Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Welcome Home Ze..


__ADS_3

Kinara bangun. Hal pertama yang dia lakukan adalah melihat box berisi putranya. Tapi, jantungnya dibuat hampir copot ketika melihat box bayi kosong. Ze tidak ada disana.


"Mas..mas Javas...mas...", teriak Kinara yang otomatis membuat Javas terbangun. Javas yang mendengar istrinya panik, segera menghampiri Kinara.


"Ada apa sayang..?",


"Ze nggak ada.., Ze ilang. Apa gunanya orang mas di depan kalo anak kita ilang? siapa yang mau tanggung jawab?",


"Ssssst...., jangan keras-keras. Kamu cari anak kita kan? tuh, masih tidur..",


"Dimana?",


"Di kamar...tuh..", tunjuknya pada sebuah ruangan yang memang disediakan khusus penunggu pasien.


"Ze disitu? semalaman?",


"Iya.., nggak mau ditaruh box..ya udah mas kelonin aja disitu..",


"Rewel nggak? nggak minta minum susu?",


"Nggak.., dia pinter, tau kalo Papa nya nggak punya ASI..",


"Ya udah, bawa sini Ze nya, biar Kina susuin..",


"Nggak usah, nanti aja kalo dia bangun atau nangis ya. Biarin dia tidur...",


"Ya udah kalo gitu..",


"Na..., kamu masih marah sama mas..?",


Kinara diam.


"Masih? ",


Kinara masih aja diam.


"Mas minta maaf sayang, mas memang salah tapi mas nggak seperti apa yang kamu pikirkan selama ini...., kasih kesempatan buat mas ya..?",


"Nggak semudah itu..",


"Kamu pergi udah 7 bulan, selama itu kamu hukum mas.., masih belum cukup? marahnya belum hilang..?",


"Kina nggak mau bahas itu sekarang.."


"Ya udah, nggak apa-apa. Yang paling penting buat mas sekarang, kita udah ketemu. Mas bisa temenin kamu lahiran, mas bisa gendong anak kita, kamu sehat dan jangan coba-coba buat kabur lagi...",


Kinara mengangguk.


"Kamu mau apa?",


"Mau Ze..",


"Nanti aja ya, biarin dia tidur.., kalo mas pindahin, pasti dia nangis.."


"Iya udah..


"Hari ini jadi pulang..?",


"Jadi..",


"Kinara pulang kemana? ",


"Pulang ke rumah Daddy sama Mommy, mo kemana lagi?kita belum punya rumah. Kalopun punya, mas juga nggak bakalan mau bawa kamu kesana, sebelum kamu bener-bener maafin mas..., nanti yang ada malah kamu kabur lagi..",


"Na kabur kan gara-gara mas..",


"Mau bahas itu sekarang?",


"Nggak..!!",


"Ya udah, mas mau solat dulu..Jangan paksain turun dari tempat tidur sendiri, harus ada yang bantuin ya..",


"Iya...",


Baby Ze bangun ditandai dengan suara tangisannya yang khas. Javas dengan sigap langsung menggendongnya, dan lagi-lagi Ze terdiam. Mulut Ze mengecap-ngecap. Tahu, putranya haus, Javas memberikannya pada Kinara.


"Ze haus sayang...",


"Hmmm anak Mama haus ya ..., sini-sini, ***** dulu ya. Tapi, airnya belum lancar, nggak apa-apa sayang.., nanti mama makan yang banyak biar ASI-nya banyak..",


Dengan malu-malu, Kinara mengeluarkan pabrik ASInya. Dan, tahu reaksi Javas? Laki-laki itu tersenyum aneh.


"Kenapa liatin kayak gitu?",


"Nggak apa-apa.., udah lama nggak liat..",


"Jangan mesum deh, ada Ze juga..",


"Pasti enak banget deh Ze.., Papa aja suka, pasti kamu juga suka deh..",


"Mas.., apaan sih...",


"Nggak usah malu kayak gitu. Mas udah sering liat.., nikmatin apalagi..",


"Nggak usah bahas lagi..",


"Cantik banget kalo lagi manyun kayak gitu..",


Kinara merengut, tapi tidak dengan Javas yang terlihat senang karena berhasil menggoda istrinya.

__ADS_1


Suster masuk ke kamar inap Kinara. Pagi ini, memang sudah waktunya Ze untuk dibersihkan. Sebagai menantu dan cucu pemilik rumah sakit, Kinara dan putranya ditangani oleh tenaga medis dan pelayanan terbaik dari rumah sakit.


"Pagi Bu..,


waktunya adek bayi dimandikan ya Bu..",


"Silahkan sus...",


"Wah..pinternya anak ganteng...",


"Habis nyusu sus, jadi diem dia..",


"Kalo anak laki-laki biasanya kalo udah kenyang, pasti dia diam Bu..",


"Gitu ya sus..",


"Bu Kina nanti sore sudah diperbolehkan pulang, tapi nunggu visite dokter dulu ya Bu...",


"Iya sus..makasih..",


Surti datang. Semalam memang dia disuruh pulang oleh Javas. Dan, pagi ini dia kembali untuk membantu Kinara.


"Mbak kok baru datang?"


"Iya maaf non.., tadi saya ikut belanja ke pasar dulu..",


"Non..?",


"Hehe iya, nggak apa-apa ya dipanggil non..",


"Iya..terserah aja..


Bantuin mbak, mau mandi...",


"Kenapa nggak dibantuin sama bos ganteng aja?",


"Nggak liat? tuh anaknya nggak mau ditinggal, pengennya digendong terus sama Papanya..",


"Oh..anak pinter pasti karena tau selama dia di perut Mamanya, nggak pernah ditemenin sama Papanya..",


"Iya kali..",


Aku dibawain baju ganti kan?",


"Udah Non.., tadi diambilin sama non Sharen..",


"Dress yang busui kan?",


"Iya.., pokoknya non Sharen yang pilihin.., Surti mah tinggal angkut aja..",


Kinara memeriksa baju ganti yang dia maksud, ternyata sesuai dengan yang dia inginkan.


Surti mengemasi barang-barang milik Kinara dan Ze. Tidak banyak memang, hanya 2 buah tas berukuran sedang. Sore ini, Kinara sudah diperbolehkan pulang, setelah dokter kandungan dan dokter anak menyatakan jika Kinara dan Ze dinyatakan sehat.


"Siap pak, nggak ada...",


Mommy dan Daddy tidak ikut menjemput menantu dan cucunya. Hanya diwakilkan oleh Sharen yang saat ini sedang mendorong kursi roda Kinara. Sedangkan, Javas menggendong putranya, diikuti oleh Surti yang membawa barang-barang dengan dibantu oleh dua bodyguard.


Pegawai rumah sakit, menundukkan kepalanya ketika rombongan keluarga itu lewat. Ya, kabar lahirnya cucu Rendra Perdana sekaligus putra Javas Perdana sudah terdengar di lingkungan rumah sakit. Sekaligus menjawab keraguan khalayak dengan simpang siurnya kabar Javas yang sudah memiliki istri.


"Pelan-pelan Na...",


"Iya mbak..",


"Bisa sayang..?",


"Iya bisa..",


Sharen membantu Kinara berdiri dan masuk ke dalam mobilnya. Javas tidak berdaya, karena tangannya digunakan untuk menopang tubuh mungil Ze.


"Lho mbak Sharen kemana?",


"Aku sama Surti di mobil belakang Na..",


"Oh gitu..,


mbak..makasih ya..", ucapnya.


"Sama-sama adik ipar..


Sur, kamu sama aku di mobil belakang..",


"Iya non..


Eh ini susunya baby Ze bos..", ucapnya dengan memberikan botol berisi susu untuk Ze kepada Javas.


Ze sepertinya memang mau bermanja-manja dengan Papanya. Bayi ini seperti ya tahu jika selama ini dia tidak mendapatkan sentuhan dari Papanya. Ze tidur tenang di pangkuan Papa Javas.



Menikmati waktu tidurnya, dan tidak sedikitpun terpengaruh dengan goncangan kecil ketika berada di dalam mobil.


Kinara melihat putranya yang tampaknya tidur dengan sangat nyaman. Sedikit melirik Javas yang terlihat sangat menikmati perannya sebagai orang tua baru. Tidak mau cepat luluh, Kinara ingin melihat usaha dan kesungguhan Javas untuk menebus kesalahannya selama ini.


"Kenapa?",


"Nggak apa-apa..Ze nyenyak banget tidurnya daritadi..",


"Iya.., mungkin kekenyangan karena daritadi nyusu terus..",

__ADS_1


Mereka akhirnya sampai di kediaman Rendra Perdana. Di halaman rumah nampak ramai, sehingga membuat Kinara bertanya-tanya.


"Mas ada apa ini?",


"Nggak tau.., kamu jangan turun dulu, biar di bantuin sama Surti...", ucap Javas.


Oh, rupanya semua penghuni rumah memang sengaja menunggu pangeran kecil Ze pulang.


"Welcome home baby Ze...", ucap mereka dengan kompak. Ada yang meniup terompet, bertepuk tangan serta menembakkan confenti untuk memeriahkan suasana.Tapi, justru membuat baby Ze menangis, mungkin karena kaget dengan suara yang sangat ramai.


"Sssshhht...nggak apa-apa sayang, ini Papa.., udah ya diem....",


Ze menangis, tapi langsung berhenti ketika Papa nya menenangkannya.


"Non kina..selamat datang kembali...",


Kinara tersenyum. Dia sebenarnya ingin menangis tapi dia tahan. Ternyata, banyak orang yang menyayangi dan menanti kehadirannya kembali di rumah ini.


"Wah.., baby Ze ganteng banget...",


"Hidungnya mancung, kulitnya putih..",


Para Maid dan pegawai hanya berani memandangi baby Ze tanpa menyentuhnya. Bukan dilarang, tapi mereka hanya ingin menjaga saja. Bayi yang baru lahir itu rentan dengan bakteri dan kuman.


"Makasih mommy.., Dad...",


"Sama-sama sayang...


Sapa Oma dulu...", ucap Mommy Aira yang menunjukkan kehadiran Oma kepada Kinara. Oma terlihat menangis.


"Oma...",


"Na.., kamu kemana aja nak...",


"Kina udah disini Oma...",


"Cicit Oma mana?",


Javas mendekat, dan memperlihatkan putra gantengnya pada Oma.


"Vas.., mirip banget sama kamu..",


"Iya dong.., kan anak Javas Oma..",


"Mah..masuk yuk..kasian Kinara sama Ze, nanti kedinginan...",


Mommy dan Daddy ternyata mempersiapkan acara kecil untuk menyambut kepulangan Kinara dan Ze. Tidak bermaksud untuk bahagia di atas kesedihan keluarga Revan. Tapi, sebelumnya Daddy Rendra sudah meminta izin kepada Revan.


Hanya sebuah tasyakuran sederhana. Mommy mengundang beberapa pedagang kaki lima di rumahnya dan mengajak semua pekerja di rumahnya untuk makan bersama-sama.


"Non Kina, mau diambilin apa?",


"Nggak usah, masih kenyang. Ambilin teh hangat aja deh mbak..",


Ze masih terlelap dan kali ini tidur di atas stoller yang sudah dipersiapkan oleh mommy. Tapi, tetap Papa Javas berada disampingnya dengan menikmati makan malamnya.


Mommy Aira memperlihatkan kamar yang sudah dipersiapkan untuk baby Ze. Memang kurang meriah, kalau kata Sharen. Tapi, bagi Kina ini sudah lebih dari cukup.


"Na.., ini kamarnya Ze.., kalo ada yang nggak kamu suka, atau kalo ada yang kurang, kamu bisa tambah semau kamu..",


"Makasih mommy..., ini udah cukup...",


"Di kamar kalian juga ada box bayi, terserah kamu mau tidurin Ze disini, atau dikamar kalian..",


"Iya mom..",


Ze membuka mata, tapi putranya yang masih berumur 3 hari itu tetap betah dalam gendongan Papanya. Javas menikmati, tidak terlihat lelah sama sekali.


"Mau tidur dimana? disini atau kamar kita..?",


"Disini aja mas .",


"Kalo disini, berarti kita tidurnya sempit-sempitan..",


"Kenapa?",


"Cuma single bed sayang..,


atau nggak apa-apa kalo kita tidur disini, kamu di atasnya mas aja..",


"Nggak ada ya..",


"Ya udah, berarti kita tidur di kamar kita, sebelum punya Ze. Disana ada box bayi juga, keperluan Ze juga ada.., udah disiapin semua sama mommy..",


"Kina disini aja, mas dikamar aja sendiri..",


"Oh..nggak bisa. Ze aja nggak bisa lepas dari mas loh..., kamu emangnya mau kalo anak kita nangis terus..?",


"Iya nggak..",


"Ya udah yuk...",


Kinara akhirnya mengalah, dan menurut. Malam ini dan seterusnya dia akan tidur di kamar tempat dia dan Javas memproduksi hingga akhirnya terlahirlah Ze.


Mau tau arti nama Ze?


Zeev \= bersinar/tampan


Allafta \= pemersatu

__ADS_1


Perdana \= klan keluarga


Jadi Kinara menamai Zee karena berharap bayinya yang tampan bersinar akan menjadi pemersatu keluarga Perdana.


__ADS_2