Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Jangan macam-macam


__ADS_3

Kinara akhirnya terpaksa menggunakan mode silent pada ponselnya, karena bertubi-tubi mendapatkan pesan dan Omelan dari suaminya. Bukan tidak suka, hanya saja Kina tidak enak hati pada mertua dan kakak iparnya yang hari ini sengaja mengajaknya ke mall untuk berbelanja.


"Mom.., Jaz mau main aja, boleh..?", tanya si bungsu ketika mereka baru saja keluar dari mobil.


"Boleh..,malah bagus kamu nggak ganggu mom sama kakak belanja..",


"Jaz mau sama kak Kina? ditemenin ya?", tanya Kina pada adik iparnya.


"Loh.., mommy ngajakin kamu bukan buat ngasuh Jaz Na.., biar dia sama sus aja, nanti diawasin sama mamang..",


Kina tersenyum kecut, padahal sebenarnya dia merasa kurang nyaman harus ikut ibu mertua dan kakak iparnya. Berbelanja, kegiatan yang selama ini memang sangat jarang dia lakukan.


"Uang mana mom?", tanya si bungsu sambil menengadahkan tangannya.


"Udah dibawa sama mbak sus sayang..",


"Oke.., nanti Jaz mau beli es krim ya..",


"Iya boleh.., tapi nggak boleh banyak-banyak..",


"Dadah mommy.., dadah kak Sha.., dadah kak Dok..", pamitnya.


Mengikuti ibu mertua dan kakak iparnya di dibelakang. Kina juga tidak tahu kemana tujuan mereka, apa yang mereka cari.


"Na.., kok di belakang sih.., sini..", ucap Sharen yang berhenti, lalu menggandeng tangan adik iparnya. Kini posisinya mereka yang menjadi pengawal mommynya.


Masuk ke sebuah luxury store sebuah brand ternama. Hal yang juga sangat jarang dilakukan oleh Kina. Semua barang-barangnya dibeli dengan cara online, juga hanya ada beberapa saja yang berasal dari merk ternama.


Kina hanya melihat-lihat , tas yang dipajang jika dinilai harganya sama dengan sebuah mobil baru. Sama sekali, tidak berminat untuk membelinya. Selain itu, uang yang ada ditabungannya juga tidak cukup.


"Na.., udah ketemu yang kamu suka, mana?", tanya Sharen.


"Nggak mbak..",gelengnya.


"Kenapa?",


Kinara hanya tersenyum. Tidak mungkin juga dia bilang jika mempunyai uang sebanyak itu.


"Kalo Kina nggak ada yang cocok, kamu aja udah yang pilih..", ucap Mommy.


"Mommy udah?"


"Itu Sha.., yang kiri apa kanan?",


"Hmmm...., kiri aja deh mom, lebih elegant. Kalo kanan kayaknya cocok sama Sharen..",


"Halah.., kamu itu..",


"Yang kanan kayaknya lebih cocok buat anak muda mom.."


"Kamu kira mommy udah tua?",


"Ya enggak tua sih, tapi kan udah punya mantu.."


"Ya udah, kamu ambil aja yang itu..",


Setelah lebih dari 3 jam berbelanja, akhirnya mereka keluar dari mall, dengan menenteng paper bag di kedua tangan mereka. Tidak hanya tas, tapi ada sepatu juga dress.


"Akhirnya.., udah dapet semua ya Sha..",


"Iya mom..",


"Kina kenapa nggak mau pilih?", tanya mommy.


"Nggak mommy...",


"Hmmm gitu deh, padahal mommy ngajak 1kamu biar bisa pilih, malah nggak mau..",


Sudah menunggu Jaz yang berada di dalam mobil, dalam keadaan tertidur pulas dengan dipangku oleh sus Sri.


"Capek banget pasti dia mom..",


"Iya.., kasian..",


Baru saja mendaratkan pantatnya, ponsel Sharen berbunyi.


"Halo...",


"Lama banget, belanja apa sih? seisi mall?",


"Namanya juga cewek.., kenapa?",

__ADS_1


"Udah disuruh balik sama dad..",


"Masa.., orang dad aja barusan udah telepon mommy kok..,bilang aja kamu yang nyuruh pulang..",


"Istri Javas mana kak? kenapa daritadi Javas telepon nggak diangkat..?",


"Ada kok.., mau ngomong.?",


"Iya..mana..",


Sharen memberikan ponselnya pada Kinara.


"Halo..",


"Kenapa nggak diangkat Na? hmm? daritadi ditelepon tapi sama sekali nggak ada respon..",


"Maaf mas, Na silent, abisnya berisik..",


"Kamu tau nggak, aku khawatir..",


"Khawatir kenapa?",


"Emang nggak boleh? aku khawatir sama istri sendiri?",


"Iya mas boleh.., maaf ya..",


"Coba kamu liat nanti, berapa kali aku telepon kamu?",


"Nggak tau..",


"Periksa sekarang..",


"Iya mas..",


Kinara membuka ponselnya, dan benar. Pantas saja suaminya mengomel, karena sudah 52 kali.


"Udah liat?",


"Lebih dari 50 kali mas..",


"Tuh kan..,


Pulang sekarang ya, istriku..",


"Iya.., maksudnya cepetan ke sini, aku udah nunggu..",


"Ini udah otw mas..",


"Aku tunggu..,


bilang ke mamang, bawa mobilnya yang bener..",


"Iya nanti Kina bilangin. Udah ya, nggak enak ini pake hapenya mbak Sharen..",


Saat baru sampai di rumah Om Revan, suasana nampak rame karena ada beberapa vendor pernikahan yang sudah mulai mempresentasikan hasil kerjanya.


"Siang Oma..",sapa Sharen pada Omanya.


"Cucu Oma, cantiknya..",


"Iya dong Oma..",


"Oma sehat..?",tanya Kinara.


"Alhamdulillah sehat..",


Rai, yang melihat kedatangan Aira langsung menghampiri budhe dan kedua kakaknya.


"Siang bude..",


"Halo ganteng, wah rambutnya blonde keren banget deh..",


"Iya dong..,


Apa kabar kak?",


"Baik Rai..., kapan kita kongkow lagi?",


"Rai sih siap aja.., tapi traktir ya..",


"Siipp.. kabar-kabar kalo ada waktu ya..",

__ADS_1


"Kak Kina.., kak Javas ada di kamar Rai, katanya kepalanya pusing..",


"Mas Javas pusing? sakit..?",


"Iya.., samperin gih. Tapi, jangan macem-macem di kamar Rai ya..", peringatnya.


"Kamar Rai, dimana?"


"Lantai 2, lift ambil kiri.."


"Iya makasih ya Rai.."


Kinara bergegas menuju kamar Rai untuk memeriksa keadaan suaminya. Tanpa mengetuk pintu, Kinara langsung masuk setelah yakin jika itu benar kamar Rai.


"Mas Javas sakit ya..", tanyanya langsung menghampiri suaminya yang sedang berbaring.


"Akhirnya kamu datang..",


"Panas ya mas..", Kina memeriksa kening Javas, namun suhunya terasa normal.


Javas memegang tangan Kinara, lalu menarik tubuh Kinara. Kini, posisi Kinara berada di atas tubuh Javas. Dejavu, seperti saat mereka berada di kamar Jaz.


"Mas.., ketauan Rai nanti.."


"Nggak apa-apa..",


"Tapi, Kina malu.."


"Kenapa malu?"


"Mas bohong ya, katanya sakit?",


"Iya..sakit rindu..",


"Emang ada?"


"Ada.., ini contohnya..


Kenapa lama banget? aku nunggu sampe lumutan.."


"Cuma 3 jam, itu artinya 1 jam melesat dari perkiraan mas..",


"1 jam itu 60 menit, 3600 detik.., lama banget kan?",


"Iya lama, kalo mas ngitungin satu-satu..",


"Iya.., lama pokoknya..",


"Hmmmm


Mas udah makan?",


"Belum.., nunggu kamu..",


"Kasian, ini udah jam 1 siang mas.., makan dulu yuk.., Kina siapin..",


"Ayo.., kamu turun dulu dong, seneng banget di atas sana..",


"Ih.., apaan sih. Kan mas yang bikin kayak gini..",


"Kelamaan disini, nanti bisa bikin aku khilaf ngapa-ngapain kamu.."


"Jangan mas.."


"Iya iya.., cepatan turun dulu.., atau mau gantian kamu yang ada dibawah?", bisiknya.


"Gimana Na bisa turun? mas peluk kenceng kayak gini, engap mas.."


Javas melepas pelukannya, disusul Kina yang turun dari tubuh Javas.


"Lain kali, kamu yang ada dibawah ya..",


"Apa?",


"Nggak usah dijelasin, langsung praktek aja..",


"Jadi makan nggak mas?", tanyanya mengalihkan pembicaraan.


"Iya jadi..,


Ayo..", Javas mengulurkan tangannya.

__ADS_1


Javas dan Kina bergandengan tangan keluar dari kamar Rai. Untung saja,kali ini Javas ingat tempat. Kalo tidak, mungkin dia akan mengeksekusi istrinya disini, di dalam kamar Rai.


__ADS_2