
Malam ini adalah puncak dari serangkaian acara pernikahan Kai dan Sea. Resepsi pernikahan yang diadakan di hotel berbintang milik Prime grup, tempat yang sama saat acara akad nikah tadi.
Acara perhelatan Akbar yang mengundang ribuan tamu. Keluarga, kerabat, teman, sahabat, juga relasi dan rekan bisnis. Tidak seperti acara akad nikah yang kental dengan adat Jawa. Resepsi pernikahan diadakan dengan nuansa internasional. Kai memakai jas yang warnanya serasi dengan gaun pengantin yang dipakai oleh Sea.
Acara resepsi diawali dengan kirab pengantin dimana sepasang pengantin diantar ke pelaminan diikuti oleh orang tua kedua mempelai, serta keluarga inti. Yang berada di barisan paling depan adalah Jaz serta Zoya. Keduanya persis seperti pengantin kecil. Mereka juga didandani mirip dengan Kai dan Sea, termasuk warna jas dan dress kecil yang serasi. Di belakang Jaz dan Zoya, tentu saja sepasang pengantin yang malam itu menjadi raja dan ratu. Diikuti oleh om Rizky serta istri, Om Revan dan Bunda Fafa, disusul oleh Daddy Rendra dan mommy Aira dibelakangnya. Sharen dan Rai malam itu berpasangan. Serta paling belakang ada pengantin baru, Javas serta Kinara. Mereka saat ini sudah bersiap-siap berjalan menuju pelaminan.
"Truk aja gandengan, masa kita nggak?", omel Javas yang protes karena Kinara tidak mau bergandengan dengannya.
"Karena kita nggak truk..", jawabnya.
"Kamu cantik banget..",
"Makasih mas..",
"Ayo..", ucapnya membuka telapak tangannya, berharap Kinara memberikan tangannya.
Tapi, Kinara justru menggelengkan kepalanya.
"Sayang...",
"Mas...",
Jika ajakan halus tidak mempan, terpaksa Javas menggunakan ancaman yang sudah pasti akan berhasil membuat Kinara menurut dengannya.
"Daddy nanti yang jadi perwakilan keluarga..",
"Karena yang paling tua ya mas..",
"Iya..
nanti Daddy yang ngasih sambutan..",
"Oh iya..",
"Jadi.., mau gandengan? atau mas bilang sama Daddy biar sekalian ngumumin pernikahan kita? Biar semua tau kalo kita ini sesuai istri? Biar orang-orang tau kalo kamu ini istrinya mas..?", ucapnya. Javas mengatakan dengan pandangannya kedepan, tanpa menoleh sedikitpun ke arah istrinya.
"Curang..",
"Dad....dad....", ucap Javas memanggil Daddy Rendra.
__ADS_1
Kinara yang ketakutan, langsung menyusupkan tangannya pada lengan Javas.
"Nih udah...",
Javas menoleh ke arahnya dengan senyuman mautnya.
"Nah gitu.., kan cantik..",
Keributan kecil antara mereka berdua langsung mendapatkan protes dari Sharen.
"Kalian kenapa sih ribut terus.., diem kenapa sih Vas.., godain Kina terus..",
"Bawel...",
Selain Kai dan Sea, lagi-lagi pasangan Javas dan Kinara menjadi pusat perhatian dari para hadirin ketika mereka berjalan menuju ke pelaminan melewati para tamu undangan.
"Beneran nggak mau diadain acara kayak gini sayang..?", ucap Javas ketika mereka berjalan. Javas bukan tidak tahu jika istrinya sedang nervous karena puluhan kamera handphone beberapa kali membidik wajahnya. Kinara baru masuk menjadi anggota baru keluarga Rendra Perdana. Dia, belum terbiasa mendapatkan perhatian seperti ini. Berbeda dengan Sharen yang sedari kecil memang sudah terbiasa dengan sorotan orang-orang dari lingkungannya.
"Nggak usah mas..",
"Kenapa?",
"Kenapa takut.., nggak apa-apa..",
"Nggak usah aja mas..",
"Iya-iya.., kamu nervous?"
"Kenapa emangnya?",
"Kenceng banget pegangannya..",
"Lantainya licin mas.., heelsnya Na tinggi, takut jatuh..",
"Tuh kan, makanya nurut sama suami. Untung kamu pegangan..",
"Iya mas.., makasih..",
Sebuah pernikahan bukan hanya menyatukan kedua sejoli, namun juga kedua keluarga besar. Begitu pula dengan pernikahan Kai dan Sea yang akan menyatukan kedua keluarga besarnya. Mungkin, sedikit berbeda dengan acara resepsi pada umumnya. Kali ini, justru perwakilan dari keluarga Revan Perdana yang diwakili oleh Dad Rendra, tidak hanya memberikan sambutan, tapi juga memperkenalkan satu persatu keluarganya. Diawali dengan memperkenalkan keluarga inti Kai, yaitu Ayah Revan, Bunda Fafa, Kai dan Rai.
__ADS_1
"Kai adalah putra pertama dari adik saya, Revan dan Fafa. Adik saya mempunyai dua orang anak, Kai dan satu adik laki-lakinya, namanya Rai. Keponakan saya yang paling ganteng, tapi juga paling bandel.
Rai..lambaikan tangan.."
Rai melembaikan tangannya dengan sedikit menundukkan kepalanya.
"Selanjutnya saya perkenalkan Oma Kai, Oma Widya... , ibu tercinta kami.
Terakhir, saya perkenalkan keluarga saya . Wanita cantik yang tadi ada disamping saya adalah Aira, istri saya tercinta. Saya dan Aira mempunyai tiga anak, 1 putri dan 2 putra. Si Sulung Sharen, putri saya yang paling cantik, anak saya yang nomor 2 yang paling tegas, Javas dan disampingnya ada Kinara, pasangannya. Terakhir, ada putra bungsu yang paling menggemaskan, Jaz..",
Suara gemuruh tepuk tangan mengiringi, ketika keluarga Rendra plus Rai turun dari pelaminan dan menuju ke meja mereka. Masih seperti saat akad tadi, Rai, Sharen, Javas, Kinara berada dalam satu meja. Mereka menikmati rangkaian acara resepsi pernikahan Rai.
"Kenapa?",tanya Javas yang melihat Kinara hanya diam. Padahal di depan sana sedang tampil penyanyi kenamaan ibu kota.
"Ngantuk mas..",
"Mau ke kamar sekarang..?", tanya Javas.
"Nggak mas..",
Javas melanjutkan obrolannya dengan Kai, dan Vano yang tiba-tiba ikut bergabung di meja mereka. Sharen, sudah hilang entah kemana.
"Kak...", ucap Vano pada Javas. Dia menunjuk ke arah Kinara yang terlihat terkantuk-kantuk.
"Ngantuk banget ya..?", ucap Javas yang langsung merapatkan kursinya dengan Kinara.
Javas membawa kepala istrinya untuk bersandar di bahunya.
Javas berbisik pada Rai.
"Tolong bilang ke kamera-mannya, shootnya jangan sorot ke meja kita..",
"Iya kak..", ucap Rai yang lantas berdiri lalu memberitahukan apa yang Javas sampaikan.
Singkat dulu ya..
Besok mudah-mudahan bisa update lagi.
Bonus foto Kinara dulu..
__ADS_1