
Sharen sangat senang, baju buatannya untuk dokter Kinara sangat pas dipakai. Tidak hanya soal ukuran, tapi modelnya pun sangat cocok dipakai oleh Kinara.
"Ini seragam mbak?",
"Cuma kainnya aja mbak.., kalo modelnya sih terserah aja. Kalo buat bapak-bapak sih paling baju Koko..",
"Bagus.., saya suka mbak..",
"Iya loh.., cocok dipake sama dokter.., jadi tambah cantik..",
"Makasih mbak..",
Sharen dan Kinara memang sudah terlihat sangat akrab. Sharen membalas jasa Kinara yang selama ini ikut merawat mommynya dengan kebaikan yang bisa dia lakukan.
"Oh.., jadi dokter anak tunggal?",
"Iya.., dari ibu sama bapak cuma aku anaknya.., tapi bapak sama ibu yang lain, punya anak juga..",
"Oh.., maaf..
Berarti punya ibu tiri ya..",
"Iya.., bapak nikah lagi setelah ibu meninggal. Jarang banget bisa ketemu..",
"Maaf..biaya kuliah.., selama ini gimana?",
"Pake uang yang ditinggalin ibu.., beliau kerja keras memang buat saya.., pengen banget liat anaknya jadi dokter..",
"Alhamdulillah..., terwujud ya dok..",
"Iya mbak....",
"Dokter udah punya pacar..?",
"Hehe iya mbak udah..Alhamdulillah jalan 2 tahun",
"Wah.., beruntung banget ya pacarnya..",
"Mbak Sharen bisa aja..
Sayangnya, kita beda mbak..",
"Beda keyakinan ya dok? yah.., sayang banget.."
"Bukan mbak..",
"Terus?",
"Beda kasta..",
"Seorang Kinara kan dokter.., gimana ceritanya beda kasta? punya menantu dokter bukannya idamannya emak-emak jaman now ya?",
"Maklumlah mbak.., saya bukan anak orang kaya.., sedangkan pacar saya.., anaknya orang berada..",
"Beradanya tuh kayak gimana? duh..kok aku yang gregetan..",
"Mungkin, minimal punya keluarga yang utuh mbak, sedangkan saya memang broken home, dari kecil udah ditinggal sama bapak..",
"Terus hubungannya gimana dok?",
"Sampai saat ini, masih memperjuangkan restu mbak..",
"Kalo memang nggak bisa, mending cari yang baru. Yang bisa terima dokter apa adanya..",
"Saya belum kepikiran sampe sana mbak..",
"Dokter tau? Dad sama mommy juga dulunya beda kasta. Dari segi pendidikan, latar belakang keluarga juga beda. Mommy bukan sarjana, tapi memang dari keluarga berada. Tapi, keluarga Dad.., nggak pernah melihat itu semua.., yang penting kan saling cinta, iya nggak?",
"Iya mbak bener..",
"Sabar ya dok..",
"Selalu mbak..",
Akhirnya, yang ditunggu Sharen telah tiba. Mine yang hari itu juga hendak mengepas baju untuk acara tasyakuran datang bersama Javas.
"Loh..loh.., pasangan fenomenal udah dateng..",
"Halo calon kakak ipar..", Mine memulai cipika cipiki.
__ADS_1
"Ada dokter Kinara juga?",
"Iya mbak..,
selamat siang..",
"Vas.., tadi diajak kesini sama kakak nggak mau.., giliran di ajak Mine aja langsung gercep. Tuh, baju Koko buat kamu udah jadi. Cobain dulu.., karena kemarin pake ukurannya kak Bian..",
"Nggak perlu.., aku sama kak Bian ukurannya sama.., gantengnya aja yang beda..",
"Gantengan pacar kakak kan?",
"Gantengan aku lah..",
"Heleh Pede..",
Seperti dokter Kinara tadi, baju milik Mine juga sangat pas dibadannya. Dia terlihat sangat cantik memakai gamis garapan Sharen.
"Cantik banget sih calon adik ipar..",
"Heheh makasih calon kakak ipar..",
"Terus kapan beb? bulan depan ya?",tanya Javas.
"Apanya?",
"Nikahnya..",
"Wait ya.., sabar dulu..",
Pegawai butik menghampiri Sharen, memberitahukan jika di depan ada Bian, kekasihnya.
"Mbak Sharen.., ada mas Bian di depan..",
"Lho.., kok dijemput disini? kan aku bilangnya nanti sore aja..", gumamnya.
"Udah cepetan temuin..",
"Kalo aku pergi.., dokter Kinara sama siapa pulangnya?",
"Sama kakak lah.., kan kakak yang ngajak kesini..",
"Mbak Sharen.., nggak apa-apa.., aku bisa naik taxi online..",
"Jangan dok.., hmmm..dokter pake mobilku aja gimana? bisa bawa mobil kan?",
"Bisa.., tapi saya udah lama nggak nyetir mobil, takut kenapa-napa. Nggak apa-apa mbak, saya bisa pake taxi online..",
"Ya udah, dokter Kinara bareng sama aku aja..", tawar Mine..",
"Tapi, nanti kita nganterin dokter ke rumah dulu kan sayang?",
"Ya enggak lah kak.., aku dulu yang dianterin pulang, kan searah. Abis itu baru kak Javas sama dokter Kinara pulang..", ucap Mine.
"Maksudnya gimana? aku pulang berdua sama dokter Kinara, gitu?",
"Iya..",
"Aku anterin dokter dulu deh, baru nganterin kamu..",
"Kan searah kak.., daripada bolak-balik..",
"Kamu biarin aku semobil berdua sama dia?", bisiknya pada Mine.
Mine merasa tersanjung, karena kekasihnya ternyata sangat menjaga perasaannya.
"Mine percaya sama kak Javas.., oke..
Mine pengen sampe rumah, pengen istirahat..",
"Iya-iya..",
Sharen yang tidak enak hati pada dokter Kinara, mengucapkan permintaan maaf sampai berulang kali. Dia yang mengajak, seharusnya Sharen pula yang bertanggung jawab atas dokter Kinara. Tapi, Sharen malah terpaksa membiarkan dokter Kinara pulang dengan menebeng mobil adiknya.
"Maaf sekali lagi ya dok..",
"Iya mbak nggak apa-apa..",
Bukan hanya Sharen, saat ini dokter Kinara juga merasa tidak enak hati karena kehadirannya mungkin akan menganggu waktu berdua antara Javas dan Mine.
__ADS_1
Kinara mencoba membunuh waktunya dengan memainkan ponselnya. Entah sekedar melihat akun media sosialnya atau membaca chat teman-temannya di grup. Itu lebih baik, daripada harus melihat Javas dan Mine yang sedang bermesraan. Hanya sekedar bergenggaman tangan, tapi bagi Kinara itu terlihat sangat manis. Apalagi, itu dilakukan dengan posisi Javas yang sedang mengemudikan mobil.
"Dokter.., saya turun dulu.., apa dokter mau mampir ke rumah?",
"Makasih mbak.., sebentar lagi saya harus memeriksa ibu Aira..",
"Oke kalo gitu..mari dok..",
"Mari mbak.., terima kasih banyak..",
"Bye..sampai ketemu lagi..",
Kinara tersenyum sambil membalas lambaian tangan Mine. Javas turun, mengantarkan kekasihnya sampai pintu masuk rumahnya.
"Aku pulang dulu ya..",
"Iya sayang..., hati-hati..",
"Percaya sama aku kan?",
"Percaya kak..",
"Oke..,
sampein salam buat Tante Farah ya..",
"Iya.., nanti Mine sampein..",
Javas mengecup kening Mine sebelum dia kembali masuk ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan.
"Mas.., saya nggak apa-apa duduk di belakang kayak gini?", tanya Kinara ragu.
"Maksud dokter apa? mau duduk disamping saya maksudnya?", jawab Javas ketus.
"Ng...nggak gitu maksudnya mas..,
tapi kalo saya dibelakang, mas Javas di depan.., jadi mas Javas seperti....",
"Sopir maksudnya?",
"Iya...", jawab Kinara lirih.
"Nggak apa-apa.., dokter dibelakang aja...,udah biasa kok jadi sopir..",
Daripada duduk disamping, nanti jalannya bukannya ada di depan, tapi pindah ke samping.
"Mas Javas kesel? maaf ya saya jadi ngerepotin..",
"Nggak kok..,
lagian kan dokter harus cepet-cepet sampe rumah juga kan?",
"Iya mas..",
Sepanjang perjalanan, hanya radio car yang menemani mereka. Hanya suara penyanyi Tulus yang terdengar.
Perjalanan membawamu, bertemu denganku
ku bertemu kamu
sepertimu yang kucari,
konon aku juga
seperti yang kau cari..
Namun, sayangnya hanya sepenggal saja lagu yang sebenarnya sedang Kinara nikmati. Javas langsung mengecilkan volume ketika ponselnya berbunyi.
"Halo..."
"...........",
"Dari nganterin Mine..",
"..........",
"Mau apa cantik?",
Mata Kinara terbelalak mendengar pembicaraan Javas yang entah dengan siapa.
__ADS_1