha.


"Bian..?",


"Slow dad..., Sha sama kak Bian nggak mau buru-buru..",


"Jangan bilang karena Jaz?",


"Salah satunya karena itu..,Sha mau liat dia tumbuh dengan baik..",


"Kamu udah terlalu berkorban buat kami..., pikirin masa depanmu juga, nak..",


"Apa yang Sha cari lagi dad? Karir...oke. Pacar..ada. Tapi, keluarga bahagia...", Sharen menggeleng.


"Sha bahagia punya Dad, mom, Javas, Eljaz, Oma.., keluarga kita yang lain.., tapi kehangatan itu udah nggak ada lagi dad..",


"Maafin Dad, Sha..",


"Ini bukan salah Dad, bukan salah mom, bukan salah Javas, apalagi salah Jaz, ini semua karena keadaan Dad, ini takdir yang harus kita jalani..,Sha cuma mau keluarga kita seperti semula, itu aja Dad. Javas kembali ke rumah ini, berdamai sama Dad...",


"Sulit Sha..",

__ADS_1


"Iya Sha tau..Dad..",


"Maafin Dad..",


"Nggak perlu minta maaf Dad, kita bisa lalui ini semua, oke..


Sha berangkat kerja dulu. Hari ini Dad mau nganterin Oma pulang?",


"Nggak.., Oma nanti dijemput sama uncle Revan..",


"Dad mau ikut Sha ke kantor..?",


"Dad di rumah aja..",


"Oke.., telepon Sha kalo Dad kesepian..",


"Hati-hati Sha..",


"Iya Dad..",


Sharen memang terpaksa di dewasakan oleh keadaan. Meskipun umurnya masih muda, sebagai anak pertama dia lah yang memikul tanggung jawab besar. Menjadi satu-satunya anak yang bisa di ajak diskusi oleh Rendra.


Jaz merengek, dia menangis ketika Sharen dan Daddynya berpamitan untuk pergi menghadiri acara. Tidak biasanya dia seperti ini. Jikka hanya Sharen yang pergi Jaz tidak akan rewel seperti ini. Mungkin karena efek beberapa hari ditinggal Rendra keluar negeri, Jaz jadi tidak mau jauh-jauh dari Daddynya. Kecuali, pergi ke sekolah.


"Gimana Dad? apa Sha nggak usah ikut aja?",


"Dia nangis karena Dad yang pergi, bukan kamu..",


"Terus, kita nggak jadi pergi? yah.., padahal Sha udah dandan capek-capek..,",


"Jaz mau ikut Dad sama Moma?", tanya Rendra.


Dan, Jaz langsung mengangguk cepat.


"Sri..,tolong siapin bajunya Jaz ya? pakein dia setelan jas nya.., ada di lemari gantung..",


"Baik mbak..


Jaz..ayo ikut mbak Sri. Kita ganti baju dulu ya..",


"Namanya juga anak kecil Sha.., kamu juga dulu gitu. Selalu pengen ikut kalo Daddy kerja..",


"Terus.., Dad ngizinin..?",


"Kalo Dad nggak ada meeting atau kunjungan kerja, pasti kamu ikut..,


"Hmmm, mungkin karena Sha tau, Sha yang bakal gantiin posisi Daddy, seperti sekarang..",


"Sepertinya begitu..


masa kecil Javas sama kamu itu, beda sama Jaz. Dia nggak pernah rasain apa yang kamu dan Javas dapatkan dulu..",


"Itulah kenapa Sha pengen liat Jaz seperti anak pada umumnya Dad. Merasakan kasih sayang papa dan mama secara utuh..",


"Dad, bersyukur punya kamu nak..",


"Dad nggak mau ngantor lagi? ayolah dad, nggak kangen kerja..?",


"Dad udah kehilangan semangat Sha..",


Sharen menghirup nafasnya dalam-dalam. Sedih melihat Daddynya yang dulu disibukkan dengan berbagai urusan pekerjaan. Namun, kini hanya berdiam diri di dalam rumah. Daddynya sudah tidak mempunyai semangat, masih mau hidup pun sudah Sharen syukuri.


Ternyata, acara undangan yang mereka datangi adalah acara pernikahan putra dari salah satu teman di klub mobil yang Rendra ikuti. Disana mereka juga bertemu dengan Aldo, Farah serta Nathan yang ikut bersama kedua orang tuanya.


"Yah.., nggak di kantor, nggak disini ketemunya kamu lagi Than..",


"Hahaha iya nih Sha..


Hey.., jagoan.., kamu ikut juga?", sapanya kepada Jaz.


"Ikut...", jawabnya singkat seperti biasa.

__ADS_1


Keluarga mereka bersama menikmati acara, bahkan duduk mengitari meja yang sama. Tiba saatnya mereka naik ke pelaminan untuk mengucapkan selamat kepada kedua mempelai.


"Selamat mas.., udah punya menantu sekarang..",


"Makasih Ren.., si ganteng ini?",tunjuknya pada Jaz.


"Anak bungsu mas..",


"Oh.., halo ganteng.., namanya siapa?",


"Jaz...,


Moma..Moma..",Jaz menarik-narik gaun yang dipakai Sharen.


"Ini.., istri baru?", teman Rendra menunjuk Sharen.


"Bukan...",


"Halah.., pake malu-malu.., nggak apa-apa dapet daun muda...",


Rendra diam, mau menjelaskan juga percuma. Sharen juga sepertinya tidak menunjukkan protesnya. Dia hanya tersenyum, mengangguk kecil ketika Daddynya melihat ke arahnya.


Malam itu, Sharen diantar pulang oleh Nathan. Daddynya masih ingin mengobrol banyak dengan Aldo dan Farah. Sharen tentu saja menyambut baik keinginan Daddynya.


"Ssssssshhuuuutttt..., Jaz bobok disini dulu ya..", Sharen menidurkan Jaz ke bangku belakang mobil milik Nathan.


"Mau langsung pulang Sha..",


"Iyalah,udah malem Than..",


"Tumben om Rendra ngajakin papa mama keluar..",


"Mungkin pengen nostalgia..",


"Sha..,kenapa nggak terus terang aja..?",


"Maksudnya?",


"Kamu jelasin ke Jaz kalo kamu ini bukan ibunya, tapi kakaknya..",


"Kalo aku lakuin itu, sama aja aku hancurin psikisnya Jaz..",


"Kamu nggak risih, dikira istri baru om Rendra? pasti pandangan orang-orang negatif ke kamu Sha. Cantik, masih muda, tapi mau sama om-om..",


"Cantik? makasih loh udah dibilang cantik..",


"Serius Sha..",


"Oke-oke.., Daddy cuma punya anak-anaknya Beliau sendiri yang minta aku nemenin. Hmmm, nggak masalah aku dibilang sugar baby apapun itu lah. Toh, yang tau aku sebenarnya siapa, ya orang-orang yang emang bener-bener kenal sama keluarga ku...seperti kamu..",


"Iya.., tapi Jaz? kalian mau bohongin dia, sampai kapan?",


"Sampai kapan? tiap ada pertanyaan itu? aku juga nggak bisa jawab...",


"Jaz perlu tau Sha..",


"Dia masih terlalu kecil untuk mengerti ini semua..",


"Mau nunggu sampai Jaz dewasa? pasti dia akan merasa dibohongi selama ini. Kenapa nggak terus terang aja? jelasin sama Jaz, bawa dia ketemu sama tante Aira..",


"Aku aja nggak mau ngakuin kalo aku ini kakaknya, apalagi nemuin dia sama mom? itu nggak mungkin Than..",


"Ini cuma masukan Sha.., aku nggak bermaksud mengatur, tapi aku cuma prihatin aja liat kamu.., beban kamu terlalu berat Sha..",


"Nggak apa-apa aku mampu, aku kuat.., aku cuma butuh temen seperti kamu, yang nggak bosan denger curhatan aku..",


"Pasti Sha, aku selalu ada buat kamu...",


- Aira kemana Thor? sabar abis ini ya..nanti ada dibab selanjutnya.


- Revan sama Farah kok nggak ada? ada kok, tapi belum muncul aja, ini baru awal-awal.

__ADS_1


- *N**ggak bermaksud melupakan cerita Sevim disebelah, tapi Author mau ngasih tau dulu dimana Aira? udah meninggal atau belum? biar nggak diteror sama reader semua, hihi**..


Sevim update lagi, setelah Author munculin Aira disini***.


__ADS_2