Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )

Istri Pura - Pura ( Bukan Perawan Tua )
H-2


__ADS_3

Mommy masuk ke kamar Sharen setelah mengetuk pintu kamar putrinya.


"Mom..., ada apa..?",


"Mau kerja kak?",


"Iya Mom.., mau ke butik.., katanya baju Sha buat acara, udah hampir jadi...",


"Dianterin Nathan? mau dijemput kesini..?",


"Nggak Mom.., Nathan ada meeting pagi. Javas aja udah berangkat kan?",


"Iya, adik kamu udah berangkat...",


Mommy Aira memandang putrinya lekat. Ada rasa tidak percaya ketika melihat Sharen yang sudah dewasa. Padahal, rasanya baru kemarin Aira melahirkan putri pertamanya itu.


"Kenapa mom..?", tanya Sharen. Dia duduk disamping Aira.


"Nggak apa-apa.., semoga kamu selalu bahagia. Doa mommy selalu menyertai...",


"Makasih mom..


Mommy kenapa? kok kayak sedih gitu..?",


"Nggak apa-apa..",


"Gara-gara keluarga Nathan yang dateng cuma 30 orang aja..?Nggak apa-apa Mom.., itu karena mereka banyak yang nggak bisa ninggalin kerjaan. Acara ini kan dadakan. Tapi, nanti kalo nikah pasti mereka hadir.., mommy nggak usah khawatir..",


"Sha.., jangan berkecil hati ya kak.. kalo Tante Farah nggak mau hadir di acara kalian...?",


Sharen tertunduk, tapi dia lekas menaikkan pandangannya lalu tersenyum.


"Justru Sharen yang mau bilang gitu ke Mommy..., Mommy jangan merasa kalo keluarga Nathan nggak setuju sama Sharen ya..., cuma Tante Farah aja yang belum.., bukan nggak menyetujui. Tapi, nggak apa-apa Mom..,selama Nathan memperlakukan Sharen layaknya perempuan yang dia cintai, Sharen akan berbesar hati. Nathan selalu meyakinkan Sha, kalo semuanya akan baik-baik aja, dengan atau tanpa restu Tante Farah. Nathan cinta sama Sharen, dan Sha yakin Nathan pasti akan selalu berusaha membuat Sharen bahagia..


Lagian, kalo Nathan sampe berani nyakitin Sharen, pasti Daddy nggak bakal tinggal diam, iya kan mom...?",


Mommy tersenyum. Ya, putrinya ini memang sangat dewasa dan bijak dalam menghadapi masalah.


"Udah beli cincin?",


"Udah, perhiasan juga udah..,


Besok Nathan cuma ngasih perhiasan dulu mom, seserahan yang lain nanti waktu akad nikah..",


"Iya sayang nggak apa-apa.


Lagian, kalian juga minta acaranya diadain secepat ini, jadi persiapannya juga cuma sebentar kan..?",


"Kata Nathan, ini juga permintaan dari Daddy Mom..",


"Ya udahlah, kalo emang ini kemauan kalian...",


"Persiapan mommy, gimana? ",


"Catering udah beres, diurusin sama Tante Vina sama Tante Fafa..",


"Turun yuk Mom..,


Sharen mau berangkat.., nanti agak telat ya pulangnya. Sha mau ketemu sama vendor yang ngurus dekor buat acara besok, sama sekalian ngomongin dekor acara nikahan..",


"Ya udah, hati-hati..


Sama Nathan kan?",


"Iya sama Nathan..",


"Pulangnya jangan malam-malam ya..",

__ADS_1


"Nggak mom, paling habis magrib sampe rumah..",


"Iya sayang..


kamu dianterin Mamang kan?",


"Iya dianterin Mamang..",


Pertunangan atau lamaran? tidak penting namanya. Yang jelas, lusa adalah hari bahagia untuk Nathan dan Sharen karena kedua keluarga besarnya bertemu dan akan membahas tanggal pernikahan mereka.


"Jadi, gitu ya mbak..


pokoknya aku elegant tapi keliatan meriah gitu..",


"Oke Sha.., berarti revisi cuma di backdropnya aja ya.., yang lainnya kamu udah oke nih..",


"Udah oke..


gimana Nath..?",


"Aku terserah kamu aja sayang..",


"Oke..,


deal gitu ya..",


"Oke..siip...",


"Seminggu lagi ketemu ya mbak, tolong ilustrasinya nanti udah ada, aku mau nunjukin ke Daddy..",


"Oke..,


Aku boleh survei ke ballroomnya dulu ya? bisa kan Sha..biar sekalian aku bisa nentuin nih, denah ukurannya..",


"Bisa, nanti aku bilang ke orang hotelnya mbak..",


"Oke..",


"Nggak mau masuk dulu Nath..?",


"Nggak usah ya sayang.., besok harus berangkat pagi lagi..",


"Ya udah, yang penting lusa stay di rumah ya..,


besok aja disini udah ada orang EO..",


"Iya sayang, paling besok sampe siang aja kok.., abis itu pulang...,


Oh ya, malam ini aku pulang ke rumah Papa..",


Sharen tersenyum.


"Udah baikan sama Tante..?",


Nathan menggeleng.


"Jangan berharap lebih ya..", ucapnya pada Sharen.


"Nggak kok..,


Semuanya kan tergantung kamu Nath, aku nggak berekspektasi apa-apa.., kamu nggak berubah, kamu tetap pilih aku, kita tetap bersama, itu udah cukup..",


"Makasih sayang..,


Ada nenek-nenekku di rumah, jadi aku menghormati mereka ..",


"Nenek-nenek..?",

__ADS_1


"Iya.., ibunya Mamah ada di rumah juga, besok juga mau ikut ke rumah kamu..",


"Syukurlah.., berarti nambah dong orangnya?",


"Iya.., ada Tante juga yang katanya nggak bisa dateng juga tiba-tiba udah di rumah aja..


Cateringnya cukup kan..?",


Sharen mencubit pipi Nathan.


"Apa sih..?",


"Mommy tuh pasti udah tau hal-hal kayak gini pasti terjadi..",


"Hehe iya-iya kan aku cuma bercanda..",


"Berarti Apartement kosong dong Nath, padahal aku rencananya besok mau kesana, bawain kamu sarapan..",


"Nggak usah, aku tuh suka ngeri kalo kita lagi di Apartement berduaan..",


"Kenapa?",


"Takut ke gap lagi..


Takut ada setan lewat, terus aku bisa apa-apain kamu..",


"Biasanya juga diapa-apain kan kalo ketemu, tiap ketemu malah..",


"Iya, kan paling cuma kissing sayang..,


kalo lagi di Apartement berdua tuh, bawaannya pengen apa-apain kamu...",


Meskipun sebenarnya kalopun aku lakuin lebih dari kissing, aku sudah berhak. Tapi, aku udah janji sama Daddy.., dan aku akan tepati janji itu..


"Aku turun dulu..,


nanti bisa-bisa mamang ngadu sama Daddy dikiranya kita di dalam mobil lagi ngapa-apain..",


"Ya udah, sini diapa-apain dulu..",


Nathan mendekati Sharen dan langsung menyatukan bibir mereka.


"Nath....", Sharen menjauhkan badan Nathan, sebelum ciuman itu berubah menjadi ciuman liar.


"Tuh kan, padahal di dalam mobil, tapi aku lupa..,kamu emang buat aku gila Sha..",


"Ih..., kamu tuh..


Aku turun dulu..",


"Cium dulu dong..",


"Kan udah barusan..",


"Ininya..", Nathan menyodorkan tangannya dan Sharen langsung menciumnya.


"Benar-benar istri Sholehah..",


"Aku turun dulu..


bye cintaku...,


I love you...",


"I love you, too...",


Singkat dulu ya,

__ADS_1


Author lagi nyelesain kerjaan..


besok mudah-mudahan bisa up lagi ya..


__ADS_2