Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
Berubah?


__ADS_3

"Kenapa kamu malah ngasih kesempatan Javas buat deket sama Mine, Na..?",


"Cuma sebulan mommy..",


"Tapi, sebulan itu bukan waktu yang singkat...",


"Kina cuma mau nolong aja Mom..",


"Kamu nggak lagi ngetes Javas kan?",


Kinara menggeleng.


"Kina memang mau nolong aja Mom.., mungkin emang terlihat bodoh. Tapi, Na nggak bisa bohongin hati Kina mommy..",


"Sebulan itu bukan waktu yang singkat Na.., semuanya bisa aja terjadi. Apalagi, Javas sama Mine putusnya juga karena Mine yang nggak jujur. Gimana kalo ternyata Javas masih ada rasa sama Mine? kamu gimana? ",


"Mas Javas selalu yakinin Kina mom...dan Kina percaya sama mas Javas..",


"Jangan dipaksain kalo kamu nggak mampu. Kamu nggak ada kewajiban juga minjemin suami mu untuk perempuan lain..",


"Makasih nasehatnya mom..",


"Ini makanan buat Tante Farah, mommy nitip ya.. kamu cepatan ke depan. Javas udah nungguin...",


"Iya mom..


Kina berangkat ya..",


"Iya..hati-hati ya..",


Mommy merespon keputusan Kinara dengan lapang. Lain halnya dengan Sharen yang merasa tidak terima dengan keputusan yang Kina ambil. Baginya, apa yang Kina lakukan adalah sesuatu yang konyol. Meminjamkan suami kepada mantan kekasihnya adalah sebuah kebodohan yang hakiki. Apapun alasannya, Kina terlalu baik dan naif. Sharen bahkan dengan teganya berucap kepada adik iparnya.


"Kalo ada apa-apa sama pernikahan kalian, kamu jangan ngadu ke kakak ya Na.., selesain sendiri...",


Sharen juga langsung mengambil langkah tegas untuk memberi jarak hubungannya dengan Nathan. Sudah tidak ingin dekat, komunikasi ataupun bertemu dengan laki-laki itu. Padahal, selangkah lagi hubungan mereka akan naik satu tingkat. Ibarat seorang pelamar kerja. Nathan sudah menjalani tes tertulis, sudah wawancara, dan menjadi satu -satunya kandidat kuat untuk mengisi jabatan tersebut. Hanya menunggu diterima , tapi sayangnya takdir berkata lain.


Mengakhiri pembahasan tentang Sharen dan Nathan. Mari kembali bercerita tentang Javas dan Kina. Keduanya kini sudah sampai di rumah sakit, tempat Kinara bekerja sekaligus tempat Mine di rawat. Mantan kekasih Javas itu, hari ini hendak menjalani prosedur tindakan medis yang harus dia jalani. Dan, gadis itu meminta Javas untuk datang.


"Makasih Vas, udah nepatin janji kamu buat datang nemenin Mine..", ucap Tante Farah.


"Sama-sama Tante..",


Javas menghampiri Mine.


"Udah siap..?",


"Udah kak..., makasih kak Javas mau nemenin Mine..", Mine meraih tangan Javas dan menggenggamnya erat.


Javas melihat ke arah Kinara, dan dibalas istrinya dengan senyuman tipis. Kinara menundukkan pandangannya. Tidak bisa dia pungkiri, rasa cemburu itu ada. Tapi, lagi-lagi mencoba berlapang dada.


Mereka setia menunggu Mine yang di dalam sana bertaruh nyawa untuk melawan penyakitnya. Om Aldo, Tante Farah, Nathan, Javas dan juga Kinara. Dua jam berlalu dan dokter keluar mengabarkan jika tindakan medisnya berjalan dengan lancar.


"Alhamdulillah...",


"Pasien masih belum sadarkan diri karena pengaruh obat bius.., kalo sudah sadar dan keadaan stabil pasien bisa langsung di pindahkan ke ruang rawat..",


"Terima kasih dok...",


Mine akhirnya sadar, nama yang pertama kali dia sebut adalah Javas. Dan, suami Kina itu langsung bergegas menemui mantan kekasihnya. Lagi-lagi, Kina harus bersabar. Mencoba untuk membalas kebaikan Kina, Tante Farah mengajak Kina ke kantin rumah sakit.


"Na.., yuk makan dulu...",


"Nanti aja Tante.., Kina mau nunggu mas Javas..",

__ADS_1


"Javas pasti lama.., ini udah jam makan siang. Udah lewat malahan. Yuk.., kita makan makanan dari ibu mertua kamu..",


"Nggak Tante..makasih. Itu kan buat Tante..Om sama mas Nathan juga belum makan kan..?",


"Mereka sih gampang, biasanya makan diluar. Yuk..., makan sama-sama Tante..",


Kinara akhirnya menerima ajakan Tante Farah untuk makan siang bersama. Walaupun awalnya sedikit canggung, akhirnya suasana mencair.


"Mau tambah Na..?",


"Nggak Tante..makasih..",


"Kamu makannya dikit banget..?"


"Hehe iya Tante..tadi udah sarapan banyak..",


"Kamu takut jatahnya Tante berkurang ya? padahal masih banyak lho Na..",


"Nggak Tante.., Kina emang masih kenyang aja..",


"Hmmm gitu..


Oh ya kamu hari ini ambil cuti, apa gimana?",


"Kina nggak punya cuti Tante..",


"Terus..?",


"Ya kina disini emang kerja, tapi part time aja...",


"Maksudnya gimana?",


"Gimana ya jelasinnya Tan.., jadi sebenarnya Kina juga kalo mau dateng ya dateng aja. Statusnya masih dokter bantu Tante.., jadi kalo nggak datang ya nggak apa-apa...",


"Tante nggak ngerti.."


"Oh gitu.., Javas keliatan sayang banget ya sama kamu..",


"Alhamdulillah Tante..",


"Dulu juga dia sayang banget sama anak Tante...",


"Sekarang, masih kan Tan?", tanya Kina memancing.


Bukan jawaban, Tante Farah justru membalasnya hanya dengan senyuman.


"Ya keliatannya gimana Na..?",


"Kina nggak tau..",


"Tante makasih sama kamu, karena udah mau berbesar hati, mengizinkan Javas buat ketemu sama Mine..",


"Kina cuma mengizinkan Mas Javas buat nemenin mbak Mine Tan, bukan buat berbagi..",


"Ya..Tante tau...",


Belum apa-apa, Kina sudah memberikan ultimatum kepada Tante Farah, untuk tidak menyalah artikan keputusannya mengizinkan Javas untuk menemui Mine.


Javas dan Kinara pulang saat malam sudah menunjukkan pukul 8 malam.


"Sayang.., mas besok ke rumah sakit lagi ya?",


"Tapi, Kina besok nggak ke rumah sakit..",

__ADS_1


"Kenapa?",


"Nggak mood.., pengen di rumah aja..",


"Mas mau jenguk Mine..., boleh..?",


"Mas mau jenguk mbak Mine..?",


"Kalo kamu ngizinin...",


"Kalo mas mau.. ya udah jenguk aja..",


"Kok gitu ngomongnya?",


"Ya gitu gimana sih mas.., nggak apa-apa kalo mas mau. Kina kan ngasih waktu 30 hari. Ini baru hari kedua, masih ada 28 hari lagi..",


"Nggak marah..?",


"Nggak...",


"Kok diem aja daritadi..?",


"Capek aja.., kirain cuma sampe sore, nggak taunya sampe malem..",


"Iya mas minta maaf sama kamu...",


"Iya dimaafin...


Kina pengen mandi, gerah banget..",


"Iya sayang.., bentar lagi sampe rumah...",


Javas memeluk istrinya erat ketika mereka berada di atas ranjang. Biasanya memang seperti itu, tapi ada yang berbeda semenjak pulang dari rumah sakit. Javas tak henti-hentinya memberikan perhatian pada istrinya. Contohnya saat makan malam tadi, dia justru yang melayani Kina. Padahal, biasanya Kina yang melayani suaminya. Jadi, Javas merasa bersalah, begitu maksudnya? Bisa jadi iya.


Mengaku tidak ingin kemana-mana, tapi Kinara saat ini sudah berpakaian rapi.


"Mau nemenin mas ke rumah sakit..?", tanya Javas.


"Nggak...",


"Kok cantik banget, mau kemana? diajak mommy..?",


"Emangnya biasanya Kina nggak cantik ya mas..?",


"Enggak sayang..maksud mas kamu kok udah rapi pagi-pagi gini, mau kemana? belanja? ke salon?",


"Mau nganter Jaz sekolah, ehmm nggak nganter sih, tapi nungguin..",


"Loh..katanya pengen di rumah aja..?",


"Nggak.., Kina mau sama Jaz..",


"Ya udah kalo gitu..",


"Mas ke rumah sakit aja? nggak kerja lagi..?", tanyanya. Kina tadi sudah menyiapkan pakaian kerja lengkap dengan jasnya. Tapi, Javas meminta istrinya untuk menyiapkan pakaian santai. Sudah bisa ditebak kan? Javas memang hanya ingin ke rumah sakit.


"Nggak..bisa dihandle nanti..",


"Ya udah.., jangan sampe nanti kalo masuk kantor, karyawannya mas lupa kalo punya bos kayak mas Javas. Kina mau berangkat dulu, salim dulu...", ucapnya.


"Hati-hati...", ucapnya yang menyematkan sebuah kecupan di kening istrinya.


Javas bukannya tidak tahu jika istrinya itu memang dalam mode ketusnya. Tapi, Javas bisa memaklumi jika istrinya bersikap demikian. Kina memang sedang cemburu.

__ADS_1


Kinara kira Javas tetap memprioritaskan pekerjaannya, tetapi tidak. Lebih memilih menemani Mine, mungkin seharian seperti kemarin.


Dan, tebakan Kina sepertinya benar. Suaminya itu baru pulang, kali ini pada jam 10 malam. Itu tandanya lebih dari 12 jam suaminya itu menemani Mine. Bila dihitung, bahkan lebih lama waktu untuk Mine dibandingkan untuk dirinya. Mereka bahkan bertemu saat jam istirahat. Saat keduanya sudah sama-sama lelah.


__ADS_2